NovelToon NovelToon
Tetangga Sebelahku Pemuas Gairahku

Tetangga Sebelahku Pemuas Gairahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Pelakor
Popularitas:325.1k
Nilai: 5
Nama Author: PRINCE_R

Issabel adalah wanita yang tidak pernah merasakan cinta, tetapi dia tidak single. Malah dia sudah menikah dengan seorang pria konglomerat bernama Jonathan selama tiga tahun. Dan selama itu juga Jonathan tidak ingin disentuh karena memilih untuk berhubungan dengan kekasihnya. Makanya Issabel kerap memuaskan dirinya sendiri.

Hingga seorang pria menjadi tetangga sebelahnya. Pria yang baru saja pulang dari Australia itu bernama Dominic. Hal itu menarik perhatian Issabel. Dan kebetulan Dominic adalah sahabat Jonathan. Pertemuan demi pertemuan akhirnya membuat mereka berdua semakin dekat.

Apakah ini waktunya Issabel membalaskan dendam dengan Jonathan?
Walaupun konsekuensinya bahkan bisa lebih buruk.
Tapi mungkin ini juga saatnya Issabel tidak lagi memuaskan dirinya sendiri, tapi bersama tetangga sebelahnya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PRINCE_R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32: DIKALAHKAN

BARU saja Issabel ingin melangkah menuju kamar, tiba-tiba pintu apartemen dibuka kembali. "Sudah puas sekarang?"

Issabel menengok, mendapati Laura sudah berdiri di belakangnya.

"Kak Laura?" Issabel melotot terkejut.

Laura melipat tangannya ke dada. "Surprise! You are really bad. Tidak tahu diri. Setelah kau memfitnah saya pagi tadi, dengan santainya kau meminta uang pada adikku? That's great, your acting is really good!" ucap Laura mengejek.

Issabel tidak peduli. Dia malah tersenyum lebar. "Thank you. Itu hanya sebuah kesalahpahaman, aku hanya menebak bahwa kamu yang mendorongku di tangga itu. Dan, tidak ada salahnya seorang istri meminta uang kepada suaminya. Yang salah itu, seorang kakak yang masih bergantung sama adiknya," jelas Issabel dengan nada sinis. Kemudian berjalan meninggalkan Laura.

"Kurang ajar! Jadi istri pelampiasan saja sudah sombong. Just wait, kau akan tau derajatmu yang sebenarnya," gumam Laura dengan wajah penuh amarah.

Sementara itu, Issabel yang sudah sampai di kamar tersenyum puas. Dia langsung melompat ke ranjang. Berbalik menatap langit-langit kamar dan membayangkan apa yang akan dilakukan nenek lampir tersebut.

Issabel sengaja memancing amarah Laura agar kakak iparnya yang menyusahkan itu melakukan kejahatan. Dengan begitu, Issabel tidak akan repot lagi mengusirnya.

Tepat jam dua belas, Issabel keluar dari kamar untuk mengambil makanan yang telah disiapkan oleh Dominic. Dia tidak ingin ada staf lagi yang jadi korban perbuatannya.

"Syukurlah, Nyonya sudah keluar," kata salah satu staf yang sudah berdiri di depan pintu kamar. Mereka membawa nampan dengan tumpukan buah dan sayur di atasnya. Tidak lupa juga bubur ayam yang pastinya sudah diberi obat penyubur.

"Taruh saja di dalam. Aku akan memakannya di kamar," pinta Issabel. Kedua staf tersebut menurut.

Issabel langsung menyuruh mereka keluar dan menutup pintu tanpa berkata apa-apa lagi. Setelah itu dia mengambil buku dari rak dan membaca sebuah novel tentang seorang gadis yang dipaksa menikah dengan CEO angkuh.

"Bisa-bisanya yah gadis polos seperti dia harus disuruh menikah dengan CEO tidak tahu diri," gerutu Issabel sambil mengunyah anggur kuat-kuat. "Ihhh, kenapa gadis ini tidak lari saja dari pernikahannya sih? Bikin emosi aja!"

Issabel langsung meletakkan novel itu ke atas ranjang dengan kesal. Kemudian berjalan cepat menuju pintu kamar untuk keluar mengambil minum. Namun, dia tidak menyadari ada genangan minyak di depan pintu kamarnya.

Laura yang bersembunyi di balik tembok dapur tersenyum melihat genangan minyak yang sengaja ditumpah di sana. Lama-kelamaan senyum Laura semakin melebar ketika sedikit lagi adik iparnya itu menginjak genangan minyak tersebut.

BRAAKKKKKK!

"Ahhhhhhhh!" Teriakan Issabel seketika menggema di apartemen itu.

"Mampus," batin Laura dengan wajah yang begitu bahagia.

...****************...

Dominic menjauhkan wajahnya dan terkekeh melihat ekspresi Issabel yang sangat tegang. "Dilihat dari reaksi wajahmu ... sepertinya memang benar begitu," kata Dominic. Walaupun nadanya tak seseram tadi, Issabel malah ingin kembali menutupi dirinya dengan selimut. Namun Dominic mencegahnya.

"Sayang, Kamu tau kan kalau saya itu sangat mencintaimu? Jadi saya tetap tidak akan memaafkan Kak Laura yang sudah membuatmu terjatuh. Walaupun sebenarnya kamu juga salah sayang," lanjut Dominic sambil mencium punggung tangan Issabel yang dipegangnya. "Saya sangat mencintaimu sayang."

Hal itu membuat Issabel terdiam. Masih mencerna semua yang baru saja terjadi di hadapannya. Jadi apakah rencana pengusiran Laura berhasil?

"Ni-Nic...."

"Saya tidak peduli sayang. Mau kamu memanfaatkan saya sekalipun atau kamu tidak memiliki perasaan apapun dengan saya. Tidak apa-apa sayang. Cinta itu perlu waktu."

Issabel mengecup bibir Dominic. "Aku tau Nic. Tapi entah kenapa aku belum bisa menghilangkan seseorang itu dari dalam hatiku. Maaf, kalau aku mungkin tidak akan benar-benar cinta—"

"Sssttttt," Dominic menutup mulut Issabel dengan telunjuknya lalu melanjutkan, "apa pernikahan ini membuatmu bersalah?" tanya Dominic dengan mata berkaca-kaca.

Issabel yang memandangnya menjadi ibah. Tatapan Dominic begitu menusuk hati.

"Jadi kamu ingin berpisah dengan saya?" tanya Dominic kembali membuat Issabel membelalak dan buru-buru menggeleng.

Tidak. Issabel tidak ingin berpisah sebelum berhasil memeras harta pria tidak tahu diri tersebut. Dan, menemukan titik terang dari kasus mantan suaminya, Jonathan.

"Nic, bukan begitu. Aku hanya stres karena kamu terus saja menghujamiku banyak perintah. Harus makan ini lah, tidak boleh keluarlah, pake baju ini lah. Semua serba kamu yang atur. Aku jadi merasa terkekang menikah dengan kamu. Harus ini, harus itu. Aku ini istrimu, bukan pembantu," jelas Issabel berusaha meyakinkan Dominic.

Dominic malah menggelengkan kepala. "Kamu salah sayang. Setelah saya menikah denganmu. Maka saya punya seluruh kendali atas dirimu. Saya tidak mengekangmu, tapi perintah dan aturan saya buat untuk kebaikan dirimu sayang. Itu saja." Issabel tak bisa berkata apa-apa. "Sekarang kamu bukanlah istri sahabat saya, tapi kamu sudah setuju menjadi istri saya. Kamu harus menerima itu sayang. Ingat! Meski kamu salah, tapi saya akan rela memperjuangkan kebenaran untukmu."

Issabel mengernyit. Jadi maksudnya Issabel lah yang salah dalam permasalahan Laura? Issabel benar-benar tidak terima. Padahal Laura sendiri yang mulai mencari masalah. Wanita tersebut hanya memutar matanya malas.

"Sayang, sekarang jawab saya. Apa kamu mau menerima pernikahan kita? Mencintai saya dan akan selamanya hidup dengan saya?" Pertanyaan tersebut terdengar menjebak menurut Issabel, hingga membuatnya terdiam.

"Sayang jawab!" Dominic mendesak Issabel. Membuat istrinya itu gelagapan. "Baiklah kalau begitu." Baru saja Dominic ingin beranjak dari ranjang, Issabel langsung mencegahnya dan mencium bibir suaminya itu dengan penuh gairah.

Setelah itu, Issabel tersenyum. "Iya Nic. Aku janji akan menerimamu."

"Saya juga janji akan terus bersamamu," balas Dominic dengan senyum misterius. "Sekarang, ayo kita temui Kak Laura." Dominic lalu menarik tangan Issabel ke ruang tengah.

Di sana Laura yang sedang menonton tv terkejut dengan kedatangan Dominic dan Issabel yang tiba-tiba berada di hadapannya.

"Ada apa? Kenapa kalian menatap saya seperti itu?" tanya Laura belum mengerti dengan keadaan yang sebenarnya.

"Sebelumnya saya minta maaf kak, tapi besok Kak Laura harus pergi dari apartemen ini," kata Dominic berusaha untuk tidak terlalu kasar dengan kakaknya itu. Namun raut wajah Laura membuktikan dia merasa sangat tersakiti.

"Hello Dominic! Apa alasanmu ingin mengusir saya? Dasar tidak sopan."

"Jangan berbicara siapa yang sopan dan tidak dengan saya Kak. Karena jelas itu tidak mencerminkan kakak," kata Dominic dingin sembari menunjuk CCTV yang terletak di sudut ruangan.

Laura terkejut melihat banyaknya kamera CCTV yang terpasang di seluruh sudut apartemen. Dia sangat menyesal karena bertindak sebelum memastikan hal tersebut.

Laura langsung mengambil tangan Dominic dan memohon. "Dominic, tolong maafkan kakak. Please! I am sorry about that." Wajah Laura sangat memelas, namun tidak sedikitpun membuat Dominic luluh.

"Kakak baru sadar? Hah!"

Laura sudah tidak bisa apa-apa. Dia hanya menunduk dan mengepalkan tangannya begitu rapat. "Ini semua karena dia! Istri yang kamu bangga-banggakan itu yang terus memancing emosi saya. Dia tidak suka kalau saya berada di sini Dominic." Laura tidak mau kalah. Wanita yang sudah muak itu menggila, menunjuk Issabel seakan-akan ingin memojokkannya.

Tidak bisa. Dominic sudah lebih dulu menyuruh Issabel berada di belakangnya. Dia akan melindungi istri kesayangannya itu, tidak akan peduli dengan apapun alasan yang dilontarkan sang kakak. Sementara itu, Issabel tersenyum bahagia di belakang.

"Sayang, apa betul kamu tidak menyukai Kak Laura berada di apartemen ini?"

Issabel sempat ragu untuk menjawab, tapi karena mengingat perkataan Dominic yang akan memperjuangkan kebenaran untuknya. Dia langsung yakin. "Iya Nic. Aku sangat tidak menyukai Kak Laura," jawab Issabel lantang dan disambut dengan anggukan kepala Dominic.

"SEKARANG LIHAT, SIAPA YANG SALAH KAK!"

Laura nyaris menampar pipi Issabel, jika Dominic tidak secepat mungkin menepis tangan kakaknya itu.

"Hentikan Kak. Sebaiknya kakak pergi bereskan barang-barang kakak dan pergi dari sini besok," perintah Dominic dengan tegas.

"Awas saja kamu..." gumam Laura lalu melangkah menuju kamar. Pasrah.

...****************...

Besok paginya, Issabel bangun dengan penuh semangat. Ya! Ini pasti ada kaitannya dengan Laura yang akan pindah hari ini.

"Nic? Yuk bangun," panggil Issabel dengan lembut sembari mengelus ubun-ubun suaminya itu. Entah kenapa sejak kejadian kemarin, ada sebuah rasa yang tak bisa dijelaskan hadir dalam hatinya. Apakah sekarang Issabel sudah jatuh cinta kembali dengan pria itu? Mungkin saja.

Dominic perlahan membuka matanya. Dia tersenyum saat melihat wajah Issabel yang bersinar sangat cantik sepagi ini. "Pagi sayang," sapa Dominic membuat senyum Issabel semakin lebar.

"Selamat pagi juga, Nic," balas Issabel dengan manja. Dominic merasa gemas hingga langsung mendekap tubuh istrinya itu. Issabel dengan cepat membalas pelukan Dominic.

Hal itu seketika membuat Dominic mengernyit, tapi setelah dipikir-pikir dia mengerti dengan perubahan sikap Issabel. Pria brewok itu tersenyum misterius kembali. Entah apa yang disembunyikannya.

Tiba-tiba ponsel Dominic berbunyi. "Mami?" gumamnya setelah melihat layar ponsel. Lalu memencet tanda hijau.

"Halo Mi, ada apa?" tanya Dominic menjawab panggilan.

"Siapa yang menyuruh Laura meninggalkan apartemenmu?"

"Tidak ada Mi. Saya sendiri yang menyuruhnya pergi."

"Tapi kenapa? Pasti karena istrimu yang kurang ajar itu kan? Dasar tidak tahu diri, sudah mami bilang—"

"Ini tidak ada hubungannya dengan istri saya Mi. Mami tidak tau apa-apa tentangnya. Saya tega menyuruh Kak Laura pergi dari apartemen saya karena sudah mencelakai Issabel. Ingat yah Mi, saya paling tidak suka dengan orang yang menjelek-jelekkan atau sampai menyakiti istri saya."

Dominic langsung memutuskan panggilan. Dia muak mendengar orang-orang yang terus menghakimi Issabel. Pokoknya keputusan untuk mengusir Laura sudah bulat. Tidak ada yang bisa menghalanginya.

...BERSAMBUNG...

1
Yan Diningrat
sebenar ny mw ny dominic ap sikh ya. ko ke ad dua sifat gitu ya
Imas Maela
ketahuan
Imas Maela
sama" selingkuh
Imas Maela
seru
Imas Maela
lanjut
Imas Maela
mampir
Rini Haryati
lanjut
Yernanita Tanjung
omg,astga !!!!
kenapa gk updet2 ni novel ????😧😑
PRINCE_R: Novel ini Hiatus. Belum tau kapan bisa update. Sambil nunggu, silahkan baca karya saya yang satunya yah
total 1 replies
Hasni Pasaribu
lanjut ceritanya yg menarik sx
deris1989 deris
lnjut
Hasni Pasaribu
lanjut ceritanya
mrs YoYaman
ni cerita sbenernya mngrah kmana sih.konsepnya ap?
mrs YoYaman
hatiku sakit karna authornya g kasih ksmptan utk pmran utamanya.ksian atu thor.jgn bilng ini novel psikopt ih
Lilinana
ini lebih ke obsesi
mrs YoYaman
istri thor
mrs YoYaman
ag terganggu dg pengguna'an kata SAYA oleh dominic thor.di cerita ini kn posisi dominic sahabat.feelnya g dpt klo sahabat ngucapn utk diri sendiri saya
irmsyunita
kenapa sih kok jadi nya dominic jahat banget
irmsyunita
apa jangan2 dominic sama selena sekongkol buat bunuh jonathan ya
deris1989 deris
thor pinter bisa2 nya bkin pembaca jadi bingung..si dominik tuh penjhat apa bukan😁
maharastra
masih salpok sm dominic keluarga😎😎😎👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!