NovelToon NovelToon
Zahira Untuk Yusuf

Zahira Untuk Yusuf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: siti aminah

lanjutan dari:

JODOH AISYAH (1)

JANJI ANISSA (2)



Zahira adalah gadis kecil nan mungil. Sejak usianya 9 tahun, ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi. Hingga Zahira di tinggalkan ibunya tanpa pertanggung jawaban. Sifat Zahira yang bar bar dan menyebalkan, cerewet, bawel, centil genit, namun iya banyak yang sayang. Kecil imut dan menggemaskan, 3 kata yang iya nobatkan sendiri untuk dirinya. Selebor adalah panggilan jika orang sedang kesal padanya

Hingga suatu saat iya di pertemukan dengan kakak laki lakinya yaitu ustadz Riziq dan ustadz Rasyid. Zahira di bawa ke pesantren dan dididik untuk menjadi muslimah yang baik. Sejak pertama iya menginjakan kakinya di sana, itu pertama kalinya iya bertemu dengan Yusuf seorang santri putra di sana. Sejak saat itu pula Zahira jatuh hati pada Yusuf. Diam diam Yusuf pun menaruh hati pada Zahira yang di anggapnya itu berbeda dengan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar

Kini Zahira lebih sering tinggal di rumahnya Riziq, menghabiskan waktu bersama keponakan keponakannya dan membantu Aisyah memasak. Sementara Erika kini selalu ditemani Syifa di asrama.

" Tante kita main petak umpet yu" ajak Hawa.

" Jangan main petak umpet, meskipun badan tante Ira mungil, tapi kalau harus masuk ke kolong meja itu rasanya engap" ucap Zahira.

" Kalau main congklak mau?" tanya Hawa.

" Mau, tapi jangan pake biji asem ya, tapi pake biji daun pandan saja, nanti kalau tante Ira yang menang, biji daun pandannya masuk kantong tante Ira semua" tutur Zahira.

Tiba tiba Riziq datang menghampiri.

" Eh bocah semprul, kau mau menguras dompetku" gerutu Riziq. Zahira sudah cekikikan, sejenak dia bisa melupakan kesedihannya.

" Hawa, mainnya sama umi ya, tante Iranya mau belajar dulu" pinta Riziq sambil membawa beberapa buku tebal.

" Iya abi" jawab Hawa sambil pergi menemui Aisyah.

" Mulai saat ini kau harus rajin belajar" pinta Riziq.

" Biar aku pintar atau biar aku mendapatkan ka Yusuf?" tanya Zahira.

" Kau maunya yang mana?" tanya balik Riziq.

" Aku sih maunya dua duanya, tapi kata ka Riziq, aku tidak boleh jadi wanita akhir jaman yang selalu memintingkan jodoh dan jahil soal agama. Aku kan tidak mau jadi wanita seperti itu" ucap Zahira.

" Jadi kau mau menyerah soal Yusuf?"

Zahira hanya diam saja.

" Sebenarnya tidak mau menyerah, tapi aku tidak mau semua alasanku karna ka Yusuf. Aku mau beralasan semuanya karna Allah hanya karna Allah. Sesuai yang ka Riziq dan ustadzah Ulfi ajarkan padaku" tutur Zahira. Riziq pun tersenyum.

" Bagus kalau kau berfikiran seperti itu, tapi kau harus tetap belajar, biar tidak ada yang merendahkanmu" pinta Riziq.

" Apa aku harus mundur ka, kalau ka Yusuf mencintaiku pasti dia akan memperjuangkanku" ucap Zahira.

" Kau jangan mundur Ira, kita buktikan pada mereka kalau kau punya kelebihan yang lain"

" Kalau aku giat belajar dan berusaha menjadi wanita shalehah, tapi semua beralasan untuk mendapatkan ka Yusuf, bukankah itu salah" tutur Zahira.

" Memang salah, semuanya harus karna Allah. Untuk itu kau harus tetap giat belajar, karna ka Riziq punya rencana lain" ucap Riziq.

" Rencana lain?, rencana apa kak?" tanya Zahira kepo.

" Sini ka Riziq bisikin"

Riziq pun membisikan rencananya pada Zahira hingga Zahira mengangguk ngangguk.

"@$%€£¥₩&()%$#@×" bisik Riziq.

" Kau mengerti?" tanya Riziq.

" Tidak" jawab Zahira. Riziq langsung mengernyit.

" Eh bocah semprul, kalau kau tidak mengerti kenapa tadi kau mengangguk ngangguk" gerutu Riziq. Zahira sudah cengengesan.

" Astaghfirullah alazim. Uni, kau bawa air mendidih sama handuk, aku mau mengompres otaknya si Ira" teriak Riziq. Zahira sudah mengerucutkan bibirnya.

" Susah sekali mengencerkan otaknya" gerutu Riziq kembali.

" Abi, otaknya tante Ira meriang ya, mau dikompres" ucap Hawa polos.

" Anak kecil tidak diwajibkan ikut campur, hus hus hus sana, tante Ira mau belajar" Zahira mengusir. Hingga kini Hawa sudah cemberut.

" Umi aku diusir tante Ira, ngusirnya sudah seperti ngusir kucing" Hawa mengadu.

" Sstthh, jangan berisik, tante Ira nanti umi kompres" ucap Aisyah. Hawa langsung tertawa.

" Bisikin lagi ka, kali ini aku pasti mengerti" ucap Zahira.

" Awas ya kalau kau masih tidak mengerti"

Riziq pun kembali berbisik.

" @€&£₩%$¥#%?@€()₩€"

" Ok ok, aku mengerti" jawab Zahira.

" Jangan ok ok aja, ngerti gak?"

" Ngerti ka"

Kini Riziq sudah membantu Zahira belajar, dari mulai ini itu hingga ke beberapa jawaban dari pertanyaannya Mbah Rohman. Zahira mulai giat belajar dibantu Riziq dan ustad Usman. Setelah hampir satu jam, sedikit menguji adiknya itu.

" Sekarang aku tanya apa kunci surga?" tanya Riziq.

" Laa illaha ilallah"

" hmmm, terus?"

" Al ilmu.

Al yaqin.

Al qobul.

Al inqiyad.

Ash shidq.

Al mahabbah.

Al ikhlas.

Al kufru bimaa siwaahu." jawab Zahira.

"Sebutkan 3 nama yang ada dihatimu?" tanya Riziq kembali.

" Yusuf yusuf yusuf" jawab Zahira. Riziq sudah memicingkan matanya.

" Uni, kau pinjam cerulitnya ustad Ibrahim sana, aku mau nyentil adiku yang menyebalkan ini pake cerulit" teriak Riziq pada Aisyah. Aisyah dan Hawa sudah cekikikan. Zahira yang mendengar pun langsung mengerucutkan bibirnya.

" Kalian Zahara" ucap Zahira.

" Namamu Zahira bukan Zahara" gerutu Riziq.

" Zahara itu jahat"

" Sakarepmu. Sekarang aku tanya sekali lagi. Sebutkan tiga nama yang ada dihatimu?" tanya Riziq.

" Pertama Allah, kedua rasulullah, dan yang ketiga,,,"

Zahira langsung terdiam dan menunduk hingga Riziq terdiam menatapnya.

" Apa yang ketiga?"

Zahira langsung menggeleng.

" Kau tidak tau atau tidak mau menyebutkan" ucap Riziq.

"Aku tidak tau nama ibu ada dihatiku atau tidak, aku sedikit ragu" jawab Zahira. Riziq kembali terdiam.

" Kau meragukan ibumu?" tanya Riziq.

Zahira langsung menunduk.

" Pada kenyataannya ibu tidak pernah perduli padaku" ucap Zahira sambil berkaca kaca.

" Tapi aku perduli padamu" ucap Riziq.

" Ka Riziq bisa bayangkan, selama 13 tahun ibu menelantarkanku hanya demi suami barunya. Jika ka Riziq dan ka Aisyah tidak menemukanku, ka Riziq tau kehidupanku bersama pak Rudi dan istrinya. Kami sehari hari bekerja di pasar, menjual ikan dan menjual sayur sayuran. Mereka memang baik, mereka hanya bisa memberiku makan, tapi mereka tidak mampu memberiku pendidikan yang layak hingga kecerdasanku benar benar minim, hingga bisa dikatakan kecerdasanku dibawah kecerdasan anak TK" tutur Zahira sambil menyeka air matanya.

" Jangan salahkan aku jika kecerdasanku dengan ka Yusuf berbanding terbalik. Dari kecil sampai usiaku 15 tahun, aku tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Berbeda dengan ka Yusuf yang sedari kecil pasti ustadzah Ulfi dan ustad Azam sudah memberinya pendidikan yang layak"

" Jangan terlalu menyalahkan ibumu" pinta Riziq.

" Lalu aku harus menyalahkan siapa?, apa aku harus menyalahkan ayah, karna ayah menikahi perempuan yang salah" tutur Zahira sedikit emosi.

" Ssstth, jangan bicara ngelantur kemana mana, sekarang istirahatlah kau sepertinya lelah" ucap Riziq. Zahira langsung berdiri dan masuk kamarnya.

Aisyah pun langsung menghampiri Riziq.

" Le kau memangnya tidak tau keberadaannya ibu Erni?, kasihan Ira, sepertinya dia merindukan ibunya" tanya Aisyah. Riziq pun menggeleng.

" Bu Erni seperti hilang ditelan bumi. Sepertinya dia sedang mencari kebahagiaannya sendiri" ucap Riziq. Aisyah pun terdiam.

" Meskipun bu Erni datang dan meminta Zahira. Aku tetap tidak akan memberikannya" tegas Riziq.

" Aku takut hidup Ira akan rusak jika hidup dengan ibunya" ucap Riziq kembali.

Sementara dengan Zahira yang kini sudah berbaring di kamarnya, iya sudah menatap dan mengelus gelang pemberian Yusuf.

" Maaf, jika rencanaku dengan ka Riziq akan membuatmu kecewa. Jujur dalam setiap do'aku, aku selalu menyebut namamu, kuharap kau pun begitu. Untuk itu aku mohon perjuangkanlah aku, perjuangkan sampai dititik kau berserah diri hingga Allah menyatukan kita. Aamiin" .

1
Amilawati
ad yg tau gh cerita ttng Aisyah dn riziq,ap judul novelya
Amilawati: hshyeuehshejhshhd
total 2 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
genit kali kau Aisyah 😑
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
dipikir2 apa hubungannya yh giat belajar dgn mengadukan dua orang teman klu cuman untuk biar giat belajar kan byk cara ngk perlu mengadakan persaingan
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
astaghfirullah suf😭😭🤣
Erna Masliana
Fawwaz nama ponakanku itu.. anaknya kecil cengeng.. nempel banget sama Bapaknya
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
Erika Hasan lucu 🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bisaan Hasan
Erna Masliana
gimana rasanya tuh🤣🤣🤣
Erna Masliana
hahahaha puisi judulnya idiiih
Erna Masliana
kirim pesan atuh Wi tanyain susu apa ntar salah beli lagi
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lebih rame dari ustadz Usman ketika dianter ke klinik karena keselek tulang ikan
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
si Ira dilupakan lagi.. dikunciin lagi 🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
Ira malah kesenengan🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ayo kabur 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
Amiin
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ahahahhahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!