*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. NML
Happy Reading ✨
"Kan aku maunya sepunggung mas,,, ini mah cuma buang ujung rambutnya aja " kata Nana yang amat kesal setelah mereka pulang dari salon tadi.
"mau di gundul aja sekalian" kata Sagara yang membuat mulut nana membuka siap mengeluarkan kata kata namun berhenti saat nada suara suaminya itu berubah.
"ishhh tapi kan gak harus di gundul juga mas, kepala aku berat tahu mas kalau rambut panjang terus" Kata Nana yang ngotot sekali ingin memotong rambutnya.
"kan aku bilang kalau aku suka perempuan rambut panjang " kata Sagara yang membuat alis nana naik mengejek.
"kalau suka perempuan rambut panjang nikah aja sana sama kuntilanak" Kata Nana dengan judesnya.
"sekarang aku udah nikah sama kuntilanak apa lagi" kata Sagara yang membalas perkataan istrinya itu.
"jadi maksud kamu aku kuntilanak gitu ya" Kata Nana sedikit bergeser dan melihat wajah suaminya yang tengah menyetir.
"iya kamu kuntilanak merah yang lebih mengerikan daripada kuntilanak putih" kata Sagara yang membuat Nana menganga.
"ko kamu jadi Setega itu sama aku ngomong nya , aku kamu jahat sih" kata Nana yang mulai terdengar ingin menangis di telingan Sagara.
"yaudah kalau kamu gak mau aku ngomong gitu stop bilang mau potong rambut terus" kata Sagara yang menegaskan dia tidak mau jika Nana mengeluh ingin memotong rambutnya terus.
"kamu mah kata gitu, kalau kamu boleh rambut pendek kalau aku enggak" kata Nana yang mulai terdengar membandingkan.
"kamu mau aku punya rambut sepanjang kamu??? oke kalau begitu" kata Sagara yang membuat Nana mengeleng cepat.
"enggak ihhh ,jangan! takut banget kalau nanti kamu ketukar sama master Limbat" kata Nana yang mengeleng lagi.
mana keren Sagara rambut panjang kata master Limbat yang ada seram banget, belum lagi nanti tiap hari harus rebutan sampo sama perawatan rambut lain batin Nana.
"yasudah kalau begitu berhenti merenggut dan mengeluh" kata Sagara final .
"tapi seharusnya kalau aku gak boleh potong rambut kamu harus bujuk lah mas , ini malah ngata ngatain aku" kata Nana yang memulai keberuntungan.
"mau apa???" tanya Sagara yang paham jika istrinya ada maunya.
"mas,,,," kata Nana yang melepas sabuk pengamannya lalu bergeser menghadap suaminya yang sekilas melihat kearahnya bingung.
"serius sekali" kata Sagara yang membuat Nana tersenyum penuh makna.
"mas rumah kita kan baru nih dan halaman belakang juga cukup luas,,,,,"
"gak ada pelihara ular dan sejenisnya ya" kata Sagara langsung yang membuat Nana menggeleng kencang yang artinya tebakan suaminya itu salah.
"bukan ular mas aku udah bosen apa ya orang ular ular Aku aja Aku titipkan di rumahnya kakek" Kata Nana yang sudah merasa bosan jika memelihara ular-ularan.
"aku udah bosen Mas pelihara ular maunya tuh pelihara yang beda gitu dari yang lain ular mah aku bosan tiap hari juga mainin ular kok" Kata Nana yang sudah sangat bosan melihat ular-ular nya.
"terus kamu memelihara apa di halaman belakang hah??? halaman belakang itu nggak luas-luas banget jadi kamu memelihara apa kucing??? anjing???" tanya Sagara yang ingat jika Nana ini pernah memelihara kucing di rumah tapi tidak dengan anjing.
"masak kucing enggak lah apalagi anjing nggak mau nggak mau nggak mau anjing nggak mau juga kucing aku maunya yang beda Mas,,,,," Kata Nana dengan nada manjanya.
"ya terus mau pelihara apa kapibara ya mau kapibara???" tanya Sagara yang membuat Nana menggeleng lagi.
"ih kapibara mah terlalu imut buat aku yang sangar?" Kata Nana yang menolak lagi hewan usulan suaminya.
"terus ingin pelihara apa curut, hamster, tupai????" tanya Sagara lagi.
"ih mana lah mau aku memelihara yang kecil-kecil kayak gitu kamu tahu aja aku orangnya nggak bisa diam nanti yang ada malah keinjak sama aku mereka mati lagi" Kata Nana yang membuat Sagara merotasi bola matanya lelah.
"terus kamu mau pelihara apa???" tanya Sagara yang lelah memberikan saran.
"gimana kalau nggak singa atau macan atau nggak mungkin buaya " Kata Nana yang hampir membuat saudara mengerem mendadak karena saking kagetnya dengan apa yang dikatakan istrinya.
"kamu nggak lagi sakit kan sayang???" tanya Sagara yang membuat Nana bingung.
"kalau aku sakit aku nggak mungkin tadi nemenin kamu belanja potong rambut beli semua alat make up, aku sehat kok" Kata Nana yang merasa suaminya ini aneh.
Nana sehat begini masa dibilang sakit mata suaminya ini gimana sih.
"kamu tuh aneh banget sih masa pengen pelihara macan, singa, buaya di halaman belakang. kamu pikir pelihara kayak gitu gampang???" kata Sagara yang tidak habis pikir dengan istrinya.
ya Sagara paham dan tahu kalau istrinya ini memang berbeda dan memang agak sedikit ekstrim tapi tidak sampai sebegininya juga.
"Aku serius Mas,,,, Aku tuh pengen pelihara hewan-hewan buas kayak gitu, aku udah bosen main-main ular terus. bosan juga ngelihat burung kaka tua di rumah kakek" kata Nan yang kali ini merengut menggemaskan.
"enggak ya sayang, nggak! kamu pikir pelihara mereka itu gampang??? nggak. kamu sibuk aku sibuk siapa yang ngasih makan mereka nanti ? kalau mereka kelaparan yang ada kita yang dimakan sama mereka nanti" kata Sagara yang menolak tegas permintaan istrinya.
"udah kamu pelihara anjing atau pelihara kucing aja di rumah kalau nggak pelihara hamster kek atau apa kayak gitu jangan pelihara hewan-hewan buas" kata Sagara yang tetap tidak setuju.
"lagi pula di rumah kita tuh udah ada singa, mau pelihara singa yang kayak gimana lagi di rumah" kata Sagara yang membuat mata Nana menyipit paham dengan singa yang suaminya ini maksud.
"ya udah kalau gitu pelihara kucing aja tapi kalau pelihara kucing aku maunya kucing yang mahal nggak mau yang murahan" Kata Nana yang makin melunjak.
"terserah kamu pilih aja kamu mau beli kucing yang mana nanti tagihannya kasih aku" kata Sagara yang langsung menyetujui permintaan Nana.
"oke kalau begitu aku boleh ya pilih kucing yang mana aja nanti" Kata Nana yang kali ini sudah terdengar senang.
"Hem" jawab Sagara singkat.
tidak terasa lama menyetir nanah dan Sagara sudah sampai di rumah dan saat sampai di depan pagar rumah satpam langsung membukakan pagar dan mobil segara masuk ke dalam.
"kamu masuk aja dulu mandi bersih-bersih biar aku sama pak samsul yang masukin barangnya ke rumah" kata Sagara setelah mobilnya berhenti tepat di depan rumah.
"oke kalau gitu aku masuk duluan ke dalam bersih-bersih nanti aku bantuin susun barangnya" Kata Nana yang setelahnya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah meninggalkan Sagara.
***********