NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Nadin

Keesokan harinya.

Ayra dan aruna sudah bersiap untuk pulang. Di perjalanan menuju halte, mereka bertemu Arda yang sudah ingin pulang dengan mengendarai mobilnya.

"kalian naik bus?" tanya arda

mereka mengangguk bersamaan.

"ikut aja ayo. aku sekalian mau ke Hemishofen" Ucap Arda

Aruna yang sudah bersiap membuka pintu mobil tiba-tiba di cegah oleh ayra. lalu aruna mundur dengan raut wajah kecewa.

"maaf da tapi kita naik bus aja" tolak ayra

"coba itu liat wajah kecewa adik kamu. Dia lelah kalo harus naik bus dan kereta" sahut arda

"makasih tawarannya. kamu duduk depan aja" ucap ayra ke aruna

aruna langsung masuk dan duduk di depan.

dalam perjalanan hanya aruna dan arda yg bersuara. Ayra hanya diam saja memandang keluar jendela.

"sebelum itu aku mau ngajak kalian ke suatu tempat. masa pulang perutnya kosong" ucap arda

ayra hanya diam tidak menyahut, ia larut dalam lamunannya.

"bolehhh. Ini hari terakhir aku di swiss besok harus balik lagi ke jerman untuk kuliah" ucap aruna

"jerman dimananya?" tanya arda

"singen" jawab aruna

"deket itu!! sekalian ka arda anter balik aja ya?" tawar arda

"ka arda kan mau ke hemishofen, jauh dong kalo ke singen?" tanya aruna

"gak jauh kan naik mobil, sekalian mau ketemu bang arven silaturahmi gapapa kan?"

"iya boleh. Kak aya mau ikut aja ke singen? Sekalian liat Elara" tanya aruna

ayra masih terdiam. hingga aruna menepuknya

"kak! mau ikut ke singen?" tanya aruna

ayra mengangguk lalu kembali menatap ke arah luar jendela.

Arda hanya melihat dari kaca. Tatapan ayra kosong seperti tidak ada kehidupan.

setelah hampir 2 jam mereka menempuh perjalanan dan pada akhirnya mereka sampai di kediaman Arven di singen.

ayra masuk dengan wajah yang masih sama. 

"elara lihat onty mukanya di tekuk gitu!" ucap arven menirukan suara anak kecil

ayra yang merasa di panggil lalu menoleh dan langsung ingin menggendong elara namun arven menepis

"bersih-bersih dulu habis dari luar! nanti sawan anak abang!" ucap arven

lalu ayra menuju kamar mandi hanya untuk mencuci muka,cuci tangan dan ganti pakaian karna cuaca sedang dingin jadi tidak di anjurkan sering mandi.

"kamu arda kan?" tanya arven

arda hanya tersenyum tipis lalu mengangguk.

"sudah lama sekali ya da. Disini liburan?" tanya arven

"iya bang makanya sekalian silaturahmi. Engga bang, saya tinggal Zurich. Tapi ada keperluan di hemishofen jadi sekalian kesini" jawab arda

tiba-tiba ayra datang lalu langsung mengambil alih menggendong elara. 

"Elara kangen onty ya. Meluknya erat banget!" seru ayra

"Wo ist Clara?" tanya Aruna ke arven (dimana clara?)

"lagi pergi ke rumah mutti" jawab arven (sebutan mama yang lebih akrab)

lalu aruna hanya mengangguk

"kalian tunggu di living room ya, abang mau ngobrol sama arda" ucap arven

mereka berlalu pergi ke dalam.

"apa kabar kamu da? terakhir ketemu di pemakaman ayah ibu, sudah 5 tahun ya" seru arven

arda tersenyum tipis "arda baik bang. iya sudah lama ternyata"

"jangan terlalu kaku, kita berbicara sebagai pria saja ya" ucap arven

"sebenarnya aku gak mau tau tentang aya dan rega ada apa dengan mereka. Tapi melihat aya terluka," Arda menghela nafasnya "membuat aku mau melindunginya" lanjutnya

"abang pun begitu. melihat aya terluka, seorang kaka mana yang tega?" jawab arven lirih

"aya sudah 2 minggu di diessenhofen dan sampai saat ini rega belum tau jika aya sedang diessenhofen. Beberapa kali entah kerabat atau orang suruhan rega datang kesini mencari aya namun sekarang sudah tidak ada yang mencarinya."

aruna datang dengan membawa coklat panas untuk keduanya lalu ia masuk kembali.

Arda tidak membuka suara lagi, ia hany larut dalam percakapan yang arven ceritakan tanpa menjawab karna menurutnya itu masalah keluarga aya dan ia tidak ingin masuk ke ranah itu lebih jauh.

***

Ibu kota.

3 bulan sudah ayra meninggalkan ibu kota dan rega tanpa kabar sama sekali. Seperti yang rega katakan, ia sama sekali tidak mencari ayra. Bukan menyerah, melainkan mengalah agar ia dan ayra punya waktu untuk menenangkan diri jadi lebih baik.

Cahaya matahari masuk ke sela roller blind ruangan kantor. Rega fokus membaca berkas namun fokusnya terganggu telpon kantor berdering.

"ga!! kenapa ga angkat telpon gua?!!" teriak gio dari sebrang sana

"ah iya hp gua low. ada apa?" tanya rega masih membolak balikan berkasnya

"ada orang gila di bawah! urusin nih cewe gila!" jawab gio lalu memutuskan sambungannya

di lobby.

Gio melihat perempuan itu hanya menghela nafas panjangnya. 

Audry. 

Dia yang telah membuat rumah tangga rega hancur. dengan berani dia datang ke kantor rega membuat keributan.

"lo lagi?" gumamnya pelan

Audry terlihat berbeda. tidak ada glamor seperti dulu. wajahnya lebih pucat bahkan sorot matanya tak seangkuh biasanya.

"gua cuma mau ketemu rega. sekali aja yo!" ucapnya pelan sedikit memohon ke gio

Rega akhirnya turun. Tatapan rega datar, tidak ada belas kasih dan emosi berlebihan seperti saat itu. 

"ada apa?" tanya rega singkat

"harusnya kamu penjarakan perempuan iblis itu!" ucap audry penuh penekanan

rega maju perlahan. Gio sudah ingin mencegah rega namun rega hanya maju tidak berbuat apa-apa

"siapa yg kamu sebut perempuan iblis?" tanya rega masih dengan nada datarnya

"Nadin!! kenapa kamu tega penjarakan aku?! otak dari semuanya itu nadin!!" jelas audry masih menggebu.

rega hanya menghela nafas panjangnya.

"trus?" tanya rega santai

Audry yang mendengar itu lalu mengambil vas bunga yang ada di meja resepsionis dan melemparnya ke sembarang arah.

"lalu kenapa kamu penjarakan aku!! yang bersalah itu nadin!" ucap audry membela diri

"saya sudah kasih kamu keringanan 3 bulan dalam tahanan! kenapa saat itu tidak mengaku saja?" tanya rega ke audry yang masih menggebu-gebu dengan amarahnya

"dia mengancam ingin membunuh!" jawab audry dengan teriakannya

"harusnya dia lakukan saja! hama seperti kamu tidak cocok di dunia ini!" ucap rega dan berlalu pergi

rega menghubungi gio untuk mengamankan audry.

setelah itu rega berjalan kembali menuju ruangannya. ia duduk dan menghela nafasnya lalu kembali bekerja.

sebelum itu rega mengirim pesan untuk nadin

[ada waktu? kita harus bertemu]

hanya selang beberapa detik nadin menjawab pesan itu

[datanglah ke apartementku] 

rega hanya membaca pesan itu tanpa menjawabnya

"masuk perangkap dengan cepat!" ucapnya menyunggingkan senyumannya

Jam menunjukkan pukul tiga sore saat Rega keluar dari kantornya. Wajahnya tenang, langkahnya mantap. Seolah ia hanya akan menghadiri pertemuan biasa.

Tiga puluh menit kemudian, ia tiba di apartemen Nadin.

[saya di depan]

Balasan datang cepat.

[masuk saja. pinnya tanggal jadian kita]

Ia menekan angka-angka itu dan pintu terbuka.

Apartemen itu redup. Tirai tertutup setengah, aroma parfum memenuhi udara. Terlalu rapi. Terlalu sunyi.

Rega menatap sekelilingnya dan matanya tertuju oleh kamar nadin yang terbuka sedikit lalu membuka sedikit pintunya dan berdiri di ambang pintu tanpa masuk ke dalam. Terlihat nadin sedang membelakangi pintu menghadap jendela kamarnya dengan menghisap rokok.

"sudah sampai" ucap nadin lalu menghampiri rega masih dengan memegang rokoknya

mereka sudah berhadapan. Nadin menghembuskan asapnya ke muka rega namun rega hanya diam saja.

"ada apa mau nemuin aku?" tanya nadin di depannya

"kamu masih belum berubah ya?" sahut rega dengan wajah datarnya

nadin hanya menyunggingkan senyumnya lalu keluar dari kamar dan berjalan ke arah sofa dan duduk disana.

"gimana? 3 bulan di tinggal? ayra ngasih surat cerai ke kamu ga?" tanya nadin masih dengan menyesap rokoknya

rega hanya menaikkan 1 alisnya tanpa bergerak dari posisinya.

"ayra di swiss. dia sedang bersama mantannya arda maison masih ingat kan?" 

deg...

'kamu sudah bahagia dengannya aya?' batinnya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!