NovelToon NovelToon
Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Langit Yang Retak, Golok Yang Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Balas Dendam / Dendam Kesumat / Ahli Bela Diri Kuno / Dark Romance
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nnot Senssei

Ini Novel Wuxia!

Di dunia persilatan yang kelam dan penuh intrik, nama Liang Shan adalah luka yang tak pernah sembuh—anak dari keluarga pendekar agung yang dibantai secara keji oleh lima perguruan besar dan puluhan tokoh bayaran.

Sejak malam berdarah itu, Liang Shan menghilang, hanya untuk muncul kembali sebagai sosok asing yang memikul satu tujuan, yaitu membalas dendam!

Namun, dendam hanyalah awal dari kisah yang jauh lebih kelam.

Liang Shan mewarisi Kitab Golok Sunyi Mengoyak Langit, ilmu silat rahasia yang terdiri dari sembilan jurus mematikan—masing-masing mengandung makna kesunyian, penderitaan, dan kehancuran.

Tapi kekuatan itu datang bersama kutukan, ada racun tersembunyi dalam tubuhnya, yang akan bereaksi mematikan setiap kali ia menggunakan jurus kelima ke atas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Han Xiang menatap ke cakrawala dengan mata yang bengkak karena tangis.

"Liang Shan ..., jangan datang ..., pergilah ke Puncak Langit Terlarang dan sembuhkan dirimu..."

Namun Yue Niang, meski lidahnya kelu, menatap Han Xiang dengan pandangan yang tajam. Ia menggetarkan rantainya, seolah memberi isyarat bahwa Liang Shan yang mereka kenal tidak akan pernah berbalik arah.

Tanpa terasa, malam ketujuh tiba. Di dalam gua, tubuh Liang Shan tidak lagi bergerak. Ia tampak seperti mumi yang ditutupi oleh kristal es hitam.

Jika ada seseorang yang memiliki penglihatan sakti, maka orang itu akan melihat bahwa di dalam tubuhnya, sebuah keajaiban sedang terjadi.

Teknik Sembilan Matahari telah sepenuhnya melebur dengan Racun Tapak Sepuluh Ribu Tulang.

Alih-alih saling menghancurkan, kedua energi yang bertolak belakang itu kini berputar membentuk lambang Taiji di dalam dantian-nya.

Tiba-tiba, Liang Shan membuka matanya. Matanya tidak lagi hitam pekat, melainkan berwarna perak berkilauan dengan lingkaran merah di tengahnya.

Ia berdiri. Luka-lukanya telah menutup, namun meninggalkan bekas luka yang berpola seperti sisik naga di sekujur lengannya.

Liang Shan berjalan menuju Pedang Tanpa Wujud. Kali ini, pemuda itu tidak mencoba memegangnya dengan tangan, melainkan dengan jiwanya.

SRETT!!!

Gumpalan udara yang bergetar itu masuk ke dalam tubuh Liang Shan dan menyatu dengan tulang punggungnya. Liang Shan mengeluarkan teriakan yang menggetarkan seluruh pulau karang tersebut.

Dinding-dinding gua runtuh. Liang Shan keluar dari reruntuhan dan berdiri di atas air laut yang sedang mengamuk.

Fan Su yang memperhatikan dari jauh hanya bisa mengangguk pelan.

"Dia telah melampaui Ayahnya," bisik Fan Su. "Dia bukan lagi manusia, dia adalah kehendak langit yang marah."

Fajar hari ketujuh menyingsing di Benteng Laut Timur. Jenderal Long Zhanyuan berdiri, memberikan isyarat kepada algojonya untuk menarik tuas yang akan menjatuhkan Han Xiang dan Yue Niang ke laut.

"Waktunya habis," ucap Long Zhanyuan dingin.

Tepat saat algojo hendak menarik tuas, sebuah suara ledakan terdengar dari arah laut. Sebuah garis hitam membelah permukaan air dengan kecepatan yang melampaui peluru meriam.

BOMM!!!

Suara ledakan menggulung dari arah laut, lebih rendah dari petir namun jauh lebih berat, seolah dasar samudra sendiri baru saja retak.

Para algojo tersentak. Tali-tali penahan bergetar hebat. Burung-burung camar berhamburan panik ke langit kelabu.

Sesosok bayangan hitam mendarat di tengah-tengah dermaga, menciptakan kawah besar yang menghancurkan susunan batu bata. Asap tebal menyelimuti area itu.

Saat asap menipis, terlihat Liang Shan berdiri tegak. Golok Sunyi masih di punggungnya.

Dia hanya berdiri dengan tangan kosong, namun setiap inci tubuhnya memancarkan hawa tajam yang bisa menyayat kulit siapa pun yang berada dalam radius sepuluh tombak.

"Lepaskan mereka," suara Liang Shan tidak lagi emosional. Ia terdengar seperti suara guntur yang datang dari kejauhan.

"Hahaha! Rupanya kau benar-benar datang untuk menyerahkan nyawa!" kata Long Zhanyuan seraya mencabut tombak naganya.

"Serang!"

Ratusan prajurit elit dan algojo bayaran menerjang serempak, teriakan perang mereka mengguncang dermaga yang retak.

Tombak, pedang, dan golok berkilat di bawah cahaya matahari pagi yang pucat. Langkah kaki mereka menghentak seperti gendang kematian.

Namun Liang Shan hanya menggerakkan satu jari telunjuknya.

"Pedang Tanpa Wujud: Gerimis Pedang Pemutus Takdir!"

Udara di sekeliling Liang Shan mendadak memadat menjadi ribuan bilah pedang transparan yang terbuat dari hawa sakti murni.

Dengan satu jentikan jari, ribuan pedang itu melesat.

SLEBB!!! SLEBB!!! SLEBB!!!

Hanya dalam satu helaan napas, seratus prajurit tewas di tempat tanpa sempat mengeluarkan senjata. Tubuh mereka berlubang-lubang kecil, seolah-olah mereka baru saja diterjang badai jarum raksasa.

Long Zhanyuan terperanjat. Ia menyadari bahwa Liang Shan telah mencapai tingkat yang tidak masuk akal.

"Pengetuk Gerbang Neraka! Lakukan sesuatu!"

Pengetuk Gerbang Neraka meniup seruling hitamnya dengan kekuatan penuh. Gelombang suara yang bisa menghancurkan otak manusia biasa meluncur ke arah Liang Shan.

Liang Shan hanya mendengus. Ia membuka mulutnya dan mengeluarkan teriakan singkat, "Diam!"

Suara Liang Shan mengandung kekuatan energi Sembilan Matahari yang bercampur dengan Pedang Tanpa Wujud. Gelombang suara seruling itu berbalik arah dan menghantam Pengetuk Gerbang Neraka hingga kepalanya meledak di tempat.

"Sekarang giliranmu, Long Zhanyuan," ucap Liang Shan.

Long Zhanyuan meraung, tombak naga di tangannya berputar cepat, semakin cepat, hingga bilahnya lenyap menjadi lingkaran cahaya emas.

Tenaga dalamnya meledak tanpa sisa. Urat-urat di lengannya menonjol, wajahnya memerah seperti besi dibakar.

Dari pusaran tombak itu, seekor naga emas raksasa terlahir, sisiknya berkilau seperti matahari, matanya dingin dan kejam. Naga energi itu meraung, mengguncang langit dan bumi sekaligus.

"Naga Emas Mengguncang Langit!"

Liang Shan maju selangkah. Ia tidak menghindar, pemuda itu hanya mengangkat telapak tangannya.

"Langit dan Bumi Menjadi Satu!"

Ia menangkap naga energi Long Zhanyuan dengan tangan kosong, meremasnya hingga hancur menjadi serpihan cahaya, lalu dalam kecepatan yang tak terlihat, ia sudah berada di depan Long Zhanyuan.

BUKK!!!

Satu pukulan telapak tangan mendarat di dada Long Zhanyuan.

Long Zhanyuan membeku. Matanya melotot. Perlahan, tubuhnya mulai berubah menjadi es hitam dari dalam ke luar. Sebelum membeku sepenuhnya, Liang Shan membisikkan sesuatu di telinganya.

"Ayahku mengirimkan salam dari neraka."

PRANKK!!!

Tubuh sang Jenderal hancur berkeping-keping menjadi butiran es hitam yang tertiup angin laut.

Liang Shan segera melompat dan memutus rantai Han Xiang dan Yue Niang. Ia memeluk keduanya dengan erat. Han Xiang menangis di dadanya, sementara Yue Niang memegang tangan Liang Shan dengan gemetar.

Namun, kejayaan itu hanya sesaat. Liang Shan tiba-tiba terjatuh berlutut. Darah mengalir deras dari hidung dan telinganya.

"Liang Shan! Apa yang terjadi?!" teriak Han Xiang panik.

"Penggunaan Teknik Pedang Tanpa Wujud terlalu berat bagi tubuh yang masih diracuni ..." bisik Liang Shan.

Di kejauhan, di atas menara benteng, terlihat sebuah sosok berjubah putih sedang memperhatikan mereka. Sosok itu memegang lima serpihan permata yang sempat dicuri.

Ia adalah Xue Me, utusan Ratu Es.

"Kau menang hari ini, Liang Shan," suara Xue Me bergema di udara. "Tapi Long Zhanyuan hanyalah pion kecil. Jika kau ingin permata ini kembali, dan jika kau ingin menyembuhkan tubuhmu yang hancur, kau harus mendatangi Istana Es Gunung Selatan. Ratu Es menunggumu untuk menyelesaikan urusan masa lalu yang belum usai."

Xue Me lalu menghilang dalam pusaran salju yang tiba-tiba muncul.

Liang Shan menatap langit yang mulai cerah, namun hatinya terasa lebih berat dari sebelumnya.

Dia memang telah membunuh salah satu musuh besarnya, namun menyadari bahwa dirinya kini berada dalam perlombaan melawan waktu.

Jika tidak segera menemukan Teratai Sembilan Jiwa, maka kekuatan yang baru didapatkan justru akan menjadi belenggu yang membunuhnya lebih cepat.

1
jhoni
parah bnget jalan cerita nya, bnr" d luar nurul... mc nya lemah jg keracunn trus musuh" nya kekuatan nya d atas mc, ending nya mo bikin ke ajaiban ya thor bwt mc nya bebas dari racun trus ranah nya meningkat dratis🤣🤣🤣🤣
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
mcnya terlalu lemah terluka parah terus Thor... kurang menarik bacanya
asri_hamdani
bukannya lidahnya udah dipotong Mentri Wei 🤔
asri_hamdani
Menarik, cerita wuxia classic 👍
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
ini cerita silat clasic...🤔🤔😀😀
Junn Badranaya: Benar, kak
total 1 replies
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
nyimax....🤔🤭
jhoni
ne mc nya ga bs d sembuhin apa tu racun nya, lawan nya aja d luar nurul Thor🤭
Junn Badranaya: Bisa kak, wkwk. Kan itu ujian buat dia bisa lebih tragis🤣
total 1 replies
Nanik S
Bagus Lian Shang
Nanik S
Kecapi Sakti
Nanik S
Apakah Kakek itu orang yang dicari
Nanik S
Mereka bertiga benar2 tangguh
Nanik S
Liang Shan... punya berapa Nyawa
Nanik S
God Joon
Nanik S
Liang Shan.... berat amat jalanmu
Nanik S
mereka sepasang Anak sahabat yang mati karena dikhianati
Nanik S
Jendral Zhao ternyata bukan hanya penghianat tapi Inlis yang sesungguhnya
Nanik S
teruskan... menarik sekali Tor
Junn Badranaya: Siap kak ...
total 1 replies
Nanik S
Liang Shan harusnya tinggal dengan Damai
Nanik S
Liang Shan.... apakah akan hancur bersama Goloknya
Nanik S
Ternyata Jendral besar juga terlibat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!