NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benih Yang Pulang

Hari di mana cuma Tuhan yang tahu tanggalnya, tepat pukul 06.30 pagi seorang laki laki muda berwajah tampan menunggu di depan apartemen seperti biasa, rutinitas kecil yang dicatat oleh malaikat, mahasiswa muda menjemput Dosen Killer

Pagi masih dingin kota yang malas. Jalanan belum terlalu ramai oleh orang orang beraktivitas.. Ia bersandar di motor, menatap pagar yang sebentar lagi akan terbuka—ritual kecil sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi.

Dan akhirnya....doa terjawab, pintu pun terbuka, seorang perempuan berkulit putih keluar dengan tas sandang di bahunya. Rambutnya diikat rapi, seperti biasa tapi entah kenapa, pagi ini wajahnya terlihat berbeda, lebih pucat, lelah, seperti orang semalaman tidak tidur karena dikejar hutang.

"Pagi, Bu," kata Dewa, mencoba tersenyum.

"Pagi."Jawabannya pendek, lembut datar.

" Siap berangkat? "

Ia hanya diam naik motor tanpa suara dan Perjalanan mistis pun dimulai.

Biasanya Wajah lembut itu akan bercerita sedikit—tentang kelas yang gak berubah, mahasiswa aneh nilainya anjlok, atau sekadar komentar kecil tentang cuaca yang tidak bersahabat. Tapi pagi ini tidak ada apa-apa, tidak ada suara, tidak ada tawa Hanya suara mesin motor dan angin memotong jalan.

Dewa akhirnya tidak tahan. Di lampu merah, ia menoleh sedikit.

"Bu… kenapa?"

Ia tidak langsung menjawab menatap lurus ke depan. Lampu merah menyala terasa terlalu terang menyorot

" Mohon maaf Bu "Dewa tergagap melihat ekspresinya di balik kaca spion

Perempuan itu menghela napas pelan.

"Bukan apa-apa."

Jawaban yang terlalu cepat tapi bukan itu jawaban.

Dewa tidak memaksa. Tapi sejak itu dadanya terasa tidak enak, perasaannya menggantung.

Sampai mereka tiba di parkiran kampus.

Dian turun dari motor. Melepas helm. Rambutnya sedikit berantakan oleh angin. Ia merapikannya dengan tangan yang tampak sedikit gemetar.

"Dewa."

"Iya, Bu?"

"Nanti jam sepuluh… ke ruangan saya."

Dewa mengernyit."Ada apa, Bu?"

Ia terlihat ragu berkata pelan."Ada surat."

"Surat?"

"Iya."

Perempuan itu menatap ke arah gedung fakultas dengan sorot kosong."Surat dari… Bandung."

Dewa tidak perlu bertanya lagi.Bandung hanya berarti satu nama, Arif.

--

Pukul 08.00

Grup WA: "EKONOMI 23 – TANPA DOSEN"

Rina : Genting.

Budi: Genteng apaan

Rina : Genting, bodoh !

Budi : Apa lagi, Lo Rin? Ibu Dian bawa bekal pink lagi?

Rina: Bukan ! Ini lebih aneh lagi!

Joko: Cepet! Jangan bikin penasaran!

Rina : Gue liat wajah Bu Dian sedih

Budi : Buset, Lo apa apaan Rin selidiki ibu Dian?

Rina : Gue gak sengaja melihatnya masuk kelas Matematika pagi tadi.

Joko : Wajah bu Dian sedih ?Ada apa ya ? Bukankah dia robot " Grace Terminator?"

Rina : Jangan ngomong kasar begitu, Jo, apapun bentuknya dia itu dosen kita lho.

Budi: Iya. Dosen killer.

Rina : Terserah Lo deh, gue gak ingin ibu Dian napa - napa.

Roby : Gue setuju, kita mesti invest

Budi: Lo mau jadi detektif lagi?"

Roby : Bukan cuma riset."

Budi: Riset apaan?

Rani: Riset kesehatan mental dosen

Budi : Kenapa Lo yang jawab, Pe' ak . Lo cuma pengen gosip di kampus.

Rani: Gak deh, ini termasuk science"

Joko : Science gigi Lo,

Roby : Udah, jangan bertengkar, Lo semua pada kepo.

--

Tepat pukul 10 Dewa mengetuk pintu membukanya perlahan.

Perempuan itu duduk di belakang meja. Ruangan rapi seperti biasa. Tapi di depannya ada sesuatu yang langsung menarik perhatian

Sebuah amplop cokelat tertutup dan tidak dibuka lagi seolah benda itu terlalu berat untuk disentuh.

"Bu?"

"Duduk, Dewa."

Ia duduk di kursi depan meja.Suasana ruangan terasa aneh, sunyi bahkan suara AC terdengar seperti kereta api jadul habis batubara. Perempuan itu mengambil amplop menatapnya, lalu meletakkannya lagi.

"Ini… surat dari Arif."

Dada Dewa tiba tiba mengencang meledak kena rudal ,"Dia kirim surat Bu?" katanya pelan."Bukan WA atau telepon?"

Dian tersenyum kecil pahit."Katanya… surat lebih personal."Ia menunduk sebentar. " dia meminta maaf lagi."

Dewa tertunduk tidak bicara, tangannya mengepal di bawah meja tanpa ia sadari.

"Lebih panjang dan lebih… jujur," lanjut Dian.

Hening.

"Ibu sudah membacanya?"

Ia mengangkat wajah."Saya sudah baca."

Dewa menegang. "Kalau boleh tahu isinya apa, Bu?"

Dian menatap amplop itu lama sekali seakan kata-kata di dalam bergaung di kepalanya.

"Dia minta saya datang ke Bandung."

"Untuk apa, Bu?" Kerongkongan laki laki itu terasa pahit

"Ada sesuatu."

"Apa lagi ?"

"Dia nggak mau mengatakan katanya rahasia."

Jantung Dewa berhenti sesaat.

kenapa selalu kembali ke sana, bisiknya lamat."Bu…" suaranya serak."Selalu ada kata rahasia, Ibu pergi?"

Perempuan itu tidak menjawab menatap kearah jendela, melihat mahasiswa lalu-lalang seperti biasa, hidup berjalan normal hanya dia yang berhenti."Saya … nggak tahu, Dewa, saya bingung."

Dewa ingin mengatakan sesuatu bahwa jangan pergi, Arif tidak pantas setelah membuat luka, ia takut kehilangan, tapi tidak ada satu pun yang keluar dari mulutnya, justru kalimat sederhana, " Ibu boleh saya anter?"

Dian menatapnya lamat ada sesuatu yang hangat di matanya."Kamu mau?"

"Iya."

"Kalau ibu mengizinkan, saya takut terjadi napa napa seandainya ibu pergi sendiri."

Untuk beberapa detik, perempuan itu menatapnya haru, senyum penuh ketulusan."Makasih, Dewa."Ia menggeleng pelan."Belum sekarang, saya masih perlu waktu."

"Kalau Ibu butuh apa-apa… saya di sini."

Ia tidak menjawab tapi matanya melembut.

---

Pukul 12.00

Nasi goreng di depan Dewa masih utuh di kantin ketika Roby datang membawa teh botol."Bro, gue denger dari Rina, ada masalah ?"

Dewa menatapnya lemah, " Gak pa - pa."

"Banyak gaya Lo, "

" Gue..." Bibirnya bergetar

"Cerita aja ma gue."

Laki laki itu dengan berat mengatakan

tentang surat dari Pak Arif, kota Bandung yang akan dihadang, dan tentang sebuah rahasia..."

Roby mendengarkan sampai selesai bersandar di kursi, " Rahasia apa ? Ini jebakan"

"Apa?"

"Jebakan, bro."

Roby menunjuk meja dengan sumpit.

"Laki laki itu mau menarik ibu Dian."

"Tapi.."

"Lo takut bakal ketahuan?"

"Gue gak tahu..By, gue bener bener bingung."

Hening, tidak lama.

"'Gue hanya takut, Dew, pak Arif nyelidikin Lo dan cincin, Lalu memberi tahu kepada Ibu Dian."

Tubuh dewa menegang.

"Dia datang sebagai seorang pahlawan, dan Lo hanya seorang laki laki pembohong pecundang." Roby mengangkat bahunya."Game over."

Kata-kata itu menghantam seperti batu.

"Tapi gue....nggak bisa diem aja, By."

"Lo nggak harus diem."

"Lalu?"

"Tapi lo juga jangan panik."

Ia menepuk bahunya "Kadang… yang paling susah itu nunggu."

"Nunggu?"

"Nunggu Ibu Dian mutusin sendiri."

Dewa menatap nasi gorengnya, "Gue cemas ..."

"Takut apa Lo ?"

"Takut… Ibu -"

" Memilih Arif." Roby tersenyum kecil."Bro Lo sadar nggak sesuatu?"

"Apa?"

"Dia cerita ke lo."

"Dia nggak cerita ke siapa-siapa."

Roby mencondongkan badannya

"Dia tanya pendapat lo minta ditemenin lo."

Ia mengangkat alis."Itu artinya… lo penting buat dia."

Dewa tidak menjawab dadanya terasa sedikit lebih ringan.

"Tenang aja." Roby menyeruput teh botol," Asalkan Lo tahan telinga "

" Ya gue tahu."

" Saingan lo gak hanya Pak Arif, Pak Dekan, tapi teman teman kampus yang rese'"

"Maksud nya?"

"Lo tahu gak, siapa yang Lo dekati ? Dosen dingin yang umur nya sama dengan Mak Lo."

"By...please jangan katakan itu lagi " Wajah dewa memutih. Gue menghormati dan menyayanginya dengan tulus."

" Tulus pale Lo, mengapa sekarang Lo baru katakan ?awalnya Lo cuma mengambil cincin kampret itu, kan ?"

Dewa mengangguk kecil

" Nah sekarang mengapa berubah skenario Lo?"

Dewa menarik napas dalam," Gue gak tahu By, sumpah bener gak tahu mengapa tiba tiba hati gue condong kepadanya."

" Lo bukan cinta, tapi kasihan."

" Kasihan kenapa ?"

" kasihan akan nasibnya, kisah cintanya yang tragis."

" Enggak," Dewa menggeleng kuat. Gue bukan kasihan, gue memang ingin menyayangi nya."

"'Lo stress bangke, perbedaan usia Lo jauh"

" Biarin"

" Lo pacaran ma Tante Tante."

" Masa bodo"

" Dia sebenarnya gak suka ma Lo, Lo aja yang kege-eran."

" By...akan gue buktikan

Roby menepuk bahunya, " Buktikan, jangan banyak bacot.

---

Pukul 17.00

Dewa menunggu lagi seperti hari-hari sebelumnya di parkiran kampus. Langit sore mulai berubah warna—jingga tipis yang menggantung di antara gedung fakultas.

Mahasiswa satu per satu keluar dari dalam kelas. Dan perempuan itu muncul di tangga gedung.

Dewa langsung mengenalinya.

Langkahnya masih sama—tenang, rapi, sedikit terburu tapi tetap anggun dan tenang

"Sudah selesai, Bu?"

"Sudah," jawabnya mengambil helm yang dewa sodorkan. Jari mereka sempat bersentuhan sepersekian detik, dan keduanya pura-pura tidak menyadari. Motor pun melaju keluar dari parkiran.

--

Angin sore berhembus lebih hangat dari biasanya.Kota mulai ramai oleh orang-orang yang pulang kerja. Dian duduk di belakang, memegang sisi jok seperti biasa tidak terlalu dekat tapi juga tidak sejauh dulu.

Motor berhenti di lampu merah yang panjang.

"Dewa."

"Iya, Bu?" Ia tidak menoleh hanya mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Makasih… ya."

"Makasih apa?".

"Yang kemarin."

"Yang mana?"

"Kamu nawarin anter saya ke Bandung."

Dewa tersenyum kecil."Oh… itu."

"Iya." Ia menatap punggungnya, ada jeda beberapa detik. "Saya belum siap."

Dewa mengangguk pelan seolah sudah tahu jawabannya"Nggak apa-apa."

"Saya perlu berpikir."

"Ambil waktu sebanyak yang Ibu butuhkan, jangan terburu buru."ucapnya pelan, jantungnya berdegup seandainya pilihan itu jatuh ke arah yang salah.

Dian hanya diam, angin sore meniup rambut dan wajahnya yang lembut beberapa detik berlalu

"Dewa…"

"Iya?"

"Kamu orang baik."

Roman wajah Dewa berubah gugup, kulitnya memerah "Ah… biasa aja, Bu."

"Nggak." Suaranya lembut serius."Kamu beda."

Dewa tidak tahu harus menjawab apa.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Lampu lalu lintas berubah hijau. Motor kembali berjalan tidak ada lagi yang bicara.

Tapi perjalanan pulang terasa berbeda lebih sunyi dan hangat.

Di antara suara angin, deru kendaraan, dan cahaya senja—Ada sesuatu yang mulai tumbuh di antara mereka pelan dan hati-hati.

Seperti benih kecil yang menemukan tanahnya.

Dan tanpa mereka sadari—

Setiap hari, benih itu semakin sulit untuk diabaikan.

1
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
D_wiwied
nahkaan kumat lg kan di Dewa nya ngfreeze 🤣🤣
D_wiwied: jangan2 pengalaman pribadi ya thor 🤭😆✌
total 6 replies
D_wiwied
kenapa mlh jd insecure bu D, mana Dian yg galak yg tegar yg selalu percaya diri.. tunjukkan pesonamu bu D😆💪
D_wiwied: /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
total 4 replies
D_wiwied
sabar Wa sabaaar bu D ga kemana-mana🤭😆
D_wiwied
wah wah giliran bu D yg ngebet pengen dicium, tp ya ga di dkt ruang bedah mayat dong bu ntar kalo ada yg ikutan nimbrung gimana 😆😆🤣🤣🤭
Ddie: 🤣🤣🤣🤣..awas ya mba ...
total 3 replies
D_wiwied
woyy mulai berani ya kamu Wa,, sptnya krn sdh cerita sama bu D bikin perasaan dan hati kamu jd lbh plong ya Wa, jd lbh hidup n jd normal lg 🤭🤭
Ddie: 🤣🤣🤣...Dewa itu kadang baik dan sopan, terkadang acak adul, mba, tapi dia memang sayang dengan Bu Dian sepenuh hati😄
total 1 replies
D_wiwied
yaa cewek kan emang gitu Wa, awalnya aja jaim ntar kalo dah jadian keluar deh manjanya 🤭
Ddie: hehehe...mba wied benaran tuh, cewek emang susah ditebak...jinak jinak merpati 🤭
total 1 replies
sitanggang
udah bab 20 kok masalah cincin saja gak kelar2 yaa, gak lucu, parah 😂🤣😂🤣🤦🤦
Ddie: kalau di jelasin, ntar novel nya cepat tamat bang
total 1 replies
D_wiwied
jiaaaan.. malah lari 🤣🤣
tp lumayanlah buat ukuran seorang Dewa cukup kasih kecupan di kening dulu ya Wa 🤭😁
D_wiwied: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
waahhhh Dewaaaa malu2 in aja kamu 🤣😁
biasain dong 🤣🤣🤣
Ddie: hahaha...mba tu sirikan ama Sasha ...🤣
total 3 replies
D_wiwied
dan gayungpun bersambut, akhirnya ya kak Ddie... tengkyuu buat part ini 🥰🥰
D_wiwied: Dewa bikin gumushh 🤭🤭
total 5 replies
D_wiwied
akhirnya... terucap jg kata sayang itu
D_wiwied: suka gemes liat Dewa kek siput, lama slowly suwiiii
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!