NovelToon NovelToon
Bangkitnya Klan Abadi

Bangkitnya Klan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.

Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.

Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.

Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.

Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.4 - Kabupaten Canghe

Saat Yan Lei membaca isinya, ia segera dikejutkan. Buku itu merupakan sebuah teknik kultivasi, dan merupakan teknik kultivasi tiga elemen khusus untuk Akar Roh dengan elemen air, tanah dan kayu, yang persis sama seperti Akar Rohnya. Bahkan ada beberapa mantra yang ikut disertakan.

Sayangnya, teknik itu tidak lengkap. Hanya ada satu bab, yang hanya dapat ia kultivasikan hingga Pemurnian Qi tingkat 9. Tapi bagi Yan Lei yang baru saja memulai jalan kultivasi, teknik itu sudah lebih dari cukup.

“Keberuntungan? Atau takdir?” Yan Lei bergumam pelan, samar-samar teringat pada Kitab Ungu Surgawi.

Untuk memasuki alam Pemurnian Qi, seseorang terlebih dahulu harus mengaktifkan 360 titik akupuntur di seluruh tubuhnya. Hanya setelah itu dilakukan, seseorang dapat mencoba menerobos alam Pemurnian Qi menggunakan teknik kultivasi yang selaras dengan Akar Rohnya.

Ketika seseorang menggunakan seluruh energi spiritual dari 360 titik akupuntur untuk menciptakan dantian di lautan kesadaran sesuai dengan pedoman teknik kultivasinya masing-masing, saat itulah ia telah memasuki alam Pemurnian Qi, memasuki jalur kultivasi yang sesungguhnya, menikmati umur 120 tahun dan dapat disebut sebagai yang abadi.

Yan Lei terkekeh pelan. Segalanya berkembang ke arah yang semakin baik.

Ia lalu membuka lapisan pertama Kitab Ungu Surgawi. Di dalam mangkuk, terdapat satu tetes Air Qi Asal, dan awan kecil yang menggantung di atas mangkuk itu kini tidak menghasilkan gumpalan air lagi.

“Jadi awan itu sungguh hanya menghasilkan satu tetes setiap bulan?” Alis Yan Lei sedikit terangkat. Meskipun ia sudah mengetahuinya, ia sejujurnya masih menyimpan sedikit harapan. Namun apa pun itu, satu tetes lebih baik daripada tidak ada!

Yan Lei tidak ragu-ragu. Ia kembali duduk bersila dan segera mengonsumsinya. Air Qi Asal dianggap sebagai salah satu harta karun langka di dunia kultivasi, karena tercipta dari energi Qi Asal itu sendiri, sebuah energi yang sangat murni dan mengandung kekuatan spiritual yang sangat besar. Bahkan satu tetes pun merupakan harta yang berharga.

Menggunakannya bahkan sebelum memasuki alam Pemurnian Qi praktis merupakan pemborosan harta yang luar biasa. Kebanyakan kultivator hanya akan menggunakan harta seperti itu ketika hendak menerobos alam minor, atau menerobos alam mayor seperti dari Pemurnian Qi ke Pembentukan Fondasi.

Namun Yan Lei tidak menyadarinya. Dan bahkan jika ia mengetahuinya, ia tetap akan mengonsumsinya.

Ketika tetesan Air Qi Asal memasuki tubuhnya, energi yang begitu besar langsung diubah oleh Akar Rohnya menjadi energi spiritual tiga warna, lalu bersirkulasi di tubuhnya dengan kecepatan yang mencengangkan . Energi itu seperti samudera yang luas yang memenuhi seluruh tubuhnya.

Qi Asal merupakan energi yang sangat lembut, dan bahkan dengan jumlah yang sangat besar, Yan Lei hampir tidak mengeluarkan tenaga apa pun untuk menyeimbangkan elemen-elemen Akar Rohnya. Energi Qi Asal itu sendiri menyeimbangkan setiap elemennya dengan begitu alami!

Energi yang begitu besar tersebut menghantam dan membuka seluruh 359 titik akupuntur di tubuhnya, tanpa mengalami kemacetan atau penolakan sedikit pun.

Semuanya hanya berlangsung dalam waktu satu menit! Begitu singkat dan sederhana! Yan Lei bahkan tercengang sesaat.

Dia merasakan energi yang meluap-meluap dari dalam tubuhnya. Tulangnya semakin kokoh, dan ototnya tumbuh semakin ramping. Setiap gerakannya seolah mampu menghancurkan gunung!

Yan Lei tahu perasaan itu hanyalah ilusi karena pertumbuhan kekuatan yang terjadi secara tiba-tiba. Dia lalu mengepalkan tangannya, dan meja tak bersalah itu kembali menerima hantaman yang kali ini lebih dahsyat.

Dentuman keras terdengar ketika meja itu meledak dan hancur. Pecahannya berserakan ke segala arah dengan kecepatan yang mencengangkan. Pecahannya menggores lantai dan dinding, dan beberapa bahkan tertancap jauh di dalam dinding.

Ekspresi Yan Lei penuh rasa tidak percaya. Ia hanya mengeluarkan sedikit tenaga, dan meja itu, yang terbuat dari kayu setebal satu inci, hancur begitu saja.

“Bukankah kekuatan ini terlalu dilebihkan-lebihkan?” gumam Yan Lei . Kekuatan untuk menghancurkan sebuah meja dengan satu pukulan acak sudah jauh di luar kemampuan manusia normal!

Dan yah, pagi berikutnya, Yan Lei terpaksa merogoh 10 tael perak dari dompetnya sebagai kompensasi karena sudah menghancurkan kamar itu.

Setelah sarapan, Yan Lei lalu kembali ke desa. Badai yang terjadi sepanjang malam menyebabkan salju di sepanjang jalan menumpuk semakin tinggi. Ia bahkan melihat beberapa rombongan pedagang yang frustasi karena gerbong kereta mereka terjebak di tengah jalan.

Binatang Ox, binatang penarik kereta para pedagang itu, dengan bentuk seperti kerbau, dengan bulu tebal seperti domba, dan dengan ukuran sebesar mobil bak raksasa meraung-raung karena kaki-kakinya tenggelam oleh salju.

Musim dingin merupakan tantangan bagi setiap pelancong yang berkelana. Bahkan binatang Ox, binatang transportasi andalan setiap pedagang, harus bertarung dengan cuaca seperti ini.

Yan Lei tidak mengganggu mereka. Ia tidak mengikuti jalur utama melainkan memotong lurus melalui hutan belantara yang lebat. Fisik dan fleksibilitas tubuhnya yang baru memungkinkannya bergerak dengan mudah. Bahkan dengan medan yang rumit, kecepatannya secepat kuda!

Yan Lei bahkan mencoba meniru cerita-cerita kultivator yang sering ia dengar, yaitu melompat-lompat di setiap pohon dengan anggun, meskipun yang ia lakukan sebenarnya hanyalah melompat menggunakan kekuatan mentah, tanpa mantra apa pun.

Dia praktis menyelesaikan prestasi itu dengan begitu kasar.

Selama jarak antar pepohonan tidak melebihi tujuh meter, Yan Lei dengan berani melompat seperti monyet yang lincah.

Sejak seluruh titik akupunturnya terbuka dan di ambang terobosan ke alam Pemurnian Qi, Yan Lei perlahan menyadari ada sesuatu yang salah dengan lingkungannya.

Energi spiritual di udara sangat tipis, sangat tipis sehingga bahkan ia sendiri merasa sedikit tidak nyaman karenanya. Pantas saja para kultivator jarang terlihat, lingkungan ini jelas merupakan gurun spiritual.

Dengan kondisi lingkungan seperti itu, Yan Lei paham jika ia mencoba menerobos ke alam Pemurnian Qi, dipastikan ia akan gagal seratus persen karena kekurangan energi spiritual.

Air Qi Asal adalah satu-satunya harapannya untuk menerobos.

Perjalanan pulang yang biasanya ia tempuh selama tiga jam di waktu normal, tujuh jam di waktu musim dingin, kini ia tempuh kurang dari lima belas menit.

Desa tersebut berada di tengah-tengah hutan belantara, di wilayah Kabupaten Canghe, di Prefektur Sungai Seribu .

Namun, Yan Lei tidak memahami banyak tentang wilayah prefektur itu. Ia bahkan belum pernah keluar dari Kabupaten Canghe karena luasnya yang terlalu besar.

Kabupaten Canghe membentang empat ratus mil dari utara ke selatan, dan tiga ratus mil dari timur ke barat, dengan luas total 120 ribu mil persegi. Yan Lei bahkan sempat bertanya-tanya seberapa besar dunia ini jika bahkan wilayah setingkat kabupaten sudah seluas itu.

Desa itu terletak tidak jauh dari sungai yang mengalir dari dalam pegunungan, di lereng persimpangan antara dua gunung dengan ketinggian beberapa ratus meter. Berkat kondisi geografis di sekitarnya, kebanyakan penduduk desa menjalani profesi sampingan sebagai pemburu dan nelayan setelah musim tanam berlalu.

Sepanjang jalan menuju desa, terdapat hamparan lahan pertanian yang luas. Sejak mendekati desa, ia sengaja berjalan secara normal untuk menghindari kecurigaan.

Ada banyak hal yang belum ia ketahui, lebih baik berhati-hati sebelum ia memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri.

1
Hebibu
Halo para pembaca budiman. Author di sini...

Rencana saya update 2 chapter/hari.

Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.

Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.

Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!