Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.
Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.
Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Bangkit dari Dasar Neraka
Sepuluh ribu tahun adalah waktu yang cukup untuk meratakan gunung menjadi lembah dan mengubah lautan menjadi padang pasir.
Di dasar Kawah Lava Abadi, di bawah tekanan ribuan ton cairan api yang mematikan, peti mati hitam yang telah berkarat itu tiba-tiba retak.
KRAKK... BYAR!
Lava yang membara merembes masuk, namun bukannya menghanguskan tubuh di dalamnya, panas itu justru terserap ke dalam pori-pori seorang pria yang telah tertidur selama satu eon.
Mata itu terbuka. Tidak ada warna ungu yang agung, tidak ada aura Raja Roh yang menggetarkan dunia. Hanya sepasang mata hitam yang kosong, sedalam jurang maut.
Xiao Chen mencoba menggerakkan jarinya. Rasa sakit yang luar biasa menghujam sarafnya. Ia mencoba merasakan Qi di dalam tubuhnya, namun yang ia temukan hanyalah kehampaan. Inti Bumi-nya hancur, jalur energinya tersumbat oleh kerak lava yang membeku, dan kekuatannya telah sirna sepenuhnya.
Ia kembali menjadi manusia biasa.
Dengan sisa tenaga yang ada, ia merangkak keluar dari kawah yang kini telah mendingin menjadi gua batuan vulkanik. Tubuhnya kurus kering, rambutnya yang dulu panjang kini pendek dan berantakan. Saat ia berhasil keluar ke permukaan, dunia yang ia lihat sudah tidak lagi sama.
Xiao Chen berjalan gontai menuju sebuah desa kecil di kaki gunung. Di sana, ia melihat sebuah patung raksasa di tengah alun-alun desa. Patung itu menggambarkan seorang pria berjubah dengan wajah kejam yang memegang ular, dikelilingi oleh api dan mayat. Di bawah patung itu tertulis:
"Sang Penguasa Wabah: Iblis yang Dimusnahkan Langit."
Xiao Chen terdiam. Selama sepuluh ribu tahun, sejarah telah diputarbalikkan. Namanya bukan lagi seorang legenda pendekar yang mencari keadilan, melainkan simbol kejahatan murni yang digunakan para orang tua untuk menakuti anak-anak mereka agar patuh.
Seorang kakek tua yang sedang menyapu jalan melihat Xiao Chen yang tampak seperti pengemis. "Hati-hati, anak muda. Jangan terlalu lama menatap patung Iblis Xiao itu. Konon, siapa pun yang menatap matanya terlalu lama akan terkena kutukan busuk."
Xiao Chen menoleh perlahan. "Siapa... pria di patung itu?" suaranya parau, seperti gesekan batu.
"Itu adalah pembawa kiamat dari zaman kuno," kakek itu meludah ke tanah. "Dia membunuh jutaan orang, meracuni seluruh benua demi ambisinya menjadi Dewa. Untungnya, para pahlawan dari Sepuluh Sekte Besar berhasil menyegelnya di kawah ini. Dunia berhutang budi pada mereka."
Xiao Chen mengepalkan tangannya. Kuku-kukunya menusuk telapak tangannya sendiri hingga berdarah.
Rasa sakit itu adalah satu-satunya hal yang nyata. Ia kehilangan segalanya: kekuatannya, martabatnya, dan yang paling menyakitkan... ia kehilangan Bai dan Ling.
Malam itu, Xiao Chen duduk di pinggir sungai, menatap pantulan dirinya yang menyedihkan. Ia mencoba bermeditasi, namun dadanya terasa sesak.
"Bai... Ling..." bisiknya. Nama itu terasa seperti belati yang mengiris jantungnya.
Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang aneh di dalam nadinya. Meskipun basis kultivasinya hilang, ada satu titik dingin di dekat jantungnya.
Itu adalah Inti Esensi Bai dan Sisa Sembilan Racun Ling yang menyatu dengannya saat mereka mati sepuluh ribu tahun lalu. Mereka tidak benar-benar pergi; mereka memberikan sisa hidup mereka agar Xiao Chen bisa bertahan di dalam lava.
Xiao Chen memejamkan mata. Jika dunia menginginkannya menjadi penjahat, maka ia akan menjadi penjahat yang paling mengerikan yang pernah ada.
Ia tidak butuh keadilan lagi. Ia hanya butuh pembalasan terhadap keturunan dari mereka yang telah mengambil segala miliknya.
"Ranah Pembersihan Tubuh... Langkah pertama."
Xiao Chen meminum air sungai yang dingin. Ia mulai mengalirkan rasa sakit di dadanya menjadi energi. Tanpa teknik, tanpa guru, ia mulai membentuk ulang jalur energinya menggunakan sisa-sisa racun di dalam darahnya sendiri.
Ia adalah Sang Legenda yang terlupakan, bangkit dari abu sebagai manusia tanpa kekuatan, namun dengan dendam yang telah dipupuk selama sepuluh milenium.
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi
MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.
👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.