" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Sengaja Tersentuh
Mala baru saja masuk setelah memberi peringatan keras kepada Nadia yang secara terang terangan ingin merebut Darrel dari dirinya.
" Tika sudah tidur ?" tanya Mala saat sudah sampai di dekat tempat tidur.
" ya, Tika memang sangat mudah tertidur " ucap Darrel yang menarik tangan Mala untuk duduk di dekatnya.
" terima kasih karena kamu tak terlihat lemah di hadapan Nadia " ucap Darrel.
" tentu saja, Mala tak ingin memberikan trauma yang lebih berat pada Tika jika sampai kita berpisah karena orang ketiga " ucap Mala yang ternyata lebih memikirkan psikologi Cantika dibanding dirinya.
" dan selama om memang tak ingin kita berpisah selama itu juga Mala akan mempertahankan semuanya tapi jika om yang meminta Mala untuk pergi maka Mala akan pergi dan saat itu tiba om tak akan pernah bisa bertemu dengan Mala lagi untuk selamanya" ucap Mala serius.
" tentu saja aku akan lebih memilihmu dibanding Nadia " ucap Darrel yang juga tak kalah serius dari Mala.
" tapi bagaimana jika dia berbuat nekad bahkan sampai merendahkan dirinya sendiri hanya agar bisa menjebak om agar masuk ke dalam pelukannya ?" tanya Mala yang sangat hapal dengan sikap dan tabiat wanita penggoda seperti Nadia.
" doakan aku agar aku selalu dalam lindungan Tuhan dan agar aku tetap kembali padamu apapun yang terjadi " ucap Darrel yang hanya bisa mengatakan itu pada Mala.
" tanpa om minta Mala akan selalu mendoakan suami Mala agar tetap dalam lindungan Tuhan dan agar selalu berada di jalan tuhan " ucap Mala yang tanpa sadar mengingatkan Darrel jika malam ini malam pernikahan mereka.
" kamu benar, seorang istri wajib mendoakan suaminya tapi bukan hanya itu kewajiban seorang istri " ucap Darrel sambil memainkan kedua alisnya dan karena hal itu berhasil membuat jantung Mala berdetak cepat karena Mala sadar apa yang Darrel maksud kan saat ini.
" apa kita akan melakukannya malam ini ?" tanya Mala yang tiba tiba saja takut bahkan membayangkannya pun Mala sangat takut.
" Tika ada diantara kita om " ucap Mala yang berhasil membuat Darrel tertawa melihat kepanikan di wajah Mala saat ini.
" kamu lucu saat panik seperti ini " ucap Darrel yang memilih merebahkan tubuhnya di samping Cantika yang sudah terlelap dalam mimpinya.
" Mala bersihkan diri dulu ya " ucap Mala yang memang terbiasa membersihkan diri sebelum tidur agar lebih segar tubuhnya.
" tidurlah " ucap Darrel yang sudah menutup matanya dengan lengan kekarnya saya mencium bau harum tubuh Mala yang baru saja selesai membersihkan diri.
" tidur ?"
" dimana ?" tanya Mala karena yang tersisa hanya di sisi Darrel seolah Darrel sengaja tidur di tengah antara Cantika dan juga Mala istrinya.
" tentu saja di sini atau kamu mau tidur di atas ku ?" tanya Darrel yang kembali membuka matanya hingga bisa melihat kegugupan di wajah Mala saat ini.
" tidak tidak, Mala tidur di sini saja " ucap Mala sambil merebahkan tubuhnya tepat di samping Darrel dan siapa sangka Darrel berbalik ke arahnya dan memeluknya hingga membuat Mala mematung.
" aku hanya akan memelukmu " ucap Darrel santai.
" om yakin ?" tanya Mala yang tak bisa percaya begitu saja pada ucapan Darrel.
" tentu saja " ucap Darrel yang tanpa sengaja menyenggol bukit kembar Mala yang terasa choco chips nya.
" kamu tak menggunakan penutup ?" tanya Darrel terkejut.
" Mala tak biasa memakai itu saat tidur, sesak" ucap Mala jujur.
Mendengar hal itu pikiran Darrel yang tadinya baik baik saja kini kacau karena sentuhan tak sengaja itu membuat pikiran Darrel tiba tiba saja melayang membayangkan apa yang ada di balik pakaian yang menutupinya.
" baiklah " ucap Darrel mencoba menutupi kegundahan hatinya.
" apa om baik baik saja ?" tanya Mala yang sepertinya bisa merasakan kegundahan yang Darrel rasakan saat ini.
" Hem " ucap Darrel sambil terus memejamkan matanya tapi tangannya tetap memeluk Mala tepat di bawah bukit kembarnya.
Tanpa Darrel sadari Mala pun mencoba menutupi kegugupannya saat tadi tanpa sengaja tangan Darrel menyentuh area sensitif di bagian dadanya bahkan desiran halus mengalir begitu saja di hati Mala.
Setengah jam sudah keduanya saling diam tapi tak satupun dari mereka yang benar benar tertidur yang ada jantung keduanya berdetak sangat cepat dan masing masing dari mereka bisa merasakan debaran yang begitu kencang dari satu sama lain.
" kamu baik baik saja ?" tanya Darrel setengah berbisik di telinga Mala dan karena hal itu jantung Mala semakin berdetak cepat ditambah bulu bulu halus di tengkuk leher Mala bereaksi akibat hembusan nafas Darrel saat berbicara tadi.
" Hem " ucap Mala tanpa bisa berkata kata dan hal itu di pahami oleh Darrel yang memang jauh lebih berpengalaman dari Mala tentang hal ini.
" apa kamu gugup ?" tanya Darrel lagi dengan suara tertahan di dekat telinga Mala.
" sedikit " ucap Mala yang kini benar benar kehilangan kantuknya akibat hal kecil yang Darrel lakukan saat ini.
" kamu tau sudah hampir enam tahun aku tak pernah menyentuh wanita manapun " ucap Darrel lirih.
" kamu tau kenapa ?" tanya Darrel sambil tetap memeluk Mala.
"sedangkan Alea meninggalkan ku lima tahun yang lalu " ucap Darrel memecah kegugupan antara dirinya dan Mala.
" kenapa ?" tanya Mala mencoba membuat dirinya senyaman mungkin meski jantungnya masih belum benar benar bisa di kendalikan.
" karena saat tau Alea hamil aku tak berani menyentuhnya tapi setelah masa nifas Alea selesai alea tak mengizinkan ku menyentuhnya " ucap Darrel yang kembali membuka luka di hatinya.
" jadi saat lengan ku menyentuh sesuatu yang tak seharusnya aku sentuh desiran itu kembali hadir dalam diriku " ucap Darrel jujur.
" apa kamu juga merasakannya ?" tanya Darrel yang tak memindahkan lengannya dari bawah dada Mala ataupun wajahnya yang masih berada di samping leher Mala.
" Hem " ucap Mala pelan.
" apa boleh aku " ucap Darrel ragu menyampaikan apa yang iya ingin katakan pada Mala.
" apa om " ucap Mala dengan suara tertahan karena Mala mulai kehilangan kendali diri atas hasrat yang tiba tiba saja hadir dalam dirinya.
" kita "
" kita " ucap Darrel ragu karena ada Cantika putri mereka di kamar ini.
" kita apa ?" tanya Mala mencoba menahan dirinya karena Mala tak ingin Darrel berpikir buruk tentang dirinya.
" kita di sofa itu " ucap Darrel yang langsung turun dari tempat tidur dan bersiap menggendong Mala tapi tatapan matanya tertuju pada choco chips yang terlihat jelas di balik baju tidur yang Mala kenakan.
" kenapa om ?" tanya Mala saat melihat Darrel mematung di sampingnya.
" om lepas " ucap Mala yang hampir menjerit saat Darrel tiba tiba saja menggendong nya untuk membawanya ke sofa yang ada di sudut kamar.
" apa yang akan mereka lakukan ?" ucap seseorang yang sedang mengintip di balik lobang kunci kamar Darrel.
✍️✍️✍️ apa mungkin Darrel akan menjilat ludahnya sendiri yang hanya akan melakukan hal itu setelah mereka saling menyukai ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Love you moreee 😘 😘 😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏