NovelToon NovelToon
TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK

TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Ravela Natakusuma, seorang kapten TNI-AD, tiba-tiba harus menerima perjodohan dengan Kaivan Wiratama, seorang CEO pewaris perusahaan besar, demi memenuhi permintaan ayah Kaivan yang tengah kritis.

Mereka sepakat menikah tanpa pernah benar-benar bertemu. Kaivan hanya mengenal Ravela dari satu foto saat Ravela baru lulus sebagai perwira yang diberikan oleh Ibunya, sementara Ravela bahkan tak tahu wajah calon suaminya.

Sehari sebelum pernikahan, Ravela mendadak ditugaskan ke Timur Tengah untuk misi perdamaian. Meski keluarga memintanya menolak, Ravela tetap berangkat sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai abdi negara.

Hari pernikahan pun berlangsung tanpa mempelai wanita. Kaivan menikah seorang diri, sementara istrinya berada di medan konflik.

Lalu, bagaimana kisah pernikahan dua orang asing ini akan berlanjut ketika jarak, bahaya, dan takdir terus memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal

Tangan Kaivan yang membelai paha Ravela semakin naik. Usapan lembut Kaivan benar-benar membuat Ravela terlena. Ciumannya berpindah ke dagu Ravela, dan turun hingga ke leher Ravela.

Dulu Kaivan pernah membayangkan memberikan banyak kecupan kecil di leher Ravela, dan kini hayalan itu menjadi kenyataan. Sekarang ia bisa merasakannya, dan rasanya lebih nikmat dari yang Kaivan bayangkan.

Ravela mendongakkan lehernya, membiarkan Kaivan leluasa menjelajah area tersebut. Ciuman itu telah sampai di tulang selangka Ravela dan hampir sampai di belahan dada istrinya, dengan tangan Kaivan yang tak tinggal diam.

Kini tangan Kaivan sudah turun menyentuh benda kenyal yang kemarin sudah pernah dipegangnya, namun belum sempat dirasakan Kaivan. Tangan Kaivan sedang bermain-main disana, meremas daging lembut yang terasa kenyal itu.

Benda kenyal yang begitu pas digenggaman Kaivan. Pria itu tidak bisa berhenti, kini ia mencari benda kecil lainnya, dan Kaivan mendapatkannya. Ia menekan dan memelintir biji kecil dan bulat itu, dengan bibir yang sama-sama masih bertaut.

Suhu tubuh keduanya sudah sama-sama panas, bahkan suhu AC yang berada dalam ruangan itu tak mampu mendinginkan tubuh mereka sama sekali.

Ravela benar-benar merasa seperti terbang di awang-awang, perasaan malu dan gugup yang tandi ia rasakan hilang entah kemana. Hanya tertinggal perasaan nikmat yang tidak mampu dijelaskan olehnya.

Ravela menikmati setiap sentuhan lembut yang Kaivan berikan. Ia yang tadi berada di pangkuan Kaivan, kini perlahan tubuhnya sudah terbaring di ranjang Presidential suite itu.

Kaivan sudah berada diatas tubuh Ravela, pria itu menghentikan ciumannya. Pandangan mereka bertemu, engan nafas yang sama-sama memburu, meraup oksigen yang terasa habis.

Mata keduanya sudah sama-sama sayu, tangan Kaivan berpindah di pinggiran dress yang Ravela kenakan dan siap membuka dress itu.

“Aku ingin sekarang Vel,” ujar Kaivan dengan tatapan yang sudah sangat berkabut.

Ravela bingung harus menjawab apa, ia benar-benar malu. Namun pada kenyataannya mereka pasangan dewasa yang sama-sama membutuhkan hal ini.

Tanpa menunggu jawaban istrinya Kaivan melepaskan dress yang Ravela kenakan. Ia benar-benar dibuat terpana, dengan bentuk tubuh istrinya yang menggoda iman walaupun terdapat beberapa bekas luka disana, Kaivan mengerti itu pasti didapatkan istrinya saat bertugas.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Kaivan, melihat seorang wanita tanpa sehelai benang pun. Ia kembali mencium bibir Ravela, dan entah terhasut setan dari mana, Ravela juga ikut melepaskan kaos yang dikenakan Kaivan.

Kaivan kembali menatap sayu Ravela, kali ini ia benar-benar tidak bisa menunda hasratnya. Kaivan menatap dalam manik hitam milik Ravela.

Pada akhirnya Ravela mengangguk, “Kamu berhak atas diriku Mas, lakukan lah,” ujarnya.

Mendengar itu membuat semangat Kaivan menggebu, ia kembali meraup bibir merah mudah milik Ravela, dan tanpa Ravela sadari, Kaivan sudah melepaskan kain penutup dada miliknya.

Lagi-lagi Kaivan dibuat terpana, dengan dua buah benda yang kini menjadi favoritnya itu. Ia segera melahap benda kenyal itu, dan tangan lainnya memilin benda kecil yang lain.

Ravela dibuat menggila dengan apa yang Kaivan lakukan, lagi-lagi lenguhan keluar dari Mulut Ravela, membuat Kaivan semakin bergairah.

“Eughh... sayang...” ujar Ravela.

Kaivan mendongak menatap raut wajah istrinya yang begitu terlihat sangat seksi.

“Iya sayang, kita mulai ya,” ujar Kaivan dengan nada suara yang serak.

Ravela mengangguk. Kaivan segera melancarkan aksinya. Tangan Kaivan sudah hampir membuka sehelai kain yang tertinggal di tubuh istrinya.

Ketika tangan Kaivan sudah hampir membuka kain itu, ia melihat bercak merah pada seprai. Kaivan mengernyitkan dahi, mereka belum memulainya, namun mengapa Ravela sudah mengeluarkan darah.

Ravela merasa bingung dengan sikap Kaivan yang hanya diam saja. “Ada apa?” tanyanya heran.

“Kenapa banyak bercak merah, Vel?” tanya Kaivan seperti orang bodoh.

Ravela terkesiap, ia ingat kemarin jadwal menstruasinya, dan ia belum mendapatkannya, “Apa mungkin saat ini aku tengah menstruasi?” batin Ravela.

Ravela langsung membungkus tubuhnya menggunakan selimut, lalu berlari menuju kamar mandi.

Kaivan benar-benar dibuat bingung sekaligus khawatir, apa yang membuat Ravela berlari menuju kamar mandi.

Ravela segera mengunci pintu kamar mandi, kali ini ia benar-benar malu dan sangat merasa bersalah. Apalagi melihat raut bingung di wajah suaminya tadi.

Ravela merasa tidak enak hati, ia menatap pantulan dirinya di cermin, begitu banyak tanda merah disana. Ravela menepuk pipinya agar apa yang baru saja mereka lakukan tidak terus-terusan membayang-bayangi dirinya.

Hingga suara ketukan pintu membuat Ravela terjingkat.

“Ravela! Kamu kenapa sayang?” seru Kaivan dari luar pintu. Kaivan benar-benar khawatir, apalagi Ravela tidak juga menyahuti dirinya.

“Astaga Vel, sekarang gimana coba,” gumam Ravela bingung sendiri. Rasanya Ravela ingin menyelam saja di palung mariana, daripada harus bertemu dengan Kaivan.

Lagi-lagi Kaivan mengetuk pintu sembari menyerukan namanya, namun kali ini lebih kencang dari tadi.

“Vel buka sayang!” seru Kaivan.

”Aduh, gimana dong? Mana nggak bawa pembalut, baju juga di luar lagi. Mampus deh kamu, Ravela,” gerutu Ravela kesal .

“Ravela buka! Atau aku dobrak pintu ini,” ancam Kaivan yang sudah benar-benar panik.

Akhirnya Ravela memutuskan membuka pintu, namun ia tidak keluar, Ravela hanya melongok keluar sedikit, dimana ada Kaivan tepat berada di depan pintu.

“Mas!” panggil Ravela menahan malu.

Melihat pintu kamar mandi itu sedikit dibuka, Kaivan segera masuk tidak memperdulikan larangan Ravela, yang meminta dirinya tetap diluar.

Kaivan benar-benar khawatir, mana mungkin dia bisa bersikap santai dan tetap menunggu diluar.

“Vel, kamu kenapa sayang?” tanya Kaivan khawatir, sembari memutar tubuh istrinya yang masih terbalut selimut.

Ravela semakin tidak enak hati, melihat raut cemas di wajah suaminya, “Mas, astaga... jangan diputer-puter, aku nggak apa-apa!” ujarnya. Kaivan berhenti meneliti tubuh istrinya.

“Terus kamu kenapa, Vel? Kenapa kamu kayak panik banget?” tanya Kaivan heran.

Ravela menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata suaminya, “Maaf,” ucapnya.

“Maaf? Untuk apa, Vel?” tanya Kaivan belum mengerti.

“Aku udah bikin kamu kecewa,” ucap Ravela lagi. Kaivan mengangkat sebelah alisnya, masih belum paham kemana arah pembicaraan Ravela.

“Kamu sebenarnya kenapa sih, Vel? Jangan buat aku bingung,” tanya Kaivan dengan raut wajah heran.

“A–aku lagi datang bulan!” cicit Ravela pelan.

“Huh... astaga Ravela Wiratama, aku pikir kamu kenapa. Aku bener-bener panik tahu nggak,” ujar Kaivan dan langsung memeluk Ravela erat.

“Kamu nggak marah, Mas?” tanya Ravela mendongak menatap wajah suaminya, yang hanya terlihat dari samping.

Kaivan menggeleng, “Untuk apa aku marah Vel? Asal kamu tetap disisi ku, dan kamu nggak kenapa-napa, aku nggak akan marah. Masih banyak waktu untuk kita. Mungkin semesta emang minta aku buat nunggu sampai resepsi kita selesai,” ujarnya sambil terkekeh.

Ravela terharu mendengar ucapan Kaivan, dari tadi ia sudah berpikir suaminya itu akan marah. Apalagi tadi Kaivan sedang dalam keadaan yang benar-benar bergairah. Ravela balas memeluk Kaivan erat.

“Ya udah, kamu tunggu disini ya! Aku beliin kebutuhan kamu dulu,” ujar Kaivan melepaskan pelukannya.

Ravela terhenyak mendengar apa yang Kaivan katakan, ia tidak menyangka Kaivan akan menawarkan diri untuk membelikan kebutuhannya. Kaivan seorang CEO sukses mau membelikan Ravela barang seperti itu, benar-benar sebuah kejutan untuknya.

“Emang kamu nggak malu beliin aku pembalut?” tanya Ravela.

Kaivan menggeleng, “Apa yang membuat aku harus malu, sayang? Udah kamu tenang aja disini!” Ujar Kaivan.

Ravela mengangguk, menuruti apa yang Kaivan katakan. Sebelum pergi Kaivan mengecup kening Ravela,

“Jangan pernah buka pintu kalau ada yang datang,” pesan Kaivan.

Ravela kembali mengangguk, dan duduk di sofa kamar sembari memainkan ponselnya, untuk mengabari Ibunya.

Kaivan menyambar kaos yang yang tergeletak dilantai, dan mengambil kunci mobil di atas laci, lalu melangkah keluar menuju mini market.

1
Alessandro
kaivan jgn macam2 ya, ntar dibedil sm vela...
Alessandro
sweet bgt ini kaivan, suamiable bgt 🥰
Aruna02
blokir aja ngapain nyimpen nomer mantan🙄
Aruna02
wajar mecum sama istri mah 🤣
Icha sun
nah, ketakutan Kai jadi kenyataan. belum juga nikah udah ditinggalin 😅
Icha sun
hmmm... alasan Kai masuk akal juga ya. hmm, semoga Ravela gak begitu Kai, walopun tentara dia masih perempuan kok 🤭
GreenForest
gpp sih tanpa kehadiran mempelai wanitanya. tapi ... Kan kasihan atuh Vela. Kai bakal plonga plongo habis ijab
GreenForest
Siap-siap kalau debat nggak akan ada yang mau ngalah nih nanti.
Pengabdi Uji
bang kai ane ada ide krn ane honeymoon nya disana. tuh ada villa di puncak kolam berenang private indoor khusus utk pasutri baru loh🤭 hehe bisa nana nini di kolam loh🤭🤭 jus in po
Pengabdi Uji
🤣 blagak gila,lu jovan🤣 lu pkir laki cmn lu doang
Icha sun
Jovan emang redflag sih, 7 tahun putus gitu aja dengan alasan gak masuk akal. Untung ravela terselamatkan
Icha sun
Ravela pasti canti bgt ya Thor, aku plg suka dengan tentara perempuan. keliatan strong tapi sekaligus lembut
Aruna02
hempaskan yang ketauan selingkuh 😏
Aruna02
😭jangan banyak pemeran thor suka curigaan soal nya
Pengabdi Uji
Ada aja ya prempuan menggatal keknya kmaren habis tari terbitkah hana .. jodohin apaan orgnya dh kawin jir😌😌
Pengabdi Uji
Jelas lah vela bucin org kai nya jg sebaik itu 😌 worth it lah ya putus sma si jovan babik itu klo dptnya yg seperti kai🤭🤭
GreenForest
laki apaan kalau nggak mau berjuang kenapa harus pura-pura mau bertahan 😭😭😭
GreenForest
Baru pertama ketemu pak Kaivan udah jatuh cinta, mungkinkah bakal mengejar Komandan Ravela yang speknya bukan main2 ini.
Rivella
bgus tu, suka bnget gaya si vella. cowok kek Jovan memang pantas digituin 🤣
Rivella
jatuh cinta pada pandangan pertama ya kai🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!