Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh lima
"Arga brengsek, bisa-bisanya dia biarin Kayla sendiri di danau saat hujan deras gini, udah sore pula pasti sekarang tempat itu sepi." Ujar Bastian geram, setelah memutus sambungan telepon dari Kayla, ia segera menancap gas menuju danau.
Bastian melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi, tak peduli jika derasnya hujan mengaburkan kacanya sehingga pandangannya cukup terbatas,saat ini yang ia pikirkan hanya Kayla.
Setengah jam menempuh perjalanan ia sampai di gerbang menuju danau, ia tahu jika danau yang sering ia kunjungi bersama Kayla ketika kecil ini sekarang sudah menjadi objek wisata, tapi tetap saja ketika sore hari tempat ini akan sepi karena rute menuju danau banyak melewati kebun, sehingga jika menjelang malam jalanan di sekitar danau akan sepi dan gelap.
Setelah memarkirkan mobilnya Bastian mengambil payung di kursi samping yang sudah ia siapkan sebelumnya, ia keluar dari mobil dan membuka pintu mobil.
Hujan masih sangat deras, beberapa stand yang biasanya ramai kini sebagain besar sudah tutup dan hanya terdapat segelintir orang sedang berteduh di sana.
Bastian mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang ia cari, diantara orang-orang yang ia temui tadi tidak ada Kayla di sana. Ia melanjutkan langkahnya menuju ke dekat danau.
Bastian kebingungan, di sekitar danau tak ada siapapun lagi, lalu kemana Kayla?
Di tengah kebingungannya, ponsel dalam kantong celananya bergetar menandakan ada pesan masuk, ia segera membuka ponselnya dan membuka pesan itu.
Kayla
Bas,gue gak tau pesan ini akan ke kirim atau gak karena baterai ponsel gue sekarat dan sinyal sekarang lagi gak stabil, kalau pesan ini terkirim tolong susul gue di pendopo dekat danau, gue sendirian di sini.
Setelah mendapat pesan itu Bastian segera berlari mencari pendopo yang Kayla maksud,tak jauh dari tempatnya berdiri sebelumnya ia melihat ada pendopo yang sepertinya jarang sekali di pakai. Ia segera berjalan menuju pendopo itu.
"Semoga Kayla ada di sana."
Bastian mendekat ke arah pendopo, di sana ia melihat Kayla yang sedang duduk menekuk lutut, dengan badan menggigil gadis itu memeluk dirinya sendiri. Ia lega sekaligus sedih melihat keadaan Kayla sekarang.
Bastian segera menghampiri Kayla, ia membuka jaket yang ia pakai dan menyampaikannya ke tubuh Kayla.
Kayla mendongakkan kepalanya ketika ada sebuah jaket menyampir di tubuhnya, gadis itu tersenyum lega ketika melihat kehadiran sahabatnya.
"Bastian." Kayla segera berdiri dan memeluk sahabatnya itu, ia sangat senang akhir ada seseorang yang menghampirinya ke sini, sedari tadi ia merasa takut karena tempat itu sudah mulai gelap dan ia sedang sendirian di tambah hujan deras.
Bastian membalas pelukan Kayla, tubuh gadis itu terasa dingin, ia membenarkan letak jaketnya di tubuh Kayla.
"Mau pulang sekarang atau nunggu reda?"tanya Bastian.
"Sebentar Bas, tubuh Lo anget gue suka, nyaman banget tunggu sebentar ya gue sedari tadi kedinginan di sini," ucap Kayla, gadis itu memejamkan matanya ia merasa nyaman dan hangat di berada di pelukan Bastian.
"Oke."
Bastian sedikit mengeratkan pelukannya pada Kayla, sengaja supaya tubuh gadis itu semakin hangat.
"Lo ngapain nunggu Arga di sini?"tanya Bastian
"Tadinya gue mau jalan sama dia, tapi mendadak dia ada urusan dan dia bilang supaya gue tentuin tempat yang mau dituju nanti setelah urusan dia selesai dia akan susul gue."
"Terus dia susul Lo?"
Kayla menggeleng. "Engga Bas, bahkan dia gak ada kabar sampai sekarang. Berkali-kali gue kirim pesan dan berusaha buat hubungin dia tapi pesan gue gak dibalas, telepon gue juga gak diangkat."
"Dari kapan Lo nunggu di sini?"Tanya Bastian lagi.
Kayla terdiam sejenak, mengingat sejak kapan ia menunggu Arga di sini.
"Kayanya dari jam 2 atau 3, gak tau Bas gue gak liat jam."
Kayla mendengar Bastian menghela napas.
"Lo tau, sekarang udah jam 5 sore dan Lo nunggu Arga selama itu Kay."
Kayla terkejut, ternyata sudah selama itu ia menunggu Arga di sini. Bastian melepaskan pelukannya, ia memegang pundaknya dan menatap serius ke arahnya.
"Kay, setelah ini Lo jangan pergi sendirian lagi kalau semisal Arga tiba-tiba ada urusan atau apapun itu, gue takut hal ini terjadi lagi. Sekarang masih untung gue liat Lo ke arah sini dan gue tau tempatnya, Lo juga masih sempat kirim pesan ke gue. Lagian cowok Lo kenapa gak ngabarin coba kalau memang gak bisa nemenin Lo jalan, lama-lama gue kesel sama tingkah cowok Lo itu."
Kayla sedikit takut dan juga ingin tertawa melihat Bastian yang emosi karena mengkhawatirkannya.
"Bas Lo khawatir sama gue?"tanya Kayla.
"Ya pikir aja sendiri, emang ada orang yang gak khawatir tapi rela jauh-jauh kesini buat samperin lo," ujar Bastian dengan nada kesal.
Kayla tersenyum. "Makasih ya Bas, Lo emang nyebelin tapi baik."
Dibalik sikap menyebalkan Bastian, laki-laki itu memang baik dan perhatian. Dia rela jauh-jauh menerobos hujan yang deras hanya untuk menghampirinya di sini.
"Gue emang baik, gak kaya cowo Lo brengsek. Bisa-bisanya dia biarin Lo sendiri di sini, Kay Lo putusin aja tuh Arga cari pacar baru aja yang lebih baik."
Kayla memukul lengan Bastian. "Enak banget kalau ngomong, putus Lo bilang? emangnya move on itu gampang? Terus emangnya cari pacar baru itu gampang? Bukannya Lo sendiri yang bilang supaya gue rebut kembali perhatian Arga dan ini usaha gue buat dapetin hati dia lagi."
Bastian mendengus kesal, ia sedikit menyesal menyarankan Kayla untuk merebut kembali perhatian Arga dan mempertahankan hubungannya. Awalnya si ia perhatikan memang Arga sedikit berubah dan lebih sering menghabiskan waktu bersama Kayla, saat itu ia merasa sarannya baik untuk gadis itu. Tapi melihat kejadian ini, ia jadi menyesal ternyata sikap brengsek laki-laki itu tidak berubah juga.
"Gua ralat,,putusin aja dia, cari cowo yang baik, emang gak mudah tapi setidaknya Lo bisa lepas dari Arga brengsek. Duh Kay, gue beneran emosi sama cowok Lo itu."
Kayla terkekeh. "Bas Lo kalau ngomel lucu juga ya dan bawel, Sasha gak sampai segitunya loh."
"Ya memang Sasha tau gimana Arga sebenarnya? memangnya Sasha tau kalau Arga selingkuh sama adik Lo sendiri?Sasha memangnya tau Arga biarin Lo nunggu sendiri di sini?kalau Sasha tau dia juga pasti akan lakukan hal yang sama Kay, mungkin lebih dari gue."
Bastian benar, selama ini Sasha tak tahu menahu mengenai hubungan antara ia dengan Arga sebenarnya. Gadis itu hanya tau jika hubungannya dengan Arga baik-baik saja, ia juga tak mau Sasha tau.
"Kay, gue bersikap kaya gini karena gue sayang, Lo sahabat gue dari kecil. Gue akui, sikap gue sama Lo memang agak menyebalkan bahkan tak jarang buat Lo emosi, tapi dibalik sikap itu gue sayang Lo Kay, gue sayang Sasha juga kalian itu seperti saudara buat gue," ujar Bastian lagi.
Kayla menatap wajah Bastian, ia terharu dengan kata-kata yang di lontarkan laki-laki itu padanya. Sesayang itu ya Bastian padanya?
"Terimakasih Bas, gue gak tahu harus balas kebaikan Lo dengan apa."
"Cukup dengan lihat Lo baik-baik aja dan lihat Lo bahagia."