NovelToon NovelToon
Istri Nakal CEO Dingin

Istri Nakal CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.

Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.

"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.

"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.

Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GENGSI

Aroma parfum Damian yang maskulin dan dingin memenuhi ruangan, membuat Ziva merasa semakin terdesak meskipun ruang di dalam mobil ini sangat luas.

Di bangku penumpang, Damian duduk dengan tenang, menyandarkan punggungnya sambil menatap tablet di tangannya, seolah-olah Ziva hanyalah hembusan angin yang kebetulan lewat.

"Gimana kamu tahu aku di sana?" tanya Ziva ketus, memecah keheningan.

"Aku sengaja nggak kirim lokasi karena aku ingin tahu seberapa jauh kemampuan intelijen mu itu," ucap Ziva, melirik Damian sinis.

"Negara J adalah wilayahku, Ziva. Tidak ada yang sulit dicari jika aku benar-benar ingin menemukannya. Lagipula, pengawal keluargamu bekerja untuk menjagamu, bukan untuk membantu kamu bersembunyi dariku," jawab Damian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tablet nya.

"Sombong sekali Kau! Kamu pikir dengan uang dan kekuasaan, kamu bisa mengatur hidup orang lain? Aku punya privasi, tahu!" ucap Ziva mendengus, membuang muka ke arah jendela.

"Privasimu berakhir saat kamu setuju dengan pernikahan ini," jawab Damian datar. Suaranya tidak tinggi, tapi setiap katanya terasa seperti vonis yang mutlak.

"Aku setuju karena terpaksa, ya! Karena Mommy!" ralat Ziva cepat.

"Dan apa-apaan tadi di depan sahabat-sahabatku? Kamu masuk kayak mau jemput tahanan korupsi. Setidaknya bersikaplah seperti manusia normal, sapa mereka, atau senyum sedikit kek!"lanjut Ziva menoleh ke arah Damian, dengan mata berkilat marah

Mendengar itu, Damian akhirnya mematikan tabletnya, dia menoleh perlahan, menatap Ziva dengan tatapan yang sangat dalam hingga membuat Ziva refleks menahan napas.

"Aku datang untuk menjemputmu tepat waktu agar kita tidak terlambat. Itu adalah bentuk penghormatan tertinggi yang bisa kuberikan," ucap Damian tenang.

"Aku tidak dibayar untuk menebar senyum palsu pada orang yang tidak kukenal," lanjut Damian, tanpa rasa bersalah.

"Kamu itu benar-benar robot ya?" ucap Ziva menggelengkan kepala tak percaya.

"Apa kamu pernah merasa senang? Marah? Atau jatuh cinta?" tanya Ziva, cukup penasaran.

Damian terdiam sejenak. Pertanyaan terakhir Ziva seolah menabrak dinding pelindung yang selama ini dia bangun.

"Cinta adalah emosi yang tidak efisien, itu hanya mengaburkan logika dan mengganggu pengambilan keputusan," jawab Damian, dengan bahasa yang lebih mirip rapat direksi.

"Wow," gumam Ziva sinis.

"Kasihan sekali calon suamiku ini, hidupnya cuma isinya angka dan grafik saham. Kamu tahu nggak, Damian? Aku lebih baik menikah dengan patung manekin di butikku, setidaknya mereka nggak akan memerintah kan ku dengan suara sedingin es itu," ucap Ziva, tersenyum miring.

Damian sedikit menaikkan alisnya, dan ada kilatan aneh di matanya, seperti sedang merasa terhibur namun tetap tertahan.

"Sayangnya, manekin tidak bisa memberikanmu perlindungan hukum dan finansial yang sah minggu depan. Jadi, biasakan dirimu dengan suaraku ini," jawab Damian, tenang.

Mereka berdua itu adalah definisi pasangan yang serasi, yang satu memiliki sifat tenang, sementara yang satu nya lagi, gampang meledak-ledak.

Mobil melaju membelah kemacetan kota dengan mulus.

Ziva yang merasa kalah debat akhirnya memilih diam, dia mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat ke grup sahabatnya.

💌 Trio Cecan.

Sumpah, gue di dalam mobil sama kutub utara berjalan. Tolong jemput gue sekarang juga!

Setelah mengirim pesan pada grup sahabat nya, Ziva kembali menyimpan ponsel nya, lalu matanya tidak sengaja melihat buket bunga yang tergeletak di samping tempat duduk nya.

"Tidak ku sangka, ternyata selera mu boleh juga Tuan muda Alexander," ucap Ziva, mengambil buket bunga itu.

"Suka?" tanya Damian, tanpa menghiraukan ejekan Ziva.

"Hem, lumayan," jawab Ziva, mencium aroma bunga segar, dari bucket itu.

"Baguslah! Itu tadi aku tidak sengaja nemu di jalan, sayang kalau di buang," ucap Damian, gengsi untuk berkata jujur.

"APA!"

Teriak Ziva, langsung melempar buket bunga itu.

"Kua!"

Ucap Ziva menetap Damian dengan nafas memburu.

"Bisa-bisa nya kau memberikanku buket hasil nemu," ucap Ziva, geram.

"Apa salah nya, toh masih bagus, dan kamu tadi juga bilang, suka kan," jawab Damian, santai.

Riko yang sedang mengemudi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat sifat gengsi Tuan nya, yang berakhir membuat macan cantik itu mengamuk.

"Damian! Aku benar-benar ingin menjual mu ke tempat pegadaian!" teriak Ziva, geram dengan calon suaminya itu.

Diam-diam Damian menarik garis senyum tipis nya, entah lah dia merasa senang dan sangat puas setiap kali melihat Ziva marah.

"Menggemaskan," batin Damian, pura-pura fokus ke iPad nya.

CITT

Tiba-tiba, mobil mengerem sedikit mendadak karena ada kendaraan lain yang memotong jalan, membuat tubuh Ziva terdorong ke depan, namun sebelum kepalanya membentur sandaran kursi depan, sebuah tangan yang kokoh dan besar dengan cepat menahan bahunya.

"RIKO KAU MAU MATI YA!"

Teriak Damian marah.

"M-maaf Tuan, di depan ada yang memotong jalan," jawab Riko, gugup.

Sementara Ziva membeku, dia bisa merasakan panas dari telapak tangan Damian yang menembus kain blazernya, dan jantungnya tiba-tiba berdegup kencang, sebuah sensasi yang sangat asing.

Damian segera menarik tangannya kembali begitu mobil stabil.

"Pakai sabuk pengamanmu dengan benar," ucap Damian kembali ke mode dinginnya yang biasa.

Ziva berdehem canggung, buru-buru merapikan sabuk pengamannya.

"Terima kasih," gumam Ziva sangat pelan, hampir menyerupai bisikan.

"Hem"

Sepanjang sisa perjalanan menuju butik, Ziva tidak lagi banyak bicara, dia sibuk menenangkan detak jantungnya yang mendadak tidak beraturan, sementara Damian kembali fokus pada tabletnya, seolah kejadian tadi tidak berarti apa-apa baginya.

Setelah menempuh sekitar dua puluh lima menit perjalanan, mobil Damian berhenti di depan sebuah butik pengantin paling eksklusif di Negara J.

Riko segera turun dan membukakan pintu untuk Damian dan Ziva.

"Ayo"

Saat mereka berdua masuk, seorang desainer ternama dan beberapa asisten sudah menunggu dengan senyum ramah, namun terlihat sedikit gugup di hadapan Damian Alexander.

"Selamat datang, Tuan Alexander, Nona Ziva. Kami sudah menyiapkan beberapa koleksi gaun terbaik kami sesuai pesanan Nyonya Liora dan Nyonya Kimberly," ucap desainer itu dengan sopan.

"Langsung ke intinya," ucap Damian singkat.

"Aku tidak punya banyak waktu, Ziva, pilihlah gaunmu," perintah Damian, melirik Ziva, yang ada di samping nya.

"Huh!"

Ziva mendengus kesal dengan sifat kanebo pria itu, yang sialnya sebentar lagi akan menjadi suami nya.

"Pilih gaun? Apa bedanya? Toh, cuma kontrak bisnis," bisik Ziva sinis kepada Damian, namun pria itu hanya mengabaikannya.

Dengan kesal, Ziva melangkah ke area gaun pengantin, matanya yang tajam langsung menilai setiap detail.

Sebagai seorang desainer, dia tahu kualitas mana yang bagus dan mana yang tidak.

"Silakan, Nona, ini ada beberapa pilihan yang mungkin cocok dengan selera Anda," ucap asisten butik, menunjukkan deretan gaun yang digantung rapi.

1
axm
😄😄
Noey Aprilia
Ga sbr nunggu mreka ktmu.....
abang posesif vs clon suami kutub....🤣🤣🤣
Mommy Ayu
para singa penjaga keluarga Willson sangat kompak melindungi si kucing nakalnya Damian 🤣🤣🤣
Mommy Ayu
aku langsung ngebayangin Damian yang kaku seperti robot sedang memakan telur gulung 🤣🤣🤣🤣
Mommy Ayu
waaaa.... keren Damian... langsung tindakan tanpa banyak pertanyaan
zylla
Hayo loh, gimana nasib Damian 🤣
zylla
little monster 🤣🤣🤣🤣
Siti Nurjanah
daddy ziva tau ternyata soal vendor..
crazy up dpng thorrrrr
Maria Lina
kok cuman 2 thor kmrn 3 hadeh
Tiara Bella
abangnya ziva posesif semua....awas km Damian siap² km
Ilfa Yarni
waw asyik ya kluarga Wilson Ziva punya abang2 yg keren
Tiara Bella
lama² suka sm suka...lama² pd bucin.....
Tiara Bella
foto wallpaper nya berubah jd aku gk engeuh Thor.....
el 10001
namanya kadang berubah ubah ya thor
koreksi ya semangat
Husen
jd pengin punya Abang..
tia
lanjut thor
Lyvia
🤣🤣🤣🤣🤣 konyol n lucu ni ziva
Narti Narti
luar biasa
Haryati Atik Atik
lama" jg bucin ni dua org🤣🤣
Noey Aprilia
Ziva mau nyerah ga????
bru brbgi air mnum aja udh baper...
kbyang nnti kl udh nkah,trs tnggal srumah....atw sekamar pula.....🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!