*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
...----------------...
" Nah ntuu.. sok-sok kangen lu.." Clara tertawa kecil, setuju dengan ledekan Cherry kali ini sambil menyenggol bahu Zheya pelan
" Wkwkwkw.." Zheya ikut tertawa mendengar ketidakpercayaan teman-temannya itu, meskipun di dalam hatinya ada rahasia besar yang siap meledak kapan saja
" Lu semalam kemana si Zhee..?" Tanya salah satu dari mereka dengan nada penasaran yang sangat tinggi. " Hooh.. iya ya, padahal kan udah janji mau party bareng buat ngelupain si brengsek itu.. tiba-tiba lu ngilang aja kayak ditelan bumi.."
" Dicariin ga nemu.. di telpon ga di angkat. Di chat ga di bales.. gue sama Cherry nyariin lu di sudut-sudut ballroom sana. Renata bareng Dea nyariin lu sampe ke parkiran bahkan cek apartemen lu.." cecar mereka bertubi-tubi dengan raut wajah yang masih menyimpan sisa kekhawatiran semalam
" Maaf gays, tiba-tiba mules ga sempat ngasih tau keburu soalnya.. wkwkwk" jawab Zheya asal dengan alasan klasik yang selalu berhasil ia gunakan. " Mungkin gue belom pulang kali waktu kalian mampir ke apart.."
" Gue kira bunuh diri lu ditinggal nikah.." celetuk Cherry dengan santainya. Memang mulut si Cherry ini seperti cabe, setan sekali temannya yang satu ini kalau sudah bicara tanpa filter
" Amitt-amitt dehh. Ga mungkin lah gue bunuh diri gara-gara si brengsek itu..." Zheya tidak terima atas pikiran negatif Cherry yang di luar prediksi BMKG itu, ia memutar bola matanya malas
Ya mana mungkin Zheya bunuh diri saat Leon dan Adeline sedang asyik merayakan pernikahan mereka? Justru dia yang sedang terjebak menghabiskan malam pertama yang panas dengan Liyan Huang. Hadeh, benar-benar kacau kalau mereka sampai tahu yang sebenarnya
Hari mulai larut dan jam menunjukkan pukul 21.00 malam. Mereka berempat masih sibuk menghabiskan waktu dengan berbelanja keliling mall hingga tak terasa tangan mereka sudah penuh dengan kantong belanjaan
" Udah malem gays... balik yukk.. kaki gue udah mau copot nih rasanya" ajak Clara sambil meregangkan otot kakinya.
" Ehh iya Clar.. ga sadar gue udah jam segini.." Dea melirik jam tangan nya
" Iya nih.. sama gue juga ga sadar.. mana rumah gue agak jauh lagi dari sini." Renata manyun, rasanya malas sekali harus menyetir sendiri karena memang rumahnya yang berada di pinggiran kota adalah yang paling jauh
" Nginap dirumah gue aja Ta.. lagian mama tadi chat katanya kangen sama lu, pengen masak bareng besok pagi.." tawar Cherry dengan ramah, dan Renata pun langsung mengangguk setuju karena memang itu pilihan terbaik
" Gayss.. sebenarnya gue ngumpulin kalian karena ada yang penting banget mau gua omongin..!" sebelum mereka beranjak ke parkiran, Zheya akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan niat awalnya mengajak mereka bertemu hari ini
" Mau ngomong apa Zhe..? Kok mukanya mendadak serius gitu?" tanya mereka serempak dengan nada was-was. " Iya tumben banget lu pake embel-embel penting segala..."
" Gue mau nikah!! Dua minggu lagi..!" Pernyataan itu lolos begitu saja dari bibir mungil Zheya tanpa ada hambatan sedikit pun
" Ha?? Lu ngomong apa barusan??" Begitulah tanggapan teman-temannya yang langsung melongo seperti orang bodoh mendengar pernyataan itu. Mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Zheya
" Lu serius..?? Jangan bercanda di jam-jam rawan begini Zhee!" Cherry menyipitkan matanya mencoba mencari kebohongan di wajah sahabatnya. " Gue serius. Kalau ga serius ngapain juga gue ngumpulin kalian dadakan kayak tahu bulat gini.."
" Ngacoo lu.. lu baru aja semalam di tinggal mantan nikah!! Mana ada sejarahnya orang nikah dua minggu lagi setelah putus. Kapan lu dapat calonnya..!? Masa iya nemu di jalan!?" seru Dea tak habis pikir
" Iya benar Dea, gua setuju banget. Ga mungkin lah, belom lagi ngurusin berkas pernikahan itu ga gampang. Milih gaun, katering, undangan, ribet banget... Ga mungkin dua minggu cukup.." Renata ikut menimpali dengan logika organisatorisnya
" Lu kenapa tayankk!? Lu lagi halu ya gara-gara stress? Kaloo sedih cerita sini biar Clara peluk sampe lu tenang.." ucap Clara merasa sangat prihatin melihat kondisi mental sahabatnya
" Emang kapan gue pernah becanda dan bohongin kalian soal hal serius!??? Kapan gue pernah main-main sama omongan gue...??" Zheya memutar bola matanya malas, ia sudah menduga reaksi penolakan seperti ini akan terjadi
Mereka berempat pun terdiam dan mulai berpikir keras. Benar juga, selama bertahun-tahun berteman, Zheya memang tidak pernah bertele-tele atau main-main dengan ucapannya. Dia memiliki kepribadian yang sangat cuek terhadap rumor, tidak peduli dengan urusan orang lain, dan selalu konsisten dengan setiap perkataannya
Di antara mereka, Zheya memang yang paling tertutup soal masalah pribadi, tapi dia selalu menjadi pendengar yang baik dan bisa memberi solusi paling logis ketika mereka butuh saran. Rasanya tidak mungkin sahabat yang paling mereka percayai ini berbohong soal hal sebesar pernikahan
" Iya sih lu emang ga pernah main-main sama ucapan lu.. tapi ini mendadak banget Zhee" gumam mereka pelan. " Apa yang sebenarnya terjadi semalam..?" Renata mencoba membujuk Zheya untuk mulai bercerita dari awal
" Panjang ceritanya Ta..! Gue juga pusing mau bahasnya mulai dari mana, otak gue masih agak berantakan.."
" Gini aja, lu semua wajib nginap di rumah gue malam ini!! Ceritain semuanya pelan-pelan di sana tanpa ada yang ditutup-tutupi.." usul Cherry yang tumben-tumbenan bersikap bijak dan tanggap
" Gue setuju Cher, lagian Renata emang udah niat nginap juga kan.." Dea memberi jempol tanda sepakat. " Ya udah ayo berangkat sekarang!"
Pukul 22.00 di kediaman mewah milik keluarga Cherry, mereka memasuki rumah di kawasan elit tersebut dengan pengawalan pelayan yang ramah. Meskipun Cherry berasal dari keluarga yang sangat kaya, dia tidak pernah sombong dan orang tuanya selalu menyambut baik teman-teman Cherry
Mereka kini duduk lesehan di atas kasur tebal yang diletakkan di lantai kamar Cherry, dikelilingi berbagai minuman kaleng dan cemilan premium yang sudah tertata rapi di tengah-tengah mereka
" Sekarang lu ceritain deh.. kenapa lu tiba-tiba mau nikah secepat itu!??" tagih Cherry sambil menatap Zheya lekat-lekat. " Jangan bilang lu terpaksa nikah karena pengen balas dendam sama Leon ya? Lu patah hati boleh, tapi jangan korbankan masa depan lu Zhee.. jujur gue kaget banget denger waktunya cuma dua minggu.."
" Iya Zhee, lu jangan gegabah. Pernikahan itu bukan pelarian.." tambah Dea dengan raut khawatir
" Belom aja gue cerita lu semua udah nethink banget.. dengerin dulu, sebelum gue selesai cerita, lu lu pada dilarang keras buat potong pembicaraan.." ultimatum Zheya dengan aura dinginnya. Teman-temannya pun langsung mengangguk patuh
" Semalam gue dijebak.. seseorang naruh sesuatu di minuman gue"
Mereka semua tersentak kaget, tapi teringat janji tadi, tidak ada satu pun yang berani memotong pembicaraan meskipun wajah mereka sudah merah padam menahan marah
" Gue kira kemarin itu cuma pusing biasa karena kebanyakan minum alkohol. Tapi ternyata beda. Kepala gue pusing banget kayak diputer-puter, badan gue panas ga karuan. Pas gue cari toilet, jalannya kerasa jauh banget dan gue malah ketemu sama laki-laki itu di depan kamarnya.. gue terpaksa minta tolong karena udah ga kuat berdiri."
" Awalnya gue masih bisa berpikir jernih sedikit, gue kira dia orang baik yang ga bakal macem-macem. Tapi kesadaran gue perlahan-lahan hilang total. Gue ga sadar kalau dia udah nyiapin surat perjanjian gila dan gue tanda tangani gitu aja..."
" Semalam gue melakukannya sama dia... menjijikan banget kan kalau dipikir sekarang? Gue ga tahan nyimpan rahasia ini sendirian, gue frustasi bgt. Satu-satunya tempat gue bisa jujur cuma ke kalian.."
" Begitu gue bangun pagi tadi dan sadar, pria brengsek itu malah minta pertanggungjawaban dari gue.. dia bilang dia juga yang dirugiin karena itu pertama kalinya buat dia juga"
Zheya menjelaskan kejadian malam itu sedetail mungkin tanpa ada yang dikurangi sedikit pun. Sahabat-sahabatnya menatap dengan tatapan prihatin yang mendalam, mereka benar-benar tidak menyangka nasib malang akan menimpa Zheya di malam pernikahan mantan kekasihnya
" Ahhh pria itu ga aki-aki kan..? Maksud gue, fisiknya gimana?" tanya Cherry dengan gaya bicaranya yang khas dan ceplas-ceplos
" Benar Deh, mana lu kan speknya udah kayak cewek di manhwa-manhwa gitu, sayang banget kalau dapetnya zonk..." celetuk Clara mencoba menghibur. " Bisa aja dia itu stalker atau penggemar rahasia lu yang emang udah nunggu momen ini Zhee," tebak Renata asal-asalan
" Hmmmp.." deheman tajam Zheya langsung menghentikan semua asumsi liar mereka. " Lu semua ga ada yang merasa jijik sama gue kan setelah tau hal ini..? " Pertanyaan itu lolos begitu saja dengan nada suara yang sedikit bergetar
" Ya enggak lah Zhee.. gila aja lu ngomong gitu! Kita kan sayang banget sama elu... apapun yang terjadi lu tetep sahabat terbaik kita!" Mereka pun langsung menghambur memeluk Zheya dengan erat layaknya Teletubbies
" Jadi sekarang kasih tau kita, siapa calon laki lu itu? Ga mungkin lu mau nikah tanpa tau identitasnya kan...?? " tanya Dea setelah pelukan mereka terlepas
" Makanya denger dulu sampe akhir! Ini kalian hobinya malah berasumsi yang enggak-enggak terus.."
" Iya.. iya.. maapin kita yang kepo ini ya Zhee.."
" Lu pada pernah denger nama Liyan Huang gak?! "
" Gue pribadi sih ga tau ya Zhe.. kayaknya bukan dari kalangan artis atau influencer gitu kan?" jawab Dea jujur
" Liyan mana sih, apa kerjaannya?? Emang dia selevel sama kita-kita??" tanya Clara semakin penasaran
" Liyan Huang?? " Cherry tiba-tiba menyahut dengan nada kaget. Sebagai anak pengusaha yang sering ikut acara sosialita kelas atas, tentu telinganya tidak asing dengan nama itu. " Maksud lu Liyan Huang sepupunya Leon..? Si penguasa pasar modal itu?"
Cherry malah dihadiahi dengan tatapan judes dan bingung dari teman-temannya. Mereka kaget, mana mungkin laki-laki itu adalah sepupu dari mantan bos sekaligus mantan pacar Zheya sendiri? Dunia sesempit itu?
" Lah,. Lu kok bisa tau cherr!?? Lu beneran tau dia siapa?.." pertanyaan Zheya itu berhasil membuat semua orang di kamar itu melotot karena tidak menyangka Cherry akan secepat itu mengenali identitas si pria misterius
" Anjirtttt, kalau beneran dia orangnya, fix gue ga jadi kasihan sama lu Zhee...!" seru Cherry secara dramatis sambil menepuk jidatnya. " Pantess.. lu mau-mau aja diajak nikah meskipun baru kenal semalam... orang modelan Liyan Huang yang maksa lu nikah mah itu namanya dapet durian runtuh Zhee! Dia itu jauh lebih segalanya dari si Leon!" ucap Cherry dengan nada yang sangat antusias sekaligus tidak percaya