NovelToon NovelToon
OM KEN YANG PERKASA

OM KEN YANG PERKASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Duda / Cintapertama
Popularitas:42.6k
Nilai: 5
Nama Author: YuKa Fortuna

Kenneth memutuskan untuk mengasuh Keyra ketika gadis kecil itu ditinggal wafat ayahnya.
Seiring waktu, Keyra pun tumbuh dewasa, kebersamaannya dengan Kenneth ternyata memiliki arti yang special bagi Keyra dewasa.
Kenneth sang duda mapan itupun menyayangi Keyra dengan sepenuh hatinya.
Yuk simak perjalanan romantis mereka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuKa Fortuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Besar, Panjang, Keras dan Berurat

31

Mereka berbaring berhadapan. Ken memeluk Keyra dengan posisi yang familiar dan aman, menenangkan. Seharusnya itu cukup. Biasanya memang begitu.

Namun malam ini berbeda.

Keyra menutup mata, tapi pikirannya tidak tenang. Detak jantung Ken terasa jelas di telinganya. Kehangatan tubuh pria itu, cara lengannya menguat di punggungnya, semuanya membuat perasaannya justru semakin gelisah.

“Om Ken,” bisiknya.

“Hm?”

“Om tahu nggak,” Keyra membuka mata, menatap wajah Ken yang terlihat tenang dalam cahaya redup, “Aku semakin berpikir… kalo Om itu nggak normal.”

Ken tersenyum kecil. “Kalau maksudmu jam tidur Om berantakan, Om setuju.” Ken mengalihkan topik.

“Bukan itu,” sanggah Keyra cepat. “Maksudku… Om itu terlalu bisa menahan diri.”

Ken terdiam sejenak, lalu mengusap rambut Keyra. “Menahan diri itu bukan penyakit ataupun kelainan, Keyra.”

“Aku tahu,” ucapnya pelan. “Tapi aku di sini. Aku sudah dewasa. Sudah cukup umur. Body ku seksi. Om juga udah sering ngisep susu aku. Dan sekarang aku ingin...”

Ken memotongnya dengan lembut. Ia mendekatkan kening mereka. “Om tahu apa yang kamu rasakan. Dan justru karena itu Om memilih berhenti.”

Keyra menelan ludah. Dadanya terasa sesak. “Aku ingin diperlakukan lebih,” katanya jujur, nyaris bergetar. “Aku ingin Om menginginkanku… seperti aku menginginkan Om.”

Ken memejamkan mata sejenak. Ada pergulatan yang tidak ia sembunyikan, napasnya lebih berat, pelukannya mengencang sesaat, lalu kembali stabil.

“Aku menginginkanmu,” jawabnya akhirnya, jujur. “Hanya pria bodoh yang berani mengabaikanmu dengan sengaja. Tapi bukan itu tujuanku. Aku hanya ingin memberi ruang bagimu untuk mengupgrade diri. Dengan berkonsentrasi dulu pada pendidikan. Karena menjadi dewasa itu tidak hanya tentang usia atau pemenuhan kebutuhan biologis...”

Keyra terdiam. Air matanya menggenang, bukan karena ditolak, melainkan karena perasaan itu terlalu besar untuk ditampung sendiri.

Ken memeluknya lebih erat, menepuk punggungnya perlahan. “Tidurlah. Om di sini. Yakinlah bahwa Om tidak menginginkan wanita manapun di dunia ini kecuali kamu.”

Keyra mengangguk kecil, membenamkan wajahnya di dada Ken. Namun meski tubuhnya berada dalam pelukan yang aman, pikirannya tetap berlari. Ada keinginan yang belum menemukan bentuknya, ada rindu yang belum menemukan jawaban.

Malam itu, Ken tertidur dengan napas teratur, menjaga jarak yang ia yakini benar.

Sementara Keyra terjaga lebih lama, memandangi gelap, dengan satu perasaan yang semakin jelas,

Ia tidak lagi hanya ingin dilindungi.

Ia ingin dipilih sepenuhnya.

Pelukan Ken hangat, kokoh seperti tempat berlindung yang seharusnya membuat Keyra tenang. Lengan pria itu melingkar mantap, napasnya teratur, seolah malam tak menyisakan kegelisahan apa pun baginya.

Namun Keyra justru terjaga. Ia hanya terlelap sebentar saja.

Ia memejamkan mata, mencoba menghitung napasnya sendiri. Satu… dua… tiga. Tetap tak berhasil. Ada denyut halus di dadanya, bukan takut, bukan cemas, melainkan keinginan yang tak menemukan jalan keluar.

“Aku kenapa sih?,” bisiknya pada diri sendiri.

Ken menggeser sedikit posisinya, refleks menyesuaikan agar pelukannya tetap nyaman. Gerakan kecil itu justru membuat Keyra semakin sadar akan kehadiran Ken, tentang jarak yang begitu dekat, tentang kenyataan bahwa pria itu ada, nyata, dan memilih untuk tetap menahan diri.

Ken bukan tidak peka.

Ken memilih sadar.

Keyra membuka mata, menatap cahaya redup kamar. Ia ingin hal yang lebih, bukan sekadar sentuhan, tapi juga pengakuan. Ia ingin diperlakukan sebagai seseorang yang diinginkan sepenuhnya, bukan hanya dijaga.

Perasaan itu datang bergelombang, membuatnya sulit berdiam.

Ia bergerak pelan, nyaris tak terdengar. Ken menggumam lirih dalam tidur, lengannya mengencang sebentar, seolah memastikan Keyra masih di sana. Lalu kembali tenang.

“Om…,” panggil Keyra pelan, lebih seperti desah.

Tidak ada jawaban. Ken tidur.

Keyra menelan kekecewaan kecil yang terasa tidak adil, bukan pada Ken, melainkan pada dirinya sendiri. Ia tahu Ken sedang berusaha menjaga mereka berdua. Dan justru karena itulah, dorongan di dalam dirinya terasa semakin kuat.

Ia hanya tidur sebentar malam itu.

Bukan karena gangguan pola tidur semata,

melainkan karena keinginan yang belum ia pahami sepenuhnya.

Di dalam pelukan yang hangat dan aman itu, Keyra menyadari satu hal yang membuat dadanya bergetar,

rasa ingin itu begitu sulit untuk dikendalikan.

Hingga pada detik tertentu, Keyra mulai berpikir nakal. Di balik selimut, ia menurunkan tubuhnya sedikit. Pelukan Ken melonggar secara tidak sadar.

Yang lebih dinilai berani, Keyra mencoba melakukan sesuatu yang sangat baru baginya. Yaitu menyusuri tubuh Ken dengan telapak tangannya.

Sesekali ia mendongak menatap Ken, memastikan apakah Ken benar-benar tidur atau hanya berpura-pura. Tapi semakin ia bergerak, Ken semakin diam. Hening.

Tak ada yang berani menjamin bahwa Keyra akan menghentikan aksinya. Justru dalam keheningan itu, jemari mungil nan lembut Keyra akhirnya tiba di tempat paling vital milik Ken.

Dari balik celana pendek yang dikenakan Ken, meski dalam posisi tidak tegang, masih terasa jelas perbedaan.

Alat vital Ken menyembul dari balik celana.

Keyra sempat kaget dan berdebar saat pertama kali kulitnya menyentuh permukaan itu.

Dadanya berdebar, darahnya berdesir-desir.

Untuk yang pertama kalinya ia melakukan hal tersebut, meski sudah lama ia merasakan penasaran yang hebat.

Ken bereaksi, melenguh halus. Namun tidak terjaga. Keyra sempat menarik tangannya, tapi kemudian ia ulurkan lagi setelah memastikan situasi aman.

Dapat ditebak, kenakalan gadis muda itu memang tidak bisa dibendung. Secara perlahan namun pasti, ia dengan sengaja mengelus tonggak milik Ken dari balik celana.

"Astaga, mendadak dia berubah. Ini beneran nggak sih." Keyra berdecak dalam hati.

Dengan jantung yang berdetak tak beraturan, Keyra nekad mencari celah untuk menyusupkan tangannya. Celana dalam Ken ketat namun lembut. Calon istri kecil yang nakal ini semakin didera penasaran. Ingin memegang benda kebanggaan calon suami bulenya itu.

"Oh my God.... Gede banget..." Keyra langsung refleks menutup mulutnya dengan tangan lainnya ketika tangan satunya berhasil menyentuh benda hangat milik Ken.

Ken mendesah pelan di alam bawah sadarnya. Keyra justru semakin nakal membetulkan posisi tonggak Ken yang tidak bebas di dalam celana dalamnya.

"Keras banget... Mirip gagang pintu..." Keyra membatin, menahan senyum. Gerakan halusnya lebih ke arah gemas dengan menggenggam lebih erat benda itu.

"Oomm... Ini beneran punya om segede dan sepanjang ini?" Keyra masih menelusuri Ken dengan jemarinya yang aktif sekaligus nakal.

"Apa iya benda segede ini bisa masuk ke aku yang sempit banget." Keyra mulai didera keraguan. "Astaga... Aku jadi takut... Gimana kalo ... Punyaku malah pendarahan hebat... Luka... Sobek parah... Apa harus sampe operasi... Dijahit ... Ya Tuhan.... Ngeri banget... "

Keyra spontan menarik tangannya. Bulu romanya mendadak berdiri semua. Membayangkan benda besar panjang berurat milik Ken memenuhi rongga sempit miliknya.

Gadis itu berbalik membelakangi Ken. Meringkuk memeluk lututnya di bawah selimut tebal yang sama. Takut. Ngeri.

Masih di alam bawah sadarnya, Ken mencari keberadaan Keyra. Saat ia temukan, ia meraih gadis mungil itu ke dalam pelukannya kembali meski dalam posisi yang sudah berubah.

Keyra semakin gemetaran. Satu tangan Ken melingkar di atas perutnya. Satu tangan lagi berada di posisi lebih ke bawah, hingga ujung jari Ken tak sengaja menyentuh area intim Keyra.

Secara refleks, Keyra menjauhkan tangan Ken dari miliknya karena didorong oleh perasaan takut yang kian memburuk.

Tak disangka, gerakan kasar Keyra membuat Ken terjaga.

"Sweetheart, ada apa?" tanya Ken dengan suara parau.

Bagaimanakah Keyra akan menjawab?

.

YuKa/ 241225

1
Ria Adek
Mengenalmu bukanlah rencana ku..
Mencintaimu bukanlah kemauan ku..
Dan merindukanmu adalah diluar kendali ku..
Namun yg perlu kau tahu, bahwa namamu akan selalu ada dalam do'aku..
Bahagialah selalu.. Mamas Kennedy ku..🌹
Aahhayy.. Eeeaaakk.. 💃🏻💃🏻🤣
Ria Adek: Obrolan sebelum tidur itu bagi suami istri emang di anjurkan..
Agar suami istri bisa saling ungkapkan perasaan..
Keluh kesahnya seharian..
Atau bahkan saling bercengkrama, agar bisa sambil ambil kesempatan dalam kesempitan.. 🤭
total 1 replies
Nari Ratih
siapa ya kira2
Ratih Tyas
Haduh siapa itu🙄
🌻sunshine🌻
wah ..masuk konflik ini ya 🤭
🌻sunshine🌻
cie cie ...gombalan nya mantab 😆😆
D.Nafis Union
siapa yg ingin mengganggu kedamaian KenKey
Nana2 Aja
siapakah yg sedang menyusun rencana di luar sana? kan jadi kepo. seseorang yg suka sm Key ato sama Ken? 🤔🤔🤔
Nana2 Aja
04.31
hadir kedua🥰🥰🥰
D.Nafis Union: 💙💙💙😘 😘😘😘😘
total 1 replies
Arum Widya
cukup saling menggenggam dan percaya satu sama lain. dunia akan sangan tenang key. karna yang kamu butuhkan hanya 1 . om ken.. 🥰
Arum Widya
siapa..,?
siapa kira kira ya..?, 🤔🤔
dendam atau karna obsesi... 😱😱
Arum Widya
first comment lagi...
01:55 🥰
D.Nafis Union: 👍👍👍👍💖💖💖💖
total 1 replies
Ratih Tyas
Sabar ya pak Rahmad🤣
Ratih Tyas
berasa aq yang diungkapin cinta sama Ken🤣
Nari Ratih
hahahha ya ampun lihat pak rahmat kasian loh
Ria Adek
Pergi masih berstatus Nona..
Pulang sudah berstatus Nyonya..
Siapa sangka kalian bakal langsung di nikah kan di luar negeri sana..
Rencana awal hanya ingin berkenalan saja..
Ternyata begitu banyak kejutan tak terduga..
Auto di nikah kan saat itu juga sama mamah mertuanya..🤭
Ria Adek: Lanjutkan lah dikamar, apa lagi..
Melanjutkan adegan yg di mobil tadi..
Lagian kangen dengan kamar sendiri..
Lebih leluasa bereksplorasi..
Grepek² sana sini..
Pindah² kamar untuk cari sensasi..
Asal jangan pinjam kamar Madam Elvira saja ya, kepengen pula dia nanti.. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Sugar Baby
sabar pak Rahma, orang sabar gajinya besar
Arum Widya
tidak ada yng lebih membahagiakan selain kembali kerumah🥰
Arum Widya
🫣🫣🫣
pak rahmat...
aman kan pak.... 🫣🫣
Fitri Fawaz
duhh ngga sabar bgt.....ape ada pak Rahmat kasian.....sabar ya pak di maklumi aja Aten alu 😍😍😍
Fitri Fawaz
dihhhh om Ken.......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!