NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sera Pergi

Selepas tiga hari dirawat di rumah sakit sekarang Sera sudah bisa pulang ke rumah Ashford, dia melangkahkan kaki memasuki rumah itu bersama dengan Bibi Yuni yang membantu menopangnya dengan telaten.

Hal pertama yang dia pikirkan ketika pertama kali memasuki rumah itu bukan beristirahat di kamarnya, namun melihat jejak Dominic di dalam rumah itu dan ternyata benar apa yang dipikirkan nya, Dominic masih tak ada di rumah.

Sera terhenti di ruang tengah rumah itu, lalu menatap Bibi Yuni, "Bibi, apa Tuan Dominic pulang beberapa hari ini? Dan bagaimana dengan Celesta?"

Bibi Yuni mengeleng lemah dan menundukkan kepalanya, "Tidak Nyonya, Tuan belum pulang juga. Ada yang mengatakan bahwa Tuan keluar negeri untuk mengurus sebuah bisnis, dan wanita itu tak pernah kerumah saat Nyonya di rumah sakit," jelas nya pada Sera.

Sera nampak menggangguk kepalanya tanda mengerti, 'Mungkin mereka sedang berlibur keluar negeri,' pikir Sera meskipun dia tidak ingin berspekulasi buruk tentang suaminya itu, 'Tapi, baguslah, setidaknya tidak akan ada mengganggu langkahku untuk kabur,'

Sera kambali menatap keara Bibi Yuni, "Bi, aku akan beristirahat dikamar, tolong jangan ganggu, siapkan saja makan untukku di meja makan," pinta Sera pada Bibi Yuni.

"Tapi, Nyonya, apakah Nyonya ingin diantar kekamar?" tanya Bibi Yuni.

"Tidak apa, Bi. Sera bisa pergi sendiri," jawab Sera kemudian meninggalkan Bibi Yuni yang masih terlihat khawatir sebab Nyonya nya itu baru pulang dari rumah sakit.

Beberapa langkah setelah menaiki tangga akhirnya sampai di kamar yang berada di ujung ruangan di lantai dua itu, dengan buru-buru masuk kedalam kamar itu dan menutup dengan cepat.

Dia bergerak cepat menuju lemarinya dan mengambil koper, lalu semua baju yang ada dilemari. Baju itu tak seberapa dan terlihat usang karena ketika di rumah Gunawan dia tidak pernah di berikan barang yang layak apa lagi dengan uang saku, hanya beberapa baju yang bagus dan sentuh saja di berikan Dominic untuk pesta yang tentu saja agar tidak mempermalukan CEO itu.

Selepas memasukkan semua barang kedalam koper kecuali pemberian Dominic yang tentu saja Sera tak tau harus di gunakan untuk apa baju itu tak ada yang casual, dan hanya terlihat gelamor khas untuk pesta-pesta di malam hari.

Sera kemudian mengambil kunci di atas nakasnya dan membuka laci yang ada di bawah, kemudian terlihat beberapa kartu yang berisi uang yang tentu saja hasil jerih payahnya, serta ada pula yang di berikan Dominic pada hari pernikahan mereka, Sera mengambil semuanya.

"Untung masih ada, kalau tidak ada ini bingung juga harus apa, uang yang diberikan Dominic tidak perlu ditinggal, anggap saja kompensasi,"ujar Sera menepuk-nepuk kartu itu ketelapak tangannya kemudian mengambil selempangnya dan memasukkan kartu-kartu itu kedalam nya.

Sera dengan cepat membersihkan kekacauan yang di buat sendiri, dia ingin membuat kamar itu kembali seperti kamar yang sama sebelum di datang kerumah Ashford.

Malam hari pun tiba, selepas menyantap makan malam Sera bersiap-siap untuk pergi sembari melihat situasi di lingkungan sekitar agar kepergiannya tidak di ketahui oleh Bibi Yuni dan orang-orang di ruamh itu.

Jujur saja dia tidak perduli dengan pekerja lain yang tidak terlalu perduli dengannya, yang mereka perdulikan bekerja dengan baik di rumah itu, selepas bekerja mereka akan sibuk dengan kehidupan mereka sendiri kecuali Bibi Yuni ysng menemani Tuan sejak lama.

Sera menarik nafas laga ketika sudah memasuki mobil yang dia pesan beberapa jam lalu, "Ke jalan Cempaka Permai, Pak," ujar Sera menjelaskan kembali walaupun dia sudah mengklik lokasi pada aplikasi taksi online itu.

"Baik bu, tapi kenapa malam sekali pulangnya? mana suaminya?" ujar Driver taksi itu menolah pada Sera di balik tempat kemudi.

"Oh, saya bekerja lembur di rumah itu, dan suami sedang bekerja, mungkin sudah menunggu saya di rumah," bohong Sera menghalau niat jahat yang mungkin saja terjadi.

"Gaji lumayan nggak Bu, kalau besar pas lah. Tapi, kalau kecil... Hem, jahat sekali bos ibu," ujar Driver taksi mendengus kasar, kemudian melajukan mobil menuju tempat yang di katakan Sera.

"Yah begitu lah," Sahut Sera tersenyum kecut, kemudian memalingkan wajahnya.

Sera tak tau tentang gaji pegawai di rumah itu, urusan rumah tangga tidak pernah dia yang mengurusnya. Semua itu di serahkan pada Bibi Yuni dan akan langsung di sampai pada Dominic lewat sekertarisnya. Dan hanya itulah yang Sera tau tentang penggajian pegawai di rumah Ashford.

Tidak berselang lama, mereka sampai di Cempaka Permai, yang terlihat berjejer beberapa apartemen kalangan menengah disana. Itu juga yang membuyarkan lamunan Sera, kini memandang kaku pada gedung sepuluh lantai itu.

"Ibu kita sudah sampai," ucap Driver taksi itu melihat Sera membatu di kursi belakang.

Mendengar hal itu, Sera mencoba membuka pintu mobil itu, "Oh, iya pak,"

Sera akhirnya berdiri di tengah halaman apartemen itu, dan Driver taksi itu meletakkan koper Sera kesebelah nya, lalu meninggalkan perempuan itu sebab Sera sudah membayar taksi itu lewat aplikasi.

Sera sedikit menghala nafas kemudian menarik koper menuju kearah lift apartemen itu, dia melihat pada ponselnya, melihat selembar foto yang menunjukkan di mana tempat tinggalnya sekarang.

"Nomor 106, di lantai 7. Tinggi juga ya, tapi hanya kamar di lantai itu yang kosong," ujar Sera memasuki lift dan menekan tombol yang berangka tujuh.

Setelah lampu lift berubah menjadi hijau yang artinya Sera sudah sampai di lantai yang dia tuju. Dia kemudian keluar dari sana melihat pemadangan lantai ubin yang cukup luar dengan warna putih yang mengkilap.

Tidak jauh dari lift itu ternyata dia sudah melihat kamar apartemen yang tepat sebelah apartemen nomor 105 yang berada di depan lift. Dia berjalan kearah sana dengan perasaan senang.

Kemudian mengambil kunci yang berada di tas selempangnya~ kunci itu dia dapatkan dari agen properti beberapa saat sebelum Sera keluar dari rumah sakit yang tentu nya tanpa sepengetahuan Bibi Yuni.

"Cklek..."

Suara itu menandakan Sera sudah bisa masuk kedalam ruangan, Sera kemudian menghidupkan lampu dengan menekan tombol saklar yang berada di dekat pintu masuk.

Saat lampu itu di nyalakan yang pertama Sera lihat adalah ruangan putih yang nampak bersih, meskipun tidak seluas rumah Dominic. Dengan dua kamar Sera bisa hidup nyaman dengan anak-anaknya nanti.

"Akhirnya, aku bisa pergi dari rumah itu, tapi aku harus mencari strategi untuk mendapatkan lebih banyak. Aku tidak bisa mengandalkan uang ini, pasti suatu saat akan habis," ucap sembari memeluk tas selempang dengn erat.

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!