Jasmine yang di jual oleh Ibu Tiri nya kepada Madam Grace sang Mucikari, berusaha melarikan diri, dia tidak menyangka hidupnya menjadi luar biasa saat dia berhasil pergi dan menjadi pengemis di jalanan.
Namun, satu bulan berlalu Jasmine sudah tidak tahan lagi hidup dalam pelariannya, di kejar-kejar dan di buru, ia selalu di rundung ketakutan akan tertangkap oleh Madam Grace dan Van Elrond, saat berada di hutan Jasmine menemukan jalan rahasia yang menuju suatu tempat dan ternyata jalan itu membawanya ke sebuah mansion mewah bak kastil besar seperti Istana.
Jasmine menyelinap masuk ke dalam kamar lalu ia mandi dengan di penuhi busa yang sangat banyak, melihat pakaian indah dan mewah Jasmine pun memakai nya dan pada saat yang bersamaan kepala pelayan masuk.
Jasmine terkejut, ia takut dirinya akan di penjara karena menyusup masuk ke dalam mansion.
Namun, kepala pelayan itu justru memanggilnya "Nyonya" dan menundukkan kepala.
Apa yang sebenarnya terjadi di dalam mansion itu? Kenapa Jasmine mendadak menjadi Nyonya di mansion mewah yang sangat besar tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 30
Saat Aland masuk ke dalam kamarnya, ia sudah melihat Jasmine tidur dengan posisi miring dan memakai sedikit selimut hingga bagian pinggangnya.
Aland pun melepaskan bajunya dan naik ke atas tempat tidur, Aland terbiasa tidur tanpa memakai baju dan hanya memakai celana pendek.
Perlahan ia menarik selimut dan mematikan lampunya.
“Aku ingin bertanya sesuatu…” Kata Jasmine kemudian masih dengan posisi membelakangi Aland.
“Mm.” Jawab Aland yang sudah memejamkan kedua matanya.
“Apa yang sudah ayahku lakukan hingga kau mengatakan bahwa ayahku penyebab orang tua mu meninggal.” Tanya Jasmine membuka matanya dan memakai kedua tangannya untuk alas bantal kepalanya, dan tubuhnya masih miring membelakangi Aland.
Begitu pun Aland, pria itu yang sudah memejamkan matanya kemudian membuka kedua matanya, sembari menatap langit-langit kamar, kedua tangannya berada di bawah kepalanya sebagai bantalan.
Sejenak Aland terdiam namun kemudian ia mengingat kembali kejadian yang masih terekam sangat jelas di memori otaknya.
“Malam itu hujan turun sangat lebat, dan para tenaga medis saling mengusahakan agar ibuku bisa hidup, aku berdiri di depan ruangan operasi ibuku dengan penuh ketakutan dan kecemasan, berharap semuanya akan baik-baik saja, semua orang sibuk dengan apa yang mereka kerjakan, sedangkan Barnett terus menemaniku dan menguatkanku, sudah lama ibuku sakit, dan sudah tidak bisa di sembuhkan, karena ibuku memiliki penyakit hati stadium akhir.”
“Setelah berusaha beberapa tahun mencari hati yang cocok untuk ibuku, akhirnya kami menemukan satu, ada salah seorang yang meninggal dan menyerahkan semua organnya untuk amal, dan sudah di konfirmasi bahwa hati itu akan di transplantasikan untuk ibuku. Semua prosedur pemeriksaan sudah di jalankan, dan semua dokter sepakat bahwa hati itu cocok dengan kondisi ibuku.”
“Saat operasi pun tiba, tubuh ibuku sudah di bedah. Namun ternyata dokter yang di tugaskan membawa hati yang akan di transplantasikan untuk ibuku tidak kunjung datang, ayahku mengutus semua pengawal untuk melacak, akhirnya kami semua tahu bahwa sang dokter lain telah membawa hati itu kabur ke rumah sakit lain.”
“Ayahku terluka dan sedih, dia marah dan murka, dia pikir tidak akan ada hal semacam itu sehingga tidak ada pengawalan khusus pada hati yang akan di transplantasikan pada ibuku, dia pun mengutus semua pengawal untuk mencari tahu siapa dalangnya, ternyata dokter yang membawa hati tersebut adalah suruhan Gaston, dan akan di transplantasikan pada ibumu, yang ternyata memiliki sakit yang sama dengan ibuku, namun nyatanya hati itu ternyata tidak cocok untuk ibumu, sang dokter yang membawa hati itu lari hanya mengira-ngira dengan rekam medis ibumu dan juga hati yang di transplantasikan dan terjadilah komplikasi pada ibumu, saat itu ayahku membawa seluruh pengawalnya untuk mengambil kembali hati yang di curi ayahmu, namun ibuku sudah tidak bisa menunggu lagi dan meninggal di ranjang operasi.”
“Ibu mu pun meninggal tak lama setelah ibuku meninggal, setelah pemakaman, ayahku ku pun memerintahkan semua pengawal dan semua anggota mafia untuk meruntuhkan semua bisnis ayahmu. Namun, dendam ayahku belum reda, karena ia melihat ayahmu masih bisa tertawa dengan anaknya bahkan saat ayahmu terbaring sakit, itu semua membuat ayahku marah, kenapa ayahmu masih bisa tersenyum, beberapa tahun berlalu, setelah sepeninggalan ibuku, ayahku di diagnosa kanker otak, dan selama hidupnya ia selalu menyalahkn dirinya sendiri kenapa dia tidak benar-benar menjaga hati yang seharusnya untuk ibuku padahal dia punya banyak pengawal di sampingnya.”
Tak terasa air mata Jasmine menetes dan ia melihat ke arah Aland, pria itu memang tidak menangis namun, tanpa banyak bercerita, ada gurat kesepian dan kesedihan di wajah Aland.
Jasmine tak mampu mengatakan apapun, entah Aland bercerita benar atau tidak nyatanya Jasmine tetap merasa sakit di dadanya.
Jasmine ingat ayahnya adalah sosok yang sabar dan penuh tanggung jawab, tidak pernah marah dan selalu tersenyum menuruti semua keinginan Jasmine semasa kecil, bahkan saat ayahnya sakit dan di perlakukan buruk oleh Ursula pun ayahnya hanya tersenyum tidak menyumpahi apapun pada Ursula.
“Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi, jika dengan membalas dendam, kau akan merasa lega dan tenang, maka aku akan menggantikan ayahku.” Kata Jasmine.
Aland pun kemudian bangkit dan duduk di tepi ranjang.
“Tapi… Kau sudah memiliki sertifikat pelacurr milik Elrond, jadi Elrond juga berhak atas dirimu.” Kata Aland melihat ke arah Jasmine dengan tatapan sinis.
“Mak… Maksudnya apa? Sertifikat pelacurr?”
“Saat ini status kebangsawanan harus dinyatakan melalui berkas, dan para pelacur juga akan di perjelas melalui berkas begitupun seorang budak, jika seseorang sudah memiliki status pelacurr, selamanya dia akan menjadi budak seks si pemilik. Meski pun kau istriku, tapi kau tetap pelacurr milik Elrond.”
Jasmine sontak duduk dan membuang selimutnya, dengan raut wajah gelisah dan takut.
Jasmine seperti di ambang jurang yang tinggi dan lava yang panas. Jika dia memilih jalan satu nya dia akan jatuh dan merasakan kesakitan luar biasa, jika dia memilih jalan satunya lagi kematian juga menunggunya dengan membakar tubuhnya.
“Apakah Elrond akan membawaku…” Tanya Jasmine khawatir dan cemas.
Aland membuang napas nya, dan berdiri.
“Sepertinya malam ini kau tidur sendiri.” Kata Aland beranjak pergi dari kamar.
“Tunggu…!” Jasmine pun turun dari ranjang dan berlari menahan tangan Aland yang sedang memakai mantel.
“Aku tidak mau Elrond membawaku. Terserah kau akan menjadikan aku pembantu di sini, ataukah budak, ataukah kau akan menyiksa tubuhku di sini aku bersedia, aku sudah terbiasa makan makanan busuk, di sekap, di kurung, di pukuli hingga tubuhku mau mati, aku sudah terbiasa semua hal itu, jika kau akan menyiksaku silahkan. Tapi aku tidak ingin menjadi pelacurr Elrond. Aku tidak mau!!! Lebih baik aku mati, dan aku bersedia mati di tanganmu, agar dendam mu terbalaskan dan kau merasa lega, kau boleh membunuhku sekarang juga!!” Jasmine menarik tangan Aland agar Aland mencekik lehernya.
Saat itu telapak besar Aland sudah memegangi leher Jasmine yang kecil, dan kedua tangan Jasmine mengarahkannya serta memegang tangan Aland yang besar.
“Kau benar-benar… Tidak memiliki rasa takut padaku…” Kata Aland sedikit menekan leher Jasmine.
Namun, bukan tekanan yang kuat, justru Jasmine merasakan hal yang berbeda dengan cengkraman telapak tangan Aland yang besar di lehernya.
“Aku lebih baik mati daripada menjadi pelacurr…” Kata Jasmine.
Aland di buat terkejut lagi dengan prinsip kuat gadis di hadapannya, anak dari seorang Gaston yang sangat ia benci, justru selalu membuatnya takjub karena gadis di hadapannya memiliki pikiran dan prinsip kuat.
Perlahan telapak besar Aland turun dan mencengkram bahu kecil Jasmine dengan lembut.
“Obati saja lebam nya… Salepnya ada di laci. Setelah kau sehat dan lebam nya hilang, aku akan segera membunuhmu.” Kata Aland melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Jasmine sendirian di kamar utama.
Bersambung\~
Moey kamu jangan senang dulu yaa... cz sebentar lagi hidupmu akan hancur di tangan Aland.
jasmine sampek g bisa berkata2
yuk cinta kalian merekah yok