NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Di Rumah Setan

Jerat Cinta Di Rumah Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Selingkuh / Rumahhantu / Tumbal / Iblis
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

"Hanya anak yang lahir dari Tulang wangi satu suro yang akan selamat! Istrimu, adalah keturunan ke tujuh dari penganut iblis. Dia tidak akan memberimu anak, setiap kali dia hamil, maka anaknya akan di berikan kepada sesembahannya. Sebagai pengganti nyawanya, keturunan ke tujuh yang seharusnya mati."
Pria bernama Sagara itu terdiam kecewa, istri yang telah ia nikahi sepuluh tahun ternyata sudah menipunya.
"Pantas saja, dia selalu keguguran."
Harapan untuk menimang buah hati pupus sudah. Sagara pulang dengan kecewa.
"Lang, kamu tahu tidak, ciri-ciri perempuan yang memiliki tulang wangi?" tanya Sagara.
"Tahu Mas, kebetulan kekasihku di kampung memiliki tulang wangi." jawab Alang, membuat Sagara tertarik.
"Dia cantik, tapi lemah. Hari-hari tertentu dia akan merasa seluruh tulangnya nyeri, kadang tiduran berhari-hari." jelas Alang lagi.
"Lang, kamu mau nggak?" sagara meraih bahu Alang.
"Mau apa Mas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewi minta pulang

Dewi meremat tangannya yang terasa dingin berkeringat, tak sengaja mendengar percakapan Gendis dan ustadz, dia benar-benar tak menyangka bahwa bibinya yang cantik, kaya raya, ternyata....

Dewi mengunci pintu kamarnya rapat-rapat, rasanya ingin segera berlari pulang dan tak pernah kembali lagi.

Tapi, mengingat saat ini Alang masih bekerja, dirinya juga hamil dan pastinya butuh tanggung jawab Alang. Kalau pulang, takutnya Alang masih belum bisa, jauh dari suami dia juga tak bisa.

"Wik!" pintu kamar di ketuk.

"Mas Alang." Dewi bergegas membuka pintu.

"Wik, kenapa?" Alang menutup pintu kamar, kini mereka menempati kamar bawah, agar lebih bebas, dekat dengan pintu, dan mudah jika ingin kemana-mana.

Alang membuka kancing kemejanya, menyisakan kaos polos berwarna biru muda. Ia menatap wajah istrinya. "Kamu pucat Wik, Masih nggak enak badan?" tanya Alang.

"Nggak Mas."

Dewi memeluk Alang, ngeri dalam pikirannya masih belum hilang.

"Kenapa?" tanya Alang, mengusap tangan Dewi, mengajaknya duduk di ranjang.

"Kita pulang saja ke kampung."

Diam, Alang sedikit terkejut mendengar permintaan Dewi. Padahal kemarin sudah mereka bahas bersama, bahwa mereka akan tinggal di sini sampai Alang siap, paling tidak setelah mengumpulkan uang.

"Aku tidak betah di sini Mas." ucap Dewi, membuat Alang mendesah berat.

"Kalau kita pulang, Niken bagaimana?"

Dewi mendongak, ia menatap kerumitan di wajah Alang. "Aku akan bicara sama Niken, kalau dia juga mau pulang, biarlah Niken ikut kita. Aku tak keberatan."

*

Sementara itu, Niken baru saja keluar dari ruangan pribadi milik Saga, setelah perjuangan panjang seharian, akhirnya Saga bersedia melepaskannya. Tentu dengan berbagai syarat, dan rentetan permintaan yang harus disetujui Niken.

"Kan, sudah malam." ucap Saga, memeluk pinggang Niken begitu erat. Ia mendongak langit yang sudah gelap, entah sejak kapan matahari telah berganti bulan. Bermain bersama Niken membuatnya tak peduli meskipun hari berganti, dunianya kini serasa teralihkan ke bagian yang tak berpenghuni, yang ada cuma mereka berdua. Siang dan malam, sama saja.

"Tetap harus pulang." ucap Niken. Sebuah pesan dari Dewi membuatnya tak tenang.

"Ya sudahlah." Saga mendesah pasrah.

Sebenarnya Saga tak lagi punya alasan untuk pulang. Beberapa waktu terakhir ia rajin pulang walaupun tengah malam, itu karena teringat Niken. Mengantarnya bekerja setiap pagi adalah tujuannya yang tak di ketahui oleh siapapun.

Tak lama kemudian, mobil mereka tiba di halaman rumah bak istana itu, pukul sembilan malam, Niken ingin segera menemui Dewi.

"Sayang." Saga menahan lengan Niken.

"Hem?" Niken kembali duduk, mendekati Saga yang ingin bicara.

"Jangan dekat-dekat dengan Alang." ucapnya.

Niken terkekeh, mengeratkan genggaman tangan Saga. "Dia sudah tidak punya tempat. Hatiku ini, sudah di penuhi namamu."

Barulah Saga melepaskan tangan Niken. Setelah seharian bersama, jauh sebentar jadi tak rela. Saga menyusul, istri tercinta harus di awasi.

"Niken!" Dewi segera keluar dari kamarnya.

"Mbak. Ada apa?" tanya Niken, Dewi menyeretnya ke dalam kamar. Tapi,....

"Dewi?" Saga memanggil sang keponakan.

"Paman, ada apa?" tanya Dewi.

"Dimana Alang?"

Seketika mereka saling pandang. "Di kamar." jawab Dewi.

"Aku mau bicara." ucapnya, kemudian berjalan melewati mereka berdua.

"Kita bicara di sini saja Mbak." ucap Niken. Tahu kalau suaminya sedang cemburu, tak mengizinkan Niken masuk ke kamar Alang.

Saga tidak mau Alang mengambil kesempatan terhadap Niken. Pegang sedikit dengan alasan adik kesayangan? Dia merasa kesal. Dan Dewi tidak tahu itu.

"Ken, Mbak mau bicara penting." kata Dewi, tak sabar berkata bahkan belum duduk sempurna.

"Mau bicara Apa Mbak?" tanya Niken.

"Ken, Mbak mau pulang kampung. Tapi, Mas Alang khawatir jika kamu di sini sendirian."

Niken jadi berpikir, pulang kampung tentu pilihan yang baik untuk Dewi. Tapi bagaimana dengan Alang, apakah dia mau? Atau menggunakan Niken sebagai alasan.

"Dek, apa sebaiknya kamu ikut kita pulang? Kamu boleh ikut kita, sementara tinggal di rumah ibu juga tak masalah. Lagipula ibu menyukai mu. Dan nanti, kita bisa renovasi rumahmu yang di ujung kampung?" ucap Dewi, membujuknya.

Niat Dewi memang baik, tapi niat Alang tentu lain lagi. Satu rumah dengan gadis yang pernah mengecap tidur bersama, mana mungkin tak terulang lagi kalau kondisinya selalu memberi kesempatan. Lagipula, sekarang Niken sudah menikah.

"Mbak Dewi sama Mas Alang, pulanglah ke kampung kalau memang sudah keputusan kalian berdua. Soal Niken_" Niken menghela nafasnya sejenak. "Niken masih mau bekerja Mbak, baru juga gajian, masih belum cukup untuk memuaskan diri sendiri. Lagipula, Niken sudah dewasa, sudah waktunya hidup mandiri dan...."

"Dan apa?" tanya Dewi.

"Niken betah di sini." jawab Niken.

Dewi menelisik wajah Niken yang ayu, perempuan yang sudah dewasa, pernah jatuh cinta, dan sudah menikah. Tentu jawaban betah di tempat yang baru, menimbulkan kecurigaan, wajah Niken juga tampak bahagia, bagai tak ada beban seperti sebelumnya.

"Apa, kamu punya seseorang yang.... Kamu suka?" tanya Dewi.

"Ha?" Niken terkejut dengan pertanyaan Dewi itu. Tapi, bahasa tubuhnya tak bisa berbohong. Dia jadi salah tingkah.

"Siapa?" Dewi menarik tangan Niken di dadanya.

"Tidak ada Mbak." jawab Niken.

Dewi terkekeh, tak mau memaksa tapi dia pun penasaran. Laki-laki itu pastilah tampan.

"Baiklah, kalau kamu maunya seperti itu. Nanti, biar mbak yang bicara sama Mas Alang." Dewi menepuk tangan Niken.

Saga pun telah keluar dari kamar Alang, entah pembicaraan apa yang mereka bahas, yang pasti kini Niken telah keluar dari rumah bak istana itu.

Niken berjalan menuju rumah belakang, dimana kamarnya masih gelap. Ia sudah tak sabar beristirahat di dalamnya.

Sekilas, ia melirik kamar Ani yang telah tertutup rapat, tak ada pergerakan dari cahaya gorden yang remang. Mungkin ia telah lelap sejak sore, mengingat dia selalu ketakutan sejak kemarin itu.

Cklek!

Pintu kamar Niken di buka, ia melangkah masuk kemudian meraba dinding, menyalakan lampu. Hari ini sungguh melelahkan.

Malam semakin merayap gelap, udara dingin menembus kulit, rasa mengantuk tak dapat di tahan lagi, Niken terlelap dalam selimut yang hangat. Sekilas ingatan bersama Saga membuat sudut bibirnya tertarik sedikit, menghantar dirinya ke alam mimpi.

"Niken! Niken!"

"Nina! Nina!"

Teriakan berulang menggema masuk ke gendang telinga Niken, baru saja terlelap kini teriakan mereka di luar terdengar nyaring dan panik.

Niken beranjak dari ranjang, ia menatap gordennya yang tertutup kini sudah terang, artinya memang sudah siang.

"Ada apa Mbak Sur?" tanya Niken, mengusap matanya yang terasa kesat. Salah seorang pembantu Saga menggedor pintu kamar Nina, panik.

"Ken! Ani Ken! Ani!" ucapnya, berlari dari depan pintu kamar Nina, menghampiri Niken.

"Mbak Ani kenapa Mbak" tanya Niken. Jadi panik mendengarnya.

1
SENJA
lu ga tau diri banget lu kan suaminya su dewi sekarang
SENJA
weeeh brutal 🤣
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
kira2 piye iki hahahhaa

aq mlah deg2an wis semua terbongkar kan alang mau dewi tau kebusukan mu juga lang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
wiih seru.. 👏🏻👏🏻👏🏻 coba Gendis bernyali kak kalau di dor 🔫 apa dia kebal senjata atau masih tetap manusia pada umumnya 🧐🧐
Ai Emy Ningrum: oia udah tuwir ,ga tau umur manusia ato umur iblis.masuk nya gendis tuh udh mixed sih 🙄🤔
total 9 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sebelumnya cerita tentang wage, sekarang tulang wangi satu suro melawan the myth dan kroco2nya 👻👻👻
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ish2 didit hampir aja deh niken2
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
waduh knp cuma 1 bab sih kk dayang ayok lah up lagi mkin penasaran ini
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉: heheh ok d tgu ya kk 🤭
total 2 replies
SENJA
kenapa? kayanya mereka anak buah kyai yusuf
SENJA
waaah gitu caranya 😶
SENJA
yang bukan orang baik itu elu!!!udah dua apem lu rudal gembel lu 😤
Ai Emy Ningrum
Mas Didit yg ga selamat,Niken sih selamat2 aja ..tokoh utama gitu loh 😌😌 😋😋
Ai Emy Ningrum: hhhhh suka kecewa jd nyah 😌 udh bbrp x nemu cerbung horror yg sama othor nya digantung ...tp ya itu privacy mereka jg...
total 8 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
wahhh tembak2 dor.. dor..dor

waktu ku tolol aq ga tau yang nongol2
ku sengol2 ku kira pistol ehh ternyata nya pistol 🤭🤭🤭
Ai Emy Ningrum
pistol 🔫 untuk berjaga2 dr manusia lucknut ,tp tiada guna bila berhadapan dgn the myth 👻👻👻 tembak ..tembak ..dor dor dor 🔫🔫🔫
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉: lho lak tenan too
total 7 replies
SENJA
hiih pura2 ga tau lu 😤
SENJA
otak ga beres emang alang 😤
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
waduhh piye iki
gendis g bisa lagi bikin saga tunduk akhirnya cari tumbal lain dan memghabisi dgn dgn sadis krn ketahuan 👻👻👻👻👻 the mit nya laper cuuuyy
kasih mie ayam apa yaaa 🤭
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉: jadi mantep ya kk
total 6 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
jangan2 ani udah jadi tumbal hadeh knp g lagsg kbur aja sih
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahh kyai yusuf blm meningal ya
jd sebenarnya siapa itu hayoo

dan gendis ohh klakuan mu sunguh iblis
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha klo hamil kd santapan si ge dis deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
rumi jadi penasaran deh 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!