NovelToon NovelToon
Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cerai / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Caroline Watson mengorbankan seluruh masa mudanya demi pria yang ia cintai. Ia setia berdiri di sisi suaminya, menyingkirkan impian pribadinya sendiri. Namun pada akhirnya, pria itu justru menceraikannya dengan alasan yang kejam—Caroline tidak mampu memberinya seorang pewaris. Keputusan itu meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Dengan hati hancur, Caroline memilih menghilang dari hidupnya.

Lima tahun kemudian, ia kembali menginjakkan kaki di negeri itu, ditemani seorang bocah laki-laki kecil dengan wajah polos yang menawan.

Kehidupan barunya yang selama ini tenang mulai terguncang ketika mantan suaminya mengetahui kebenaran—bahwa Caroline telah melahirkan seorang putra. Seorang anak yang memiliki darahnya.

Namun kali ini, Caroline bukan lagi perempuan lemah yang dulu pernah ia tinggalkan. Ia telah berubah menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan tak mudah disentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan!!

Ini adalah pertama kalinya Benjamin menyaksikan sisi putrinya yang seperti ini, membuatnya merasa terkejut sekaligus tidak tenang.

"Apa yang ingin kau—" Drake Watson berteriak, tetapi Caroline mengangkat tangannya untuk menghentikannya.

Caroline merasa terhibur melihat betapa merahnya wajah Drake.

"Paman, oops... Aku lupa!" Ia menepuk ringan dahinya, berpura-pura melupakan sesuatu.

Drake mengerutkan kening.

Semua orang kini menatap Caroline, mereka terkejut oleh perubahan ekspresinya yang tiba-tiba.

"Kau tahu apa?" tanya Caroline sambil menampilkan senyum percaya diri. "Baru saja, aku bersumpah bahwa aku tidak lagi memiliki paman sepertimu."

"Kau!!" Wajah Drake memerah.

"Oh, tolong, Tuan, JANGAN memotong pembicaraanku..." Caroline menggelengkan kepala sebelum melanjutkan, "Kau adalah CEO perusahaan ini, tetapi mengapa kau membiarkan nasib perusahaan sebesar ini bergantung pada seorang gadis kecil sepertiku?"

Caroline menghentikan ucapannya sejenak, menikmati ekspresi marah Drake Watson. "Apa kau tidak punya rasa malu, Tuan?" lanjutnya. Ia merasa puas bisa mengembalikan kata-katanya.

Saat Caroline melihat pamannya membuka mulut untuk berbicara, ia kembali menyela, "Jika kau tidak bisa menjalankan perusahaan, kau bisa mundur dari posisi CEO dan menyewa seorang profesional untuk mengelolanya. Mengapa memaksakan diri melakukan sesuatu yang kau sendiri tahu bahwa kau tidak bisa melakukan itu?"

Tangan Drake mengepal erat. Ia belum pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang anak kecil. Bahkan ayahnya sendiri tidak pernah memperlakukannya seperti itu.

Caroline tampak tenang, tetapi di dalam dirinya ia hampir tertawa. Melihat wajah pamannya memerah seperti kepiting rebus sungguh menghibur.

"Tuan, jika kau gagal, jangan pernah menyalahkan orang lain. Dan Aku tidak ingat pernah memiliki urusan bisnis dengan Watson Group, benar?" Ia tersenyum.

Semua orang di ruangan itu terkejut setengah mati mendengar bagaimana Caroline akhirnya meluapkan isi hatinya yang telah lama terpendam kepada Drake Watson.

"Caroline, berhenti, atau aku akan marah padamu!" Benjamin Watson tidak tahan melihat putrinya mempermalukan saudaranya. Ia akan mendapat masalah jika Drake benar-benar marah.

Caroline mengalihkan pandangannya ke ayahnya. Tidak ada ekspresi di wajahnya, hanya ketenangan di sekitar mata dan alisnya.

"Oh, Tuan Benjamin, sepertinya kau juga tidak sabar ingin mendengar isi hatiku, ya?" Caroline tertawa kecil sambil mengusap dahinya, menunjukkan kepercayaan dirinya.

Caroline bahkan tidak bergeming ketika beberapa pasang mata menatapnya dengan tajam.

Rahang Ramos ternganga saat mendengar Caroline memanggil ayah mereka dengan namanya sendiri.

’Apa-apaan ini! Apa gadis ini sudah bosan hidup? Sekarang dia minta dikirim langsung ke peti mati sepertinya?’ Ia mencoba membaca ekspresi Caroline — mencari apakah ada ketakutan di matanya. Namun ia bingung ketika yang ia lihat hanyalah ketenangan.

Caroline melanjutkan ucapannya ketika tidak mendapat respons dari ayahnya, "Aku berkorban dengan menikah ke dalam keluarga Silverstone. Kau tidak berhak mengatakan bahwa aku yang menghancurkan perusahaan."

Tatapan Benjamin menjadi semakin dalam mendengar kata-katanya, tetapi ia tidak berkata apa-apa. Hanya rasa terkejut dan bingung yang memenuhi pikirannya saat melihat keberanian putrinya.

"Tuan Benjamin, empat tahun... Aku menikah dengan keluarga Silverstone selama empat tahun. Kau dan saudaramu punya cukup waktu dan seharusnya cukup pintar untuk membawa Watson Group ke puncak. Tetapi apa yang kalian lakukan? Setelah empat tahun, perusahaan itu hampir bangkrut. Dan sekarang kalian menyalahkanku? Apa kau tahu, kalau itu terdengar sangat konyol?"

Caroline sengaja menghentikan ucapannya sejenak untuk menatap semua orang di ruangan itu satu per satu. Ketika pandangannya bertemu dengan mata ibunya yang berlinang air mata, ia mengepalkan tangannya. Dengan tergesa, ia kembali menatap ayahnya.

"Kalian seharusnya berterima kasih padaku, bukan sebaliknya," katanya sambil menghela napas dalam, memperlihatkan senyum setengah pada ayahnya.

"Tuan Benjamin, aku harus mengatakan sesuatu yang sulit. Hari ini, aku telah memutuskan untuk memutuskan hubungan kita. Dengan demikian, kau telah kehilangan putrimu. Mulai sekarang, aku tidak akan lagi menjadi bagian dari hidupmu."

Meski berusaha mempertahankan sikap tenang, suara Caroline bergetar oleh emosi, mengungkapkan rasa sakit dan beratnya keputusan itu.

"C-Caroline... Ya Tuhan! Apa yang kau bicarakan!?" tanya Gloria sambil berjalan mendekati putrinya. Ia menggenggam tangan Caroline yang dingin. "Cepat... minta maaf pada ayahmu."

Caroline, "..."

Bukan hanya Gloria yang terkejut oleh kata-kata Caroline. Regina juga terkejut. Ia segera menghampiri Caroline dan mencoba menghentikannya mengatakan hal-hal bodoh yang akan membuat Benjamin semakin marah.

"Caroline, kau tidak bisa mengatakan kata-kata itu dengan sembarangan, sayang. Dan kau tidak perlu mengatakan apa pun. Kami tidak pernah menyalahkanmu..." kata Regina dengan suara lembut sambil memegang bahu Caroline. "Paman pertamamu dan ayahmu hanya marah karena kau tidak pulang setelah perceraian. Mereka hanya merasa sedih untukmu."

Caroline, "..."

"Bibi, apa kau pikir aku sebodoh itu sampai tidak bisa membedakannya?" Caroline ingin mengatakan itu, tetapi ia terlalu lelah secara emosional untuk berbicara.

Caroline hanya bisa tersenyum kepada Bibi Regina dan ibunya tanpa mengatakan apa-apa. Pandangannya perlahan kembali kepada ayahnya, yang masih menatapnya dengan tajam.

Mendengar kata-kata terakhir Caroline, Benjamin merasa seolah disambar petir.

Tak terhitung kekhawatiran kini memenuhi pikirannya. Bagaimana mungkin ia mengatakan hal-hal itu dengan begitu mudah? Apa dia benar-benar ingin memutuskan ikatan keluarga mereka?? Tidak, gadis ini pasti hanya menggertak, bukan?

Benjamin menggelengkan kepalanya perlahan. Sebagai ayahnya, ia tahu betapa lembutnya hati Caroline. Ia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.

Ketakutan yang sempat mengendap di benaknya perlahan menghilang. Benjamin tertawa sinis, memecah keheningan di ruangan itu. Semua orang menatapnya, termasuk Caroline; ia menyipitkan matanya ke arah ayahnya.

"Hahaha, kau pikir kau bisa memutuskan hubungan kita? Kau adalah darah daging dari keluarga Watson, dan darah itu lebih kental daripada air!! Apa pun yang kau katakan, nama keluarga kita akan selalu melekat pada namamu. Berhentilah bertingkah seperti anak kecil, kemarilah, biar aku mengajarimu—"

"C-U-K-U-P!! Suara berat dan parau bergema dari sudut ruangan.

Semua orang di ruangan itu terkejut mendengar suara yang begitu familiar. Mereka menoleh ke arah itu, Sebastian Watson duduk di ranjangnya, tatapannya tertuju pada mereka.

"A-Ayah... Kau sudah sadar!?" kata Drake dengan terkejut.

1
mytripe
semoga terus konsisten torr👍👍
broari
semangat kk
july
hadir torr
Afifah Ghaliyati
mantap torr moga moga cray up pagi torr
Afifah Ghaliyati
aku lega banget kakeknya nggak beneran sakit
tapi juga kasian Caroline dibohongin 😢
keluarga ini ribet banget
Afifah Ghaliyati
Caroline keren banget
ditampar → bangkit → balas semuanya
ini baru definisi wanita kuat 😭
Benjamin kelihatan panik tapi masih sok kuasa
Afifah Ghaliyati
sumpah adegan ini bikin dada sesak 😭
Caroline kuat banget, ditampar tapi masih bisa berdiri dan melawan
keluarga Watson ini toxic parah
eva
pintar banget kakek Caroline🤣🤣
eva
terimakasih torr crazy up nya💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
ingat Caroline atas kesakitan mu yang diberikan William makanya kamu jangan mau balik kembali ke William
Uba Muhammad Al-varo
kakek Sebastian nggak tahu Caroline itu pembisnis hebat dan sukses
tia
sudah crazy update oq masih kurang thor
Uba Muhammad Al-varo
ternyata kakek Sebastian pintar juga ngebohongin anak mantu dan cucunya Caroline
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya kakek Bastian sadar dan ini juga awal semuanya memahami kesalahan nya sendiri 🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
good........ Caroline apa yang kamu lakukan sekarang dengan menjawab semua ocehan ayah dan keluarga besar, supaya mereka sadar semua yang terjadi ini akibat dari ketidak mampuan mereka berbisnis
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
wahhh keren update banyak nih tetap semangat terus ya 👍🏻💪🏻😍
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
astagaaa ternyata kakek Caroline ngeprank dan berhasil membuat Caroline pulang dan beliau tahu sendiri anak anaknya pada menyalahkan Carol
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
pasti itu kakeknya Caroline dan salut buat keberanian Caroline mengungkapkan isi hatinya tenang dan tegas tanpa takut
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
bagus Caroline ungkapkan saja apa yang ada dalam hatimu seenaknya saja keluargamu sendiri menyalahkan kamu padahal mereka semua tidak becus bekerja
Dolphin
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!