setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 14 mendapatkan buah racun darah
Dalam goa yang gelap, ary menatap ke3 orang di bawah dengan seksama.
Matanya seperti membayangkan berbagai skenario untuk menyerang.
Bagi ary, mereka ber3 adalah mangsa, saat ary membunuh kedua orang dari keluarga Mu kemarin, itu adalah pembunuhan pertamanya namun, entah mengapa iya tak merasa mual seperti yang dia pikirkan dan hanya sedikit merasa bersalah karena pertama kali membunuh.
Ary merasa seperti membunuh memang sedikit salah, namun jika orang yang di bunuh jahat dan tak melanggar hati nuraninya, iya merasa itu tak apa, malah setelah merasakan sedikit manisnya setelah membunuh beberapa orang dan mendapatkan barang mereka, ary memiliki sebuah rencana gila di dalam pikiran nya.
Dimasa depan, mungkin cara terbaik menghasilkan uang adalah, mendatangi sarang penjahat, membunuh dan mengambil uang mereka, itu adalah membunuh 2 burung dengan satu batu, berbuat baik kepada dunia dengan membasmi kejahatan sambil mendapatkan kekayaan.
Saat ary memikirkan hal ini, senyum menakutkan muncul di wajahnya.
Di sisi lain, suara pertempuran dari luar semakin keras, raja ular keluar dari sebuah goa batu di dekat pohon racun darah.
Iya mendesis keras dan semua ular di tempat itu keluar dari persembunyian mereka dan menyerang ke arah 4 orang keluarga Mu.
4 orang keluarga Mu juga melihat raja ular setelah mendengar desisan nya, melihat semakin banyak ular keluar dan menyerang mereka, mereka berempat saling memandang kemudian mundur perlahan, mereka mundur sedikit kemudian menunggu ular-ular itu mendekati mereka sebelum mundur lagi.
Mereka melakukan hal itu agar memastikan ular-ular itu tetap mengejar mereka.
Mereka ber4 mundur perlahan sambil membunuh beberapa ular untuk menarik perhatian mereka agar ular-ular itu tetap mengejar mereka.
Benar saja ular-ular itu terpancing dan terus mengejar mereka, bahkan raja ular pun meski tak menyerang langsung, iya berada di barisan belakang pengejar siap menyerang kapan saja jika musuh di depan menunjukan kekurangan.
Beberapa saat kemudian, ary yang berada di dalam goa measakan suara pertempuran semakin jauh, iya kemudian mengamati ke3 orang di bawah, seharusnya 3 orang ini sudah akan bertindak.
Benar saja, beberapa saat kemudian, ke3 orang di bawah segera bertindak.
Mereka keluar dari persembunyian mereka dan melesat ke arah buah racun darah.
Melihat hal ini, ary kemudian keluar dari goa perlahan, iya turun ke tempat ke3 orang keluarga mu awalnya bersembunyi.
2 pemuda keluarga mu sedang bertarung dengan beberapa ular yang tersisa sedangkan tetua keluarga Mu memanjat tebing untuk mengambil buah racun darah.
Melihat ini, ary segera mengeluarkan busur dan anak panahnya.
Sementara itu, 2 pemuda keluarga mu bertarung dengan hati-hati dengan ular-ular yang tersisa.
Meskipun ular yang tersisa hanya ular biasa, racun mereka tetap sangat berbahaya.
Di sisi lain, tetua keluarga mu telah mencapai pohon tempat tanaman merambat buah racun darah berada.
Iya tak segera mengambil buah racun darah melainkan mengeluarkan pedang nya.
Iya mengalirkan energi qi nya ke pedangnya dan menebasnya sekuat tenaga kearah pohon tempat tanaman buah racun darah berada.
Wus....
Sebuah Ayunan pedang cepat dengan kilatan perak melewati batang pohon dengan mulus.
Pohon itu langsung jatuh dari tebing bersama tanaman buah racun darah yang merambat di atasnya.
Namun tepat saat kilatan pedang melewati pohon, sebuah anak panah melesat mendekati tetua keluarga mu.
Tetua keluarga mu merasakan merinding di sekujur tubuhnya, iya hanya sempat menoleh sedikit berusaha menggerakan tubuh nya ke samping namun sudah terlambat.
Sebuah anak panah menembus bahunya menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, iya menjerit keras dan tubuh nya langsung kehilangan keseimbangan nya dan jatuh dari dinding tebing.
Di sisi lain, Saat jeritan tetua itu baru saja terdengar, sebuah jeritan juga terdengar hampir seketika dari pemuda berotot yang sedang bertarung dengan beberapa ular.
Sebuah anak panah sudah menembus kepalanya.
Di samping mayat pemuda berotot, Pemuda dengan gigi tonggos yang tersisa cukup beruntung menjadi target terakhir, iya sangat ketakutan melihat tetua dan pemuda berotot sudah terbunuh seketika.
Tepat saat itu, iya melihat sebuah anak panah kembali melesat ke arahnya.
Meski kultivasinya hanya berada di tingkat pemurnian tubuh, iya melihat anak panah itu sejak awal sehingga dengan naluri bertahan hidup, iya dengan paksa menggerakan tubuhnya ke samping dengan ketakutan dan berhasil menghindari anak panah.
Sayangnya, nasib nya tetap tak berubah, meski berhasil lolos dari anak panah ary, iya lupa bahwa iya sedang berhadapan dengan beberapa ular yang tersisa.
Beberapa ekor ular yang sudah sangat dekat denganya melompat melesat ke arahnya dan langsung menggigit tubuhnya.
Rasa sakit langsung menjalar ke seluruh tubuhnya, pandangan nya kabur dan iya mengikuti jejak tetua dan pemuda berotot dari keluarga mu.
Di sisi lain, melihat ke3 musuh telah tumbang, ary menyimpan busur dan anak panah ke kantung penyimpanan dan mengeluarkan sebuah pedang.
Iya kemudian melesat dan membunuh beberapa ular yang tersisa.
Hal yang menakutkan dari ular-ular ini adalah serangan menyelinap mereka, setelah mereka terlihat dan tak bisa melakukan serangan menyelinap lagi, hal berikutnya yang harus di takuti adalah jumlah mereka, jika jumlah mereka banyak dan mereka menyerang secara bersamaan, satu saja ular yang berhasil mengigit dan mengirimkan racun ke tubuh akan menyebabkan malapetaka.
Saat ini, ular yang tersisa semuanya sudah keluar dari persembunyian mereka, kemudian jumlah mereka hanya tersisa belasan.
Bahkan ke2 pemuda dari keluarga Mu pun sebenarnya dapat menghabisi mereka dengan mudah, mereka hanya berhati-hati sehingga sedikit memakan waktu.
Saat Ary menyerang ular-ular itu, ary yang kultivasinya lebih tinggi dari ke2 pemuda itu bahkan lebih santai menghabisi belasan ular-ular biasa itu.
Iya kemudian mendekati pohon yang terdapat tanaman racun darah yang sudah jatuh ke tanah karena di tebang oleh tetua keluarga mu.
Namun, ary tak langsung bergegas mengambil buah racun darah, sebaliknya iya memperhatikan dengan seksama ke arah dedaunan yang lebat di pohon tumbang itu.
Benar saja, jika di perhatikan dengan seksama, seekor ular hitam kehijauan bersembunyi di antara dedaunan yang lebat.
Ary langsung menebas beberapa kali ke arah ular itu beserta batang dan dedaunan yang menutupinya, ular itu terpotong menjadi beberapa bagian sebelum iya sempat menyerang ary.
Setelah itu, barulah ary bergegas mengumpulkan buah racun darah, menyimpan semuanya dalam sebuah wadah kemudian di masukan kedalam kantung penyimpanan.
Ary sangat senang, iya mendapat total 3 rangkai buah racun darah, masing-masing rangkai memiliki setidaknya 5 atau enam buah.
Setelah itu ary tak lupa mengambil barang-barang ke3 orang dari keluarga mu kemudian melesat ke arah utara celah tebing.
Setelah mencapai utara tebing batu, ary tak berhenti, iya terus pergi ke hutan kemudian memperkirakan arah dan langsung berlari ke arah timur.
Tempat itu sudah tak aman lagi, tetua keluarga mu yang memancing kawanan ular menjauh pasti akan kembali dan menyelidiki saat tak melihat ke3 anggota keluarga mu yang bertugas mengambil buah racun darah kembali.
Saat mereka mengetahui kematian ke3 orang itu, tempat itu pasti akan di geledah oleh mereka.
Ary berlari ke arah timur namun iya sangat hati-hati, tempat keluarga mu berkumpul adalah kumpulan tebing batu di arah barat sementara arah timur adalah hutan yang luas, selama iya pergi sedikit ke arah timur lagi, iya pasti akan lolos.