NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 - PAGI

Bastian bangun dengan kesal, dia tidur sendirian seperti bujangan. Tara bangun pagi untuk membantu ibu membuatkan sarapan. Lalu ke kamar Bastian untuk membangunnkannya. Ternyata orangnya sudah dikamar mandi dan baru selesai mandi. Bastian masih betek soal semalem, dia juga memasang muka kecut menatap tara.

"Mas tian marah ya soal semalem?" tanya tara, sedikit yakin dengan wajah bastian.

"Enggak." dustanya, tian sedikit kesal, belum sampai vase terlalu marah.

"Aku udah pesen hotelnya kok, sekalian aku juga mau liburan, satu minggu full di hotel, tau dong maskudnya. Kamu siap-siap ya, habis ini kita ketemu tante kinta, sekalian mau liat usgnya langsung."

Nyesel tara tanya, ternyata bastian sudah punya rencananya sendiri yang indah. Tara hanya diam, dia kan sudah janji.

"tapi gak akan tiap malem? dalam seminggu full kan, mas?" tanya tara ragu.

"Enggak tau, liat aja nanti." bastian mendekati tara, mencium bibirnya sekilas lalu mengenakan baju didepannya, akan mengenakan celana, membuka handuknya. Tara langsung beranjak, tapi ditahan bastian.

"Sini aja, liatin aku pakai celana."

"Mas tian sejak kapan sih, porno. Bar-bar lagi, main buka-bukaan." Tara mencoba melepaskan tangan tian darinya.

"Ya siapa suruh kamu bikin aku jatuh cinta sama kamu." bisik tian lagi, menarik tara dalam pelukannya dan mencium lehernya. Bahkan tian menempelkan miliknya ke milik tara, yang berhadapan dengannya.

"Mas tian, masih pagi. Kan janjinya di hotel." protes tara. "Tara mau keluar, mau beli donat, tara lagi pengen donat, udah dong lepasin tara. Nanti tukang donatnya kelewat." .

Bastian melepaskan tangan tara yang membuat tara langsung kabur keluar, entah menghindari bastian, atau memang datang keluat untuk menghentikan tukang donat.

"Nolak aja bikin gemes tau gak, kamu itu. Nyesel dari dulu gak ketemu kamu, tara. Gua tau kenapa dimas sampai segitunya sama lala, anak kecil, polos menggoda. Aishh..." bastian tertawa sendiri membayangkan taranya.

***

Bastian dan tara sudah siap-siap pamit. Setelah ikut sarapan hari ini mereka akan kembali ke rumah mamanya bastian dan ke klinik tante kinta dulu, bahkan ditengah malam Bastian minta jadwal tante kinta, mau konsultasi besok.

"Bu, pak. Bastian pamit pulang ya." kata bastian bersalaman dengan bapak dan ibunya.

"Bu, pak, nanti tara sering main ya."

Bahkan anak-anak juga ikut datang untuk melihat tara pergi. Tara berpamitan dan memeluk satu persatu anak-anak itu.

"Ta, kalau bisa jangan tolak permintaan suami kamu, dosa loh." nasehat ibu ketika tara akan masuk. "asal yang baik, jangan ditolak."

"Iya bu, tara minta maaf. Tara cuma khawatir. Nanti kita ke klinik tante kinta kok buat periksa."

Tara masuk ke mobil bastian, bastian pun menyetir dengan perlahan. Tangan bastian sedikit kaku, tapi dia sudah minum obatnya tadi pagi, dan dia juga tak mau terlihat sakit didepan tara. Jadi dia mencoba menyetir dengan hati-hati, setelah ini dia akan pakai supir sampai pemulihan.

"Mas, mas tian kenapa?" tanya tara yang sejak tadi memperhatikan tian yang menggerakan tangannya, mengibas-ngibas tangannya.

"Gak papa, cuma pegel nyetir terus."

Mereka sudah sampai di rumah bastian. Mama bastian dan bina langsung lari keluar ketika bastian membunyikan klakson mobilnya.

"Kangenn bangett, taaa.." bina langsung memeluk erat tara.

"Jangan kenceng-kenceng, mau celakain istri gue." Bastian turun dan menarik rambut bina, supaya bina melonggarkan pelukannya.

"Om.. om.. sakit om? resek." bina pun langsung melepaskan pelukannya karena tangannya mencoba menahan tangan bastian yang, bisa dibilang menjambaknya.

"Mama kanget tau ta, kangen banget." tara ingin menghentikan keduanya, tapi mama mertuanya bergantian memeluk tara.

"Iya tara juga kangen sama mama." kata tara, memeluk mama mertua yang sangat menyayanginya itu.

"Om, lepasin dong. Sakit nih." bina masih mencoba melepaskan diri dari bastian.

"Mas, lepasin kasian binanya." tara akhirnya angkat bicara, tak tega melihat bina, sepertinya sakit.

"Iya tante cilik."

"Auwhh.." bastian menarik rambut bina, cukup kencang, lalu melepaskannya.

"Idih, sewot nih pasti dipanggil om." bina tau kalau bastian lagi badmood, mungkin.

Dulu, karena saking banyaknya saudara bina, keluarga besar bastian, banyak sekali saudara laki-lakinya, suka bina kasih julukan masing-masing. Berhubung bastian ternyata usianya jauh diatas bina, jadi bina suka panggil om aja, awalnya kakak om. Habis casing kayak kakak, tapi umur, udah om-om. Buset, bina 13 tahun dibawah bastian, dan harusnya tara sama, karena tahun lahir mereka sama.

"Om sayang, betek kenapa?" bina malah suka kalau untuk menggoda kakak sepupunya yang satu ini.

"Karena lo panggil om." tukas bastian, ya masak cerita soal semalem ke anak kecil. Ya walaupun tara anak kecil, tapi kan beda.

Sementara tara berjalan dengan mama bastian yang menggandengnya. Bertanta kabar, sehat, semuanya baik, tara tidak kenapa-napa kan? tara senengkan ketemu orang tua tara dan nginep disana. Tara senang, sangat senang. Pulang ke rumah mertua pun sama, seperti rumah sendiri dan mamanya sendiri karena mama bastian sangat menyayanginya.

"Ma, tara laper. Mama masak gak?"

Baru saja tara sarapan, baru sekitar 3 jam perjalanan, sudah lapar lagi. Tapi mama bastian malah senang, artinya tara sama bayinya sehat.

"Mau mama bikinin apa?" tanya sang mama mertua, menuntun tara masuk dan ikutan tara yang mengusap perutanya, padahal masih kecil banget, belum terlalu buncit.

"kwetiau, ma." pinta tara.

"boleh, mama masakin."

Sementara tara sibuk dengan mama mertuanya, membicaralan makanan. Bastian masih harus meladeni keponakan yang super keponya.

"sejak kapan keberatan dipanggil om?" bina tak percaya, dia terus mengikuti bastian masuk ke rumah. Sementara tara dan mamanya malah sudah mendahului, masuk ke dapur.

"Udah, bukan urusan lo. Lo kan masih kecil, gue gak bisa cerita ke elo. Sana ambilin ait putih biasa buat gue." maksud batsian, bukan air putih yang dingin, yang ada dilemari es.

Melihat bastian sangat kelelahan dan badmood, bina pun ke dapur, dan tak sengaja mendengarkan percakapan tara dan tantenya. Bina tau kalau bastian pasti betek karena tara gak mau diajak malam pertama. Bina langsung mengambil air dan membawanya dengan sangat ke ruang tengah, tempat bastian beristirahat disana.

"Gue tau, lo kenapa?" kata bina dengan semangat sambil memberikan air minumnya. Ini kesempatan bina buat dapet uang jajan banyakan dikit, asik. Bina sangat senang memikirkan harga yang harus bastian bayar dengan idenya nanti.

"Apa, lo tau apa?" bastian mengambil air minumnya, dan meminumnya, menunggu tuh anak yang sedang mikir.

"Lo gagal malem pertama kan, om?" bina duduk disampingnya, sedikit berbisik pada bastian. Gak mau rencananya gagal kalau kedengaran tara, atau tara marah padanya kalau membantu omnya, supaya tara mau tidur sama dia.

uhukk...

Bastian yang sedang meminum langsung tersendak. Gilak, nih anak tau dari mana coba?

"Ke hotel, liburan bareng, terus enak-enakan lah disana." usul bina.

Dugg... langsunh tangan bastian menjitak. Kalau ide itu udah ada diotaknya kali.

"Yang lain, gue udah pesen hotelnya malah, satu minggu full."

"Widihh.." bina ternganga, ngebet banget si omnya sama tara. Sejak kapan?

"Emm, om telpon deh ibunya tara, nanti pas mau lakuin izin dulu, kalau tara nolak, minta ibunya buat bujuk, tara itu gak bakalan nolak sama ibunya, dia sayang banget sama ibunya."

"Gilak, kek anak kecil. Ijin segala. Tapi nanti gue coba kalau tara masih nolak."

Bastian menaruh gelasnya, dia beranjak dari tempat duduknya, menuju ke kamarnya, untuk siap-siap, karena nanti malam mereka akan ke hotel.

"Omm..." teriak bina, yang lupa belum minta bayaran. Gak nego dulu lagi, nyesel bina.

"Iya gue tau lo mau apa? mau berapa nanti tinggal wa aja, kalau ide lo manjur, gue kasih dua kali lipat."

Bina girang dengernya. Dia langsung lompat-lompat gak jelas. Ketika iti mama dan tara datang, mereka bingung menatap bina? ada apa dengannya?

"Ta, siap-siap buat nanti malem ya, kita ke hotel." kata bastian dari atas tangga. Tara langsung melirik keatas, tak percaya mendengar ucapan bastian. Malam ini? secepat itu?

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!