NovelToon NovelToon
Miss Cahya

Miss Cahya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Persaingan Mafia / Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ebit S

Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....

" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.

"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.

Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.

Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.

Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Penyelidikan

      Pak Eko Wijaya yang sedang mondar mandir sembari berpikir dengan orang yang Ia hubungi tetapi tidak di angkat teleponnya kemudian segera mencoba mengambil Hp nya yang Ia letakkan tadi.

"Tuuuuutt...tuuuuutt...tuuuutt.."

Suara telepon yang sedang menyambung tetapi belum di angkat sama yang punya telepon.

Eko Wijaya pun, bergumam."Ayo dong, angkat teleponnya."

Namun, tidak lama setelah sekian lama menunggu telepon yang di seberang sana segera menyambut panggilan telepon.

"Halo.." kata seorang pria menjawab di ujung telepon dengan dingin.

"Halo ini siapa, di mana Serli." Kata Eko Wijaya.

"Kalau kau ingin Sekretaris mu ini, selamat? Kau harus datang ke gedung keramat? Nanti alamat lengkapnya akan saya kirimkan?" Ucap seorang Pria dengan dingin.

"Siapa kamu, ada urusan apa kamu dengan sekretaris saya? Jangan macam-macam dengannya?" Kata Eko Wijaya mencoba mengingat nama Pria yang berbicara di ujung telepon.

"Tuuuuuut..."

 Lalu setelah berbicara Eko Wijaya pemuda yang diujung sana langsung mematikan sambungan dari teleponnya.

"Baru saja selesai masalah kemarin, sekarang kenapa ada lagi masalah bertambah? Siapa sebenarnya dalang di balik ini semua?" Kata Eko Wijaya sembari berpikir.

Lalu Eko Wijaya segera mencari dokumen di meja kerja nya dan mulai membaca dokumen-dokumen yang dulu sempat Ia menangkan dari setiap pesaing bisnis.

"Kalau keluarga bermarga Santos ini, tidak mungkin? Saya sangat baik dengannya ketika bertemu dengan kepala keluarga Santos?" Gumam Eko Wijaya sembari menatap File-file pebisnis ketika mereka bersaing waktu ingin memenangkan tender.

Lalu saat membaca file yang lain Eko wijaya melihat lagi dan memperhatikan setiap detail nama-nama keluarga yang bersaing dengannya ketika itu.

"Apa, jangan-jangan keluarga bermarga Yates ini? Ketika saya memenangkan tender ketika itu mereka sangat kesal dan tidak ada senyum sedikitpun saat saya memenangkan tender." Ucap Eko Wijaya sembari melihat file dokumen sekaligus berpikir.

Disaat-saat Eko Wijaya sedang berpikir dalam kebingungan kemudian di pintu ruang kerjanya di ketuk.

"Tooook...tooooook....toooooook..."

"Ya, silahkan masuk?" Kata Eko Wijaya menyuruh masuk.

Lalu kepala Megy menyembul di balik pintu dan tersenyum melihat kearah Eko Wijaya yang sedang menatap file-file dokumen.

"Ayaaaah.. Sebenarnya ada apa lagi?" Kata Megy sembari mendekati Eko Wijaya yang masih serius menatap Dokumen-dokumen.

"Ayah, sedang mencari pelaku dan menatap file-file ketika ayah memenangkan tender bisnis ketika waktu itu? Ayah yakin pasti salah satu bahkan mereka bisa bekerja sama dengan keluarga yang ingin memenangkan tender ketika itu?" Kata Eko Wijaya sembari menatap Dokumen-dokumen.

"Oh begitu, ayah sudah jangan terlalu lelah nanti Megy bantu, gimana?" Kata Megy menawarkan.

"Sudah, Megy fokus aja kuliah? Ayah masih bisa kok, menyelesaikan masalah perusahaan? Megy fokus aja kuliah. Kan, sebentar lagi Megy selesai Kuliahnya?" Jelas Eko Wijaya ke Megy.

"Ya udah, kalau gitu Megy istirahat dulu ya, yah? Kalau ada masalah apa-apa Ayah ngomong ke Egy, biar Egy bantu Ayah?" Kata Megy lalu beranjak berdiri.

Sementara Eko Wijaya belum menjawab ucapan Megy kemudian Ia sedang berpikir dan bergumam di dalam hati.

Lalu Eko Wijaya, berkata."Apa aku bilang aja ya ke Megy? Kalau saya menghubungi Sekretaris saya Serli sedang di sandera oleh seorang Pria yang Suaranya tidak asing lagi."

Megy yang melihat ayahnya tidak menjawab ucapannya lalu Megy segera duduk dan langsung berbicara."Ayah."

"Ayah." Panggil Megy tetapi belum mendapatkan jawaban dan hanya bingung sembari berpikir saja.

"Ayah, kok diem aja sih? Ada masalah apa emangnya, Yah?" Kata Megy yang sudah duduk kembali.

"Eeeh iya, Egy ngomong apa tadi?" Jawab Eko Wijaya yang terkejut.

"Iiih ayah gimana sih, Egy dari tadi panjang lebar kok nggak di dengarin?" Kata Egy kesal.

"Hehehe. Ya maaf tadi ayah lagi sibuk baca dokumen penting jadi nggak dengar? Emang Egy ngomong apa tadi?" Kata Eko Wijaya nyengir.

Tetapi Eko Wijaya bergumam dalam Hatinya." Apa aku bilang aja ke Megy? Aaah jangan dulu deh, biar saya selesaikan sendiri aja?"

"Tadi Egy ngomong mau istirahat dulu? Kalau nanti ayah Ada masalah ngomong ya biar Egy bantu?" Kata Megy menatap ayahnya.

"Ooh gitu, ya udah istirahat aja? Ya pasti kok, masa nggak ngomong sama anak ayah sendiri?" Kata Eko Wijaya segera mengelus kepala Megy.

Setelah itu Megy segera beranjak berdiri dan langsung mengarah ke pintu untuk keluar dan segera menuju kamarnya.

Dan Eko Wijaya kembali menatap Dokumen yang ada di tangannya itu.

Lalu dengan serius membaca nya sembari berpikir.

*****

Di sebuah gedung yang megah terlihat sangat indah dan elit.

Siapa pun yang menyewa Hotel Vip suite akan terlihat kekayaan seseorang disana terlihat seorang wanita yang sedang ikat dia Adalah Serli sekretaris Eko Wijaya.

Serli adalah seorang wanita yang berparas cantik dengan tubuh yang tinggi semampai, body seperti gitar spanyol siapa pun yang melihatnya akan terpesona dan ingin mempersuntingnya.

Ia dijodohkan oleh orang tuanya tetapi Serli menolak dan memilih untuk kerja di perusahaan Eko Wijaya. Lalu Perusahaan Eko Wijaya di tekan oleh keluarga tunangannya yang di tolak oleh serli.

Sementara di ruangan Hotel yang sedang bersantai di kolam ada lelaki yang bernama Hendri Santos.

 Dengan penampilan yang elegan dan berwibawa membuat siapa saja akan terpesona dengan senyumnya yang menawan.

Hendri Santos ingin di jodohkan kepada Serli More cuma Serli More sudah mengetahui sifat Hendri Santos suka bermain perempuan jadi Serli More tidak berniat sama sekali dengan Hendri Santos.

Kemudian tiba-tiba ada yang menghampiri Hendri Santos yang sedang menikmati berjemur di kolam sembari menatap langit-langit.

"Bagaimana, apa dia sudah ingin menerima saya?" Kata Hendri Santos dengan wajah datar tidak menatap orang yang menghampiri.

"Dia tetap tidak ingin bicara? Dan hanya berkurung diri di dalam kamar, tuan?" Kata Herdi salah satu orang kepercayaan Hendri Santos.

"Oooh begitu, bagaimana apa kamu sudah menyabotase perusahaan Wijaya Enterprise tempat Serli More bekerja?" Kata Hendri Santos dengan dingin.

"Itu sudah Saya urus semuanya, Tuan? Apa perlu kita culik saja sekalian yang punya perusahaan? Saya juga sangat mengenal yang punya perusahaan mempunyai 2 orang putri yang sangat Cantik-cantik pula, Tuan?" Jelas Herdi kepada Hendri Santos.

"Memangnya Secantik apa, mereka?" Kata Hendri Santos.

"Mereka sangat cantik, bahkan melebihi dari Nona Serli More, Tuan?" Kata Herdi sembari tersenyum senang.

"Apa kamu, memiliki foto mereka?" Tanya Hendri Santos sembari menatap tajam ke arah Herdi.

"Saya punya, Tuan?" Kata Herdi segera membuka tas nya.

Lalu Herdi segera bertepuk tangan dan datang seorang pria bernama Susanto dan langsung segera membawa Tas Herdi.

"Apakah Fotonya sudah di cetak?" Tanya Herdi kepada Susanto.

"Sudah, Ini tuan?" Kata Susanto menyerahkan Tas Herdi.

Lalu Herdi segera memberikan kode kepada Susanto untuk segera pergi dan Susanto langsung mengangguk kemudian pergi dari sana.

"Ini Tuan, Mereka berdua bahkan masih perawan, Tuan?" Kata Herdi sembari menyerahkan Foto Megy dan Cahya.

1
rahmad faujan
laporin polisi aja ya Allah gedek bngt😭
Ebit S
biang kadal mau di kadalin hehee🤭🤭
Wida_Ast Jcy
hahah... kayak lihat hantu gak tuh. 🤭🤭🤭
Wida_Ast Jcy
wuih... mantap tu🤭🤭🤭 pasti sakit bnget dech😩
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
Seharusnya scene ini bise lebih tegang lagi sih, terlalu banyak pengulangan kata dalam satu paragraf, dan narasinya terlalu fokus pada aksi
☕︎⃝❥Mengare (Hiatus)
kenapa kalimat penjelasan diakhiri dengan tanda tanya?🙃
Cecilia
jujur aja kalimat ini kurang enak dibaca sih
Cecilia
lah? perasaan tdi suasana biasa aja, tiba2 banget diculik. santai banget lagi ngomongnya
MARDONI
Saat Cahya hampir tahu siapa dalang di balik semua ini tapi tiba-tiba para berandal ditembak, rasanya langsung tegang lagi. Megy dan Cahya benar-benar tidak diberi kesempatan tenang sedikit pun di cerita ini.
Indira Mr
Lucas akhirnya meninggoy
izmie kim
keringet aja kan gak berdarah
Kabuki
serasa kek nonton sinetron indo thor🤭
Kabuki
anjayy ngeri bangett😭
Kabuki
waduhh dramatis sekali thor😂
Wida_Ast Jcy
hahahha... ya Allah lucu juga kalimat nya. org udah luka kok diblg gpp kan
Wida_Ast Jcy
wuihh... hebat memang mereka berdua ini ya thor tak tertandingi🤭
Serena Khanza
ya ampun sampe mental
rahmad faujan
waduh bagaimana😭
rahmad faujan
maksudnya ini bagaimana kak namun sampai² tak terlalu cahaya. aku bingung 😭
Anisa Febriana272
kenapa pak Eko sekalu ketimpa sial ya😭😭😭 kayak nya orang yang berniat culik pak Eko dia benar2 iri dengki dengan pak Eko
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!