NovelToon NovelToon
Perjamuan Langit Kultivasi Lidah Dewa

Perjamuan Langit Kultivasi Lidah Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Dan budidaya abadi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Han Shuo hanyalah seorang pelayan dapur di Sekte Awan Merah yang sering dihina karena bakat tulang yang buruk. Segalanya berubah ketika ia menemukan "Kitab Rasa Semesta", sebuah warisan kuno yang mengajarkan bahwa energi langit dan bumi paling murni tidak tersimpan dalam pil alkimia yang pahit, melainkan pada sari pati makhluk hidup yang diolah dengan api kuliner. Dengan sebilah pisau berkarat dan kuali tua, ia memulai perjalanan menantang maut demi mencicipi keabadian.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26 perjamuan maut di hutan terlarang

Hutan Terlarang yang terletak di pinggiran utara Kota Naga Emas bukanlah tempat bagi pencari kayu bakar biasa. Pepohonannya memiliki kulit berwarna kelabu seperti mayat, dengan daun-daun ungu yang tidak berdesir saat tertiup angin, melainkan mengeluarkan suara seperti bisikan orang mati. Di sinilah, Asosiasi Gourmet Kegelapan mendirikan salah satu markas bayangannya.

Han Shuo berdiri di gerbang hutan, punggungnya memikul Kuali Naga Merah yang telah ia isi dengan "bahan-bahan" yang tidak akan ditemukan di menu restoran mana pun. Matanya dingin, memancarkan aura merah yang menekan kabut beracun di sekitarnya.

"Bos, aku tidak akan membiarkan mereka memakanmu..." gumam Han Shuo, mengingat senyum Ying. Ia tidak membawa pedang, namun di sabuknya tersampir deretan tabung bambu berisi minyak, bubuk rempah, dan cairan fermentasi yang lebih mematikan dari racun ular kobra.

Bagian 1: Sang Ahli Jamu dari Lembah Pahit

Belum jauh Han Shuo melangkah, sebuah anak panah kayu yang ujungnya dilapisi cairan hijau terang menancap di pohon tepat di samping telinganya.

"Berhenti di sana, Koki Kecil. Satu langkah lagi, dan cairan ini akan mengubah darahmu menjadi cuka dalam waktu tiga detik," sebuah suara lembut namun tajam terdengar dari atas pohon.

Seorang wanita melompat turun dengan anggun. Ia mengenakan pakaian kulit yang praktis dengan banyak kantong kecil di pinggangnya. Rambutnya hitam legam diikat tinggi, dan matanya berwarna hijau zamrud yang aneh. Dialah Mei Lin, seorang ahli botani dan "Kolektor Rasa Pahit" yang mengasingkan diri di hutan ini.

"Aku tidak punya waktu untuk bermain, Nona," kata Han Shuo, tangannya sudah memegang tabung berisi bubuk cabai peledak.

Mei Lin mengendus udara. "Aroma Api Jantung Bumi... dan kau membawa Kotak Bumbu Raja? Kau pasti Han Shuo yang sedang dicari oleh wanita gila di dalam sana." Ia menurunkan busurnya. "Namaku Mei Lin. Aku benci orang-orang Gourmet Kegelapan karena mereka merusak ekosistem jamuku. Jika kau ingin masuk ke sarang mereka, kau butuh penawar untuk kabut 'Sianida Manis' di depan."

Mei Lin melemparkan sebuah pil kecil berwarna hitam. "Telan ini. Ini rasanya sangat pahit, tapi akan menjaga paru-parumu agar tidak melepuh."

Han Shuo menelan pil itu tanpa ragu. Wajahnya langsung mengkerut. "Sial... ini lebih pahit dari empedu naga."

"Memang," Mei Lin tersenyum tipis. "Rasa pahit adalah pelindung kehidupan. Mari, aku akan menunjukkan jalan pintas. Tapi sebagai imbalannya, setelah kau menyelamatkan asistenmu, kau harus memasakkanku sesuatu yang bisa menghilangkan rasa pahit permanen di lidahku ini."

Bagian 2: Mata-Mata Kecil dan Informasi Rahasia

Saat mereka mendekati sebuah tebing yang menghadap ke lembah tersembunyi, seorang gadis kecil berusia sekitar empat belas tahun tiba-tiba muncul dari balik semak-semak. Ia mengenakan pakaian serba hitam yang terlalu besar untuk tubuhnya yang mungil.

"Kak Mei Lin! Ada tamu!" teriak gadis itu dengan ceria, seolah-olah mereka tidak berada di tengah hutan maut.

"Ini Xiao Hua," Mei Lin memperkenalkan. "Dia adalah telinga dan mataku di Ibukota. Seorang pencuri kecil yang tahu terlalu banyak."

"Tuan Koki! Tuan Koki!" Xiao Hua mendekati Han Shuo, matanya berbinar melihat Kuali Naga Merah. "Gadis yang kau cari, Kakak Ying, dia dikurung di dalam Kuali Sembilan Sengsara. Lady Yan ingin menjadikannya 'Bumbu Manusia' untuk sup keabadiannya! Kau harus cepat, mereka sudah mulai memanaskan kualinya!"

Han Shuo merasakan amarahnya mencapai puncaknya. "Lady Yan?"

"Dia adalah salah satu dari Tujuh Koki Terlarang," jelas Xiao Hua dengan wajah serius. "Dia percaya bahwa rasa takut dan kesedihan yang diekstraksi dari manusia adalah bumbu paling murni di dunia."

Bagian 3: Labirin Dapur Neraka

Dibimbing oleh Mei Lin dan Xiao Hua, Han Shuo berhasil menyusup melalui saluran udara markas bawah tanah tersebut. Ruangannya luas, dengan ratusan tungku yang menyala dengan api hitam. Di tengah ruangan, seorang wanita dewasa dengan gaun merah darah yang memeluk lekuk tubuhnya sedang berdiri di atas podium.

Dialah Lady Yan. Wajahnya cantik namun dingin, dengan bibir yang dicat hitam pekat. Di depannya, Ying tergantung dalam sangkar besi di atas kuali raksasa yang berisi air mendidih yang berwarna keruh.

"Selamat datang, Han Shuo," suara Lady Yan bergema, merdu namun mengandung nada ancaman. "Kau tepat waktu. Ying kecil ini hampir mencapai titik didih yang sempurna untuk mengeluarkan esensi jiwanya."

"Lepaskan dia, atau aku akan membakar tempat ini menjadi abu!" teriak Han Shuo.

"Ooh, api yang besar," Lady Yan tertawa kecil. "Berikan padaku Kotak Bumbu Raja, dan aku mungkin akan mengizinkanmu mencicipi sup yang terbuat dari asistenmu ini."

Bagian 4: Kuliner Sebagai Senjata Pemusnah

Han Shuo melangkah maju, tangannya memegang kotak bumbu yang dirantai. "Kau ingin rasa, Lady Yan? Aku akan memberimu rasa yang tidak akan pernah kau lupakan."

Han Shuo tidak menyerahkan kotak itu. Sebaliknya, ia melemparkan tiga buah bakpao kecil ke arah para pengawal Lady Yan.

"Seni Kuliner Perang: Bakpao Inferno Sembilan Tingkat!"

BOOM! BOOM! BOOM!

Bukan ledakan api biasa. Bakpao itu meledak mengeluarkan gas cabai dengan konsentrasi Qi yang sangat tinggi. Para pengawal langsung berlutut, mata mereka perih dan kulit mereka terasa terbakar hebat hanya karena menghirup udaranya.

Han Shuo kemudian mengeluarkan botol minyak wijen yang telah ia modifikasi. Ia menuangkannya ke lantai dan menyulutnya dengan api jarinya.

"Teknik Minyak Licin: Tarian Kematian!"

Minyak itu merambat dengan cepat, mengikuti garis-garis formasi energi di lantai. Han Shuo menggunakan hukum termodinamika untuk mengarahkan aliran panas:

Di mana \Delta U adalah perubahan energi internal formasi musuh, Q adalah panas dari Api Jantung Bumi, dan W adalah kerja kinetik yang dihasilkan oleh ledakan minyak.

Lady Yan terkejut. "Kau berani merusak dapurku?!" Ia menarik sebuah tuas, dan sangkar Ying mulai turun perlahan menuju air mendidih.

Bagian 5: Duel Dua Ideologi

Han Shuo melesat, namun Lady Yan menghalangi jalannya dengan sepasang pisau pemotong tulang yang besar. Mereka bertarung di atas jembatan sempit di atas kuali.

"Kau memasak untuk kehidupan, Han Shuo! Tapi kematian adalah bumbu yang lebih kuat!" Lady Yan menebas dengan kecepatan yang luar biasa.

Han Shuo menangkis menggunakan penutup kualinya. CLANG!

"Kematian tidak memiliki rasa, Lady Yan! Hanya kehampaan!" Han Shuo melakukan serangan balasan. Ia mengambil segenggam garam dari sakunya dan melemparkannya ke udara, lalu memanaskannya secara instan hingga menjadi plasma garam yang menyilaukan.

[Sistem: Aktivasi Skill - 'Kebutaan Rasa'. Target kehilangan indra penciuman dan penglihatan selama 10 detik!]

Lady Yan berteriak saat matanya terpapar cahaya plasma tersebut. Han Shuo tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia melompat ke arah sangkar Ying.

"Teknik Pemutus Rantai: Pisau Bulan Sabit!"

Dengan satu tebasan vertikal yang dialiri Qi murni, rantai besi itu putus. Han Shuo menangkap sangkar itu dan membawanya mendarat di pinggir kuali. Dengan kekuatan fisiknya, ia merobek jeruji sangkar dan menarik Ying keluar.

"Bos..." Ying menangis, memeluk Han Shuo erat. "Aku tahu kau akan datang."

"Maaf aku terlambat, Ying. Sekarang, mari kita selesaikan makanan pembuka ini."

Bagian 6: Akhir dari Perjamuan Kegelapan

Lady Yan yang sudah pulih dari kebutaan sementara tampak sangat murka. Ia memanggil seluruh energi hitamnya, membentuk naga asap raksasa dari uap kuali.

"AKU AKAN MENELAN KALIAN SEMUA!"

Namun, Mei Lin muncul dari bayang-bayang di atas. "Kau lupa tentang bumbu pahitku, Yan!"

Mei Lin melemparkan sebuah botol besar berisi ekstrak tanaman Lonceng Kematian yang sangat pahit ke dalam naga asap tersebut. Secara kimiawi, alkaloid dalam ekstrak itu bereaksi dengan energi gelap Lady Yan, menyebabkannya menjadi tidak stabil.

Han Shuo melihat kesempatan terakhir. Ia membuka Kotak Bumbu Raja hanya satu senti. Sebuah cahaya ungu keluar. Han Shuo mengambil sejumput bubuk transparan dari dalamnya—Garam Pencabut Nyawa.

"Inilah bumbu terakhir untukmu!"

Han Shuo melemparkan bubuk itu ke arah Lady Yan. Begitu bubuk itu menyentuh naga asap, seluruh energi tersebut meledak ke dalam, menyedot Lady Yan ke dalam kualinya sendiri.

"TIDAAAAAAK! RASANYA... TERLALU... ASIIIIIN!"

Lady Yan tenggelam dalam kualinya sendiri yang kini membeku menjadi kristal garam hitam. Markas Gourmet Kegelapan mulai runtuh.

Penutup: Aliansi Baru

Di luar hutan, saat fajar mulai menyingsing, Han Shuo, Ying, Mei Lin, dan Xiao Hua duduk di sebuah padang rumput yang aman. Han Shuo menyalakan api kecil dan mulai memasak Bubur Pemulihan Jiwa untuk mereka semua.

"Terima kasih, Mei Lin, Xiao Hua," kata Han Shuo tulus.

Mei Lin mencicipi bubur itu. Matanya sedikit membelalak. "Rasa pahit di lidahku... benar-benar berkurang. Kau bukan koki biasa, Han Shuo."

Xiao Hua sambil mengunyah buburnya berkata, "Tuan Koki, kau harus hati-hati. Lady Yan hanyalah salah satu yang terlemah. Kakakku, Lady Azure, dia jauh lebih berbahaya dan dia adalah juri di babak final Turnamen Koki Dewa."

Han Shuo menatap langit merah. "Biarkan mereka datang. Aku akan menyiapkan menu yang sesuai untuk mereka masing-masing."

Ying memegang tangan Han Shuo. "Apapun yang terjadi, Bos, aku akan selalu menjadi pencicip pertamamu."

Han Shuo tersenyum, namun dalam hatinya ia tahu: Kotak Bumbu Raja baru saja terbuka sedikit, dan kekuatannya sudah hampir menghancurkan hutan ini. Apa yang akan terjadi jika ia membukanya sepenuhnya?

* Pencapaian: Menyelamatkan Ying, mengalahkan Lady Yan.

* NPC Baru:

* Mei Lin: Ahli racun/jamu (Ally).

* Xiao Hua: Mata-mata/pencuri (Ally/Informan).

* Lady Yan: Anggota Tujuh Koki Terlarang (Dikalahkan).

* Kultivasi: Inti Emas 45% (Hampir mencapai tahap menengah).

* Item Baru: Botol Ekstrak Pahit (dari Mei Lin).

1
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Tetua Agung ..kenapa pakai Kuali Tulang
Nanik S
Apa Han Suo mau dipanggang
Nanik S
Huo . masak seja sekalian Panatua Mu Chen
Nanik S
Menu yang tida akan dia Lupakan.. menu apa Jan Shuo
Nanik S
Besok memasak Wang Lin
Nanik S
Masak Mie pemutus jiwa
Nanik S
Punya Asisten baru
Nanik S
Keren...jadi Koki Dewa
Nanik S
Han Shuo.. kasih makan dan nanti bawa saja kirin ke depan Tetua Tie
Nanik S
Han Shuo .. apa yang akan terjadi dipuncak
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Han Shuo.. cerdas sekali
Nanik S
NEXT
Nanik S
Perjamuan dengan Harimau
Nanik S
Keren bener
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Hadir ...awal yang beda dari lainya
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!