NovelToon NovelToon
Salah Hati, Tepat Cinta

Salah Hati, Tepat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / BTS
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rania Venus Aurora

Ryn Moa memilih kampusnya demi satu alasan: Kim Taehyung, pria yang telah lama ia sukai. Namun upayanya mendekati Taehyung justru membawanya pada ketertarikan lain-J-Hope, sahabat Taehyung yang ceria.

Di tengah perasaan yang berubah-ubah itu, hadir Kim Namjoon, teman mereka yang tidak setampan dua pria sebelumnya, tetapi memiliki ketenangan, kecerdasan, dan senyum manis yang perlahan merebut hati Ryn Moa.

Tanpa disadari, pencariannya akan cinta membawanya menemukan sosok yang paling tepat, justru dari arah yang tak pernah ia duga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rania Venus Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.19

Saat mau pulang, terasa tangan seseorang menepuk bahunya. Sentuhan itu ringan, tapi cukup membuat Ryn Moa refleks menegang. Ia sedang sibuk memasukkan buku ke tas, pikirannya masih kacau oleh drama siang tadi bersama teman-temannya, jadi sentuhan mendadak terasa seperti alarm bahaya.

“Hai, Ryn!”

Suara itu cerah. Terlalu cerah untuk diabaikan. Dan J-Hope muncul dengan senyum selebar matahari, aroma parfum manis, dan energi positif yang bisa menghidupkan baterai HP lowbat. Ia berdiri dengan santai, ransel tersampir di satu bahu, rambutnya sedikit berantakan oleh angin sore. Wajahnya seperti poster iklan kebahagiaan. Ryn Moa yakin, kalau J-Hope berdiri di tengah ruangan gelap, listrik kampus bisa mati total dan dia tetap menyala.

“H, hi!”

Ryn Moa refleks bersikap sopan, tapi suaranya melengking. Ia langsung menutup mulutnya sendiri, malu. Kenapa nada suaraku kayak alarm kebakaran?

J-Hope tertawa.

“Kamu sibuk? Kalau enggak, mau bareng ke halte?”

Nada suaranya terdengar datar, seolah itu ajakan paling biasa di dunia. Padahal bagi Ryn Moa, itu terdengar seperti undangan ke roller coaster emosional.

“Boleh.” Ryn Moa mengangguk cepat

Ia bahkan tidak sempat mempertimbangkan. Mulutnya sudah lebih dulu setuju sebelum otaknya bekerja. Mereka berjalan berdua. Suasananya hangat dan cerah, seperti karakter anime. Langit sore berwarna oranye pucat, angin berembus ringan, dan langkah mereka terdengar sinkron di trotoar kampus. J-Hope sesekali bersenandung kecil, entah lagu apa, tapi nadanya ceria. Ryn Moa merasa seperti figuran dalam opening anime slice of life, yang penuh senyum dan harapan palsu. Di kejauhan, terlihat sosok yang begitu sangat dikenalnya sedang bersandar pada tiang, sambil memegang buku. Namjoon berdiri mengamati mereka dengan tidak tersenyum, tidak marah bahkan terlalu tenang. Tatapannya tidak menusuk atau menuduh. Tapi justru itu yang malah membuat Ryn Moa panik. Seperti laut yang permukaannya damai, tapi menyimpan arus kuat di bawahnya. Dan hal itu membuat Ryn Moa hampir tersandung batu karena gugup. Langkahnya tersendat, kakinya salah pijak, dan dunia terasa miring setengah detik. J-Hope langsung sigap memegang lengannya.

“Hati-hati! Kamu ceroboh banget, ya?”

Tangannya hangat. Pegangannya ringan tapi stabil.

“Maaf… hehe.”

Ryn Moa tertawa kecil, tapi pikirannya sudah berantakan. Dilihat Namjoon, pasti dilihat. gumamnya dalam batinnya sendiri. Bahkan tadi, ia baru saja dikeroyok enam orang sahabat dengan teori cinta paling absurd.

“Oh ya? Namjoon kayaknya tadi ngobrol sama kamu ya?”

Nama itu meluncur begitu saja dari mulut J-Hope, tanpa nada mencurigakan. Tapi Ryn Moa tetap merasa seperti ketahuan basah. Ryn Moa merasa kaku. Bahu dan punggungnya menegang. Jantungnya berdetak lebih cepat dari seharusnya.

“Eh… iya. Sedikit.”

Sedikit itu understatement. Sedikit yang membuat jantung hampir copot. J-Hope mengangguk sambil tersenyum, namun senyumnya berbeda, lebih halus namun dalam. Seolah ia membaca sesuatu.

“Namjoon itu orangnya perhatian. Tapi dia jarang dekat dengan perempuan,” katanya.

Kalimat itu terdengar santai, tapi jatuhnya berat. Ryn Moa membeku, Pikirannya langsung memutar ulang semua interaksi kecilnya dengan Namjoon tadi pagi. Tatapan. Senyum kecil. Kalimat-kalimat ambigu yang tidak pernah jelas arahnya.

“Tapi kamu aman kok,” J-Hope menambahkan sambil tertawa. “Dia tipe yang kalem, bukan yang gampang jatuh cinta.”

Kenapa kalimat itu seperti menohok jantungnya? Ryn Moa tersenyum kecil, tapi ada sesuatu yang mengencang di dadanya. Aman? Kenapa aku merasa kecewa?

Saat mereka mendekati gerbang kampus, J-Hope berkata pelan, langkah mereka melambat. Suasana sore mulai sepi, suara kendaraan terdengar samar.

“Kalau kamu butuh teman… atau butuh seseorang buat dekat… aku ada.”

Kalimat itu diucapkan ringan, tapi penuh makna. Tidak mendesak atau memaksa. Ryn Moa langsung memelotot.

“E-eh?!” Wajahnya merah seketika.

“Gampang kok ngobrol sama aku. Kamu manis, jadi… ya, aku suka.” J-Hope mengedip.

Kalimat itu seperti petir di siang bolong. Jujur. Terang. Tidak bertele-tele. Lalu ia pergi sambil melambaikan tangan, meninggalkan Ryn Moa yang terpaku seperti patung yang baru disambar petir. Ryn Moa berdiri kaku beberapa detik, tasnya masih tergantung di bahu, otaknya blank. Orang-orang berlalu-lalang, tapi dunia terasa sunyi.

Barusan… aku ditembak? Atau setengah ditembak? Atau ini teaser episode berikutnya?

...⭐⭐⭐...

Di tempat lain, enam pria sedang berkumpul di ruang tengah asrama. Ruangan itu tidak rapi. Ada jaket di sofa, botol minum di lantai, dan snack terbuka di mana-mana. Tapi itulah habitat alami mereka.

Jungkook bermain game. Ia duduk bersila di depan TV, fokus penuh, jari-jarinya bergerak cepat.

Jimin sibuk menari kecil. Entah kenapa selalu ada musik di kepalanya.

Seokjin sibuk bercermin. Ia mengatur rambut, memeriksa wajah, dan menghela napas puas.

Yoongi tidur setengah sadar. Mata terpejam, tapi telinga tetap aktif.

Dan di sofa, Namjoon membaca buku dengan tenang dan fokus. Seolah dunia di sekitarnya tidak ada.

Taehyung masuk dengan langkah yang tergesa-gesa.

“HYUNG! Aku lihat Hobi jalan bareng Moa!”

Pintu hampir terbanting. Jungkook langsung pause game.

“Hah? Serius?”

“Ya! Dan Hobi memegang lengannya!”

Nada Taehyung terdengar terlalu emosional untuk sekadar laporan fakta. Jimin menepuk bahu Taehyung.

“Tenanglah, kamu kan nggak suka dia.”

“Aku nggak bilang aku suka!” bentak Taehyung gugup. “Aku cuma… penasaran.” Wajahnya memerah, sangat tidak meyakinkan.

“Penasaran apa?” Seokjin mengerling. “Atau cemburu?”

Pipi Taehyung berubah memerah lebih parah. Yoongi menggumam tanpa membuka mata.

“Yang cemburu bukan dia. Yang tegang dari tadi Namjoon.”

Seluruh ruangan langsung menoleh ke Namjoon. Bahkan Jungkook lupa melanjutkan gamenya. Namjoon mengangkat wajah pelan, Ekspresinya tetap tenang.

“Aku tidak tegang,” katanya dengan nada datar, bahkan terlalu datar.

“Hyung,” Jungkook mendekat ke arah Namjoon. “Kamu ngamatin Hobi dan Ryn Moa dari gerbang kampus selama lima menit.”

Namjoon menutup buku pelan dengan sengaja.

“Observasi,” jawabnya.

Satu kata, Lagi-lagi.

“Observasi?” Jimin ngakak. “Sejak kapan kamu ngamatin cewek selama itu?”

Namjoon menghela napas.

“Dia ceroboh. Dan hampir Jatuh lagi tadi.”

Taehyung langsung maju.

“Hah?! Dia jatuh lagi? Dia nggak apa-apa?”

Nada khawatirnya spontan. Terlalu spontan untuk Taehyung yang biasanya cukup cuek. Namjoon menatapnya lama dengan dalam dan tenang. Tatapan yang membuat Taehyung refleks menelan ludah.

“Kenapa kamu begitu peduli?” tanya Namjoon lembut.

Ruangan mendadak sunyi, Taehyung terdiam. Ia membuka mulut, lalu menutupnya lagi.

“WOI. Ini mulai panas.” Jungkook melongo.

“Romcom real-time.” Seokjin menutup mulut.

“Sudah kuduga.” Yoongi mendengus kecil.

Pintu terbuka, J-Hope tiba-tiba masuk ke ruang bersama.

“Halo semua!”

Energinya langsung memenuhi ruangan. Semua langsung diam menatap Hobi seperti segerombolan detektif menatap tersangka utama. Hobi berkedip.

“Kenapa tatapannya horror begitu?”

Jungkook yang merupakan anak paling jujur, langsung bertanya:

“Hyung, kamu suka Ryn Moa?”

J-Hope tersedak.

“APA?!”

Semua maju tiga langkah, kecuali Namjoon. Ia hanya memalingkan wajah sebentar, tapi matanya jelas menegang. J-Hope mengibas tangan panik.

“Bukan, maksudnya,..dia lucu sih, tapi bukan, YA AMPUN BUKAN BEGITU,..”

Ruangan menjadi kacau, Jimin tertawa sampai hampir jatuh. Seokjin sibuk menambahkan komentar tidak perlu. Jungkook merekam dengan ponsel. Tapi satu hal sangat jelas. Dalam kekacauan itu, hanya Namjoon yang diam. Tapi justru diam itu paling keras.

...⭐⭐⭐...

Bersambung....

1
Amiera Syaqilla
romantis 💕
Rania Venus Aurora: terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
author penggemar bts ya/Scream/
Rania Venus Aurora: Aku pernah dimasukan ke grup ARMY, karena teman-temanku ARMY semua. Cerita yang ada tentang BTS juga terinspirasi dari para ARMY disana.😊
total 1 replies
Ai_Li
Namanya unik-unik yaa
Ai_Li
Saya mampir kak, bagus ceritanya
Rania Venus Aurora: Makasih, kalau suka ceritanya 🥰
total 1 replies
Livia Aira
Lanjut thor 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!