Dini Wijaya Kusuma seorang gadis yang tidak pernah di anggap oleh keluarganya sendiri.
Dini selalu di abaykan oleh seluruh keluarganya.
Namun Dini selalu berusaha untuk mendekati keluarganya walaupun itu hanya sia - sia.
Dini selalu mencari perhatian kepada seluruh keluarganya namun balasan dari keluarganya hanya mengacuhkannya dan memarahinya, dini selalu di anggap gadis yang nakal, karena mereka merasa terganggu dengan dini.
Namun, Dini yang selalu berusaha untuk mendekati mereka namun hasilnya hanya di abaykan dan di acuhkan, dia tidak pernah di anggap oleh mereka.
Dan akhirnya dini memilih menyerah.
Dini bertekad akan mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Dan dia akan menjauhi orang - orang yang selalu mengacuhkannya, termasuk keluarga kandungnya.
saat Dini mulai menjauhi, mereka baru menyadari kesalahan mereka dan menyesalinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dini Wijaya Kusuma
...Halooo semuanya......
...ini adalah novel pertama ku, jadi mohon maaf bila banyak salah dalam pembuatan novel...
...dan beri masukan di kolom komentar....
...terima kasih dan selamat membaca.........
...****************...
Dini Wijaya Kusuma adalah seorang anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan keluarga kandungnya.
Dini selalu mencari perhatian kepada kakak dan orang tuanya tapi dia selalu di abaikan dan tidak di pedulikan.
Dini selalu menempeli dan mencari perhatian kepada kakaknya untuk mendapatkan kasih sayang dari mereka, Dini selalu membuat masalah agar dia di perhatikan namun itu hanya membuatnya di anggap menjadi anak yang nakal.....
Dini yang selalu di asingkan di keluarganya dan tidak di anggap, membuat dirinya hanya di anggap sebagai adik bi Imah oleh para tetangga di sekitar rumah Dini, dan di sekolah pun Dini hanya diam anggap sebagai anak miskin karena Dini tidak pernah memperlihatkan kemewahan, dan Dini Tidak pernah di antar sekolah pakai mobil.
"bi apa Dini ini sebenarnya bukan anak papah mamah ya, ko papa mama gak pernah dateng buat ambil raport Dini?" tanya Dini
"mungkin Papah Mamah nona lagi sibuk jadi gak bisa datang, buat bawa raport non"
"tapi Mamah sama Papah bisa datang ke sekolah bang Rian sama ka Caca waktu ambil raport ko aku gak" ucap Dini sambil menunduk sedih.
"sabar non, mungkin waktunya kurang pas, kan sekolah non sama tuan Rian dan non Caca beda ya"
Dini pun hanya tertunduk sedih dan tak menjawab penjelasan bi Imah.
Dini dan bi Imah pergi dari sekolah karna pembagian raport sudah selesai.
Saat Dini berada di depan rumah Dini melihat ada beberapa mobil di dalam rumah sepertinya keluarga besar mereka sudah datang.
Dini dan bi Imah pun masuk ke dalam rumah dan Dini melihat semua keluarganya ada di sana sedang tertawa dan bahagia tanpa dirinya.
Dini ingin pergi ke kamarnya namun dia berhenti kembali karna Erlangga menyindirnya langsung di hadapan Dini.
"Siapa tuh yang masuk? si caper ya!!" sindir Erlangga
"Lo baru pulang, udah jam berapa nih, ko baru pulang pasti ngejal*ng dulu ya lu." balas sindir Bimo Sambil tertawa.
Bimo dan Erlangga adalah sepupu Dini dari ibu.
"Aku tadi bantu bi Imah ke pasar dulu" ucap Dini
"Pantesan bau amis, pergi mandi sana, ganggu kita tau" Tante Lia.
"Kalian kenapa sih ganggu Dini terus, jangan di dengerin dek kamu mandi aja, nanti setalah mandi turun ke bawah kita makan bareng ya" ucap Caca kepada Dini.
"Kenapa kamu ngajak dia sih" ucap Tante Lia.
"Jangan lupa ya Tante Dini itu adik kandung aku dan anak mamah juga, kakak Tante!"
balas Caca sedikit emosi.
Tante Lia hanya terdiam mendengar ucapan Caca.
"Makasih ya Kak, aku ke kamar dulu"
"Sama - sama adek"
Walaupun semua orang tidak suka kepadanya, tapi berbeda dengan Caca Kakak kedua Dini yang selalu perhatian kepadanya, namun karena imunnya yang lemah, membuat Caca tidak bisa sering keluar dari kamarnya, dia hanya keluar saat sekolah saja.
Dini langsung pergi ke kamarnya.
Setelah Dini sampai kamar Dini, Dini langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanya yang sudah lengket dengan keringat.
Dini keluar dari kamar mandi dan memakai baju tidur, Dini duduk di atas ranjangnya Dini terdiam, dia masih terbayang dengan ucapan sepupu dan tantenya yang membuat hatinya terluka.
Dini terdiam, di dalam hatinya dia mempertanyakan apa kesalahannya sampai mereka memperlakukan Dini seperti itu, apa sebenarnya dia adalah anak angkat apa anak buangan.
Sampai dia di perlukan buruk oleh keluarganya sendiri seperti ini.
Walaupun Dini mempunyai orang tua kaya raya, tapi Dini tidak di berikan Fasilitas seperti kakak - kakaknya fasilitas mewah.
Setiap hari Dini akan berangkat ke sekolah menggunakan bus atau ojek. di rumah pun Dini hanya di berikan kamar yang berukuran kecil berbeda dengan kakak nya, mereka di berikan kamar yang luas dan mewah, mereka juga di beri Fasilitas seperti mobil dan kartu ATM untuk memudahkan mereka berbelanja, sedangkan Dini hanya di berikan uang bulanan yang di berikan oleh ibunya langsung kepada nya.
"Apa aku harus berhenti untuk mencari perhatian kepada mereka ya? mereka sama sekali tidak pernah menganggap ku ada, mereka selalu menyalahkan ku dan selalu mengabaikan ku" monolog Dini.
Dini menangis dengan memeluk dirinya sendiri, Sampai dia tidur terlelap.
Dua Minggu berlalu, setelah libur panjang selesai dan semester baru di mulai.
Seperti biasa Dini akan bangun jam 5 pagi karna dia harus siap - siap pergi ke sekolah, karna bus yang dia naik ki akan tiba di halte bus jam 6 pagi, membuat dirinya harus bangun lebih pagi dari orang rumah.
Dini pun pergi ke kamar mandi sepuluh menit kemudian Dini selesai mandi, Dini langsung memakai baju dan membereskan bukunya ke dalam tasnya.
Dini pun keluar dari kamar dan langsung pergi ke dapur untuk sarapan, bi Imah sudah ada di dapur, karna dia tau jika Dini akan berangkat ke sekolah lebih pagi jadi dia harus menyiapkan sarapan untuk Dini terlebih dulu.
"Selamat pagi bi" ucap Dini
"Selamat pagi nona" jawab bi Imah
"Bi bibi masak apa?" tanya Dini
"Bibi masak ayam goreng kesukaan nona, sekarang non duduk bibi akan menyiapkan sarapan dulu" jawab bi Imah
"Baik bi" ucap Dini
Setelah bi Imah menyiapkan makanan di meja makan Dini pun langsung memakan sarapannya.
Setelah Dini selesai makan Dini, berjalan ke kamar mamah dan papanya untuk meminta uang bulanan nya.
Uang Dini sudah menipis jadi dia mau tak mau harus meminta uang kepada mamahnya.
...tokk.... tokk.... tokk.......
"iya sebentar" ucap Mamah Fitri, sambil membuka pintu.
"ada apa Dini?" tanya Mamah Fitri
"mah aku mau minta uang, aku mau beli buku, buku ku sudah harus di ganti"
"oh sebentar" balas mamah Fitri
Mamah Fitri langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil uang, Mamah Fitri mengambil beberapa uang untuk Dini.
"ini uangnya" sambil memberikan uang kepada Dini
"ko segini mah kan uang bulanan aku 1,5 juta ko cuma di kasih sejuta mah?" tanya Dini heran.
"iya Mamah potong uang jajan kamu karna kak Caca pengen tas jadi mama potong jatah bulanan kamu" jawab mamah Fitri
"ko yang di potong dari jatah bulanan aku sih mah, kan aku mau beli buku, terus aku juga harus punya ongkos naik bus buat sebulan" balas Dini
"kamu tuh seharunya hemat - hemat uangnya jadi bisa cukup 1 juta untuk satu bulan" balas kesal mamah Fitri
Dini hanya menarik nafas panjang, karena dia tidak akan menang melawan mamahnya, walupun bukan dia yang salah tapi tetap Dini yang akan selalu di pojokan dan di salahkan seperti sekarang.
"kalo gitu Dini berangkat dulu mah"
"iya hati - hati"
Dini pun berangkat ke sekolah naik bus jam 6 pagi, dia puluh menit kemudian Dini sampai di sekolah karna hari itu hari Senin jadi lumayan macet.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Baca Ya Novel Pertama Teman Ku 🥰🥰
mungkin jasadnya rindu dianiaa Imam dan Fitri
kurasa lebih baik Dini tetap melupakan masa lalunya
kupikir diserang penjahat
wah bisa ketemu Gio itu
bisa dia setega itu pd Dini???
ketahuan???