NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Romansa / Cintapertama
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. "Misi Tersembunyi Ray"

Ray mengangguk, "Oke, gue akan coba dekati Zaneta dan cari tahu apa yang dia sembunyikan..."

Ray berjalan menuju Zaneta yang sedang duduk sendirian di kantin kampus, sambil menikmati satu cup ice cappucino.

Zaneta melihat Ray yang datang menghampiri nya dan tersenyum ramah, "Hai Ray, tumben ngapain loe kesini?"

Ray duduk di kursi sebelah Zaneta, "Gak ada apa-apa, gue cuma pengen tahu apa yang loe bahas sama Bintang tadi..."

Zaneta tersenyum manis pada Ray, "Oh, cuma urusan biasa gak ada apa-apa. Gue cuma nawarin bantuan buat Bintang..."

Ray penasaran, "Bantuan? Bantuan soal apa?"

Zaneta mendekatkan dirinya ke arah Ray, "Gue tahu loe juga lagi cari informasi tentang tanaman alga merah dan daun keabadian. Gue bisa bantu loe....tapi dengan satu syarat..."

Ray tertarik, "Syarat apa itu?"

Zaneta tersenyum lebih lebar, "Gue mau loe bantu gue ngedapetin sesuatu yang gue mau dari dokter Wira. Kalo loe setuju, gue bakal kasih tahu tentang lokasi tanaman alga merah dan daun keabadian..."

Ray berpikir sejenak, mencoba membaca ekspresi Zaneta.

"Apa yang loe mau?"

Zaneta mendekatkan diri lagi, suaranya menjadi lebih rendah, "Gue mau loe curi sebuah buku kuno tentang rahasia seorang keturunan Jathayu. Buku itu berisi rahasia tentang kekuatan leluhur gue dan Shanaya..."

Ray merasa ragu, "Buku kuno? Apa yang ada di buku itu?"

Zaneta tersenyum licik, "Itu gak penting. Yang penting cuma loe bisa bantu gue dapetin buku itu. Kalo loe setuju, gue bakal kasih tahu loe tentang lokasi tanaman alga merah dan daun keabadian itu..."

Ray merasa tergugah dengan tawaran Zaneta, tapi dirinya juga merasa tidak nyaman dengan ide mencuri buku kuno yang entah berada dimana. Ray berpikir sejenak, mencoba mempertimbangkan risiko dan manfaat dari tawaran Zaneta.

"Kenapa loe gak bisa dapetin buku itu sendiri?" tanya Ray, mencoba memahami alasan Zaneta

Zaneta tersenyum licik, "Gue gak bisa ngambil risiko yang besar. Loe lebih...fleksibel, Ray. Dan gue tahu loe juga mau tahu tentang tanaman alga merah dan daun keabadian itu kan..."

Ray merasa Zaneta memiliki alasan yang masuk akal, tapi dia juga tidak ingin melakukan sesuatu yang salah. Ray memutuskan untuk meminta waktu untuk berpikir.

"Ok, gue butuh waktu buat berpikir lagi," ucap Ray,

"Loe bisa kasih tahu gue lebih banyak tentang buku itu dan apa yang ada di dalamnya supaya gue bisa tahu apa resikonya..."

Zaneta mengangguk, "Ok, gue akan kasih tahu loe. Tapi loe harus ingat, kesempatan ini gak akan datang dua kali, Ray. Loe harus buat keputusan yang tepat..."

Zaneta kemudian memberitahu Ray bahwa buku kuno itu berisi rahasia tentang kekuatan leluhur dua Jathayu dan sebab musababnya kenapa black angel dengan white angel saling bermusuhan satu sama lain, termasuk rahasia tentang tanaman alga merah dan daun keabadian. Ray merasa semakin penasaran, tapi dia masih belum yakin apakah dia harus menerima tawaran Zaneta. Ray merasa sedikit tersinggung dengan kata-kata Zaneta, tapi dia mencoba untuk tidak menunjukkannya.

"Jadi, loe berpikir gue bisa lolos dari resiko yang ada karena gue gak terkenal? Itu gak adil, Zan..."

Zaneta mengangkat bahu, "Itu bukan masalah adil atau gak, Ray. Itu hanya fakta. Loe punya kemampuan untuk ngelakuin hal ini, dan gue butuh bantuan loe itu. Kalo loe gak mau bantu, gue bisa cari orang lain yang bisa..."

Ray merasa mendapat tekanan dari Zaneta, tapi dia tidak ingin membuat keputusan yang terburu-buru.

"Gue butuh waktu untuk berpikir," ucap Ray lagi

"Tapi gue punya satu pertanyaan lagi. Apa yang akan loe lakuin sama buku kuno itu setelah gue ngedapetinnya?"

Zaneta tersenyum seringai, "Gue akan ngelakuin apa yang gue harus lakuin. Loe gak perlu khawatir tentang itu, Ray. Yang penting adalah loe bantu gue ngedapetin buku itu dan loe gak perlu tahu apa yang bakal gue lakuin setelahnya..."

Ray merasa tidak puas dengan jawaban Zaneta, tapi dia tahu bahwa dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lebih baik dari Zaneta.

"Ok, gue bakal berpikir tentang hal itu lagi," ucap Ray

"Tapi gue mau jawaban dari loe tentang satu hal lagi. Apa yang bakal terjadi kalo gue ketahuan oleh si pemilik buku itu?"

Zaneta mendekatkan diri lagi, suaranya menjadi lebih rendah namun tatapannya mengintimidasi, "Gue akan pastikan loe aman, Ray. Loe gak akan sendirian dalam hal ini, gue, Firly sama Olivia bakal terus pantau loe..."

Ray merasa sedikit lega dengan jawaban Zaneta, tapi dia masih tidak yakin apakah dia harus mempercayai Zaneta.

 "Gue harap loe serius, Zan," ucap Ray

"Gue gak mau berakhir di dalam masalah karena hal ini..."

Zaneta tersenyum seringai, "Gue serius, Ray. Gue akan pastikan loe aman. Tapi loe harus ingat, waktu kita gak banyak. Gue butuh jawaban loe secepatnya..."

Ray mengangguk, "Gue ngerti. Gue akan kasih tahu loe keputusan gue secepatnya..."

Zaneta berdiri, "Ok, gue tunggu kabar dari loe, Ray..."

Ray langsung menghubungi Bintang dan teman-temannya begitu Zaneta pergi dari hadapannya.

"Hey guys, gue udah punya info dari Zaneta. Dia mau gue mencuri buku kuno dari tangan dokter Wira. Dia bilang buku itu berisi rahasia tentang kekuatan leluhur Jathayu dan lokasi tanaman alga merah dan daun keabadian..."

Bintang dan teman-temannya langsung mendengarkan suara Ray dibalik ponsel dengan serius.

"Apa? Zaneta gak main-main nih," ucap Bintang setengah terkejut

Shanaya menambahkan, "Kita harus hati-hati, Ray. Zaneta pasti punya rencana lain..."

Ray mengangguk, "Gue tahu. Gue belum setuju untuk bantu dia. Gue mau tahu apa pendapat kalian..."

Felix berbicara, "Gue gak setuju, Ray. Kita gak bisa percaya sama Zaneta gitu aja..."

Nathaniel menambahkan, "Tapi kita juga gak bisa mengabaikan informasi tentang tanaman alga merah dan daun keabadian. Kita harus cari cara lain untuk ngedapetin info itu..."

Bintang memutuskan, "Kita akan diskusikan ini lebih lanjut. Ray, loe terusin aja buat ngedapetin info lebih banyak dari Zaneta. Kita akan siapkan rencana lain..."

Bintang menambahkan, "Tapi sebelum itu, kita harus pastikan dulu apa isi buku itu dan apa yang Zaneta mau sama buku itu. Ray, loe bisa coba cari tahu lebih banyak tentang buku itu tanpa harus setuju untuk mencurinya?"

Shanaya mengangguk, "Iya, kita gak bisa langsung terjun tanpa tahu apa yang balal kita hadapi. Ray, loe bisa coba main aman dulu..."

Felix menambahkan, "Gue akan coba cari info tentang buku itu dari sumber lain, mungkin ada yang tahu apa yang ada di dalamnya..."

Nathaniel mengangguk, "Ok, kita akan koordinasi lagi setelah semua info terkumpul semua..."

Bintang menambahkan, "Oke, Ray, loe fokus cari info dari Zaneta. Felix, loe coba cari tahu tentang buku itu dari sumber lain. Nathaniel, loe siapin rencana backup kalau-kalau diperlukan..."

Joe yang tadinya diam, tiba-tiba berbicara, "Gue juga mau ikut, Bin. Kita gak bisa cuma ngandalin Ray, Felix sama Nathaniel doang..."

Bintang mengangguk, "Oke, Joe ikut sama Shanaya, Thalia dan gue untuk rencana backup. Kita harus siap kalau ada apa-apa..."

Felix, dan Nathaniel yang masih jomblo dan ditugaskan oleh Bintang untuk mendekati Zaneta geng langsung mengangguk.

"Oke, kita siap!"

Felix langsung bergerak, mendekati Firly yang sedang duduk di taman kampus.

"Hai Fir, lagi apa? Boleh gabung gak?"

Firly tersenyum ramah, "Cuma baca buku, Fel. Loe ada perlu apa deketin gue?"

Felix duduk di sebelah Firly, "Gue lagi cari info tentang buku kuno tentang Jathayu. Loe tahu gak tentang buku itu?"

Firly mengangkat alis kirinya, "Buku kuno? Apa yang loe cari di sana?"

Felix tersenyum, "Cuma penasaran aja. Gue denger buku itu ada hubungannya sama tanaman alga merah dan daun keabadian gitu kan ya..."

Sementara itu, Nathaniel mencoba mendekati Olivia yang sedang bekerja di lab.

"Hai Liv, lagi sibuk?"

Olivia menoleh spontan dengan ekspresi sedikit terkejut tapi tetap terlihat tenang, "Cuma eksperimen, Nath. Ada apa? Tumben loe sokab banget ke gue..."

Nathaniel tersenyum, "Gue denger loe tahu banyak tentang tanaman langka. Gue lagi cari info tentang daun keabadian nih, siapa tahu loe tahu tentang alga merah dan daun keabadian..."

Olivia mengangguk, "Daun keabadian? Gue tahu dikit sih. Apa yang loe mau tahu? Saran gue mending loe tanya ke Zaneta, dia yang lebih tahu apalagi nyokapnya..."

Sementara itu di taman kampus, Felix berhasil membuat Firly nyaman dan mau berbincang ringan dengannya. Firly menutup halaman buku yang novel yang tengah dibacanya seketika dan menjawab pertanyaan Felix.

"Gue tahu sedikit tentang buku itu, Fel. Gue denger itu buku lama yang disimpan di ruang khusus perpustakaan rahasia Dr. Wira. Tapi gue gak tahu apa isinya..."

Felix tersenyum, "Wah, keren. Loe tahu siapa yang mungkin tahu lebih banyak gak?"

Firly berpikir sejenak, "Mungkin Profesor Arum. Dia yang bertanggung jawab atas koleksi buku langka di perpustakaan Dr. Wira, loe bisa coba cari tahu ke dia..."

Sementara itu di lab, Olivia menjawab pertanyaan Nathaniel dengan hati-hati namun karena melihat pesona seorang Nathaniel yang sudah lama ia kagumi seketika dirinya pun luluh.

"Daunnn...keabadian itu tanaman langka yang katanya bisa memperpanjang umur kalo yang pernah gue denger. Gue gak tahu banyak, tapi gue bisa coba cari info lebih banyak lagi..."

Nathaniel mengangguk, "Ok thanks, Liv. Gue sangat berterima kasih kalau loe bisa bantu gue..."

Sementara di sisi lain ditaman kampus Felix masih berbincang hanya berdua dengan Firly, walaupun sempat menjadi pusat perhatian mahasiswa-mahasiswi lainnya namun demi misinya semua itu ditampik keras oleh Felix untuk sementara waktu. Terlebih Felix juga tahu jika Firly sudah lama mengagumi dirinya dan berharap bisa menjadi kekasihnya.

Felix langsung menanggapi, "Profesor Arum ya? Gue bakal coba hubungi dia. Thanks, Fir..."

Firly tersenyum manis, "Iya coba aja dulu, Fel. Semoga berhasil ya..."

Sementara itu, Olivia yang masih sibuk dengan peralatan eksperimennya di lab menjawab pertanyaan dari Nathaniel berikutnya.

"Gue akan coba cari info lebih banyak tentang daun keabadian. Loe mau gue kabari kalau gue dapat sesuatu?"

Nathaniel mengangguk, "Iya, tolong kabari gue Liv kalau loe dapet info soal dua tanaman langka itu. Gue makasih banget sama loe sekali lagi..."

Misi mereka pun berlanjut berusaha mengajak target untuk lebih dekat dan bisa mengajak para target mengobrol lebih nyaman. Tak peduli dengan pendapat para mahasiswa-mahasiswi lainnya saat mendapati hal yang sedikit berbeda daripada biasanya dimana personil geng Garuda selalu bertentangan dengan Zaneta geng.

Bersambooo...

1
Yoyoh Tania
Si zaneta iri mulu deh sm Shanaya 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya dia kan antagonis nya pokoknya dari awal bab sampe akhir dia villain Shanaya terus...😆🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
Keren kak thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih 🙏🌹
total 1 replies
Luvita Sari
Kak thor aku ngefans lho 😍🥰 suka bgt sama quotes2nya boleh japri gk nih thor 🙏🤭
Luvita Sari: Ocey thor 👌🥰
total 2 replies
Luvita Sari
Suka quotesnya nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Luvita Sari
Wah seru banget thor ada adegan main basketnya 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Ana Maria
hdir yh thor 🙏
Mutiara Wilis 🌹: Monggo kak, terimakasih ya hadirnya 🙏🌹
total 1 replies
Luvita Sari
gedek bet dah sama si zaneta 🙄
Mutiara Wilis 🌹: Baru permulaan kak 🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
Lnjut thorrr 🔥
Mutiara Wilis 🌹: Ok, terimakasih hadirnya kak 🙏🌹
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus nyi😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi sanak 🙏🤭😍🌹
total 1 replies
Aditya Pratama
Minta WA boleh Dek?🤣

Canda ya Thor😆
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...🙏😆🙃
total 1 replies
Aditya Pratama
Cakep ternyata authornya🤭
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih kak 🙏😆
total 1 replies
Yogitha Camelia
Mampir ya thor 🙏😍🔥
Yogitha Camelia: sama2 thorrrr 🔥
total 2 replies
Selly Susilawaty
visualnya cakep²😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya mbak cari bahannya yg cakep2 🤭🙃🌹
total 1 replies
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!