NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:424.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Yuda sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga saat Lasma, ibunya, muncul dari dapur membawa sebuah wadah bertutup kain.

“Yud, kamu antar ini sebentar, ya,” pinta Lasma, meletakkan wadah itu di atas meja.

Yuda mengernyit. “Antar ke mana, Bu? Ini apa?”

“Ini bolu pisang yang Ibu bikin tadi sore,” jawab Lasma dengan senyum hangat. “Ibu sengaja bikin lebih banyak. Antar ke rumah Kirana, Nak. Kasih ke Tiara dan Arka. Mereka pasti suka.”

Yuda sedikit terkejut. Meskipun sejak siang ia memikirkan Kirana, ia tidak menyangka ibunya akan memberikan kesempatan untuk bertemu lagi secepat ini.

“Bilang ke Tiara dan Arka, kalau mereka ada waktu, sesekali main ke rumah kita. Biar ramai. Kan kasihan, mereka sering ditinggal Ibunya kerja,” tutur Lasma, matanya memancarkan rasa tulus. “Kamu sampaikan baik-baik ya, Yud.”

Yuda menghela napas, namun ia tidak bisa menolak permintaan ibunya yang tulus ini. Ia meraih wadah bolu pisang yang masih terasa hangat.

“Iya, Bu. Yuda antar sekarang,” katanya seraya bangkit.

Yuda memarkir mobilnya tidak jauh dari rumah sederhana yang ia yakini milik Kirana. Cahaya dari lampu teras rumah itu tampak temaram. Ia mengetuk pintu kayu yang dicat hijau dengan hati-hati.

Tak lama kemudian, pintu terbuka. Kirana muncul, masih mengenakan pakaian rumahan yang sederhana namun rap . Raut wajahnya sedikit terkejut melihat Yuda yang berdiri di hadapannya malam-malam begini.

“Mas Yuda?” sapa Kirana dengan nada heran. “Ada apa, Mas?”

Yuda tersenyum sopan. “Selamat malam, Mbak Kirana. Saya ke sini disuruh Ibu.” Ia mengangkat wadah bolu pisang di tangannya. “Ibu saya bikin bolu pisang tadi sore. Katanya buat Tiara dan Arka.”

Kirana tampak terharu. Senyum tulus mengembang di wajahnya. “Ya ampun… sampaikan terima kasih banyak ya, Mas, untuk Ibu. Kok, repot-repot sekali.” Ia menerima wadah itu.

“Enggak merepotkan kok, Mbak. Ibu memang senang berbagi,” balas Yuda, pandangannya bertemu dengan mata Kirana sejenak.

“Tiara sama Arka sudah tidur, Mbak?” tanya Yuda, suaranya mengecil.

“Belum, Mas. Baru selesai makan malam."

“Syukurlah kalau begitu. Saya juga ada titipan pesan dari Ibu, Mbak,” ujar Yuda.

Kirana menatapnya menunggu.

“Ibu bilang, kalau Tiara dan Arka ada waktu luang, sesekali disuruh main ke rumah kami, Mbak. Biar mereka ada teman. Kata Ibu, beliau senang kalau rumah jadi ramai,” jelas Yuda, menyampaikan pesan Lasma dengan hati-hati.

Wajah Kirana tampak berpikir. Ada sedikit keraguan di matanya, mungkin karena sungkan.

“Oh… begitu, Mas,” ucap Kirana pelan. “Saya jadi tidak enak sama Ibu Mas Yuda. Beliau baik sekali.”

“Jangan sungkan, Mbak. Ibu saya benar-benar tulus. Beliau kasihan sama anak-anak yang ditinggal kerja di rumah terus,” kata Yuda, berusaha meyakinkan. " ibu pasti senang kalau ada teman baru di rumah kami.”

Kirana menghela napas, kemudian tersenyum tipis. “Baiklah, Mas. Nanti saya sampaikan ke anak-anak. Kalau mereka mau, saya izinkan. Sekali lagi, terima kasih banyak ya, Mas. Sudah jauh-jauh mengantar malam-malam begini, titip salam juga sama ibunya mas bilang makasih.”

“Sama-sama, Mbak Kirana, nanti saya sampaikan. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu, ya,” Yuda mengakhiri percakapan.

Usai Yuda pulang Kirana langsung masuk membawa bungkusan itu. Tiara dan Arka sedang berada di ruang tamu. Tiara yang sedang bermain dengan mainannya dan arka yang sedang mengerjakan tugas sekolah nya.

"siapa Bun yang datang " tanya Arka.

" itu tadi om Yuda, kalian masih ingat om Yuda, dia bawain kalian bolu pisang kata om Yuda tadi di buatin sama Bu Lasma " jelas kirana sambil duduk di lesehan bersama Tiara.

" wahh, aku mau bunda. Pasti enak. Waktu makan siang itu juga makanannya enak-enak bunda" ucap Tiara.

" sini arka kita makan dulu bolunya."panggil Kirana.

Kirana mulai membuka bungkusan bolu pisang itu. Memotongnya menjadi beberapa bagian.

"ohh yaa, tadi om Yuda juga bilang sama bunda. Katanya kalo mau kalian bisa main ke rumahnya" jelas kirana sambil memberikan sepotong untuk Tiara.

Arka tampak terdiam " ngga usah deh Bun, nanti kami malah merepotkan disana. Waktu itu aja arka udah merasa ngga enak sama om Yuda dan Oma Lasma" jelas arka dengan pelan. Di usianya yang masih delapan tahun ini, sifatnya sudah dewasa dibandingkan dengan anak seusianya.

"baiklah kalo gitu, bunda ngga mau memaksa kalian" ucap Kirana, dia tidak mau memaksakan kedua anaknya itu.

Sementara Yuda baru sampai di rumahnya dan melihat sang ibu sedang menonton televisi. Wajahnya tampak fokus pada acara di televisi itu. Tapi ketika melihat Yuda datang dia langsung mengalihkan pandangannya.

" gimana Yuda, sudah kamu berikan bolunya. Kirana terima ngga pemberian ibu, sama dia mau ngga kalo Tiara sama arka main kesini" tanya Lasma dengan buru-buru.

"ya ampun Bu satu-satu kenapa nanyanya" ucap Yuda sambil menjatuhkan dirinya di samping sang ibu.

Lasma masih menatap putranya itu menunggu jawaban " tadi Kirana Nerima pemberian ibu kok, dia juga tadi tadi titip pesan bilang makasih sama ibu. Kirana juga ngizinin Tiara dan Arka main kesini. Tapi ngga tau kalo anaknya mau" jelas Yuda

"yaa di rayu tuh yud, jemput kesana kamu gimana sih. Pasti mereka mau main kesini, nanti sekalian belikan mainan untuk Tiara dan Arka biar mereka main kesini. Ibu Ngara sepi loh disini, kalo kamu pigi ke pabrik"

Yuda tampak terdiam mendengar penuturan ibunya itu " maafin Yuda ya buk. Yuda ngga bisa ngasih cucu buat ibu"

Lasma menatap putranya itu dengan tatapan jengah "kamu ngapain toh minta maaf sama ibu, ibu ngga nuntut kamu kok. Ibu cuma mau mereka main sesekali kesini. Kalo ngga kamu nikahi aja tuh Kirana dapat bonus anak-anaknya dia janda kan"

Yuda tampak kaget mendengar penuturan ibunya "ihh ibu ini kalo ngomong suka ngga benar. Mana mau Kirana sama aku Bu. Dia juga nanti pasti mikir-mikir. Lagi pula aku ngga ada niatan nikah lagi Bu"

"ya sudah, ibu cuma beri saran. Kalo kamu ngga mau, ibu ngga akan paksa. Tapi nanti Kirana keburu diambil orang terus kamu patah hati"

Yuda tampak memikirkan ucapan ibunya itu, membayangkan janda anak dua itu menikah dengan orang lain sudah membuatnya panas dingin.

"Yuda mau ke atas dulu, mau cek laporan pabrik" ucap Yuda meninggalkan ibunya disana.

" Jangan sering-sering begadang, nanti kamu sakit ibu yang repot"

"iya Bu, ibu juga jangan kelamaan nonton sinetron nanti otak ibu kecuci sama sinetron itu"

1
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus
La Rue
Thanks author
Sri Supriatin
tks Thor 🙏🙏😍😍
dewi rofiqoh
Lho udah end🙄🙄
nilamsari
mohon season 2 ya thor tentang anak² nya mereka.. semangat ya thor.💪💪💪.. terima kasih
Alby Raziq
kirain sampai anaknya sukses thor
ig: denaa_127: kepanjangan 🤭🤭🙏
total 1 replies
dewi rofiqoh
Berbesar hatilah, agar anak dapat menapaki masa depan untuk meraih cita-cita dengan penuh semangat yang diiringi doa restu kedua orang tuanya
Dian
lanjut
Samsiah Yuliana
lanjut lagi ceritanya Thor 🙏🙏🙏
dewi rofiqoh
Wah arka kakak terbaik...
Samsiah Yuliana
lanjut Thor,,,
lagi mewek malah ketunda episode nya 😁🥰🥰🥰🙏
Sri Supriatin
bangga tentunya...selamat Arka🙏🙏🙏
Kaylaa
boleh...ditunggu crita anak2nya Kirana dan Yuda....khususnya si arka....penasaran sama cewek yg diumpetin 🤣🤭
dewi rofiqoh
Selamat arka
Kembarr Kembaarr
yaa emang pd dasarnya sprt itu laura. maka nya jd perempuan jngn terlalu murah. cantik kalau hanya polesan untuk jual diri untuk apa giliran gak di poles rupa kayak badak siapa yg mau. udah bejat ahlaq nya lg
Nabila Nabil
kalo arka sama lilis masih sedarah antara ayahnya arka sama ibu nya lilis... kecuali kalo lilis sama Keenan nah itu udah beda darah dan diperbolehkan tapi kalo arka lilis kayaknya gak boleh deh... gak tau kalo cuma di novel boleh..... 🤣🤣🤣🤣🤣 kan cerita fiktif tapi gak untuk ditiru.....
Nabila Nabil
jangan sama lilis donk... kan masih Arya ibu nya lilis masih sedarah... kalo di kampungku gak boleh..... kecuali kalo udah di canggah mah gpp... kalo se buyut aja masih gak boleh kok
dewi rofiqoh
Jangan sama sepupu sendiri dong arka
dewi rofiqoh
Lanjuut
Kembarr Kembaarr
berarti si ibu ini yergolong manusia yg merasa diri nya mampu berdiri sendiri tanpa orang lain. dn tidak membutuhkn orang lain pula.. wah hebat skl tp apakah dia mampu. nyatanya anaknya aja nyampek kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!