NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:94.1k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16—kebenaran

Gudang tua di pinggir kota itu tapak lupuk, tua dan terlihat sangat tidak layak huni. Lampu leon menggantung redup. Suasana sunyi sekali.

Rahmat membuka ponselnya mengecek arah lokasi, tampaknya ia berada di tempat yang benar.

Kalau saja orang normal masuk, pasti mereka pada ketakutan, namun bocah ini tak normal, maka dia memasuki gudang tua itu bahkan tanpa terlihat takut sama sekali.

“Permisi, halo …” itu adalah kalimat sapaan yang dia lontarkan seolah tidak tahu bagaimana posisi ia berada.

Beberapa preman yang nangkring di sana, sedang pesta minum, makan, beberapa mengimpor bandar sabu, mendadak mengalihkan perhatian ke arah sumber suara.

Seorang bocah. Ya, anak remaja biasa dengan pakaian kemeja, tidak ada yang terlihat istimewa dari perawakan dia, namun sikapnya yang santai dan terlihat belagu membuat semua orang naik pikam.

Satu orang melempar botol kaca ke arahnya, Rahmat menghindar dengan mudah.

“Woi, bocah! Lo tahu nggak ini tempat apa? Cari mati apa?”

“Tempat nongkrong?” jawab Rahmat santai.

“BUKAN—eh gak salah juga sih, TAPI LO BERANI BANGET DATANG KE MARKAS KITA KAYAK GITU!”

Beberapa orang berdiri, mereka pasang kuda seolah siap bergelut. 

Rahmat menghela napas. “Santai-santai … aku kesini mau cari Tomy?”

“Apa urusanmu sama bos kita!”

Tomy yang dari tadi sedang asik makan di pojokan, melihat kegaduhan itu. Ternyata rahmat sudah sampai.

Tomy langsung menyeringai, ia langsung membubarkan kerumunan preman pasar ini. Ia bilang Ramat adalah tamu, jadi mereka pada tenang untuk sementara waktu.

“Mana duitnya? Satu miliar. Sesuai janji jangan kurang dan lebih.”

\[Ding!\]

\[Sistem analisis psikologi aktif\]

\[Target sedang berbohong\]

Rahmat balik tersenyum. Sesuai yang ia duga, kalau begitu semua teori yang ia buat selama ini benar.

Rahmat tidak banyak bicara. Ia merogoh tasnya. Beberapa bukti saldo transfer, nominal penuh diperlihatkan.

Tomy mengambil dokumen itu, tangannya sempat berhenti sejenak karena tidak percaya, lalu dia terkekeh, dan memunculkan wajah emosi.

“Apa maksudnya ini Rahmat!!?”

“Maksudnya gimana? Aku membayar sesuai kesepakatan.”

“Matamu buta atau gimana?!” Tomy memperlihatkan dokumen itu lebih jelas. Angka 50 juta tertulis disana, bukan 1 miliar. “Apa lo minta digebukin lagi? Mumpung pasukan ku semua disini!”

“Apakah aku melakukan kesalahan?” Heran Rahmat.

“Ini apa? 50 juta!?’ suaranya naik. “Perjanjian kita satu miliar.”

Ramat menatapnya datar, tanpa ketakutan sama sekali. “utangku bukan satu miliar.”

Tomy tertawa sinis. “Lo gila apa gimana? Bunga jalan terus.”

“Yang gila itu situ!” Sahut rahmat. “Ini sudah janggal bahkan sejak awal.”

Rahmat menggeleng pelang.

Rahmat menggeleng pelan. “Utang awalku—ralat maksudnya ayahku utang  awalnya utang cuma 150 juta.”

“Waktu berlalu banyak, bunga makin naik sampai 200 juta.” 

Beberapa preman yang tadi siap ribut jadi ikut dengar.

Rahmat melanjutkan dengan suara tenang, jelas, seperti orang sedang presentasi. “Bunga yang disepakati 10% per bulan. Tanpa denda tambahan. Tanpa penalti tersembunyi.”

Ia mengangkat ponselnya, menampilkan foto kontrak lama. “Empat bulan pertama dengan penuh cara kematian aku nyicil,  berhasil bayar sedikit demi sedikit walau gak sampai ratusan juta. Jadi totalnya harusnya: 200 juta + (10% × 4 bulan).”

Ia berhenti sebentar. “Artinya 200 juta + 80 juta. Total 280 juta.”

Suasana mulai sunyi. Tomy menyeringai paksa. “Itu kalau cuma empat bulan.”

Rahmat mengangguk. “Baik. Kita hitung sampai hari ini.”

Ia geser layar lagi. “Sudah berjalan 10 bulan.”

“200 juta + (10% × 10 bulan).”

“200 juta + 200 juta.”

“Total 400 juta.”

Ia menatap Tomy.

“Kalau pun dihitung pakai bunga majemuk — yang bahkan tidak tertulis di kontrak — angkanya tetap tidak akan menyentuh satu miliar.”

Rahmat memperbesar simulasi angka di layar. “Dengan bunga majemuk 10% per bulan selama 10 bulan…”

Ia menyebut hasilnya. “Sekitar 518 juta.”

Beberapa preman saling pandang. Bingung dengan perhitungan matematika mendadak.

Rahmat menurunkan ponsel perlahan. “Sekarang jelaskan ke aku…”

“Dari mana angka satu miliar itu muncul?”

Tomy terdiam sepersekian detik. Bocah ini berbeda! Ada sesuatu yang janggal dengan rahmat, sesuatu yang bahkan membuat dia bergidik takut, padahal tempo hari dia cuma sampah yang bisa diinjak-injak, tapi sekarang? Ia terlihat seperti potensi yang berbahaya.

Rahmat melangkah satu langkah mendekat. “Tambahan biaya administrasi 50 juta.” “Denda keterlambatan 20 juta per bulan.” “Biaya penagihan lapangan.” “Biaya risiko.” “Biaya pengamanan.”

Rahmat tertawa kecil. “Kebohongan kecil yang terus kau taruh ke bocah sudah gak mempan! Kau kira sudah berapa lama aku berurusan denganmu!”

“Semua itu tidak pernah ada di kontrak!”

Sistem kembali berbunyi pelan.

[DING]

 [Detak jantung target meningkat] 

[Tingkat stres: tinggi] 

[Pola kebohongan terdeteksi]

Rahmat menatap lurus. 'Sudah kuduga teoriku benar.’ sejak awal memang sudah tidak wajar, ayahnya memang tukang brengsek hutang sampai ratusan juta, tapi kalau dihitung tidak mungkin sampai satu miliar, namun rahmat yang dulu tidak punya kekuatan untuk menyangkal bahwa itu salah, sekarang dia baru punya kekuatan untuk membantah.

“Lo sengaja naikin angka tagihan dan parahnya bukan cuma ke aku.”

Ia menggeser layar ponsel lagi. Beberapa nama klien lain muncul. Beserta nominal tagihan asli dan nominal yang ditagihkan. Ia mendapatkan beberapa laporan keuangan setelah membeli saham dari PT milik Tommy dengan nama anonim. Ia bisa melihat disana Laporan perusahaan memang terlihat normal. Tapi di mata Rahmat, sistem menyusun pola arus kas yang janggal.

Sistem mendeteksi anomali transaksi pihak berelasi dan Dana keluar dengan kode operasional, tapi tidak pernah kembali sebagai aset perusahaan.

Selisihnya besar.

Ada yang 300 juta ditagih 600 juta. Ada yang 150 juta ditagih 400 juta.

Preman-preman itu mulai terlihat tidak nyaman.

Rahmat melanjutkan, suaranya tetap stabil.

“Modusnya sederhana.”

“Lo bilang bunga naik.”

“Lo tambahin denda.”

“Lo takut-takutin.”

“Selisihnya masuk ke rekening pribadi lo.”

Tomy membentak. “Ngaco!”

Sementara Tomy terkejut, darimana dia dapat data itu! Lalu ia teringat, tempo hari ada seseorang yang membeli saham di perusahaannya dengan nama anomali Jangan bilang akun anomali itu adalah rahmat? Tidak dia terlalu pikir berlebihan.

“Padahal pinjaman awalnya cuma 500 juta.”

Seorang preman pelan-pelan menoleh ke Tomy.

“Bang… itu semua bener?”

“Bang… kalau benar … berarti kita cuma kambing hitam?”

 yang disini bukanlah seorang preman biasa, mereka adalah beberapa perkumpulan penagih hutang, yang diketuai oleh tomy sebagai ketua divisi penagih hutang. Artinya mereka adalah pegawai resmi dari PT Andalan 

Tomy tidak langsung jawab. Ia tidak langsung menjawab 

“Bos gimana ini!?”

“Bagaimana kalau kita sampai ketahuan? Kita semua juga bisa kena imbasnya!”

Rahmat memanfaatkan momen itu. “Perusahaan kalian reputasinya hancur karena klien merasa ditipu.”

“Mereka lapor ke komunitas bisnis.”

“Mereka kasih review buruk.”

“Investor mundur.”

“Dan bos kalian kira itu karena kondisi ekonomi.”

Rahmat berhenti sebentar. Lalu menunjuk dada Tomy pelan.

“Padahal karena lo.”

Tomy mengepalkan tangan. “anggaplah semua teori lo benar, tapi gak rubahh fakta lo belum lunas hutang! lo pikir dengan 50 juta ini lo bisa lolos—”

Rahmat memotong. “50 juta itu bukan pelunasan.”

Semua menoleh.

“Ini cuma cara mengundang emosimu.”

Rahmat melanjutkan dengan santai. “Itu biaya audit kecil yang tadi aku lakukan. Dengan kata lain, kalau kamu masih belum paham … itu biaya untuk membongkar kebusukan mu!”

Ia mengeluarkan satu map tipis dari tasnya.

“Pelunasan sebenarnya 400 juta. Sesuai hitungan sah.”

“Akan aku transfer.”

“Tapi…” Ia menatap Tomy tanpa berkedip. “Setelah kita luruskan angka.”

Suasana berubah.

Dulu Tomy adalah pihak yang menginjak-injak da menekan Rahmat, tapi sekarang Tomy lah yang ditekan.

Rahmat menutup dengan kalimat pelan namun tajam. “Kalau mau paksa satu miliar… Aku bisa kirim semua data ini ke bosmu. Aku mau lihat gimana reaksinya, pasti dirimu dipecat atau diantar ke polisi karena melakukan penipuan.”

Sunyi total. Gudang tua itu terasa jauh lebih dingin sekarang.

Dan untuk pertama kalinya malam itu… Tomy tidak terlihat seperti bos.

1
Manusia Biasa
buku season 2 Udah dipublish gazz baca kakak-kakak 😂🙏😁
Manusia Biasa
jangan lupa next lanjut season dua kawan kawan Sudah di up🙏
slametskc
👍👍👍💪💪💪💪💪
ラマSkuy
sumpah thor aku sampai gak bisa berhenti baca ini padahal dah ngantuk 🗿
ラマSkuy: haha semalam sampai ketiduran bacanya 🤣
total 2 replies
ラマSkuy
kata katanya relate lagi tersangka korupsi bukan hanya di bela sih tapi dapat privilege jadi tahanan rumah contohnya mantan menteri agama diindo 🤣🤣 tahu lah kan
Manusia Biasa: upss🤭
total 1 replies
ラマSkuy
kalo kataku sih related dengan dunia nyata kebanyakan oknum di instansi isilop ini
ラマSkuy
anjirr wibu juga Rahmat ini 🗿
ラマSkuy: wkwkwk soalnya aku ngikutin anime Sousou no friren jadi tahu soal pahlawan Himmel ini 😁
total 2 replies
ラマSkuy
nah gini kan keren thor gak melupakan keluarga 👍
Manusia Biasa: ibu nomer satu🥹 sungguh berbakti
total 1 replies
ラマSkuy
akhirnya nemu novel latar belakangnya diindo 👍 mantap thor walau sistemnya terlalu baik ya reward nya fantastis baru awal bab 🤣
Manusia Biasa: iya e sayang kebanyakan mc cewe, eh tapi juga ada yang cowok sih bukan sistem tapi
total 5 replies
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
vote kopi bunga seakin semangat 💪💪💪👁👁👁
Manusia Biasa: Terima kasih kak jangan lupa pantau season 2 juga sudah di up🙏
total 2 replies
Manusia Biasa
astaghfirullah gambar Alya cantik banget 🗿😂
Manusia Biasa: iya susah, sama buat pakai ai hasilnya malah ngeri😂
total 8 replies
wayang
mantap 👍👍👍👍
Manusia Biasa: terima kak, jangan lupa pantau part 2nya
Sudah saya up bisa dicek di profil saya kak🙏
total 2 replies
.
lanjut Thor
.: gass lagi susah Thor 🤣
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sultan Rahmat sekarang namanya ini belom lagi nanti ketemu lagi di olimpiade bahasa Inggris 🤭🤣🤣
Manusia Biasa: interaksi bela sama Rahmat lucu sih, pantau aja
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gasss Mat beliii sudah akhirnya punya usaha sendiri selain punya hotel😛🤣🤣🤣
Manusia Biasa: auto kaya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
njirrrr rezekinya Rahmat dah yang lainnya ngiri atuh wkwkwk 🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: dihhhh wkwkwkw kok isooo sini sini peyuk 🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat setuju ikut olimpiade bahasa Inggris minta hadiah tambahan vas bunga tua diatas lemari ruang guru 🤣🤣🤣 soalnya itu kalo dijual mahal bok🤣🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw semua demi uang
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sudah vote ads sesuai janji pakai akun uyul barusan✌🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: sama sama 😁💪🏻
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
bukan lagi menarik Rahmat sudah beda dari yang nothing sekarang jadi something 🤭😛
Manusia Biasa: cheater sih
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayoooo gasss hajar itu Reno tendang sekalian itu buwungnya🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: sekali aja mokad🗿😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!