*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
KaK
"Nah ntuu.. sok sok kangen lu.." Clara setuju dengan Cherry kali ini
"Wkwkwkw.." Zheya tertawa mendengar ketidak percayaan teman teman nya.
"Lu semalam kemana si zhee.."
"Hooh.. iya Ya padahal kan udah janji mau party.. tiba tiba lu ngilang aja.."
"Dicariin ga Nemu.. di telpon ga di angkat. Di chat ga di bales.. gw sama Cherry nyariin lu di sana.Renata bareng Dea nyariin lu sampe ke apartemen.."
"Maaf gays tiba tiba mules ga sempat ngasih tau keburu soalnya.. wkwkwk"
"Mungkin gw belom pulang kali waktu kalian kalian apart.."
"Gw kira bunuh diri lu ditinggal nikah.." nah kan mulut si Cherry nih kaya cabe, setan emang teman nya yang atu ini.
"Amitt amitt dehh. Ga mungkin lah gw bunuh diri gara gara si brengsek itu..." Zheya tidak terima atas pikiran nethink si cerry yang di luar prediksi BMKG ini
Ya mana mungkin Zheya bunuh diri kan si Leon dan Adeline nikah , Dia yang malam pertama sama Liyan.. hadehhhh kacau
Hari mulai larut jam menunjukan pukul 9.00 meraka sibuk menghabiskan waktu bebelanja.
"Udah malem gays... Balik yukk.."
"Ehh iya clar.. ga sadar gw.." Dea melirik jam tangannya
"Iya nih.. sama gw juga ga sadar.. mana rumah gw agak jauh lagi." Renata manyun rasanya malas pulang karena memang rumah dia yang paling jauh.
"Nginap dirumah gw aja ta.. lagian mama kangen sama lu.."
Renata mengangguk setuju
"Gayss.. sebenarnya gw ngumpulin kalian karena ada yang mau gua omongin..!"
Sebelum mereka pada pulang Zheya mengatakan niat awal bertemu mereka
"Mau ngomong apa Zhe..?"
"Iya tumben banget..."
"Gw mau nikah!!.."
"Dua Minggu lagi..!"
Pernyataan itu lolos begitu saja di bibir mungil nyaa
"Ha??"
Begitulah tanggapan teman temannya yang chengo mendengar pernyataan Zheya lebih tepat nya tidak percaya dengan apa yang mereka dengar
"Lu serius ..??" Cherry menyipitkan matanya tidak percaya
"Gw serius. Kalau ga serius ngapain juga gw ngumpulin kalian dadakan gini.."
"Ngacoo lu.. lu baru aja semalam di tinggal mantan nikah!! Mana ada lu nikah dua Minggu lagi. Kapan dapat calon nya..!?"
"Iya benar Dea gua setuju sih Ama lu. Ga mungkin lah belom lagi ngurusin pernikahan ga gampang, milih ini lah itulah, pesan ini pesan itu, ribet... Ga mungkin.." Renata ga habis pikir dengan otak temannya ini
"Lu kenapa tayankk!? Kaloo sedih cerita sini biar Clara peluk.." ucap clara prihatin
"Emang kapan gw pernah becanda dan bohongin kalian!??? Kapan gw yang enggak serius!?? Kapan juga gw main main sama omongan gw...??." Zheya memutar bola matanya malas sudah menduga yang seperti ini akan terjadi.
Iya juga mereka pikir pikir Zheya ga pernah bertele tele dalam apapun apa lagi main main dengan ucapannya, perempuan itu memiliki kepribadian cuek, tidak peduli dengan urusan yang bukan urusannya, dia pandai menghargai privasi orang dia juga serius dari segi apapun.
Diantara mereka memang Zheya lah yang tidak pernah cerita masalah pribadinya, tapi selalu bisa memberi solusi ketika mereka membutuhkan sarannya dan masalah. Rasanya tidak mungkin sahabatnya ini berbohong kan??
"Iya sih lu ga pernah main main sama ucapan lu.."
"Apa yang terjadi..?" Renata mencoba untuk meminta temannya yang tidak pernah curhat ini untuk bercerita. Meski mereka berteman belom tentu kan mereka tau segalanya tentang Zheya. apalagi dia tidak pernah cerita masalah pribadinya.
"Panjang ceritanya ta..! Gw juga pusing bahas nya dari mana.."
" Gini aja deh lu nginap di rumah gw aja ,!! Ehh maksudnya kita semua.. ceritain pelan pelan.." nah tumben anak yang satu ini bijak
"Gw setuju Cher lagian Renata nginap di rumah lu juga.." Dea memberi jempol
"Ya udah ayo.."
*
22.00 dirumah Cherry
Mereka memasuki rumah mewah kawasan elit itu dan disambut pelayan dengan ramah.
Cherry benar benar kaya tapi dia tidak sombong dan tidak pernah menggunakan kekuasaan keluarganya menghadapi masalah,.
Orang tuanya juga baik, tidak pernah melarang Cherry untuk berteman dengan siapapun padahal Cherry satu satunya anak perempuan dari 3 bersaudara. Cherry termasuk keturunan cindo nenek dari papanya orang cina.
Mereka duduk diatas kasur yang di lesehkan diatas lantai kamar Cherry ditemani minuman dan cemilan yang sudah tertata rapi,
"Sekarang lu ceritain deh.. kenapa lu tiba tiba mau nikah!??"
"Jangan bilang lu harus menikah juga gara gara Leon menikah yaa. Lu patah hati tapi jangan mengorbankan hidup lu.. padahal kemarin gw rasa lu baik baik aja,... Jujur aja gw kaget banget lu tiba tiba bilang mau nikah mana waktunya mepet bgt gini.." Cherry menatap khawatir
"Iya gw rasa lu ga terlalu peduli kemarin.."
" belom aja gw cerita lu udah nethink banget deh.. sebelum gw selesai cerita lu lu pada ga boleh banyak tanya.." ultimatum Zheya yang mulai akan menjelaskan secara rinci permasalahan nya, teman temannya mengangguk setuju
"Semalam gw dijebak.."
Mereka kaget mendengar penjelasan Zheya yang baru saja dimulai tapi tidak ada yang berani berbicara bisa bisa nanti gadis itu kalo dibantah bisa ga jadi curhat.
"Gw kira gw kemarin terlalu banyak minum alkohol makanya pusing."
"Kepala gw pusing bgt., Badan gw ga nyaman rasanya panas. Gw ga tahan toilet rasanya jauh, nah kebetulan ketemu sama tuh laki laki..dan gua terpaksa minta tolong"
"Awalnya gw masih bisa berfikir,gw kira orang itu ga bakal macem²!! lagian orang kaya mana mau sembarangan orang kan??kesadaran gw perlahan menghilang. Gw ga sadar menandatangani Surat perjanjian yang dia siapkan..."
"Semalam gw melakukannya... Menjijikan bukan?? Gw ga tahan nyimpan ini sendirian gw prustasi,. Satu satunya tempat gw cerita cuma kalian.."
"Ketika gw sadar, pria brengsek itu minta pertanggungjawaban dari gw....."
Zheya menjelaskan kejadian malam itu sedetail mungkin dan isi surat perjanjian itu tapi belom menceritakan alasan kenapa mereka memutuskan menikah. Sedangkan teman temannya menatap prihatin dan tidak menyangka nasib temannya seperti ini.
"Ahhh pria itu ga aki aki kan..?" Cherry mode on emg lemes mulutnya
"Ahh ga habis pikir gw.. ada ya jaman sekarang laki laki kaya yang ngebet bgt nikah..."
"Benar De, mana udah dapat perawan spek manhwa lagi..."
"Maka dari itu clar bisa aja karena si zhee terlihat berkelas makanya pria itu menyukai Zheya . Semacam pengemar rahasia gitu.. " tebak renata
. "Hmmmp.." deheman Zheya membuat mereka menatapnya
"Lu ga jijik sama gw..? " Pertanyaan itu lulus begitu saja dibibir mungilnya
"Ya enggak lah zhee.. kita kan thayankk elu..." Peluk mereka seperti teletabis
"Siapa calon laki lu, ga mungkin lu ga tau namanya kan...??" akhirnya Dea bertanya dari pada berasumsi yang ga jelas, ga mungkin juga aki aki kan.
"Makanya denger dulu sampe selesai...! ini kalian malah berasumsi yang enggak enggak.."
"Iya.. maapin kita ya.."
.
"Lu pada kenal Liyan ?! "
"Gw ga tau sih Zhe.." Dea emang ga tau
"Liyan mana sih, apa kerjaannya??.." Clara bertanya penasaran
"Keren ga?? Yang pasti kerjaannya baguslah, lu kan denger sendiri tadi clar VVIP.." Renata memainkan alis matanya kearah Zheya,. Pasalnya nama orang nya aja keren, kaya dan paling penting Zheya mau menikah tandanya orang itu bisa lah masuk standar Zheya, begitulah menurut renata
"Liyan Huang???" Kalangan atas pasti tau sama nama ini, Cherry udah biasa ikut ke acara acara mewah, dan banyak koneksi tentu saja pernah sekali bertemu dengan pria itu di perusahaan papanya.
"Sepupunya Leon..?" Cherry memastikan apa kah benar orang itu yang akan menjadi calon suami temannya.
Cherry malah dihadiahi dengan tatapan judes teman temannya. tentu mereka kaget ya mana mungkin lah sepupu pak bosnya, ada ada saja' itu lah yang mereka pikir kan.
"Lah,. Lu kok tau cherr!??.." dan pertanyaan Zheya berhasil membuat mereka semua melotot. mereka gak ekspek sama sekali,
"Anjirtttt, ga jadi lah gw kasihan sama lu..."
"Pantess.. lu mau mau aja di ajak nikah... Orang modelan dia yang maksa lu nikah.."
ucap cherry dramatis