NovelToon NovelToon
Pesona Mama Mertua Muda 2 : Isvara & Javas

Pesona Mama Mertua Muda 2 : Isvara & Javas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / CEO / Cinta setelah menikah / Beda Usia / Romansa
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Donacute

Sekuel off 'Pesona Mama Mertua Muda'

Wajib baca season satu duluan ya ≧∇

"Duniaku ikut mati tanpamu."

Kehidupan Javas hancur saat wanita yang paling dicintainya meninggal. Ia mencoba melarikan diri, menyingkir dari tempat yang menenggelamkan banyak jejak kenangan tentang wanita itu.

Namun, ia tak bertahan lama, Isvara selalu tinggal di kepalanya, sehingga pria itu memutuskan kembali.

Hanya saja, apa jadinya jika Isvara yang mereka pikir telah meninggal—justru masih hidup? Bisakah Javas menggapai dan melanjutkan hidupnya bersama wanita itu lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Donacute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 | Dion Dan Yara

"Pak berapa ya harga satu porsi satenya?" tanya Dion pada penjual sate itu.

"15 ribu saja harganya, Mas," jawab penjual itu dengan sumringah, ia senang setelah jualan beberapa jam baru sekarang ada yang beli.

Dion dan Yara saling pandang, mereka berdua sangat terkejut mendengar harga satu porsi satenya sangat murah. Karena sate yang biasa mereka beli di Jakarta harganya berkali lipat lebih mahal dari sate ini, tetapi keduanya tidak ingin berekspektasi tinggi pada satenya.

"Adanya sate ayam aja atau gimana, Pak?" tanya Yara.

"Sate ayam sama sate kambing, kalau yang kambing harganya beda tapi."

"Memang berapa, Pak?"

"Harganya yang sate kambing 20 ribu, Mbak. Tapi ada dagingnya kok, bukan cuma lemak saja," jelasnya dengan tersenyum manis.

"Yaudah deh pak, sate kambingnya 2 porsi, sate ayamnya 2 porsi, nasinya 3 porsi minumnya es teh aja 2 porsi. Ada 'kan, Pak?" tanya Dion. Penjual sate itu dengan semangat menjawab. "Ada, Mas."

"Makan di sini ya, Pak."

"Siap, Mas, Mbak. Ditunggu ya, saya pastikan nggak akan lama." Dengan telat penjual sate itu membuatkan pesanan Dion.

Dion mengajak pacarnya untuk duduk di kursi kosong sambil menunggu pesannya selesai dibuat, Yara yang sedang kebingungan memilih menurut saja.

"Kamu kenapa yang? Enggak suka sate?" tanya Dion penasaran saat melihat wajah kekasihnya kebingungan. "Apa kamu nggak suka makan makanan yang dijual di pinggir jalan gini?"

"Aku nggak papa, cuma bingung aja. Kenapa kamu ngajak aku makan di sini? Bukan karena aku nggak biasa makan di pinggir jalan, kalau aku nggak biasa makan dipinggir jalan aku udah bilang dong dari awal. Enggak baru bilang sekarang, tapi aku mikirnya kita ini ditungguin banyak orang. Kenapa makan di sini, nggak dibungkus aja biar bisa makan bareng-bareng?"

"Aku laper, yang. Kalau harus nunggu makan di rumah kelamaan, mereka yang di rumah biarin aja lah. Toh nanti mereka tetap kita bawain makanan dan bisa makan."

"Yaudah deh kalau gitu," ujar Yara yang memilih mengalah juga, dirinya juga sudah sangat lapar soalnya. Ternyata penjual sate itu kerjanya sangat cepat, bahkan pesanan pasangan kekasih itu sudah tersaji semua.

Dion yang tidak sabar langsung mencicipinya, ia benar-benar tidak menyangka bisa makan sate yang sangat enak di desa dengan harga yang sangat murah meriah.

"Enak banget, yang satenya," puji Dion.

"Kamu benar yang, nggak nyesel kita makan di sini." Karena satenya sangat enak, Dion langsung memuji penjual satenya. Jelas penjual satenya sangat bahagia mendapat pujian dari Dion yang bisa dia tebak adalah orang kota.

"Pak sate bapak masih berapa porsi ya?"

"Masih banyak, Mas. Tadi yang beli baru Mas sama Mbaknya aja."

"Tolong bapak bakar 'kan semua satenya Pak, saya borong semua sama nasi dan lontongnya sekalian."

"Esnya sekalian, yang," ujar Yara mengingatkan.

Penjual sate itu masih sangat terkejut dengan ucapan Dion. "Ini beneran Masnya mau borong sate saya?"

"Iya, bener, Pak. Di rumah lagi banyak orang, tapi nggak ada makanan jadi saya borong saja sate Bapak. Apalagi sate Bapak enak sekali, saya suka."

Penjual itu sangat berterima kasih pada Dion dan Yara, karena mereka sudah mau memborong dagangannya. Karena mereka berdua penjual itu bisa pulang tanpa membawa dagangannya, karena sudah diborong.

"Kamu yakin mau borong semua, yang? Apa nggak bakal kebanyakan? Kan cuma ada delapan orang sama kita berdua?" tanya Yara dengan berbisik, karena ia tidak yakin delapan orang bisa menghabiskan sate berporsi-porsi. Apalagi kata penjualnya baru laku 4 porsi yang tadi dia pesan diawal.

"Yakin dong, sayang. Nggak papa kalau lebih, nanti sisanya buat besok sama dibagiin ke tetangga Kinan," jawab Dion santai. Jika sudah seperti itu, Yara hanya bisa pasrah dengan keputusan kekasihnya. Karena untuk masalah uang, jelas Yara tidak akan khawatir. Uang Dion 'kan banyak.

Sebenarnya niat awal Dion hanya beli beberapa porsi saja, tetapi setelah merasakan satenya sangat enak. Dion langsung ingin memborong semua satenya, karena ia juga tidak yakin akan banyak yang beli satenya di tempat yang sepi seperti ini. Dibandingkan penjual itu harus pulang dengan membawa banyak sate yang tidak terjual, Dion tentu merasa sangat tidak tega.

Mereka berdua asyik memakan sate dengan nasinya, tidak perlu waktu lama mereka sudah selesai makan. Mereka tinggal menunggu pesanan Dion yang masih disiapkan, karena banyak jadi agak lama.

Sambil menunggu, Yara memutuskan untuk mengajak ngobrol kekasihnya. "Yang, kamu udah kenal berapa lama sama Om Javas?"

"Kenapa kamu tiba-tiba tanya soal Om Javas? Kamu suka ya sama Om Javas?" tanya dengan nada menggoda.

"Enak aja, siapa juga yang suka sama Om-Om. Lagian aku cuma nanya kali, ini juga karena ada hubungannya sama Kinan— sahabat kamu, yang," balas Yara yang tidak terima dituduh oleh kekasihnya, padahal Dion juga hanya sedang ingin bercanda dengan sang kekasih.

"Aku kenal sama Om Javas hampir tiga tahun deh kayaknya, hampir ya belum pas," jawab Dion akhirnya.

"Kalau menurut kamu Om Javas itu orangnya gimana, yang? Apa bakal pantas jika Om Javas sama Kinan, sedangkan umur mereka beda jauh? Apa kamu akan biarin Om Javas sama Kinan? Kamu 'kan sayang banget sama Kinan dan sahabat kamu yang lain, pasti kamu mau yang terbaik buat sahabat kamu 'kan?"

Dion menghela napas sebelum menjawab pertanyaan sang kekasih. "Om Javas baik kok orangnya, kalau masalah Om Javas sama Kinan menurutku pantas aja. Jaman sekarang umur beda jauh nggak terlalu masalah, asal keduanya saling menerima dan saling cinta. Kalau mereka memang berjodoh, aku bisa apa sayang. Aku memang ingin sahabat-sahabat aku mendapatkan pasangan yang terbaik, Om Javas aku rasa terbaik kok untuk Kinan. "

"Oh gitu ya, yang. Aku juga cuma mau yang terbaik buat Kinan, walau aku baru beberapa bulan dekat sama Kinan dan sahabat kamu yang lain. Aku juga sayang kok sama mereka," kata Yara dengan tulus, terlihat kejujuran di matanya.

"Aku percaya kamu sayang sama sahabat-sahabat aku, seperti aku sayang sama mereka. Makasih ya, kamu mau menerimaku yang punya tiga sahabat perempuan. Aku tau nggak mudah bagi kamu yang. Tapi kamu bisa dan aku bangga sekali sama kamu." Yara yang membalasnya dengan senyuman.

Pesanan Dion sudah jadi semua, pria itu langsung membayarnya totalnya ternyata tidak sampai 2 juta padahal banyak sekali yang Dion beli. Namun, pria itu juga memilih untuk melebihkan uangnya saat sedang membayar.

"Makasih ya, Mas, Mbak. Kalian sudah borong jualan saya, kalian juga kasih saya uang yang lebih. Saya bersyukur sekali bisa punya pelanggan seperti kalian berdua, semoga kalian berdua rezekinya selalu banyak ya, Mbak, Mas," ujar penjual sate itu dengan tulus.

"Sama-sama Pak, do'ain juga hubungan saya dan pacar saya langgeng ya bahkan bisa sampai ke pelaminan," balas Dion dengan tersenyum.

"Pasti saya do'akan, apalagi kalian berdua sama-sama orang yang baik. Jadi kalian saya do'akan bisa berjodoh dunia akhirat ya."

1
anikbunda lala
syukurin sakit
anikbunda lala
dengerin tuh ....buka telinga ...sombong banget jadi orang
anikbunda lala
wadhuh thor ...javas gimana dong
Donacute: Javas baik kok paling cemburu buta
total 1 replies
anikbunda lala
jangan ada pecabinor ya thor
Donacute: ada ada aja pecabinor dong
total 1 replies
anikbunda lala
sombong banget ...gak beda sama inesha kalo seperti ini kamu va
Donacute: wkwkwk emberan
total 1 replies
tina
lanjut
tina
lanjut kak
tina
next
tina
lanjut
tina
lanjut kak
tina
lanjut
tina
lanjut kak
Ƙҽƚυα♥︎᥊іᥱ﷽𝐀⃝🥀🍒⃞⃟🦅
lupa rating ⭐⭐⭐⭐⭐
tina
lanjut
bundha novita
mungkinkah om javas dan Kalila dulunya MBA mkanya javas benci banget sama kalila
Donacute: hehehe bisa jadi
total 1 replies
tina
lanjut
tina
lanjut kak
instagram @ynov.u
jangan lupa mampir dan vote balik ke novelku yaa. semangat kak /Angry/
tina
lanjut kak
tina
lanjut
Donacute: ditunggu ya kak nanti double update kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!