silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Orang tuaku bertengkar hebat.Mamaku yang sangat matre membuat papaku capek dan memutuskan bercerai.
Prang...Krumpyang..🍷...suara gelas yang dibanting papa ke lantai..

"Kamu..tendensi kamu ke aku selama ini apa?..
uang uang dan uang itu saja dipikiran kamu."Papa marco membanting meja dan membanting gelas ke lantai.
"Kamu sadar ya aku udah nemenin kamu sampai anak anak besar kamu hanya seperti ini balasannya ke aku.Bukannya wajar kalau aku meminta uang lebih dan lebih dari kamu".Dengan nada tak berdosa mama berbicara ke papa.
"Selama ini aku kurang apa.Aku udah banyak kasih kamu kebebasan.Tapi kamu menghabiskan uangku segalanya milikku."Membentak mama.
"Aku minta cerai.Bram ikut aku.Aku akan menetap diluar negri.Jangan hubungi aku lagi."
"Ok baiklah."
Nita yang baru saja sampai kerumah bertemu dengan mama dan kakaknya sudah membawa koper besar.

"Mama mau kemana sama kakak?"
"Maafin mama sayang belum jadi mama yang baik buat kamu.Maafin mama ya sayang.Mama sering marahin kamu dan mama pilih kasih."Memeluk Nita dan mencium keningnya.
"Iya ma.Sudah lama aku mendamba dipeluk mama.Jadi begini rasanya dipeluk mama."Menangis dipelukan mamanya.
"Mama pamit ya.Baik baik sama papa."
"Dek,maafin abang ya.Abang terlalu cemburu sama kamu.Abang gak suka kamu lahir didunia ini dulu.Abang cemburu papa lebih sayang kamu.Tapi abang sayang kamu.Baik baik ya sama Ditya".Memeluk Nita.
"Iyaa bang.Begini rasanya dipeluk kakak.Aku udah maafin abang lama."
Mama dan bram pergi meninggalkan rumah mereka pergi ke Australia dengan harapan semua akan membaik.4Minggu kemudian persidangan perceraian digelar.Papa dan aku duduk berdampingan.Sementara mama dan kak bram datang berdampingan.
"Kasus perceraian anatara bapak marco dan istrinya Kusmaria akan segera saya buka dengan 1 ketukan palu."Hakim agung mengetuk palu.
"Dengan demikian saya selaku pengugat melaporkan bahwa yang tergugat bernama ibu Kusmaria untuk melakukan talak 1 pembukaan persidangan."Jaksa penuntut agung.
"Sebagai terlapor saya ingin mengajukan banding.Karena sebagai saya pihak penengah terlapor.Dari istri beliau.Dia meminta untuk harta gono gini dibagi benar benar rata dan biaya sekolah anak beliau ditanggung hingga beliau selaku anak dan istri dapat hidup layak."Jaksa permohon.
"Saya meminta kalian mediasi terlebih dahulu sebelum memutuskan bercerai."Hakim agung mengketukan palu terdengar nyaring.
Mama dan papa benar benar fix bercerai.Disidang talak 4 papa dan mama berjabat tangan menandakan persidangan perceraian telah selesai.Aku yang shock menjadi jarang masuk sekolah.Mama memutuskan menetap diluar negri.Begitupun kak bram ikut mama tinggal disana.Karena mama sangat menyayangi kakakku.
"Ta,baik baik sama papa ya..Jadi kebanggaan mama papa sama kakak kamu bram."Memeluk nita.
"Iya ma.."Mengelus tangan mamanya yang selama ini tidak pernah dia rasakan.
"Baik baik ya kamu dek.Maaf kakak belum jadi kakak yang baik buat kamu."Memeluk Nita.

"Iya bang, gak apa apa."
Mama dan Bram salam perpisahan kepada papa dan Nita.Semua terasa berbeda.Mama menetap diluar negri dan sudah 3minggu setelah perceraian gak ada kabar sama sekali.Papa yang stress selalu memarahiku dan menjadi orang yang sangat berbeda dari sebelumnya.Papa selalu menjadikan aku pelampiasan kemarahaan dia.
"Nita kamu bisa gak sih jadi anak yang manut sama papa?"Papa marco membanting meja.
"Maaf pa aku salah apa.Aku tahu papa lebih sayang Bram ketimbang aku.Aku tahu pa."Menangis sambil menatap papa.
Papa mulai menyibukan diri dengan bekerja dan bekerja.Hingga aku dilupakan.Aku yang sedih bercampur shock bingung harus berbuat apa.Disisi lain Ditya juga gila dengan prkerjaan dia dan mulai susah dihubungi.
Nita:Ayang?(Mengechat Ditya)
Ditya:Sayang aku sibuk.Nanti aku hubungin kamu lagi ya.
Nita:Abang bisa gak sih kaya dulu lagi.Ada buat aku?..
Ditya:Sayang nanti ya aku gak bisa balas chat kamu aku sibuk kerja hari ini.
Ketika merasa putus asa adik sepupuku merylia menelepon dan berusaha menghibur.Dengan hati kecewa aku berusaha bangkit.
Merylia:Halo kak?
Nita:Halo..(Sambil menangis terseduh)
Merylia:Kakak kenapa?
Nita:Gak apa apa
Merylia:Kakak tenangin diri ya.Besok pas kakak udah gak sedih dan udah tenang aku ajak kakak jalan ya.
Kasian kakak.
Nita:Makasih ya lia
Merylia:Kakak tidur ya.tenangin diri
Nita:Makasih ya
Drian menelepon Nita karena takut Nita berpikiran pendek.
Drian:Halo ta.
Nita:Iya halo.
Drian:Aku turut sedih dengar berita itu.
Nita:Makasih ya ian.(Menangis di telepon)
Drian:Kamu jangan nangis kalau kamu nangis aku ikut sedih.(Menenagkan Nita).
Nita:Aku gak tau harus apa drian.(Menangis terisak)
Drian:Aku kerumah kamu ya.Papa kamu ada dirumah?
Nita:Gak ada papa barusan berangkat ke Amerika ada kerjaan disana.
Drian:Aku kesana ya.
Nita:Gak ngrepotin?.
Drian:Gak kok.Ya udah aku siap siap ya.
Nita:Iya.
Drian bersiap ke rumah Nita.Oma menegur Drian.Oma memasakan makanan untuk nita dan memberinya gift agar semangat menjalani hidup yang baru.
"Drian mau kemana?"
"Ke rumah tunangan kecil aku oma."
"Oh Nita.Tunggu sebentar ian oma mau kasi sesuatu buat Nita.Jangan lupa sup asparagusnya suruh dimakan biar dia fit lagi.."
"Apa gift yang di paper bag oma?"
"Ada deh."
Oma mengambil sebuah syal dan giok untuk Nita.Giok yang sama dengan yang digunakan Titi dan lilin untuk kalung mereka.
"Ini barang oma beli di Hongkong.Tolong kasiin ke Nita ya drian."
"Iya oma.Drian berangkat dulu."
"Iya hati hati dijalan ya."Melambaikan tangan.
Drian memacu motor CBR dia menuju rumah Nita.Nita yang menunggu diteras depan rumah langsung menghampiri Drian.
"Ta..."Memeluk.
"Maaf ya ngrepotin."
"Udah berapa kali kamu ngomong itu.Oh ya ini makan dulu sup bikinan oma."
"Makasih ya tapi aku gak laper."
"Yaudah itu disimpen didalam dulu supnya."
"Iya tunggu ya.Makasih banget buat supnya."
Nita masuk ke rumah dan menaruh sup didalam kulkas.Dia memakai jaket yang ada di ruang tamu dan menemui ian di teras rumah.
"Cepat naik dan pake helemnya."
"Iya."Memakai helem dan naik ke kursi belakang motor Drian.
Drian membawa Nita ke tukang bubur ayam lenganan dia sedari kecil.Suasana daerah itu dingin dan masih asri.
Pak soleh(Tukang bubur):Ini teh siapa atuh kang?
Drian:Teman aku kang.
Pak soleh(Tukang bubur):Gelis pisan atuh.Akang pikir kalian teh pacaran.
Drian:Hust.Pak jangan begitu lah.
Pak soleh(Tukang bubur):Mau sabraha atuh kang buburnya?
Drian:Dua ya kang gak pake kacang.
Pak soleh(Tukang bubur):Siap.
Nita:Kamu kok tau ian kalau aku gak suka bubur pake kacang?.
Drian:Cuma nebak aja.Soalnya kamu mirip sahabat kecil aku.
Nita:Ah masa bohong banget(Sambil tersenyum malu melihat Drian).
Drian:Iya beneran.Oh iya ini ada titipan dari oma buat kamu.(Memberikan gift pada Nita)
Nita:Apa ini ian?
Drian:Gak tau oma bilang kasiin ke kamu.Aku manut aja.
Pak soleh(Tukang bubur):Ini pesenan akang sama non gelis.
Drian:Nuhun atuh pak.
Pak soleh(Tukang bubur):Siap.Mangga di makan.
Drian:Ok.pak.
Pak soleh meningalkan meja.Drian dan Nita menikmati makan bubur.Selesai makan Nita membuka kado dari oma ian.
"Ta..ini ada gift dari oma."Mengeluarkan paperbag dari tasnya.
"Drian aku buka giftnya ya."
"Iya buka aja."Memandang wajah Nita.
"Lucu banget syalnya sama gelang gioknya.Makasih banget ya ian."Berbinar sambil melihat ian.
"Sama sama.Kamu suka?."Mengelus kepala Nita.
"Suka ian makasih ya."Menatap mata drian.
"Iya.Udah selesai makannya?."
"Udah."
"Udah yuk.Aku mau ajak kamu ke suatu tempat".Mengandeng pergelangan tangan Nita.
"Yuk.Mau kemana?"
"Ada deh."Sambil mengengam tangan Nita.
"Sabraha atuh Pak?"
Pak soleh(Tukang bubur):Rp 15.000 atuh kang.jangan panggil pak kang.Panggil abah aja.Akang teh sudah abah anggep bagaikan anak sendiri.
Drian:Nuhun atuh bah.
Pak soleh(Tukang bubur):Atos atos nggih kang.
Drian:Nggih bah.Mari.(Menarik tangan Nita)
Drian kembali memacu motornya dan mengajak ke sebuah bukit yang bisa melihat bandung dari atas seperti melihat kelap kelip bintang.
"Tutup mata deh."
"Kenapa harus tutup mata?."
"Biar kaya disinetron sinetron.Tutup mata.Ikutin aku ya."Menutup mata Nita dengan kain.
"Iya.Aku tutup mata deh.Pelan pelan ya jalannya."
"Iya.Pegang tangan aku."Memegang tangan Nita.
"Udah sampai ian?."
"Belum.Sebentar lagi jangan ngintip dan dilepas ya kainnya".Tukas drian.
"Udah ian?"
"Udah buka mata deh."Melepaskan kain ikatannya.
"Wow,Bagus banget ian aku baru pernah kesini."Terkejut sambil terpesona.
"Ini tempat aku kalo lagi sedih.Cuma kamu satu satunya cewek yang aku ajak kesini.Selain tunangan kecil aku."
"Really?Duduk sini yuk."Menarik Drian ke salah satu batang pohon.
"Yes.Aku nyandar dibahu kamu ya."
"Iya.Drian aku mau tanya sesuatu.Sesayang apa kamu sama tunangan kamu waktu kecil?"
"Sayang banget."
"Siapa namanya?"
"Satu hari kamu bakal tau siapa namanya."Menatap penuh arti mata Nita.
"Aku sayang kamu.Makasih ya udah ngehibur aku".Memeluk Drian
"Iya.Muach."Mencium bibir Nita.
"Apa maksudnya ini?."Memegang bibirnya.
"Gak ada kok.Cuma tanda makasih."Dalam hati drian berkata:"Kamu tau gak sih aku tu suka sama kamu".
"Makasih ya."
"Udah deh bilang makasihnya."

"Itu gelang kamu baru ya?.Ukirannya sama kaya yang oma kasih ke aku?."
"Iya.oma kasih ini juga buat aku.Ta udah yuk.Aku anter kamu pulang keburu nanti kemalaman."Mengengam tangan Nita.
"Ayo..."Tersenyum bahagia melihat punggung Drian dari belakang.
Mereka berdua pulang dengan sebuah ketenangan namun penuh arti.Entah kapan Drian akan jujur kalo Nita adalah tunangan kecilnya.Hanya waktu yang bisaa menjawab itu semua.
"Udah sampai."
"Makasih ya."
"Iya.."Mengecup kening Nita.
"Kalo ada apa apa telepon aku ya.Aku gak mau liat kamu sedih."
"Ok.Thank you ya ian.Aku masuk dulu."
"Iya inget sup dari oma dimakan."Teriak drian.
"Okey."Nita masuk ke rumah.
Drian pulang dengan wajah bahagia namun dihati dia masih ada sesuatu perasaan yang menganjal.Dan itu membuatnya merasa sakit.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*