NovelToon NovelToon
Hello Tenggara

Hello Tenggara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Tentang Tenggara yang mencintai dalam diam
Tentang Khatulistiwa yang mencari sebuah perhatian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

UPAYA DANES UNTUK MENDEKATI KHATULISTIWA

Hari Sabtu sore, Khatulistiwa duduk di sudut perpustakaan fakultas Sejarah, fokus membaca buku tentang sejarah kerajinan makanan tradisional untuk tugas kelompoknya. Ruangan yang biasanya sunyi sedikit ramai dengan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir semester.

Tiba-tiba, seorang mahasiswa laki-laki dengan penampilan rapi dan wajah tampan mendekat dengan senyum yang penuh percaya diri. Dia menarik kursi di depan Khatulistiwa dan duduk tanpa diizinkan terlebih dahulu.

"Permisi, bolehkah aku duduk di sini? Semua tempat lain tampaknya sudah terisi," ucapnya dengan suara yang lembut namun tegas. "Namaku Danes – mahasiswa Jurusan Ekonomi semester empat. Aku sering melihatmu di area fakultas Sejarah."

Khatulistiwa sedikit terkejut namun tetap ramah. "Halo Danes, aku Khatulistiwa. Silakan saja duduk jika memang tidak ada tempat lain."

Danes segera mulai membuka pembicaraan dengan berbagai topik – dari cuaca hingga acara kampus yang akan datang. Dia menunjukkan pengetahuan yang cukup luas tentang berbagai hal dan sering memberikan pujian kepada Khatulistiwa. "Kamu terlihat sangat fokus ketika membaca buku itu. Aku sangat kagum dengan perempuan yang memiliki minat pada sejarah – itu sangat jarang ditemui."

 

Beberapa hari kemudian, Khatulistiwa sedang berjalan menuju kantin setelah kuliah ketika Danes muncul lagi dari balik pojok koridor. "Hai Khatulistiwa! Kebetulan ya kita bertemu lagi. Aku sedang ingin pergi ke kantin juga, dan kau juga ayo sama sama ke kantin?"

Tanpa memberikan kesempatan untuk menolak, Danes sudah berjalan berdampingan dengannya. Di kantin, dia dengan cepat memesan makanan kesukaan Khatulistiwa tanpa memintai izin terlebih dahulu.

"Aku melihat kamu sering memesan coto Makassar setiap hari. Ini aku bayarkan saja ya sebagai tanda pertemanan."

Khatulistiwa merasa sedikit tidak nyaman namun tetap bersikap sopan. "Terima kasih atas perhatiannya, Danes, tapi aku bisa membayarnya sendiri kok. Kita baru saja kenal, tidak pantas kamu membayarkan makananku."

"Tidak apa-apa saja," ucapnya dengan senyum licik. "Untuk perempuan cantik seperti kamu, apa saja pantas dilakukan. Selain itu, aku ingin mengenalmu lebih baik – kamu terlihat berbeda dari perempuan lain yang aku kenal."

Selama makan siang, Danes terus bercerita tentang dirinya – prestasinya di kampus, hobinya yang beragam, hingga banyak teman perempuan yang dia kenal. Khatulistiwa mulai merasa tidak nyaman karena cerita-ceritanya cenderung membicarakan betapa populernya dia di kalangan mahasiswi.

 

Pada hari berikutnya, Khatulistiwa menemukan sebuah buket bunga mawar merah besar dengan kartu ucapan di mejanya ketika dia datang ke kelas. Kartunya tertulis: "Untuk Khatulistiwa yang cantik – semoga hari mu menyenangkan. Dari Danes."

Teman-temannya segera berkumpul melihat buket bunga tersebut. Dina mendekat dengan ekspresi khawatir. "Khatu kamu tahu kan siapa Danes itu bukan? Dia terkenal sebagai playboy di kampus ini – sering mendekati perempuan baru dan kemudian meninggalkannya begitu saja setelah beberapa waktu."

Khatulistiwa mengangguk perlahan. "Aku sudah mendengar tentangnya dari beberapa orang. Aku akan berhati-hati saja."

Tidak lama kemudian, Danes datang ke kelas dengan membawa makanan ringan dan minuman. "Hai semua! Aku membawa beberapa camilan untuk teman-teman sekelas. Semoga kalian suka."

Meskipun teman-temannya menerima dengan sopan, mereka bisa merasakan niat yang tidak murni dari Danes. Tenggara yang baru saja masuk ke kelas langsung menyadari situasi tersebut dan mendekat ke meja Khatulistiwa.

"Salam kenal, aku Tenggara – teman dekat Khatulistiwa," ucapnya dengan nada yang ramah namun tegas.

Danes tersenyum namun wajahnya menunjukkan ekspresi tidak nyaman. "Salam kenal juga. Aku baru saja memberikan sedikit kejutan untuk Khatulistiwa."

Setelah kuliah selesai, Tenggara mengantar Khatulistiwa keluar dari kelas. "Kamu harus berhati-hati dengan Danes ya, Tul. Banyak mahasiswi yang sudah merasa tersakiti karena perbuatannya. Jika dia terus mengganggumu, jangan sungkan untuk memberitahu aku atau teman-teman lain ya."

"Terima kasih Tenggara," jawabnya dengan senyum hangat. "Aku akan berusaha menyampaikan secara jelas bahwa aku hanya ingin berteman saja."

 

Hari berikutnya, Danes mengundang Khatulistiwa untuk pergi makan malam bersama. Khatulistiwa memutuskan untuk menjawabnya secara langsung agar tidak ada kesalahpahaman. Mereka bertemu di taman kecil dekat fakultas.

"Danes, aku sangat menghargai perhatian yang kamu berikan padaku," ucap Khatulistiwa dengan suara yang tenang namun tegas. "Namun aku ingin mengatakan dengan jelas bahwa aku hanya bisa melihatmu sebagai teman saja. Aku sudah memiliki seseorang yang aku hargai dengan sangat dalam hati dan aku tidak ingin menyakiti perasaannya."

"Tidak apa-apa, Danes," jawabnya dengan senyum ramah. "Kita masih bisa berteman kan? Aku percaya bahwa kamu juga bisa menemukan orang yang tepat untuk dirimu sendiri."

Setelah itu, Danes mengangguk dan kemudian pergi dengan langkah yang lebih tenang. Khatulistiwa merasa lega karena bisa menyampaikan pendapatnya dengan jelas tanpa menyakiti perasaan orang lain.

Tenggara yang sedang menunggu di kejauhan segera mendekat padanya. "Bagaimana? Apakah sudah jelas?"

"Iya, sudah jelas," jawab Khatulistiwa dengan senyum lega. "Dia mengerti dan menerima dengan baik. Semoga dia benar-benar bisa menemukan orang yang cocok untuknya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!