Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. hadiah pil pencerah akal
"Aku harus segera memberikannya kepada ibu kos.. biar aku tidak diusirnya dari sini." Ucapnya lagi. Dengan cepat dia pun bangkit, dan kemudian kembali keluar dari pintu kosannya, dan pergi ke rumah pemilik kosan untuk membayar uang kos-nya.
"Assalamualaikum Bu.." tutur nova.
"Waalaikumsalam.." Ibu kosnya pun dengan bergegas keluar.
"Eh Nova.. sudah ada uang kosnya..?" Tanya ibu pemilik kosan itu dengan sedikit judes. Namun Nova tidak ambil hati.
"Sudah Bu.. ini uang kos untuk bulan ini. Dan ini uang kos untuk 2 bulan ke depan.. saya bayar sekarang aja ya Bu.. takutnya besok uang saya habis dan mungkin datangnya lama.." tutur Nova. Mendengar itu sang pemilik kosan pun tersenyum.
"Gitu dong.. baiklah kalau begitu. Makasih ya Nova.."
"Iya Bu sama-sama.." setelah itu Nova kembali berpamitan, begitu pula dengan ibu pemilik kosan yang langsung masuk ke dalam rumahnya. Saat Nova baru saja memegang gagang pintu pagar kosannya, dia kembali dikejutkan dengan suara sistem.
Ting
"Telah terdeteksi, pemilik rumah melakukan transaksi pembayaran uang kos sebesar rp900.000. tuan rumah mendapatkan cashback sebesar 45 juta, dan uangnya sudah dikirimkan ke rekening anda."
Karena Nova masih belum terbiasa, dia sempat terkejut mendengar suara sistem tadi. Namun sesaat kemudian, dirinya langsung kegirangan karena akhirnya kembali menerima notifikasi m-banking miliknya, di mana Di sana uang masuk senilai 45 juta.
"Yaaaaa..... Asiknya..." Ucapnya dengan suara penuh dengan kegirangan. Dia pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah kos, dan dengan cepat mengambil handphonenya untuk memeriksa m-banking miliknya. Dan benar saja, dana sebesar 45 juta sudah masuk ke dalam akunnya. Dan total uang yang dimilikinya sekarang, sebesar 50 juta rupiah.
"Waaahhh...kalau begini terus, aku bisa memiliki uang banyak. Dan nggak perlu khawatir lagi dengan uang kuliah. Aku bisa memenuhi kebutuhan kuliah, tanpa harus minta pada bapak dan ibu di kampung." Ucapnya. Dia memeluk handphone miliknya, dan seketika matanya sedikit berkaca-kaca karena bahagia.
Malam harinya, Nova tidak bisa fokus mengerjakan tugasnya. Dia terus teringat dengan kejadian yang benar-benar di luar nalar. Dia tiba-tiba mendapatkan sistem keberuntungan, yang entah dari mana datangnya. Dan yang paling tidak masuk akal, dia sekarang sudah memiliki uang sebanyak 50 juta, nominal yang tidak pernah berani ia bayangkan.
"Apakah semuanya bukan mimpi..?" Ucapnya lagi. Dan untuk membuktikan, dia langsung membuka m-bankingnya kembali, dan di sana, ia masih melihat nominal uang yang sama. Seketika, senyumnya langsung terbit.
"Wah.. benar.. Alhamdulillah.. nanti, aku akan cari cara untuk memutarkan uang ini, agar tidak habis dengan cepat." Ucapnya dengan tekad. Tapi, yang jadi permasalahan sekarang, yaitu waktu kuliah yang padat.
"Hais.. tapi waktu kuliah ku masih cukup padat. Kalau di paksakan, aku tentu hanya bisa berjualan Jum'at Sabtu dan Minggu. Dan kalau memang mepet, aku hanya bisa berjualan di malam hari. Tapi, kalau di paksakan, aku tidak bisa fokus belajar." Ucapnya lagi.
"Ah.. sudahlah.. aku selesai tugas ku dulu.." akhirnya, dia fokus mengerjakan pekerjaan.
******
Pagi pun menyingsing, Nova bangun dari tidurnya masih dengan menggunakan mukenanya. Tadi, setelah sholat subuh, dia lanjut tidur. Dia bangkit, dan melepaskan mukenanya. Setelah itu, dia memasak nasi terlebih dahulu, dan setelah itu baru bergegas pergi mandi.
Karena jam 09.00 nanti, dia akan berangkat kuliah dan mengikuti perkuliahan di yang pertama hari ini. Dia mempersiapkan dirinya sambil bersenandung kecil-kecil, kebetulan Aulia juga sedang tidak ada. Jadi tidak ada yang mengganggunya atau yang merasa terganggu dengan gumamannya itu.
Setelah semuanya selesai, dia pun langsung bergegas berangkat ke kampus yang jaraknya tentu saja hanya 15 menit dari rumah kosannya. Dan dia berangkat dengan berjalan kaki saja. Saat dirinya sedang berjalan, tiba-tiba matanya langsung tertuju kepada anak kecil yang melintas di jalan, Yang sepertinya lepas dari pantauan orang tuanya.
Apalagi di jalan sangat ramai dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Astaghfirullahaladzim!!" Dengan cepat, Nova pun mengangkat anak kecil itu dan membawanya dalam gendongannya. Ibu-ibu yang tampak sedang berkumpul juga terkejut melihat hal itu. Sementara, anak yang ditolong oleh Nova itu terlihat kebingungan, berbeda dengan ibunya yang langsung bereaksi.
"Astaghfirullahaladzim... !! Anakku!!" Seru ibu dari anak tersebut dengan panik. Sementara Nova yang memeluk anak itu tampak menenangkan, walaupun anak kecil itu masih terlihat kebingungan.
"Makasih ya dek.. kalau tidak ada adik yang bantuin.. anak saya pasti sudah ditabrak sama mobil.." ucap ibu dari anak tersebut. Sementara mobil yang memang melaju dan tidak sempat memelankan mobilnya itu, juga turut berhenti dan langsung keluar.
"Astagfirullah.. Saya minta maaf ya Bu.. saya tadi sedang sibuk dengan handphone saya makanya tidak melihat jalan.. saya benar-benar sangat meminta maaf.." ujar laki-laki yang baru saja turun dari dalam mobilnya itu.
"Iya pak iya.. ini juga kelalaian saya. Saya lalai menjaga anak saya, sementara saya tahu ini di sekitar jalan Raya." Tutur Ibu tersebut dan langsung mengambil alih anaknya dalam gendongan Nova.
"Syukurlah kalau begitu.. saya duluan kalau begitu ya Bu.. sepertinya saya sudah terlambat.." tutur Nova sambil melirik arlojinya. Kedua orang itu pun langsung mengangguk, begitu pula dengan laki-laki tersebut yang langsung berpamitan dan meminta maaf dengan tulus kepada anak ibu tersebut.
Sementara Nova, saat berjalan dia kembali dikejutkan dengan bunyi nada keberuntungannya.
Ting
"Tuan rumah telah terdeteksi menolong anak kecil di jalan, yang hampir tertabrak mobil. Tuan rumah mendapatkan hadiah, yaitu pil pencerah akal." Ucapnya. Mendengar itu Nova langsung mengerutkan keningnya.
(Eh, nolong orang pun dapat hadiah.. wah ini benar-benar hoki banget.. tapi, pil pencerah akal itu untuk apa ya..? Ah sudahlah.. sebaiknya aku terima saja.. barangkali tidur itu memang ada kegunaannya.) dengan cepat, Nova pun langsung menekan tombol terima, dan saat itu juga pil tersebut langsung berada di telapak tangannya. Tanpa pikir panjang dan tidak mau repot, dia pun langsung menelan pil tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju kampus.
Sepanjang perjalanan pil itu terus bereaksi, dan tanpa disadari oleh pemilik tubuhnya.
"Rani, Leli. Apakah sudah masuk..?" Tanya Nova kepada kedua temannya. Rani dan Leli yang dipanggil oleh Nova pun dengan cepat menoleh.
"Belum.. sepertinya dosennya agak terlambat.. tadi baru saja dikirim informasi ke dalam grup. Memangnya kamu nggak baca..?" Tanya Rani.
"Belum. Sepertinya aku masih di jalan, makanya nggak lihat informasi di dalam grup."
"Ya sudah kalau begitu.. kita langsung masuk aja. Palingan dosennya lambat tidak berapa lama." Sambung Leli.
"Iya juga sih!" Akhirnya mereka bertiga pun mulai berjalan menuju ruang kelas mereka.
"Nov.. laporan Kamu sudah siap..?" Tanya Leli.
"Oh sudah li. Biasalah, kalau minta tolong sama Mbah Google tentu saja siapnya cepat." Ucapnya sambil tersenyum jenaka
"Memangnya kenapa..? Kalian ada kendala..?" Tanya Nova kepada kedua temannya itu.
"Enggak juga.. kita cuma mastiin aja kok. Ya udah yuk,." Mereka bertiga pun masuk ke dalam kelas mereka, dan kemudian duduk di bangku masing-masing.