NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menemui dokter Inggita

sesuai dengan kesepakatan ku semalam dengan Aksara aku kini berada di depan ruangan psikiater yang biasanya ku temui. di atas pintu sana tertulis nama dokter Inggita. dialah dokter yang menanganiku dahulu.

setahun lamanya aku tidak mendatanginya. rasanya tempat ini semakin asing. aku masuk ke dalam ruangan di sambut dengan senyumannya.

"Hai Ai, bagaimana kabarmu?" sapa dokter Inggita ramah.

"baik dok" aku menjawab singkat tentang ke adaanku. dia menggulum senyum padaku.

setelah itu kami melakukan sesi tanya jawab yang membuatku khawatir. aku belum siap untuk mengetahui keadaanku yang sekarang.

"Aila apa yang kamu rasakan untuk sekarang? " dokter Inggita mulai bertanya tentang diriku.

Aku menarik nafas panjang sebelum menjawabnya. dengan tenang aku mengatur diriku sendiri.

"hari ini rasanya lebih baik dari hari sebelumnya dok. " aku menjawab sesuai apa yang ku rasakan.

"memang apa yang kemarin kamu rasakan? apa yang terjadi? " dia kembali bertanya kepadaku. hal apa yang kemarin aku lewati.

"aku tidak bisa mengontrol amarahku saat kakakku kemarin kembali pulang. dan akhir akhir ini mimpi buruk itu kembali lagi" aku memberikan informasi mengenai kondisi ku.

aku menunggu pertanyaan selanjutnya dengan jari yang saling meremas. aku menunduk tanpa berani melihatnya. rasanya di ruangan ini hanya sebentar tapi atmosfer di ruangan ini mencekikku.

"tenang Aila, disini kamu aman. saya hanya bertanya bukan memintamu melakukan suatu hal. " dokter Inggit menenangkanku. tanganku yang mulai gemetar di pegangnya.

"tarik nafas dulu Aila, atur nafasmu setenang mungkin" dokter Inggit menuntunku untuk menenangkan diri. aku mengikutinya, hingga di rasanya aku stabil dokter Inggit bertanya kembali.

"lantas apa yang kamu lakukan setelahnya Aila? " pertanyaan dokter Inggit membuatku sadar bahwa aku kacau.

"tubuhku memberi reaksi seperti sebelumnya dok. aku sulit mengontrol diri sendiri. tapi aku mencobanya. "aku menjabarkan apa yang kulakukan. sepertinya hari ini akan menjadi panjang. aku masih berkutat dengan sesi tanya jawab di ruangan konseling ini.

"ingat apa yang harus kamu lakukan Aila. jika kamu kehilangan kontrol dirimu sendiri. tarik nafas dan tenangkan nafasmu. cobalah mengingat hal yang membuatmu bahagia. " pesan dokter Inggit kepadaku. aku mengangguk faham dengan maksudnya.

"Aila, masa lalumu bukan penghalangmu untuk maju. semua yang terjadi dahulu itu murni takdir. bukan sebuah kesalahan darimu" dokter Inggit kembali memberiku afirmasi. kepalaku berisik tapi aku bisa mengendalikan itu. rasanya sedikit lega setelah aku bisa mengutarakan semuanya.

Selama ini tiada keberanian ku menemui psikiater ku sendiri. dahulu Aksara yang selalu menemaniku. namun, kepergiannya membuatku berhenti datang ke tempat dengan berbagai macam bau obat obatan.

sekarang Aksara telah kembali, aku datang kembali bersamanya ke sini. aku hanya minta dalam doaku pada Tuhan. jangan ambil dia kembali untuk saat ini. hatiku cukup tenang dengannya.

Aku melangkah keluar dengan pundak yang mulai tegap karena beban telah berkurang. aku melihat Aksara yang tetap duduk setia di sana menungguku. entah mengapa aku berpikir bagaimana jika nanti aku harus kembali kehilangannya. dia menatapku dan tersenyum bangga kepadaku. Aksara bangkit dari duduknya dan mengikis jarak di antara kita. sesuai kebiasaannya yang selalu ku ingat adalah waktu dia berjalan dengan menggandeng ku.

dialah pekindungku yang selalu ku rindukan. setiap hari aku mencarinya yang tak tau pergi entah kemana. akan tetapi kini aku paham, dia kembali. dia bukan sengaja meninggalkanku tapi selalu ada. seperti bayangan yang selalu menemaniku kemana ku pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!