NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. Pernikahan Sang CEO dan Gadis Pohon

​Persiapan pernikahan antara Daren, sang CEO yang dunianya berisi angka dan strategi bisnis, dengan Mila, gadis Betawi asli yang dunianya berisi tepung terigu dan bumbu dapur, ternyata lebih rumit dari merger perusahaan multinasional.

​Mila bersikeras ingin ada sentuhan tradisional, sementara Daren ingin memberikan yang terbaik di hotel bintang lima. Hasilnya? Sebuah kolaborasi Pecah Telur yang membuat seantero komplek gempar.

​Minggu pagi di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Pusat. Aroma bunga melati segar menyeruak di setiap sudut ballroom. Dekorasi serba putih dengan sentuhan emas membuat ruangan itu tampak seperti istana dalam dongeng, namun tetap ada satu sudut yang didekorasi mirip teras rumah Engkong Malik lengkap dengan replika pohon kersen tempat Daren pertama kali kepincut Mila.

​Di ruang rias, Kayla sibuk memoles bibirnya. Sebagai bridesmaid utama sekaligus menteri Penerangan acara, ia mengenakan seragam senada dengan Cintya.

"Cint, lo liat Jerry gak? Itu anak katanya mau jadi bridesman tapi malah sibuk ngurusin lighting panggung. Berasa masih jadi asisten bos dia," celoteh Kayla.

​Cintya yang sedang asyik merapikan kebaya Jamal yang juga terpilih jadi bridesman hanya terkekeh.

"Biarin lah, Kay. Si Jerry emang jiwanya sudah menyatu dengan kabel. Yang penting Jamal ganteng hari ini, kan?"

​Jamal yang memakai jas rapi tapi tetap merasa gerah, hanya nyengir.

"Gue grogi nih, Kay. Gue yang jadi wali nikahnya Mila. Tanggung jawabnya gede, nyerahin adek satu-satunya ke si bule nekat itu."

​Suasana berubah khidmat. Daren duduk di hadapan Jamal. Engkong Malik duduk di samping dengan wajah tegak, sementara Nyai sudah menyiapkan tisu di tangan karena tahu sebentar lagi air matanya bakal tumpah.

​Ustadz Anas yang memandu acara memberikan petuah singkat sebelum prosesi dimulai.

Di barisan belakang, Ustadzah Umi Laila sudah siap memberikan doa restu.

​"Saudara Daren bin Robert, saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan adik kandung saya, Jamila binti Surya, dengan mas kawin berupa uang tunai seratus juta rupiah, satu unit rumah, dan emas batangan seberat dua ratus gram, dibayar tunai!" seru Jamal dengan suara baritonnya.

​Daren menarik napas panjang. Ia sudah latihan ijab kabul selama dua minggu penuh, bahkan sampai mengigau di kantor.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Jamila binti Surya dengan mas kawin tersebut, tunai!" jawab Daren dalam satu tarikan napas, lugas dan tanpa cela.

​"SAH!" teriak Jerry paling kencang dari sudut ruangan, yang langsung disusul koor

"Alhamdulillah"

dari seluruh tamu undangan.

​Mila keluar dengan kebaya pengantin yang begitu anggun. Ia bukan lagi Gadis Pohon yang galak, melainkan ratu sehari yang kecantikannya membuat Daren sempat lupa cara berkedip.

Saat Daren menyerahkan mahar tumpukan emas batangan yang berkilau mata tamu undangan hampir lepas, terutama tiga orang yang duduk di barisan belakang.

​Di pojokan meja nomor 15, duduklah Bude Wati, Salina, dan Arjuna. Mereka datang dengan kostum yang sangat mencolok.

Salina memakai gaun gliter yang terlalu heboh sampai-sampai hampir menabrak lampu hias, sementara Bude Wati memegang tas tangan yang ia klaim asli padahal kw.

​"Heh, liat tuh maharnya. Seratus juta? Ah, paling itu duit mainan yang beli di pasar gembrong," bisik Bude Wati sambil menyambar siomay yang lewat di nampan pelayan.

​Arjuna, yang sejak tadi hanya diam menahan malu, merasa dadanya sesak.

"Gila, Jun. Itu emas batangannya asli. Gue tau bedanya emas asli sama emas sepuhan. Mila beneran dapet jackpot."

​Salina mendadak kesal mendengarnya.

"Biasa aja kali, Bang. Paling itu rumahnya juga cicilan seratus tahun. Nih, Ma, amplopnya sudah Salina isi belum?"

​Bude Wati merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah amplop putih tipis. Dengan wajah penuh kemenangan, ia memasukkan amplop itu ke kotak di depan. Isinya? Kosong melompong, hanya ada tulisan kecil di pojok,

"Semoga awet, jangan lupa bayar utang tetangga." Padahal Mila tidak punya utang padanya.

​Meskipun mulut mereka pedas, perut mereka ternyata sangat jujur.

"Eh, tapi rendangnya enak ya, Ma," bisik Salina sambil menambah porsi ketiga.

"Iya, ambil itu kambing gulingnya juga. Mumpung gratis, kita harus bikin si Daren ini rugi bandar!" sahut Bude Wati penuh semangat.

​Arjuna hanya bisa menunduk sambil mengunyah sate ayam. Hatinya panas, tapi perutnya terlalu lapar untuk diajak kompromi. Ia melihat Mila tertawa bahagia di pelaminan, dan sadar bahwa ia telah kehilangan berlian demi sepotong kerikil yang berisik.

​Suasana makin meriah saat Ustadzah Umi Laila memberikan tausiyah pernikahan yang menyentuh sekaligus kocak.

"Pernikahan itu ibarat masak sayur asam," ujar beliau.

"Harus ada asemnya, ada pedesnya, tapi kalau diracik dengan sabar, rasanya seger luar biasa. Jadi buat Daren, kalau Mila lagi kumat pedas omelannya, inget-inget lagi manisnya janji hari ini."

​Jerry dan Kayla bertindak sebagai MC dadakan. Mereka naik ke panggung dan mulai melakukan siaran langsung lagi.

"Oke penonton! Liat nih, bos gue akhirnya sah jadi warga Betawi kehormatan! Penonton tembus lima puluh ribu! Like-nya mana?!" seru Kayla.

​Daren merangkul Mila di pelaminan.

"Mil, lo sadar gak? Bude Wati dari tadi bolak-balik ke meja prasmanan lima kali," bisik Daren sambil tertawa kecil.

​Mila melirik ke arah Bude Wati yang sedang berusaha membungkus beberapa potong kue ke dalam tisu.

"Biarin aja, Ren. Itung-itung sedekah buat orang yang kurang gizi hatinya. Yang penting sekarang gue udah punya lo yang siap bayarin token listrik gue selamanya."

​"Cuma token listrik? Seluruh gardu PLN-nya pun gue bayarin buat lo," balas Daren gombal.

​Kejutan dari Engkong Malik

​Sebelum acara berakhir, Engkong Malik naik ke atas panggung dengan gaya perlente. Ia membawa sebuah bungkusan kain sarung tua.

"Daren, ini buat lo. Sebagai tanda lo udah resmi jadi bagian keluarga gue," ujar Engkong.

​Daren membukanya dengan penasaran. Isinya ternyata sebuah golok hias dengan gagang kayu ukiran tangan yang sangat indah.

"Ini namanya golok simpenan Engkong. Buat jaga Mila. Bukan buat berantem, tapi buat motong segala keraguan dalam hidup lo berdua. Dan satu lagi"

​Engkong merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah sertifikat tanah yang sudah menguning tapi masih terawat.

"Ini tanah yang di samping rumah Engkong. tapi Nyai buat elo berdua,semoga rumah tangga lo adem ayem, sakinah mawadah warohmah."

" Terima kasih Engkong dan Nyai, udah merawat Mila, sampai sebesar ini, Mila belum bisa membalas kebaikan Engkong dan Nyai."

​Mila menangis haru. Ia memeluk Engkong dan Nyai erat-erat. Daren pun ikut merangkul kakek mertuanya itu. Di tengah kemewahan hotel bintang lima, kehangatan keluarga justru menjadi dekorasi yang paling indah.

Udah Halal.. 🥰🙏

​Bersambung

1
Indira Mr
kasihan Jerry 🤣🤣🤣
Jing_Jing22
wkwkwkwk dia salah sasaran thor, waduh aman nggak tuh🙉
Indira Mr: Jerry malang 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
aw aw aw daren awas hilang semua wkwkwl🙈
Indira Mr: he..he..🤣🤣
total 1 replies
Fathu
👍
evrensya
Pokoknya aku selalu dukung karya ini, semoga sukses masuk rangking top.
evrensya
Hmm.. Mas Bule 🤭
evrensya
Quotes Jamila di siang bolong, inspired by Salina. 🤭
Indira Mr: Ya Allah ..🤣🤣🤣
total 1 replies
evrensya
Seleranya Jerry berada di level max🤣
evrensya
Sudah gue Dugong itu si Salina🤣🤣🤦
Indira Mr: Salina kumat 🤣
total 1 replies
evrensya
Jamila kamu wajib bikin hareem. Biarkan aku jadi dayangmu😁
Indira Mr: daftar 🤣🤣🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
gak enak banget dijodhin, amit amit🤭
Syh.Mutiara
🤢
Syh.Mutiara
dasar cowok
Indira Mr: cowok hidung belang🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
basi
Syh.Mutiara
waduh...
Serena Khanza
masyaallah darren login 👍🏻😇
bener bener kek dpt hidayah atas kemauannya sendiri
Serena Khanza
valid nih pak ustad 🤭
Indira Mr: cosplay 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
hahaha... ada ada aja Thor bikin ngakak
Wida_Ast Jcy
kaesihan juga jerry ya thor🤣🤣🤣
Indira Mr: kasihan Jerry 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ebit S
hahaha ya iya lah rugi.. dong.. 🤭🤭🙏🙏💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!