NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: BUKTI YANG TERDISTORSI

Julian berdiri di koridor apartemen, punggungnya menyandar pada pintu kamar Elara yang terkunci rapat. Ia bisa mendengar isak tangis tertahan dari dalam. Setiap isakan itu terasa seperti sembilu yang mengiris jantungnya, namun ia tidak berani mengetuk. Ia tahu, kehadirannya sekarang hanyalah racun.

Di dalam kamar, Elara duduk di lantai, menatap layar ponselnya yang berpendar. Kael baru saja mengirimkan sebuah file video dengan judul: ‘Kebenaran yang Mereka Sembunyikan’.

"Ini tidak mungkin..." bisik Elara, namun matanya tidak bisa berpaling.

Video itu dimulai. Itu adalah rekaman CCTV hitam-putih dari sebuah ruangan interogasi yang gelap. Di sana, Elara melihat dirinya sendiri terikat di kursi, tampak sangat rapuh. Dan di depannya, berdiri seorang pria yang punggungnya sangat ia kenali.

Julian Moretti.

Dalam rekaman yang sudah diedit sedemikian rupa oleh Kael, Julian tampak sedang membentak Elara. Suaranya terdengar berat dan kejam—hasil manipulasi audio yang sempurna.

"Katakan di mana kodenya, Elara! Jangan paksa aku melakukan ini padamu!" teriak Julian dalam video itu.

Lalu, adegan berpindah secara kasar. Julian tampak mengangkat tangannya, dan video itu memudar tepat saat sebuah tamparan keras terdengar. Elara memejamkan matanya, tangannya gemetar hebat. Pikiran bawah sadarnya yang baru saja mengalami reset saraf tidak mampu membedakan mana memori asli dan mana distorsi digital.

"Dia tidak menjagamu, Elara. Dia

mengendalikanmu melalui rasa takut," sebuah pesan teks dari Kael muncul di bawah video. "Tanyakan padanya tentang bekas luka di pergelangan tanganmu. Itu bukan karena kecelakaan, tapi karena borgol yang dia pasang."

Elara menyentuh pergelangan tangannya. Memang ada bekas luka tipis di sana—bekas luka dari malam di mercusuar saat ia mencoba menyelamatkan ayahnya. Tapi di kepalanya yang sekarang, narasi Kael mulai mengambil alih.

Tok. Tok. Tok.

"Elara? Aku membawakanmu air putih. Kau belum makan sejak sore," suara Julian terdengar dari balik pintu. Begitu lembut, begitu perhatian—namun di telinga Elara, suara itu kini terdengar seperti topeng seorang predator.

Elara bangkit berdiri, membuka pintu dengan sentakan kasar. Julian berdiri di sana dengan segelas air, wajahnya menunjukkan kelelahan yang amat sangat.

"Keluar," ucap Elara, suaranya dingin dan tajam seperti silet.

Julian tertegun. "Elara, ada apa? Apa yang terjadi?"

Elara menunjukkan layar ponselnya tepat di depan wajah Julian. Rekaman video itu sedang diputar ulang, memperlihatkan sosok Julian yang tampak seperti monster.

"Kau bilang kau melindungiku, J?" Elara tertawa sinis, matanya berkaca-kaca oleh amarah. "Kau bilang kau lebih memilih mati daripada melihatku menderita? Lalu apa ini? Siapa pria yang membentakku di video ini? Siapa pria yang membuatku ketakutan seperti binatang?"

Julian menatap layar itu, dan dunianya seolah runtuh. Ia segera mengenali ruangan itu. Itu adalah malam saat ia mencoba menyelamatkan Elara dari interogasi Dewan, malam saat ia harus berpura-pura keras di depan kamera agar para penjaga tidak curiga. Tapi Kael telah memotong bagian di mana Julian melepaskan ikatan Elara dan memeluknya.

"Elara, itu... itu tidak seperti kelihatannya. Aku melakukan itu untuk mengelabui kamera—"

"Berhenti!" Elara menyiramkan air dari gelas yang dipegang Julian tepat ke wajah pria itu.

Gelasnya jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. "Jangan pernah lagi menyebut namaku. Setiap kata yang keluar dari mulutmu adalah kebohongan. Kau bukan pengawalku. Kau adalah penjagaku, dan aku adalah tawananmu."

Julian tidak menghapus air yang mengalir di wajahnya. Ia berdiri mematung di antara pecahan kaca, menatap Elara dengan pandangan yang hancur. Ia ingin menjelaskan, tapi ia tahu, semakin ia membela diri, semakin Kael terlihat benar di mata Elara.

"Pergi, Julian Moretti," desis Elara, menyebut nama lengkapnya untuk pertama kali dengan nada jijik yang luar biasa. "Atau aku akan memastikan kau membusuk di penjara atas apa yang kau lakukan padaku."

Elara membanting pintu dan menguncinya.

Julian berdiri sendirian di koridor yang sunyi. Ia memunguti pecahan kaca di lantai dengan tangan kosong, membiarkan ujung tajamnya mengiris jarinya hingga berdarah. Rasa sakit fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenyataan bahwa wanita yang paling ia cintai kini melihatnya sebagai iblis.

Di kejauhan, di dalam sebuah ruangan gelap yang dipenuhi layar monitor, Kael menyesap kopinya sambil tersenyum puas. "Luar biasa," gumam Kael. "Menghancurkan seorang pria dari dalam memang jauh lebih memuaskan daripada membunuhnya."

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!