NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. memutuskan hubungan

“ Paman tetua, di hadapan semua warga desa. Aku ingin kalian bersaksi, jika mulai hari ini aku secara resmi mengganti Marga menjadi SU...” begitu kata – kata Fen Ran ( sekarang balik tak ganti jadi Su Ran yaaa) semua orang terdiam.

Sudut mulut nyonya tua Fen berkedut hebat. Tatapan rumit ia arahkan kepada gadis kecil ini.

Siapa yang tidak tahu di desa ini jika pasangan cabang kedua sangat menyayangi anak pungut ini? Begitu pula dengan mendiang suaminya. Hal ini pula yang membuat mendiang suaminya langsung memisahkan cabang pertama.

Huh, siapa yang tidak tahu jika mendiang suaminya lebih mencintai istri keduanya? Mereka adalah pasangan cinta masa kecil. Sementara ia? Ia memang masuk kedalam keluarga Fen dengan cara yang .... Hah.

“ Hahaha, kau ingin mengubah marga? Nenek, cepat setujui saja, aku ingin tahu bagaimana ia bisa hidup tanpa bersandar pada nama FEN!” Fen Rui menjadi orang pertama yang membuka suara.

Su Ran, kembali hanya meliriknya malas, sungguh ia sedang menahan diri untuk tidak berbicara dengan orang bodoh sepertinya. Benar – benar membuang air ludah!

“ Ran’er, apakah kamu tidak salah? Meskipun kamu bukan anak kandung ayahmu, kamu sudah terdaftar dengan nama Fen,” bibi kepala desa menjadi orang pertama yang segera membelanya.

Maksudnya baik, dengan memiliki akar keluarga, jika suatu hari ia menikah, setidaknya ia bisa tenang di keluarga suaminya. Lagipula, desa ini kebanyakan memiliki marga FEN, mereka tidak akan tinggal diam jika salah satu bangsanya ditindas.

“ Bibi, bibi bisa tenang, aku akan baik – baik saja. Aku hanya sekedar mengganti Marga,”

“ Aku hanya takut, jika masih menyandang nama ini, entah bagaimana tipu daya mereka terhadapku,” Su Ran setengah berbisik sambil bergidik ketakutan. Suaranya setengah berbisik tetapi siapapun bisa mendengarnya.

Pandangan para penonton segera tertuju pada keluarga cabang pertama Fen. Mereka teringat bagaimana perlakuan mereka hanya karena ingin merebut rumah warisan milik Su Ran.

“ Apa? Kenapa kalian melihat kami? Bukankah dia seharusnya berterima kasih kepada kami karena menyediakan pernikahan terbaik? Dia hanya tinggal melayani suaminya dan tidak memikirkan makan dan minum!” sengit Fen Rui diangguki oleh kakak dan juga ibunya.

Hanya nyonya Fen tua dan paman pertama yang terdiam. Nyonya tua sedikit berpikir dan merasakan jika hal ini bukan hal baik sementara paman besar berpikir apa yang diucapkan oleh putrinya juga masuk akal.

“ Jika begitu, kenapa tidak kau saja yang menikah dengan tuan muda Fu itu!” sentak chen Rui, satu – satunya sahabat Su Ran di desa Fen Tong.

“ SIAPA YANG MAU DENGAN ORANG BODOH!” Fen Rui bak kucing yang diinjak ekornya.

“ Kau tahu jika dia bodoh, bukan? Lalu kenapa memberikannya kepada RanRan?” sela Chen Rui dengan lebih sengit.

“ CUKUP!” akhirnya nyonya tua angkat bicara, ia mengalihkan pandangannya ke arah Su Ran. Tatapan tajam itu menembus mata polos ( pura – pura ) Su Ran.

“ Ingat baik – baik ucapanmu! Kami tidak memintamu untuk memutus hubungan. Jika suatu hari kau menyesal, tidak akan ada jalan untuk kembali!” peringat nyonya tua Fen dengan maksud menyukainya, berharap Su Ran berubah pikiran.

Su Ran hanya mencibirnya dalam hati. Siapa yang ingin ia bodohi dan takuti?

“ Aku tidak akan menyesal. Rumah itu memang banyak kenangan dengan ayah dan ibuku, tetapi demi untuk ‘berbakti’ atas nama ayahku, aku akan memberikan kepadamu,”

“ MEMBERIKAN APA! KAMU MEMBAWA PERGI UANG KELUARGA!” teriak Fen Rui. Sikap yang mudah meledak ini sungguh sangat mengesankan bagi Su Ran. Dengan sifat seperti ini, akan begitu mudah untuk menjatuhkannya.

“ Jangan lupa jika rumah yang kau tempati dibangun menggunakan uang dan keringat ‘ayah’ku!” tegur Su ran dengan tajam, nada bicaranya dingin, membuat orang bergidik ketakutan.

Fen Rui segera beringsut ke belakang ibunya. Mata Su Ran sangat menakutkan ketika menatapnya. Dulu ia selalu bisa membully-nya tetapi entah kenapa beberapa hari ini sifat Su Ran ini sangat berbeda.

Bukan hanya melawan, tetapi juga mengusulkan pergantian marga dan memutuskan hubungan keluarga?

“ Baiklah Baiklah. Kepala desa, tolong bantu urus semua permintaannya,” putus nyonya tua Fen dengan sedikit enggan. Entah ini keputusan baik atau bukan.

Pagi itu, Fen Ran berhasil dengan resmi berganti nama menjadi Su Ran. Ia mengikuti Kepala desa ke kota untuk mengurus kartu keluarga mandiri, hanya ada namanya di kartu tersebut.

Karena rumah cabang kedua sudah diambil alih, Su Ran segera pindah kerumah barunya. Meskipun masih dalam tahap perbaikan, Su Ran tetap bisa menempatinya di bagian terdalamnya.

Dia tidak menganggur, dengan cekatan Su Ran mengeluarkan cangkul Dan sabit dan mulai menyiangi lahan terdekat terlebih dahulu.

Para penduduk desa menatap penuh iba kepadanya, lalu dengan sukarela memanggil para istri untuk membantu pekerjaan Su Ran.

Bahkan keluarga Ma, Chen dan juga Wu dengan baik hati memberikan beberapa benih sayur – sayuran yang biasa ditanam oleh penduduk desa seperti daun kucai, kubis dan lobak.

Su Ran berterima kasih dan menyimpan kebaikan ini dalam hati. Suatu hari ia pasti akan membalasnya.

Beberapa hari kemudian, ruang depan, pagar dan beberapa tempat yang rusak sudah selesai diperbaiki. Su Ran tidak sopan dan menitipkan beberapa ratus rupiah kepada kepala desa untuk diberikan kepada para penduduk desa yang membantu memperbaiki rumahnya.

Meskipun kepala desa sempat menolak, Su Ran dengan cepat melarikan diri dan melambaikan tangan kepada kepala desa yang pasrah.

Su Ran terengah – engah lalu menatap rumah barunya. Tempat baru yang akan menjadi awal bangkitnya dirinya.

Tidak peduli siapa dirinya sebenarnya, ia akan menjalani kehidupan ini dengan menyenangkan!

Keesokan harinya, Su Ran menyelipkan pancake gandum yang ia masak di ruang ajaibnya. Selama beberapa terakhir ini ia sama sekali tidak santai.

Siang hari ia tampak menyiangi lahan di samping rumah dengan para bibi, sementara malam harinya ia beristirahat di ruang ajaibnya sekaligus menanam beberapa sayur dan juga gandum.

Jagung sudah siap dipanen, cabai dan mentimun bahkan sudah menumpuk di gudangnya. Ha ha ha dengan panen yang melimpah, ia tidak akan takut untuk bertahan hidup.

Hari ini, ia memutuskan untuk naik gunung, mencari tanaman obat atau berburu. Uang hasil ‘penukaran’ rumah terus keluar dan kini ia butuh alasan untuk mengeluarkan barang – barang di ruang ajaibnya.

Gunung Fuji menjulang tinggi, tampak gagah dan angkuh. Su Ran sangat yakin jika didalamnya banyak ‘harta karun’.

Dengan penuh semangat Su Ran mendaki dan berjalan agak kedalam.

Benar saja, ia sudah menemukan pohon kastanye liar dan ..... Manusia?

.

.

.hai teman - teman readers terhormat..

Bagaimana ?

Apakah ceritanya menarik?

Jangan lupa tinggalkan komen like dan vote yaa

1
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪dlm upnya
vivi oh vivi
lanjut😆
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
🌸nofa🌸🍉🍉
wah ayam balado pasti enak 😄
Ayu Aulia
Thor ini crita tentang kerajaan china? kenpa ada SD, SMP, SMA, bukan ya zaman kerajaan belum ada yaa?
bubun ntib: ehm.. gmna yaaaa..
mau bikin cerita yg campuran sihh.. kalau yg era tiongkok pure pasti pkai uang tael trs juga adatnya buntib gk berani ngeraba2.. tkut bnyak salah..🙏🙏
jdi buntib ambil versi zaman indonesia dlu..
namanya juga ngarang🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
Shai'er
calon paksu
Shai'er
sudah dapat kandidat, tinggal persentase💪💪💪
Shai'er
🤤🤤🤤🤤🤤
Shai'er
hadeuh🙄🙄🙄
Shai'er
bubur sumsum penghilang capek 🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Shai'er
cuan 🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
vivi oh vivi
loh yaampun dikit nya, 😳 lanjut🤭
Murni Dewita
💪💪💪💪
vivi oh vivi
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
tetap semangat
Murni Dewita
💪💪💪💪
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!