NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Berciuman

Setelah pertemuan hari itu, mereka berempat menjadi jauh lebih akrab. Itu berlaku untuk Keisya, yang sebelumnya tidak terlalu dekat dengan Haikal maupun Vincent. Sedangkan Sisi, jangan di tanya, wanita itu sangat mudah bergaul. Temannya pun sangat banyak. Hampir di setiap tempat yang di datanginya, selalu ada saja yang menyapa.

Sisi adalah tipe ekstrovert yang sesungguhnya.

"Touring yuk. Gue ada kenalan, mereka ngajakin gue buat gabung seru seruan. Gue juga bebas mau ngajak siapa aja. Yang penting bawa, moge" Sisi cengengesan. Dia berbicara sambil melihat ponselnya. Tidak menyangka jika syaratnya harus semahal itu.

Katanya biar seragam dengan yang lain.

"Bang Andre kan?" tebak Haikal, di angguki cepat oleh Sisi. "Mereka junior angkatan bokap gue. Mainnya jauh, persiapannya juga harus banyak. Belum lagi waktunya, lo harus benar-benar luang. Mereka bisa sampe berminggu minggu, bahkan pernah sampe sebulan lebih baru balik"

"Serius?" Sisi mendesah lesu, pupus sudah keinginannya. Padahal dia sudah membayangkan sensasinya saat menaiki salah satu deretan motor besar yang berderet memenuhi jalanan.

"Ga usah aneh-aneh. Libur cuma tiga hari malah mau touring. Keluarga lo juga belum tentu ngasih izin" ujar Keisya.

"Iya sih" Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu menopang dagu, menatap malas ke arah temannya. "Terus kita mau ngapain? Masa kaya gini aja, bosen ga sih?"

"Kalau gue enggak" Vincent berseru. "Gue tinggal dateng aja ke club malam, di jamin bakal seru"

Ucapannya di hadiahi toyoran dari Haikal.

"Gue laporin sama nyokap lo"

"Mulai, mulai. Aduan lo, ga asik"

Ternyata memiliki teman lain selain Sisi tidak buruk juga. Tidak peduli bagaimana kebiasaannya, atau apapun penilaian orang lain terhadap mereka, selagi masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan kita bisa menjaga batasan, semuanya akan baik baik saja.

Benar kata Bastian, kehidupan Vincent memang tidak lepas dari dunia malam. Tapi pria itu bukan tipe laki-laki brengsek yang akan memaksa orang yang tidak bersedia, untuk melakukannya dengannya.

Seperti yang terjadi padanya.

Menurut penuturan Sisi, Vincent awalnya memang ingin mendekatinya. Namun setelah melihatnya yang terlihat risih dengan tindakannya, Vincent memilih menyerah.

Terlalu awal memang untuk yakin hanya karena hal itu. Tapi selama beberapa waktu terakhir ini dia sering berinteraksi santai dengannya, Keisya menyimpulkan jika Vincent bukanlah berandalan.

Lalu Haikal, pria ini tidak jauh berbeda dengan Vincent. Hanya bedanya ada pada pembawaannya yang sedikit lebih tenang, dan tidak terlalu liar seperti Vincent.

"Tapi kalau cuma mau motoran, ga perlu touring kan?" ujar Haikal tiba-tiba, kembali pada topik pembicaraan awal.

"Nah, benar tuh" Vincent sepakat. "Kita bisa motoran di daerah sini sini aja"

"Kita?"

Kedua pria itu mengangguk menanggapi ucapan Keisya.

"Kamu juga ikut. Nanti aku yang bonceng kamu"

Vincent akhirnya bisa membalaskan toyoran yang ia terima sebelumnya. "Modus lo bujang"

Mereka tertawa bersama.

Dan keesokan harinya, mereka berempat benar-benar melakukannya. Dengan formasi yang sama juga, Keisya bersama Haikal dan Vincent dengan Sisi, mereka mengelilingi kota dengan motor sport milik kedua pria tersebut.

"David gimana kabarnya?" tanya Keisya agak keras. Dia mulai berani memulai pembicaraan.

Haikal agak menoleh ke samping, "Kamu kenal David?"

"Bukan kenal sih, cuma pernah ketemu aja sekali" setelahnya Keisya menceritakan tentang pertemuan mereka.

Haikal mengangguk paham, "Jadi kamu orangnya"

"Gimana?"

Giliran Haikal yang bercerita tentang plester yang bertahan sampai berhari-hari pada tangan adiknya. Sampai akhirnya David lepas karena dia memaksanya. Jijik saja melihatnya, sampai permukaannya berubah warna.

"Serius?" Keisya tak dapat menahan tawanya "Kok bisa? Ada ada aja"

Di belakang, Sisi dan Vincent memperhatikan punggung keduanya.

"Lo ga cemburu?" tanya Sisi

Vincent menggeleng, "Engga. Lo tau sendiri gue gimana"

"Iya sih" Sisi bergumam "Tapi yang gue liat si Haikal kecintaan sendiri, Si Keisya engga"

"Keliatan banget. Masih awal menurut gue, nanti juga kalau udah terbiasa bakal ada progres"

"Belum tentu. bahkan gue yakin ga mungkin"

Vincent melihat Sisi dari kaca spion. "Kenapa?"

"Lo lupa sama kejadian di kampus? Temen bokapnya Keisya?"

Ah, benar juga. Pria matang itu, Vincent hampir melewatkannya. "Menurut lo, kalau dia tahu si Keisya jalan sama cowo lain gimana?"

"Ngamuk sih kayanya" jawab Sisi dengan santai, namun begitu tepat sasaran.

Karena memang itu lah yang sekarang sedang terjadi. Ponsel mahal keluaran terbaru saja menjadi salah satu sasaran Bastian.

Benda canggih berbentuk pipih itu melayang cepat dan menghantam tembok dengan keras, berakhir berhamburan di atas lantai.

"SIALAN! Cepat seret anak itu pulang!" Bastian benar-benar murka. Melihat gambar yang tunjukan anak buahnya, dimana tampak Keisya dan Haikal sedang berboncengan, sungguh membuatnya naik pitam.

Setelah hanya menyisakan dirinya sendiri, Bastian kembali mengambil ponselnya yang lain, dan langsung menghubungi seseorang.

"Kamu tahu bagaimana pergaulan anak kamu sekarang?"

Benar, Bastian menghubungi Gunawan.

"Siapa yang kamu maksud? Laki-laki yang kamu ceritakan hari itu, yang mendekati Keisya?"

Bastian bergumam. "Jangan salahkan saya kalau terjadi apa-apa pada putrimu. Dan asal kamu tahu, malam itu Keisya bukan mabuk, tapi ada yang menjebak dengan obat yang di campurkan ke minumannya"

"Kamu serius?!" suara Gunawan meninggi. Ayah mana yang tidak terkejut jika mendengar putrinya hampir menjadi korban kejahatan.

"Sepertinya anak pertama saya juga terlibat" tambah Bastian "Haikal berteman baik dengan laki-laki itu"

Siapa bilang seorang Ayah tidak akan membiarkan nama anaknya sendiri jelek dimata oranglain. Buktinya Bastian bisa. Bahkan dengan sengaja menjelekkan nama anaknya, yang berpotensi merebut gadis incarannya.

Sangat mudah sebenarnya untuknya melakukan sendiri, tapi kali ini dia masih membutuhkan bantuan Gunawan.

Baru setelah Keisya berada dalam genggamannya, dia bisa mengatasi gadisnya sendiri. Dan tidak akan membiarkan miliknya berdekatan dengan laki-laki lain..

\=\=\=\=\=

Keisya sedang berjalan menuju mobilnya terparkir, saat tiba-tiba sebuah pintu mobil terbuka, dan seseorang menariknya masuk.

Jantung Keisya berdebar kencang, dia terkejut bukan main, berpikir jika dirinya akan jadi korban penculikan.

Dia histeris, berteriak dan memberontak. Segala cara dia lakukan, bahkan melayangkan tangannya untuk menghajar orang tersebut.

"Tenanglah, ini saya"

Keisya berhenti bergerak. Matanya yang tertutup perlahan terbuka begitu mengenali suara siapa itu.

"Om Bastian?" napas Keisya berhembus panjang. "Om ngapain sih? Aku pikir penculik" meskipun lega, namun dia tetap kesal.

"Kenapa kamu menghindar?" tanya Bastian to the point, tidak menanggapi keluhan gadisnya.

"Siapa yang menghindar? Aku ga gitu" meskipun faktanya dia memang melakukannya, tapi dia enggan mengakuinya.

Karena sangat sulit menghindari Bastian, bahkan pria itu seolah tahu jadwal kuliahnya, Keisya memutuskan untuk pergi lebih awal dari jadwalnya itu.

Dan cara itu cukup berhasil. Beberapa hari setelah reuni malam itu, dia tidak bertemu lagi dengan Bastian. Pesan ancaman darinya pun dia abaikan sampai sekarang.

"Saya tidak bodoh, Keisya" Bastian memegang kedua bahunya, dan mwnariknya untuk menghadap sepenuhnya ke arahnya. "Katakan, apa yang terjadi?"

Bastian menunjukan raut tidak ramahnya.

Bastian tidak bodoh. Pria itu tidak akan percaya begitu saja pada alasannya. Maka tidak ada pilihan lain selain mengatakan yang sejujurnya.

"Bukannya Om masih belum move on? Bahkan udah mulai suka sama orang lain kan? Aku cuma mau menghargai perasaan wanita itu. Aku ga mau di salahpahami soal kedekatan kita" dan juga Keisya takut terlanjur nyaman dengan kehadiran Bastian, dan akan sakit hati jika melihat pria itu bersama orang lain nantinya.

Gila bukan?

Iya, dia akui itu. Setelah berpikir lama, ia akhirnya menyimpulkan arti dari debaran jantungnya. Itu adalah rasa suka pada lawan jenis.

"Kamu mendengar pembicaraan saya dengan Papa kamu?"

Keisya mengangguk.

"Tapi tidak semua bukan?" terka nya kembali.

Keisya menunjukan raut bingung. Namun Bastian justru tersenyum, membuat Keisya semakin heran oleh perubahan yang tiba-tiba tersebut.

Sampai,,

Mata Keisya terbuka sangat lebar, begitu sesuatu menyentuh bibirnya.

Itu bibir Bastian.

1
D_wiwied
pasti dikasih obat tidur lwt air mineral, ya kan om tebakanku bener kan 🤭
D_wiwied
halaah lumayan kan pak dud, jd bs gendong keisya walo cm sebentar🤭
D_wiwied
kenyamanan ya Vid, calon ibu barumu itu.. baru dikejar ma ayahmu, doakan aja bisa segera jd ibumu beneran 😁
Esti 523
baca part ini jd guling2 sendiri ngebayangin nya
Esti Purwanti Sajidin
ahhhh cerdas jg kamu nak memastikan hati nya dulu ya kai
D_wiwied: hmmm gayung bersambut, tp kei masih malu2 utk mengakuinya
total 1 replies
Fitri Widia
Ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!