NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Di Balik Bayangan

Ruang penelitian pribadi Riser di kedalaman kastel Phenex jauh dari kesan mewah seperti aula utama. Ruangan ini adalah sebuah laboratorium yang memadukan keajaiban sihir kuno dengan teknologi sistem yang mutakhir. Dindingnya terbuat dari batu obsidian yang mampu meredam radiasi energi apa pun, sementara di tengah ruangan, sebuah meja kerja logam melayang dengan pendaran cahaya biru pucat.

Riser duduk di kursi kulitnya, matanya menatap tajam ke arah Excalibur Rapidly yang kini tergeletak di atas meja isolasi. Fragmen pedang suci itu terus berdenyut, memancarkan cahaya keemasan yang seolah-olah memberontak terhadap atmosfir penuh energi iblis di ruangan tersebut.

"Yui, mulai proses dekonstruksi data. Aku ingin tahu apa yang membuat logam ini begitu istimewa hingga bisa melukai iblis kelas atas hanya dengan sentuhan," perintah Riser dalam hati.

[ Inisialisasi Pemindaian Partikel. ]

[ Subjek: Fragmen Excalibur (Tipe: Rapidly). ]

[ Status: Aktif/Bermusuhan. ]

[ Kemajuan: 15%... 32%... ]

Riser menyandarkan punggungnya, memperhatikan bagaimana sinar laser biru dari sistem mulai membedah struktur molekul pedang tersebut. Di sampingnya, Yubelluna berdiri dengan sikap siaga, sementara Ayaka mengamati dari jarak aman. Ayaka tampak sangat penasaran; di dunianya, senjata memiliki jiwa, namun dia belum pernah melihat senjata yang memiliki kebencian murni terhadap satu ras tertentu seperti pedang ini.

"Tuanku," Yubelluna membuka suara, "apakah bijak menyimpan benda ini di sini? Jika pihak Gereja atau Malaikat Jatuh memiliki cara untuk melacak frekuensi energi suci ini, mereka bisa menemukan koordinat kastel kita."

"Biarkan mereka datang," jawab Riser dengan nada dingin yang stabil. "Penyegel ruang yang dipasang sistem sudah cukup untuk mengaburkan sinyalnya. Lagipula, pedang ini bukan hanya sekadar senjata. Ini adalah kunci. Kokabiel menginginkan penyatuan kembali fragmen-fragmen ini untuk menciptakan anomali energi yang mampu meruntuhkan gerbang antar dimensi."

Ayaka melangkah sedikit lebih dekat, matanya tertuju pada struktur cahaya yang terpantul di layar sistem. "Di tempat asal saya, pedang adalah cerminan dari hati pemakainya. Tapi pedang ini... dia tidak memiliki hati. Dia hanya memiliki instruksi untuk menghancurkan apa pun yang tidak memiliki cahaya yang sama dengannya."

"Itu karena pedang ini adalah ciptaan dari kehendak yang kaku, Ayaka," Riser menjelaskan tanpa menoleh. "Tuhan di dunia ini meninggalkan instruksi yang sangat spesifik pada logam ini. Tapi bagi sistemku, instruksi hanyalah barisan kode yang bisa diretas."

[ Pemindaian Selesai. ]

[ Hasil Analisis: ]

* Material: Paduan Logam Surgawi & Kompresi Iman.

* Inti Kekuatan: Frekuensi Getaran Tinggi (Pemicu Kecepatan).

* Kelemahan Terdeteksi: Ketidakstabilan saat bersentuhan dengan energi Phoenix yang terkompresi.

Riser menyeringai. Dia berdiri dan berjalan mendekati meja isolasi. Dia mengulurkan tangannya, membiarkan api biru-gelap menyelimuti telapak tangannya sebelum menyentuh bilah Excalibur. Suara mendesis yang tajam memenuhi ruangan, dan bau logam terbakar mulai tercium.

"Jika aku bisa memasukkan energi Phoenix ke dalam struktur ini, aku tidak perlu menghancurkannya seperti yang diinginkan Kiba Yuuto," gumam Riser. "Aku bisa mengubahnya menjadi senjata yang bisa digunakan oleh iblis... atau olehmu, Ayaka."

Ayaka tersentak. "Untuk saya? Tapi... energi saya adalah es murni. Apakah tidak akan terjadi penolakan?"

"Esmu adalah media yang sempurna untuk menstabilkan panas Phoenix di dalam logam suci ini," Riser menatap Ayaka dengan pandangan yang penuh perhitungan. "Bayangkan pedang yang memiliki kecepatan Excalibur, kekuatan regenerasi Phoenix, dan kedinginan absolut dari teknik Kamizato-mu. Itulah yang akan membuat kita tak tertandingi dalam perang yang akan datang."

[ Sinkronisasi Jiwa: 89%. ]

[ Opsi Pengembangan: Penciptaan Senjata Hibrida (Proyek: Frost-Phoenix Blade). ]

[ Persyaratan: Satu fragmen Excalibur tambahan & Inti Energi Es Ayaka. ]

"Kita butuh satu fragmen lagi," ucap Riser. "Kokabiel memegang sisanya, dan satu lagi berada di tangan pengusir setan dari Vatikan yang baru saja tiba di kota ini. Xenovia Quarta dan Irina Shidou."

Riser mengepalkan tangannya, membuat api biru di sekitarnya meledak sesaat. "Yubelluna, siapkan mata-mata di sekitar Akademi Kuoh. Aku ingin tahu setiap langkah kedua gadis gereja itu. Jangan biarkan Rias Gremory mendekati mereka lebih dulu. Dan Ayaka, persiapkan dirimu. Proses integrasi senjata ini tidak akan mudah."

Ayaka membungkuk dalam, matanya kini berkilat dengan tekad baru. "Saya siap menerima beban apa pun yang Anda berikan, Tuan Riser."

Di kegelapan ruangan itu, rencana Riser semakin matang. Dia tidak hanya ingin menjadi yang terkuat; dia ingin mengubah hukum dasar dunia ini. Dengan fragmen Excalibur di tangannya, dia baru saja mulai merobek lembaran takdir yang ditulis oleh orang lain.

Hujan rintik mulai membasahi jalanan Kota Kuoh saat malam semakin larut. Di bawah lampu jalan yang berkedip, dua sosok berjubah putih dengan lambang salib di punggung mereka berjalan dengan langkah waspada. Xenovia Quarta dan Irina Shidou baru saja menyelesaikan patroli mereka di sekitar wilayah yang terasa tercemar oleh energi Malaikat Jatuh, namun langkah mereka terhenti saat merasakan sebuah kehadiran yang luar biasa dominan di depan mereka.

Di tengah persimpangan jalan yang sepi, Riser Phenex berdiri bersandar pada sebuah tiang lampu, tangannya masuk ke dalam saku celana. Di belakangnya, berdiri Ayaka yang mengenakan jubah biru panjang, serta Saeko yang tangan kanannya tetap berada di gagang katananya.

"Siapa di sana?! Iblis?!" Xenovia langsung mencabut pedang besar yang terbungkus kain dari punggungnya. Tekanan aura suci yang terpancar dari pedang itu—Excalibur Destruction—membuat udara di sekitarnya terasa berat bagi kaum iblis biasa.

"Tenanglah, Nona-nona Gereja," suara Riser terdengar santai, namun membawa gema kekuatan yang tidak bisa diabaikan. "Aku bukan bagian dari kerumunan iblis amatir yang kalian temui di kota ini. Namaku Riser Phenex, dan aku di sini untuk menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Rias Gremory."

Irina Shidou, yang memegang pedang fleksibel Excalibur Mimic, menyipitkan matanya. "Riser Phenex? Pewaris klan Phoenix? Apa yang kau inginkan dari kami? Kami sedang dalam misi suci untuk mengambil kembali fragmen yang dicuri!"

"Dan aku memilikinya," Riser menegakkan tubuhnya. Dia menjentikkan jarinya, dan sebuah proyeksi sihir kecil memperlihatkan Excalibur Rapidly yang terselimuti api biru miliknya. "Aku sudah mengambilnya dari tangan Freed Sellzen. Sementara kalian sibuk berkeliling tanpa arah, aku sudah menyelesaikan setengah dari tugas kalian."

Xenovia menggeram, auranya meledak sesaat. "Berikan pada kami! Benda itu adalah milik suci Vatikan!"

"Memberikannya begitu saja? Itu bukan cara seorang pebisnis bekerja," Riser melangkah maju perlahan. Ayaka dan Saeko mengikuti di belakangnya seperti bayangan yang tak terpisahkan. "Aku tahu Kokabiel sedang merencanakan sesuatu yang besar. Dia punya sisa fragmen lainnya. Jika kalian bergerak sendiri, kalian hanya akan mati sia-sia dan memberikan pedang itu padanya."

Ayaka maju satu langkah, auranya yang dingin namun murni membuat kedua gadis gereja itu tersentak. "Tuan Riser menawarkan perlindungan dan aliansi. Di duniaku, musuh dari musuhmu adalah rekanmu. Kokabiel adalah ancaman bagi kita semua."

[ Analisis Respons Target: ]

* Xenovia: Ragu/Waspada (70%).

* Irina: Terkejut (85%).

* Status: Diplomasi sedang berjalan.

"Apa jaminannya?" Xenovia bertanya, meskipun dia tidak menurunkan pedangnya. "Kau adalah Iblis. Bagaimana kami bisa memercayai makhluk yang secara alami bertentangan dengan cahaya kami?"

Riser tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan misteri. "Jaminannya adalah nyawa Kokabiel. Aku tidak butuh pedang suci ini untuk disembah. Aku membutuhkannya untuk dihancurkan atau diubah. Jika kalian bekerja denganku, aku akan memberikan akses ke penelitianku tentang bagaimana Kokabiel menyatukan pedang-pedang itu. Tanpa itu, kalian hanya akan buta saat menghadapinya."

"Rias Gremory pasti juga mengincar ini," bisik Irina pada Xenovia.

"Rias Gremory terlalu naif," potong Riser dengan tajam. "Dia akan mencoba bernegosiasi dengan protokol yang kaku. Aku menawarkan hasil nyata. Bergabunglah denganku malam ini di kastelku, atau teruslah berlari di bawah hujan sampai Malaikat Jatuh itu menemukan kalian lebih dulu."

Riser berbalik, memberi isyarat kepada timnya untuk pergi. "Keputusan ada di tangan kalian. Tapi ingat, jam terus berdetak, dan Kokabiel tidak akan menunggu kalian siap."

[ Sinkronisasi Jiwa: 90%. ]

[ Hubungan Variabel: Xenovia & Irina (Jalur Aliansi Terbuka). ]

[ Catatan Yui: Kamu benar-benar pandai memutarbalikkan situasi, Pemalas. Menjadikan musuh alami sebagai sekutu sementara adalah langkah yang sangat cerdas. Tapi hati-hati, pedang besar wanita berambut biru itu bisa membelahmu jika kau salah bicara. ]

Riser tidak menjawab Yui. Dia hanya berjalan pergi, tahu betul bahwa benih keraguan telah tertanam di hati kedua utusan gereja tersebut. Dengan Ayaka dan Saeko di sisinya, Riser merasa seolah papan catur dunia ini sudah mulai miring ke arahnya.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!