Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27 datang ke desa pada malam hari
Setelah makam malam dan kentongan berbunyi delapan kali , Yasir beranjak dari tempat balai bambu yang menjadi favorit tempat dia dan istrinya bersantai .
" mas mau kemana ?" Tanya Lestari merapikan pakaian atasnya .
Halimah yang juga penasaran menatap ke arah pemuda yang baru saja bermain main dengan mereka berdua.
" aku mau ke rumahnya pak Hasyim, ada keperluan, kalian kunci pintu , jangan bersuara dan matikan lampu ,sebelum aku pulang , jangan keluar " ucap Yasir mengingatkan .
" iya mas !"
Kedua gadis muda itu mengangguk tanda mengerti , walaupun mereka tidak tahu , mereka tetap diam dan patuh terhadap perkataan suaminya itu.
Yasir tersenyum lalu datang mendekat, mencium pipi keduanya dengan lembut dan keluar dari dalam rumah.
Di luar suasana lingkungan gelap gulita , walaupun begitu , Yasir tidak khawatir, ia memiliki ingatan yang tajam dan tahu kemana harus melangkah.
Sampai di bawah bukit , ia berjalan menelusuri jalan utama desa dan berjalan menuju kantor polisi desa yang ada di dekat kediaman rumah pak Hasyim.
Sampai di kantor polisi desa, ia melihat bahwa ada empat orang yang sedang duduk santai , dua pria paruh baya dan dua lagi pemuda yang memiliki usia sama dengannya.
" assalamualaikum pak ketua !" Sapa Yasir tersenyum ramah.
Semua orang menoleh dan melihat pemuda yang tampak sehat dan kuat berjalan ke arah mereka .
" waalaikum salam..!"
" jang apa kabar ?" Ketua polisi desa yang tahu dengan pemuda yang datang itu menanyakan kabar.
" alhamdulillah baik, bagaimana semuanya apa sama sama sehat ?"
" hehehe .. kami semua sehat alhamdulillah, kalau tidak sehat bagaimana bisa kami semua menjaga ketertiban desa kita " kata ketua polisi dengan tawa yang dalam .
" ya syukurlah .. saya datang mau menemui kepala kampung, tapi di sini tidak ada " kata Yasir menoleh ke arah kanan dan kiri .
" tidak ada jang ,tadi baru saja datang ke sini dan kembali pulang untuk urusan apalah ,saya tidak tahu "
" memangnya ada urusan apa jang ?" Tanya ketua polisi balik bertanya .
" ya , itu tentang membangun rumah di atas bukit, "
" kamu mau bangun rumah jang?"
" iya pak ketua , alhamdulillah biaya untuk membangun rumah sudah lebih dari cukup " kata Yasir tersenyum tenang .
" hebat kamu jang , tidak sia sia kamu dinikahkan oleh kami semua, ternyata bisa berubah, bagus jang pertahankan itu dan tingkatkan " katanya memberi semangat .
" terimakasih ketua polisi..!"
Wajah Yasir tampak diam dan ragu , matanya yang dalam terlihat begitu bimbang.
Ketua polisi yang memiliki pengalaman dalam kehidupan melihat ekspresi berubah dari pemuda di hadapannya .
" ada apa jang , sepertinya ada yang salah?"
" ini , aku ingin cerita, tapi mungkin ketua polisi tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan ini , juga pak Rasman dan lainnya tidak akan percaya " ucap Yasir mengatakan hal yang ambigu.
" coba ceritakan dahulu, soal percaya atau tidak percaya itu masalah lain " kata ketua polisi desa dengan mata mulai tertarik.
" ini tentang mantri desa pak ketua , saat tadi siang aku mengantarkan umi untuk berobat ke rumah pak mantri ,dan melihat hal hal yang sangat mencurigakan di dalamnya , tidak ada foto atau gambar seseorang, yang ada hanya tembok putih yang membuat siapa saja yang menatapnya akan merasakan pusing , aku kira halusinasi ternyata benar ,aku tatap tembok putih itu selama dua menit dan pikiranku hampir melayang ,aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku curiga bahwa tembok putih di dalam itu merupakan bahan kimia untuk membius seseorang, agar orang itu tidak sadarkan diri , juga aku mendengar suara gemerisik di dalam salah satu ruangan yang memiliki pintu kayu hitam rapat ,aku takut itu menyimpan hal yang mencurigakan " ujarnya dengan menceritakan panjang lebar semua yang ia dengar dan lihat .
Keempat orang yang ada di kantor polisi desa itu tampak begitu tercengang, ucapan pemuda di depan mereka terdengar sama persis dengan ucapan dari seorang warga desa yang mengeluhkan bahwa dirinya merasa pusing berat saat bertandang ke kediaman mewah mantri desa.
" jang begini saja , bagaimana kalau malam ini kita selidiki, kami ingin melihat apakah benar ada yang salah, atau hanya penilaian sepihak " kata ketua polisi desa dengan mata bersungguh sungguh.
Bila memang ada yang salah, ia sebagai polisi desa merasa harus mengungkap semua yang tersembunyi itu , dan juga harus setiap saat mengawasi desa Plarangan yang di jaganya .
" tentu pak , tapi kita harus menuju kepala kampung terlebih dahulu, agar beliau bisa ikut serta dan tahu bahwa ada yang tidak beres dengan mantri desa itu " kata Yasir tidak melupakan kepala kampung yang selama ini telah merawat dan melindunginya setelah kematian kedua orangtuanya .
" baik itu tidak masalah..!"
Segera lima orang bergegas menuju ke rumah kepala kampung yang ada di dekat pos polisi desa , tak membutuhkan waktu yang lama, kelima orang itu sampai di halaman rumah kepala kampung, entah secara kebetulan atau sudah memiliki firasat ,dari dalam rumah muncul seorang pria paruh baya yang tampak tenang , diatas kepalanya kopiah hitam yang khas hinggap diatas kepalanya dengan tenang , wibawa seorang pria datang dan membuat semua orang menghormatinya.
" ehh ketua polisi , jang Yasir, lainnya , ada apa ?" Kepala kampung merasa heran dengan kedatangan ketua polisi desa dan pemuda yang sangat akrab dalam pikirannya .
Ketua polisi desa datang dan menceritakan semua yang telah di dengarnya.
Pak Kasyim mendengarkan dengan wajah serius, kadang ada raut wajah tidak percaya dan setelah beberapa saat , ia hanya bisa menghela nafas pelan.
" ketua polisi, walaupun mantri desa itu memang bersalah , tapi bagaimana dengan tanggapan yang ada di atas, saya khawatir mereka menghapuskan setiap kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya , semua orang tahu bahwa mantri desa kita adalah pegawai dari bupati Kabupaten " kata kepala kampung mendesah tidak berdaya .
Semua orang terdiam , Yasir yang awalnya antusias menjadi begitu murung , ia memikirkan tentang bagaimana menghukum mantri desa itu, tapi setelah tahu dengan indentitas di balik mantri desa , ia tahu bahwa jalannya sangat terjal .
Namun sesaat kemudian ia berbinar , teringat dengan sosok perwira militer Belanda yang memiliki pangkat yang tinggi dan cukup berpengaruh.
" pak kepala kampung, bagaimana bila ada solusinya, apakah mantri desa itu bisa di tangkap ?"
" bisa , tentu saja bisa , saya juga tahu dengan kelakuan dari mantri desa yang sangat buruk itu, bila memang ada solusinya maka malam ini juga mantri desa itu bisa langsung di amankan " kata kepala kampung dengan tegas .
" kalau begitu tangkap saja sekarang..!" Yasir mulai tersenyum, ia sudah memperkirakan bahwa hal itu akan lebih mudah dan juga cepat.
" tapi solusinya apa?"
" ini ...!"
Yasir memperlihatkan kartu nama yang cukup bagus dan rapi , kelima orang di sekitarnya yang melihat hal itu langsung terkejut.
" bagaimana kamu berhubungan dengan pemimpin militer orang putih itu jang ?"