NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Yuna pulang ke kosan dengan menaiki mobil pemberian Bastian. Rasanya ia sudah sangat rindu, mengendarai mobil mewah yang super empuk begini. Terakhir kali ia membawa mobil sendiri, mungkin saat masih tinggal bersama sang ibu, yang tidak ia ketahui bagaimana kabarnya.

"Bagaimana kabar Mama ya?" meski ia membenci. Namum Yuna tidak bisa berbohong, jika masih ada setitik rasa rindu di dalam hatinya untuk sang ibu.

Namum dengan cepat Yuna menggeleng. "Ngapain aku harus memikirkan nenek tua itu sih!"

Yuna menambah kecepatan mobil. Ia ingin segera sampai di kosan, merebahkan tubuhnya di kasur keras yang sudah menemaninya selama beberapa bulan terakhir ini.

Namum harapannya untuk beristirahat pupus sudah. Karena baru saja punggungnya menyentuh kasur, suara ketukan pintu yang lebih tepat seperti gedoran paksa, membuatnya dengan harus bangkit dari pembaringan.

"Siapa sih ngetuk pintu nggak sabar banget!" ucapnya dengan kesal.

Saat pintu terbuka. Yuna melihat ketiga sahabatnya sudah berdiri di sana, dengan senyum lebar yang menghiasi wajah mereka.

"Bagaimana malam pertamanya besti?" tanya ketiganya kompak, membuat kedua pipi Yuna memerah seketika.

"Kalian ini apa-apaan sih! kayak nggak ada pertanyaan lain aja!" Yuna berbalik, tubuhnya kembali memanas. Saat otaknya secara langsung memutar kembali adegan ranjang super panas yang baru ia lewati tadi malam.

Mega, Lily dan Hasya tersenyum melihat wajah malu-malu sahabatnya.

"Lihat itu telinganya sampai merah!" goda Lily, semakin menambah gelak tawa mereka.

Yuna dengan cepat menutup wajahnya dengan bantal. "Kalian jangan ngeledekin aku, dong!" ucap Yuna, dengan suara yang tertahan oleh bantal.

Ketiganya masih terus tertawa, menikmati sikap malu-malu Yuna yang baru kali pertama ini mereka lihat.

"Iya-iya kami nggak godain lagi!" Hasya menarik bantal yang menutupi wajah Yuna.

"Ugh! Banyak banget kissmark nya!" celetuk Mega, melihat banyak noda merah di sekujur leher dan tulang selangka milik Yuna. "Ganas banget kayaknya!" lanjutnya.

Plak!

Yuna memukul pelan, lengan Mega yang makin tergelak. "Sekali lagi kalian godain aku... aku usir kalian dari sini!" ancam Yuna, hanya sekedar di mulut saja. Karena tidak mungkin karena ia tidak mungkin benar-benar tega mengusir sahabatnya.

Mega, Lily dan Hasya saling melirik, sambil menahan tawa yang sebenarnya masih mengocok perut mereka.

"Kamu kenapa gak datang tadi? dicariin lagi sam Bu Triana?" tanya Lily, kali ini ekspresi mulai serius.

"Aku kesiangan bangun!" jawab Yuna, menyandarkan tubuhnya yang lelah di dinding.

"Om Bastian ganas ya?" tanya Hasya, mengamati raut kelelahan yang tercetak jelas di wajah Yuna.

Yuna mengangguk. "Subuh baru selesai!" kata Yuna tanpa beban.

"WHAT!" syok ketiganya.

Yuna mengerutkan kening. Bingung... mengapa ketiga sahabatnya memberikan reaksi terkejut berlebihan yang sama. Padahal mereka sudah jauh lebih dulu berkecimpung di dunia yang seperti ini.

"Biasa saja keles! gak usah syok banget gitu!" Yuna menutup mata. Karena rasa kantuk kembali menyerang.

Lily langsung mendekat, memegang pundak Yuna cukup kencang. "Gimana rasanya bercinta sampai pagi? enak gak? capek gak?" kepo Lily tingkat dewa.

Yuna membuka mata. "Bukannya kalian udah tahu jawabannya? ngapain nanya? aneh!"

Ketiganya kompak menggeleng.

"Om Joe paling tahan cuma dua ronde!" ucap Hasya mengerucutkan bibirnya.

"Masih mending. Om Trian cuma tahan 15 menit," timpal Mega.

"Ciih lumayan kalian. Lah Om Juan... baru assalamualaikum udah waalaikumsalam. Geli juga enggak!" tambah Lily makin miris.

Sekarang Yuna yang gantian terkejut. "Serius! ada yang begitu? aku kira semua laki-laki sama seperti Om Bastian,"

Mega, Lily dan Hasya saling berpelukan. "Kamu beruntung Yun, bisa merasakan surga dunia yang sesungguhnya... lah kita? baru sampai pintu udah di suruh balik!"

Yuna jadi senyum sendiri. Benarkah ia seberuntung itu? atau jangan-jangan... Ah! Yuna tidak berani melanjutkan pikirannya. Ia buru-buru menepisnya. Fokusnya sekarang hanya belajar, lulus dan cari pekerjaan lain agar jangan terus-terusan jadi wanita pemuas.

"Eh tadi waktu kita bertiga kesini, di depan ada mobil mewah. Kira-kira punya siapa ya? soalnya baru pertama kali ini lihat!" tanya Mega, mengingat betul mobil mewah hitam metalik yang terlihat mencolok. karena terparkir di tepi jalan depan kos-kosan.

"Mobil aku!" jawab Yuna pelan.

"Oooh mobil kamu...!" hening selama beberapa detik, lalu... "WHAT! MOBIL KAMU!" sambung mereka syok, bahkan sampai teriak.

Yuna menutup kedua telinganya. "Jangan teriak-teriak. Aku bisa budeg!"

Ketiganya kelabakan. Syok, terkejut, sekaligus tidak menyangka.

"Serius itu mobil kamu?" tanya Hasya dan Yuna mengangguk.

"Mobil dari Om Bastian?" tanya Lily makin penasaran.

Yuna kembali mengangguk. "Iya aku di kasih mobil, apartemen sama uang bulanan. Kira-kira 100 juta perbulan. Semua itu besar gak sih?" tanya Yuna polos.

Ketiga senior sugar baby nyaris pingsan mendengarnya.

"Eh, eh, eh! Kalian kenapa?" Yuna panik melihatnya.

"Ajarin aku suhu?" kata Mega, membungkuk.

Yuna garuk-garuk kepala. "Yang suhu itu kalian. Aku mah masih pemula!"

"Pemula aja bisa dapet ikan paus! Lah kita bertiga, berenang sampe gembung... dapetnya cuma ikan teri!" kata Lily pelan.

Yuna tiba-tiba beranjak, saat melihat jam yang semakin merangkak siang. Ia harus segera bersiap, karena secepatnya harus pindah ke apartemen.

Mendengar apa yang sahabatnya dapatkan, tidak membuat ketiganya merasa iri ataupun cemburu. Sebaliknya mereka ikut senang, melihat sahabatnya kembali mendapatkan kehidupan mewahnya. Meski harus menempuh jalan yang salah. Tetapi yang namanya hidup, pasti selalu ada sebab dan akibat yang tidak akan pernah lepas siklus kehidupan sampai kapanpun.

"Jadi kamu mau pindah tinggal ke apartemennya Om Bastian?" tanya Hasya, setelah Yuna selesai bersiap dan memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil.

"Iya. Kalian bertiga jangan lupa mampir dong!" pinta Yuna.

"Pasti kita bakal mampir. Tapi jangan lupa siapin makanan yang banyak ya? sekarang kan kamu udah jadi orang kaya!" goda mereka lagi.

Yuna memeluk ketiganya. Memeluk sahabat-sahabatnya yang selalu ada untuknya dan selalu memberikan dukungan penuh, pada setiap keputusan yang ia ambil.

"Pokoknya besok pulang sekolah kita harus jalan-jalan ya?" kata Yuna sambil melepas pelukannya.

"Beres gampang diatur!" jawab mereka.

Karena hari yang sudah semakin sore. Yuna buru-buru pamit kembali ke apartemen. Karena ia tidak mau terlambat, apalagi jika sampai Bastian yang lebih dulu sampai di apartemen sebelum dirinya.

Tetapi untungnya, setelah Yuna selesai mandi dan bersiap dengan pakaian santai... Bastian baru sampai. Wajah pria itu sangat lelah, terlihat dari dasi yang longgar dan jas yang tersampir di lengan.

"Om capek banget? Mau aku buatin minum?" tanya Yuna, mendekati Bastian yang membanting tubuhnya di sofa.

"Aku lebih butuh ini..." tanpa aba-aba, Bastian menarik Yuna yang otomatis terduduk di pangkuan pria itu.

"Om!" Yuna memekik kaget. Tapi belum selesai bereaksi, Bastian sudah melumat bibirnya dengan rakus.

Eemmhh!

Yuna mendesah sambil berusaha membalas ciuman Bastian yang intens. Meski belum terlalu lihai, tapi setidaknya sedikit lebih baik dari malam sebelumnya.

"Om! mau... bunuh... aku...!" Yuna ngos-ngosan, saat ia melepaskan ciuman Bastian dengan paksa.

Bastian tidak menjawab. Ia kembali memagut bibir Yuna. Mencecap rasa manis, kenyal dari bibir seksi yang tanpa sadar membuatnya candu. Hingga selama bekerja, ia terus memikirkan Yuna dan ingin segera sampai di apartemen.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!