Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Siapa yang salah?
"Tapi sepertinya guci ini palsu. Bahkan kepalsuannya diukir secara terang-terangan di sini," kata Nyonya Balisa.
"Ibu, tolong jangan merusak suasana, Jessica tidak mungkin membawaku guci palsu, katanya dia secara khusus menyewa seseorang untuk membantunya memilih barang antik itu," ucap Luna berpura-pura merasa tidak enak pada Jessica.
"Apa? Ini pasti hanya guci murahan, paling harganya hanya beberapa ratus ribu, memangnya ada guci antik seharga ratusan ribu?" Nyonya Balisa menatap Jessica, dia mengerutkan keningnya sesaat sebelum berkata, "lho, bukankah kau perempuan yang ada di foto ponsel teman putriku? Apa kau dari universitas xx?" Tanya Nyonya Balisa sambil memperhatikan Jessica.
"Ya, Saya memang berasal dari universitas XX, tapi soal guci itu, say--"
"Ah! Pantas saja, ternyata kau gadis itu ya, gadis yatim piatu yang berasal dari panti asuhan, sudah diusir dari keluarga Wijaya karena kau membangkang di keluarga Wijaya, bahkan berusaha untuk melukai Putri mereka. Tapi, bagaimana bisa kau ada di sini? Apa niatmu yang sesungguhnya?" Tanya Nyonya Balisa dengan nada suara yang menyudutkan Jessica.
"Apa katamu?" Nyonya Sanjaya terkejut, jadi Jessica adalah anak angkat keluarga Wijaya yang diusir dari keluarga Wijaya karena berusaha melukai Putri kandung keluarga Wijaya?
Kalau begitu, Jessica ini pasti memiliki akhlak yang tidak baik. Bagaimana bisa putranya mengenal perempuan seperti dia?
Nolan langsung merasa tidak senang melihat Nyonya Balisa yang memojokkan Jessica, jadi dia menatap Nyonya Balisa, "daripada makan malam, sepertinya Nyonya Balisa lebih tertarik pada urusan pribadi orang lain." Kata Nolan membuat Jessica terkejut, Nolan benar-benar membelanya?
Suara Nolan yang dingin dan menusuk itu membuat Nyonya Jessica terdiam, wajahnya menjadi tegang, "aku hanya... Aku hanya mengatakan apa yang kudengar saja," kata Nyonya main Balisa.
"Nyonya Balisa sepertinya menyukai gosip, itu benar-benar terlihat dari wajah anda," ucap Jessica dengan tenang membuat wajah Nyonya Balisa menjadi merah padam.
Bagaimana bisa Jessica menyebutnya sebagai penyuka gosip?
"Kau bicara begitu lancang pada orang yang lebih tua! Itu sudah menunjukkan bagaimana karaktermu yang sesungguhnya. Ini juga, meskipun kau yatim piatu, tidak punya uang, tapi setidaknya kau tidak perlu menipu orang seperti ini dengan membawa guci palsu sebagai hadiah untuk kakek Sanjaya, benar-benar tidak tahu malu!" Tegas Nyonya Balisa.
"Ibu, tolong hentikan. Ayo kita pulang," Luna berdiri, dia berjalan menghampiri ibunya untuk menariknya pergi dari sana.
Tetapi Nyonya Balisa menahan diri sambil berkata, "Aku hanya tidak ingin keluarga Sanjaya ditipu oleh perempuan seperti dia, keluarga Wijaya sudah cukup jadi korban, jangan sampai ada korban berikutnya! Kita adalah tetangga, hubungan keluarga kita sudah dekat sejak nenek moyang terdahulu, jadi sudah seharusnya kita saling memperingatkan dan menjaga satu sama lain," kata Nyonya Balisa dengan tegas.
"Apa itu benar Jessica?" Nanya Sanjaya kini menatap Jessica, tentunya dia tidak ingin perempuan yang memiliki karakter buruk berada di sisi putranya.
Nolan berkata, "Ibu, ak--"
Jessica berdiri menyela ucapan Nolan, "Pertama-tama Saya minta maaf karena sudah membuat kegaduhan di sini, padahal ini adalah pertemuan pertama kita, seharusnya memberi kesan yang baik. Soal masalah pribadi saya, Saya rasa sudah ada kesalahpahaman, tapi Saya berani menjamin bahwa saya meninggalkan keluarga Wijaya bukan karena saya telah membuat sesuatu yang tidak menyenangkan di sana, tetapi karena sebaliknya. Lalu masalah guci yang dipermasalahkan oleh Nyonya Balisa, saya jelas sudah mengatakan bahwa seseorang mendapatkan Guci itu untuk saya, dan itu tidak lain adalah Putri Nyonya Balisa sendiri, Luna, sekretaris Nolan," ucap Jessica membuat Luna menggeleng.
"Apa yang kau katakan? Jessica, ini adalah pertemuan kedua kita setelah pertemuan kita yang pertama yang begitu singkat, Jadi bagaimana bisa kau menuduhku telah menyiapkan guci itu? Kau jelas-jelas membawanya masuk ke mobil saat aku menjemputmu tadi, jadi mana mungkin akulah yang menyiapkan hadiah itu? Apa yang kau dapatkan dari menjelek-jelekkan aku seperti ini di hadapan semua orang?" Kata Luna dengan mata berkaca-kaca, berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh ke pipinya, siapapun yang melihat ekspresi Luna saat ini bisa mengetahui bahwa Luna sangat tertekan dengan tuduhan yang diberikan oleh Jessica.
Sebelah alis Jessica terangkat tinggi melihat Luna lalu berbalik menatap Nolan, wajahnya ditekuk, "sayang, kau percaya padaku 'kan?" Tanya Jessica merasa tersakiti.
'Kalau kau bisa berpura-pura tersakiti, maka aku juga bisa melakukan hal yang sama. Mumpung sekarang Nolan masih begitu mencintaiku, maka aku pasti akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,' pikir Jessica dalam hati.
"Tentu saja sayang," ucap Nolan mencubit pelan dagu Jessica.
Semua orang yang melihat tingkah laku Nolan, mereka tercengang tak percaya.
Nolan yang selalu datar tanpa ekspresi kini tersenyum pada Jessica, bahkan pada Luna saja Nolan tidak begitu, tapi pada perempuan ini...
"Sialan!" Nyonya Balisa tak bisa menahan diri untuk mengumpat, "Jadi sekarang kau menuduh putriku yang berbohong? Apa kau punya bukti?! Jelas-jelas semua orang di sini tahu bagaimana baiknya putriku, dia tidak akan pernah melakukan hal rendahan seperti itu! Tapi kau, asal usul mu bahkan tidak jelas, tidak dididik dengan baik, Jadi bagaimana bisa dibandingkan dengan putriku?! Atau jangan-jangan kau cemburu pada Luna karena dia dari dulu dekat dengan Nolan Jadi kau mau menjauhkan mereka dengan cara memfitnah putriku begitu kejam?!" Bentak Nyonya Balisa menatap Jessica dengan tajam, tidak senang akan tuduhan Jessica pada putrinya.
"Benarkah?" Jessica menatap Nolan, "Untungnya di basement apartemen ada CCTV, kita bisa melihat apakah saat menaiki mobil Aku membawa kotak atau tidak, jadi bisa meluruskan Siapa yang salah dan siapa yang benar," ucap Jessica dengan tegas.
Nolan mengangguk, "itu benar, ada CCTV di basemen apartemen, aku akan menyuruh seseorang untuk memeriksa," ucap Nolan mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi seseorang untuk mengecek CCTV basement apartement.
@@@...
Dari Sorong ke Kolaka
Tolong tekan tombol suka
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪