pernikahan yang harus di rahasiakan karena umur mereka yang belum cukup, dan masih duduk di bangku pelajar, harus menikah karena kesalah pahaman.
Bagai mana kelanjutannya yukkk... baca biar ngak penasaran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Istirahat lah sayang, kamu pasti capek, dari subuh kita di jalan" ucap Rido membawa sang istri ke arah kasur.
"Ntar dulu kak, Ica mau mandi dulu, sudah gerah, tadi ngak mandi dari rumah?!" cengir Aisyah.
"Ya sudah mandi sana, kaka mau ambil minuman dan snack dulu buat kita" ujar Rido sambil mengelus kepala sang istri.
Aisyah masuk ke dalam kamar mandi, sementara itu Rido keluar menuju dapur, untuk mengambil minum dan snack.
Belum sampai di dapur, namun langkah Rido terhenti, karena mendengar percakapan orang di dapur sana.
"Pokoknya kamu harus bisa menggoda Rido itu, walau dia sudah punya istri, yang penting kamu harus bisa menjadi istrinya" oceh perempuan tua itu.
"Ibu tenang aja, aku akan melakukannya, lagian laki laki mana sih, yang tidak tertarik dengan Ayu?!" sombong gadis itu.
"Iya ibu percaya sama kamu, lagian ngapain coba bawa perempuan ke sini, padahal ibu sudah susah payah mendekatkan kamu sama anak sialan itu!!" gerutu sang ibu.
"Cantik mana sih bu, perempuan itu sama aku?" tanya Ayu.
"Cantikan kamu lah, kemana mana" oceh sang ibu memuji sang anak, yang dandanan menor itu.
"Lagian ya, kok ibu getol banget sih, buat aku nikah sama dia, emang ada apa sih?" tanya Ayu penasaran.
"Ibu dari dulu ngak suka sama ibunya, ibunya itu dulu teman ibu, tapi hidupnya selalu beruntung, apa yang dia inginkan dapat, dia bisa kuliah di kota, menikah sama orang kota, namun ibu apa, hidup miskin ngak bisa kemana mana, hanya bisa jadi babu kayak gini"
"Walau sudah meninggal tapi hartanya masih saja banyak, ibu kesal sama dia, makanya ibu mau kamu menikah sama anak sialan itu, agar kita bisa mengambil alih harta mereka" kekeh sang Ibu.
Sementara itu Rido mendengarkan obrolan mereka, sambil merekamnya, beruntung tadi dia belum sempat menarok benda itu di dalam kamar, jadi dia bisa merekam pembicaraan ibu dan anak itu.
Setelah selesai merekam Rido lansung berbalik, menuju kamarnya, dia tidak jadi mengambil Air minum.
"Loh, katanya mau ambil minum, kok ngak jadi?" tanya Aisyah yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
"Tadinya iya, sebelum kaka mendapatkan ini" ucap Rido dan memberikan hpnya kepada sang istri.
Aisyah yang penasaran lansung mengambil hp itu dan membuka apa yang di perlihatkan sama sang suami.
"Pakai hanset sayang, biar ngak kedengaran sampai luar" ucap Rido memberikan hanset kepada Aisyah.
Aisyah mendengarkan semua isi percakapan yang di rekam oleh Rido tersebut, dan dia sampai bergidik ngeri, ternyata Rido memelihara ular di rumahnya.
"Trus abang mau melakukan apa?" tanya Aisyah.
"Kita lihat dulu, rencana apa yang akan mereka buat, biarin aja kaka pengen tau kelakuan ibu dan anak itu, kita undur beberapa hari ke kota xx ya, kita lihat kelakuan mereka, setelah itu kita depak mereka dari rumah ini, ngak sudi kaka, ada ular di rumah ini" oceh Rido kesal.
"Ya udah, sekarang kita kita istirahat, kumpulin tenaga dulu untuk menghadapi dua wanita ular itu?!" ucap Aisyah menenangkan sang suami yang sedang kesal itu.
"Iya kita istirahat dulu, tapi Kaka pengen ini" ucap Rido memegang dua gundukan kenyal di tubuh sang istri.
Muka Aisyah lansung memerah, melihat kelakuan sang suami, namun tak bisa di pungkiri, dia juga menginginkan itu.
Akhirnya terjadilah sesuatu yang panas di siang hari itu, sampai mereka tertidur karena kecapean, namun mulut Rido tidak lepas dari pu**ng susu sang istri.
Bersambung...