Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPG : Bab 32
Syakira dan Alaric tengah duduk di depan rumah sakit, nampak Alaric tengah memakan roti yang dibelikan oleh Syakira. Wanita itu menatap dengan penuh rasa bahagia, namun tatapan mata Syakira menatap sosok wanita paruh baya yang berjalan mendekat ke arah mereka.
Citra tersenyum senang, ia mencari-cari keberadaan Alaric selama beberapa hari dan akhirnya ia bisa menemukan anak itu di rumah sakit.
"Permisi, ini ibunya Alaric?" Tanya Citra dengan senyuman di wajahnya.
Syakira terkejut melihat wanita paruh baya dengan tampilan elegan menghampiri nya dan juga menyapa nya. "Iya." jawab Syakira.
Alaric yang melihat Citra pun langsung tersenyum dan menyapa, Alaric juga menjelaskan kepada Syakira jika wanita paruh baya itu adalah wanita yang Alaric tolong.
"Bagaimana jika kita mengobrol di tempat lain." Ajak Citra kepada Syakira.
Kini Syakira dan Alaric berada di sebuah cafe, mereka duduk berhadapan dengan Citra yang nampak meminum teh hangat miliknya.
"Perkenalkan nama saya Citra Puspitasari Baskoro." Jawab Citra dengan senyuman di wajahnya.
Entah kenapa nama itu terasa tak asing untuk Syakira, namun Syakira terlalu memikirkan hal tersebut. "Saya Syakira." Jawab Syakira.
"Jadi begini Nona Syakira, saya ingin memberikan tawaran kepada anda." Ucap Citra dengan senyuman hangat, ia sesekali melihat Alaric yang tengah asik dengan kue coklat yang di pesankan oleh Citra.
"Tawaran apa yah, Bu?" Tanya Syakira penasaran.
"Perusahaan saya sedang meluncurkan busana anak-anak, dan sedang mencari seorang model yang cocok. Jadi saya ingin memberikan tawaran kepada Alaric untuk menjadi model busana di perusahaan saya." Jelas Citra dengan senyuman di wajahnya.
Syakira sedikit terkejut saat mendengar jika putranya mendapatkan tawaran menjadi seorang model, "Tapi Alaric tidak memiliki pengalaman apapun dalam hal seperti itu." Jawab Syakira.
Citra tersenyum saat mendengar jawaban Syakira, "Tidak apa-apa, lagi pula semuanya juga butuh belajar. Jadi bagaimana?" Tanya Citra.
Syakira terdiam dan berpikir, melihat Syakira yang nampak ragu Citra kembali meyakinkan. "Jangan takut, saya yang akan bertanggung jawab dengan Alaric dan pastinya Alaric juga mendapatkan bayaran yang sesuai." Ucap Citra dengan senyuman di wajahnya.
Syakira melirik ke arah Alaric, Alaric yang sedang makan kue pun langsung berhenti. Ia mendengarkan setiap obrolan antara Syakira dan Citra, terutama saat mendengar bayaran yang sesuai.
"Nyonya, berapa bayarannya?" Tanya Alaric dengan raut wajah penasaran.
Mendengar pertanyaan Alaric membuat Citra tertawa kecil, anak kecil seperti Alaric sudah mengerti tentang uang. "Bayarannya cukup tinggi, mungkin sekali satu kali pemotretan bisa menyampaikan jutaan." Jelas Citra.
Alaric lalu melirik ke arah Syakira, "Alaric mau." Jawab Alaric seraya masih menatap ke arah Syakira.
Syakira terkejut saat mendengar hal itu, "Alaric.. Kamu tahu enggak pemotretan itu apa?" Tanya Syakira seraya menatap anaknya.
"Tahu kok Ma, cuman bergaya aja di depan kamera." Jelas Alaric.
Ucapan Alaric memang tidak salah, namun entah kenapa Syakira merasa bingung menerima tawaran ini. "Jadi bagaimana Nona Syakira, Alaric saja mau? Masa ibunya tidak mengizinkan, bisa saja Alaric menjadi seorang model papan atas." Jelas Citra dengan senyuman di wajahnya.
Alaric yang melihat ibunya hanya diam langsung memegang tangan Syakira seraya memohon, Alaric bahkan mengatakan jika dia ingin membantu biaya pengobatan Mak Endah.
Syakira lalu menghela nafas, "Sebenarnya bukan saya tidak mengizinkan, tapi saya tidak ada waktu untuk menemani Alaric saat dia melakukan pemotretan." Jawab Syakira karena Syakira harus berjualan dan harus menengok Mak Endah setiap hari.
Citra tersenyum saat mendengar hal itu, "Tenang saja, biar saya yang mengurus Alaric. Saya yang akan menjemput Alaric setiap ada pemotretan." Jelas Citra.
Syakira lalu menghela nafas panjang, ia menyetujui tawaran yang di berikan Citra untuk Alaric.
"Nanti kita bertemu lagi untuk tanda tangan kontrak." Jawab Citra dengan senyuman di wajahnya.
Setelah perbincangan itu, Citra langsung pamit pertama. Sementara Alaric dan Syakira berjalan pulang ke rumah.
"Mama sebentar lagi aku akan jadi artis." Ucap Alaric dengan senyuman senang, ia mendengar ucapan Citra yang mengatakan jika Alaric bisa menjadi seorang artis hebat.
Syakira hanya bisa tersenyum senang saat melihat putranya antusias seperti itu, meski sebenarnya Syakira merasa tak nyaman karena harus membuat putranya bekerja di usia yang sangat muda
.
.
.
Adrian tengah duduk dengan wajah yang kesal, tapi perhatiannya langsung teralihkan saat pintu ruangannya di buka oleh seseorang. Matanya menyipit saat melihat Citra datang ke perusahaan nya dengan wajah yang ceria.
"Adrian, Mama punya kabar bahagia buat kamu." Ucap Citra dengan penuh antusias, Adrian menyipitkan matanya saat melihat kedatangan Citra dengan senyuman bahagia seperti itu.
"Ada apa lagi Bu? Jika ini tentang pernikahan, aku sudah bilang. Aku belum ingin menikah." Jawab Adrian dengan nada bosan.
Citra yang mendengar jawaban dari putranya menatap kesal, "Kau ini, Mama belum juga bicara kau sudah asal menebak." Jawab Citra dengan nada ketus.
"Lantas, tentang apa?" Tanya Adrian.
Citra menjelaskan jika ia mengetahui permasalahan yang tengah di hadapi oleh Adrian, dan Citra sudah menemukan sosok anak yang cocok untuk menjadi model pakaian anak terbaru milik Adrian.
Namun Adrian langsung menggelengkan kepalanya, sudah banyak anak dari kelas atas yang ia tolak karena tidak sesuai dengan keinginan Adrian. Dan ia tidak bisa menerima seorang anak yang di rekomendasikan oleh Citra begitu saja, Citra langsung menjelaskan jika anak yang ia rekomendasi adalah anak yang sempurna dan pastinya Adrian tidak akan kecewa.
"Aku harus melihat anak itu dulu, jika tidak sesuai dengan selera ku. Maka aku tidak akan memakai nya." Jawab Adrian dengan tegas.
Citra menghela nafas, "Iya, nanti Mama akan bawa anak itu ke depan mu. Kau pasti tidak akan kecewa dengan pilihan Mama."
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian