NovelToon NovelToon
I Miss You Because I Love You

I Miss You Because I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Nethaniel adalah pria muda tampan, sukses, dan berkarisma. Lahir di tengah keluarga konglomerat dan hidup berkelimpahan. Namun ada yang kurang dan sulit diperoleh adalah pasangan hidup yang tulus mencintainya.

Ketika orang tua mendesak agar segera berkeluarga, dia tidak bisa mengelak. Dia harus menentukan pilihan, atau terima pasangan yang dipilih orang tua.

Dalam situasi terdesak, tanpa sengaja dia bertemu Athalia, gadis cantik sederhana dan menarik perhatiannya. Namun pertemuan mereka membawa Nethaniel pada pusaran konflik batin berkepanjangan dan menciptakan kekosongan batin, ketika Athalia menolaknya.

》Apa yang terjadi dengan Nethaniel dan Athalia?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "I Miss You Because I Love You."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. IMU coz ILU

...~•Happy Reading•~...

Athalia jadi tersenyum dan mendorong lengan Alea untuk mengalihkan perasaannya yang tidak bisa digambarkan. Bahagia, bangga, terharu, semua bercampur jadi satu melihat Ethan sudah menunggu.

Semua rasa hati itu membuat wajahnya sumringah, karena untuk pertama kali ditunggu oleh seorang pria yang mampu membuat hatinya bergetar dan seakan bernyanyi hanya dengan melihatnya.

Alea jadi tersenyum melihat Athalia kikuk dan wajahnya memerah saat mendorongnya. Dia jadi tahu, Athalia sudah jatuh cinta pada pria yang menunggunya.

Sangat berbeda terhadap Hendry atau pria lain yang mendekatinya. Alea mendekatkan wajah dan berbisik. "Selamat bersenang-senang. Aku pamit duluan." Athalia mengangguk pelan. "Hati-hati." Bisik Athalia. Alea memberikan jempol, lalu mempercepat langkah meninggalkan lobby, agar tidak mengganggu mereka.

Athalia mendekati Ethan yang sedang mengotak-atik ponsel. "Maaf, Mas. Lama menunggu."

Ethan mengangkat wajah. "Tidak juga. Mungkin saya yang kecepatan." Ucapan Ethan membuat Athalia grogi.

"Kenapa lobby hari ini sangat sepi?" Tanya Ethan sambil mensejajarkan langkahnya dengan Athalia.

Ethan menyadari, Athalia sedang grogi, sehingga dia membuka percakapan dengan bertanya santai tentang hal sederhana, yang sedang terjadi di sekitar mereka. Supaya bisa meleburkan rasa grogi dan kekakuan setelah pertemuan mereka sebelumnya.

"Oh, iya." Athalia jadi melihat lobby dan baru menyadari perbedaan suasana lobby yang lengang, tidak sama seperti hari-hari sebelumnya. Lobby sudah ramai dengan karyawan yang berlomba-lomba keluar dan banyak mobil atau motor sudah menunggu di depan lobby.

"Mungkin lagi pada bikin laporan dan mau persiapan lembur, Mas." Athalia berkata pelan, sesuai yang terjadi di ruangan administrasi saat mereka pamit pulang.

Ada yang minta perpanjangan waktu untuk selesaikan laporan, ada yang persiapan mau lembur seperti Tony dan Vicky. Keadaan panik dan bingung tumpang tindih dalam ruangan.

"Ok, mungkin. Lalu kenapa kalian bisa cepat pulang?" Ethan bertanya sambil menempel kartu akses.

"Oh, saya dan teman dapat dispensasi, karena baru pindah bagian." Athalia berkata pelan. "Laporan kami hanya sedikit...." Athalia melanjutkan dan menjelaskan kepindahan mereka dari resepsionis ke bagian administrasi, karena bagian resepsionis ditiadakan.

Sambil jalan, Ethan mendengar dengan serius. "Good. Kalau begitu, mari kita minum kopi di sebrang sebelum pulang." Ethan menunjuk dengan menggerakan kepala ke arah coffee shop yang pernah mereka masuk saat dia menyamar.

Ethan sengaja mau mengajak minum kopi di coffee shop, karena sedang sepi. Para karyawan dan staff belum pulang, sehingga mereka bisa duduk mengobrol santai.

"Apa tidak pulang saja, Mas? Perusahaan mau adakan evaluasi besar-besaran. Jadi saya mau berdoa, supaya tidak dikasih kartu merah..." Athalia serius menjelaskan yang dikatakan supervisor. Ethan hampir tertawa mendengar cerita Athalia .

"Apa kalau tidak ada evaluasi, tidak berdoa?" Tanya Ethan mengalihkan rasa gelitik di hatinya.

"Tetap berdoa, Mas. Tapi yang sekarang lebih khusuk dan lama, supaya minimal dapat kartu kuning. Nanti diperbaiki lagi supaya aman sentosa." Athalia tetap serius, tapi Ethan tersenyum dalam hati.

"Nanti saya antar pulang. Minum kopi dulu, biar rileks"

"Oh, iya. Mas Niel tidak bikin laporan?" Athalia tersadar dengar kata rileks.

"Sudah. Makanya mau rileks sejenak. Mumpung masih sore dan sepi."

"Baik'lah. Makasih." Athalia menerima, karena Ethan sudah berbaik hati padanya. Dia tidak mau hubungan baik yang baru terjalin jadi renggang karena kecewa dengan sikapnya. Dia berharap, masih bisa bertemu lagi.

"Bawa apa itu?" Ethan menunjuk paper bag di tangan Athalia.

"Ini jacket Mas Niel. Tadi pakai naik ojol ke kantor." Athalia mengangkat paper bag sambil tersenyum, malu.

"Oh, ok." Ethan mengangkat jempol. Kemudian mereka bercakap-cakap hingga di pinggir jalan. Ethan menanyakan cara Athalia pergi dan pulang kantor.

"Walau tidak ada white cane, pegangan. Kita mau nyebrang." Ucap Ethan sambil menggerakan lengannya. Athalia jadi tersenyum, lalu memegang sikunya.

"Kalau begini, seperti sedang napak tilas pertemuan pertama kita." Ethan menggerakan sikunya. Athalia makin tersenyum, karena yang dikatakan Ethan benar.

"Harus sering dilakukan, biar tidak lupa." Ethan berkata lagi dengan nada bercanda, tapi dia serius memaknai pertemuan mereka.

Ketika setiap kali berada di jalan depan gedung kantor, dia selalu mengingat kebaikan hati Athalia yang datang menolongnya, tanpa mengetahui siapa dia.

"Untung sudah gajian, jadi bisa beli kopi yang mahal itu." Athalia menanggapi candaan Ethan.

Dia ingat kejadian dianggap rendah oleh pelayan karena tidak bisa membeli kopi lebih mahal. Hal itu tidak lagi membuat dia malu, karena Ethan menjadikan itu bahan candaan. Sekarang dia bisa tersenyum mengingatnya.

"Iya. Walau sudah gajian, sekarang saya yang traktir. Jadi pilih kopi dan temannya yang paling mahal." Ucap Ethan serius, sehingga Athalia menatapnya.

"Serius, Mas?" Tanya Athalia setelah mereka sudah di seberang dan hendak masuk ke coffee shop.

"Serius. Saya yang traktir." Jawab Ethan sambil mendorong pintu untuk Athalia.

"Kalau begitu, saya duduk saja, ya. Pelayan itu pasti mengenal..." Athalia makin santai berbicara dengan Ethan, setelah mereka bercakap-cakap sepanjang jalan.

"Lagi sepi. Langsung saja." Ethan mengajak Athalia ke depan pelayan yang pernah melayani, lalu merangkul pundaknya.

Walau terkejut dengan tindakan Ethan yang begitu saja merangkul pundaknya, Athalia menahan diri tidak bereaksi atau mengelak. Dia coba mengimbangi, karena sedang dilihat oleh pelayan coffee. Tapi gerakan terkejutnya bisa dirasakan Ethan.

"Mau pesan yang mana?" Ethan berusaha tetap santai. Dia bertanya sambil mengetuk pelan bahu Athalia dengan jari, layaknya sepasang kekasih yang datang untuk bersantai.

Pelayan yang pernah melayani Athalia jadi terkejut, karena mengenalnya. Dia jadi melihat ke arah Ethan dan Athalia bergantian sambil berpikir. Dia pun merasa mengenal Ethan. 'Apa hari itu, boss sedang adakan penyamaran untuk menilai karyawan?' Pelayan membatin dan jadi was-was.

"Yang ini, Mas." Athalia menunjuk kopi yang paling mahal.

"Sekalian teman minumnya." Ucap Ethan tanpa melepaskan tangan dari pundak Athalia.

"Mau tiramisu saja." Athalia tunjuk kue yang tidak terlalu mahal.

"Ok. Cari tempat duduk yang nyaman buat kita." Ethan melepaskan tangan untuk mengambil dompet. Athalia mengangguk, mencari tempat seperti yang diminta Ethan.

"Kami pesan ini, ini, ini, dua." Ucap Ethan sambil menunjuk kue yang tersedia, juga kopi lalu memerikan gold card kepada pelayan yang melayani, tanpa mengatakan sesuatu. Pelayan jadi menunduk, karena melihat tatapan tajam Ethan, mengirim ancaman dari balik kacamata.

Dia mengucapkan terima kasih setelah mengembalikan gold card, lalu mengatupkan tangan di dada. Tanpa mengatakan apa pun, Ethan meninggalkan pelayan yang tidak berani melihatnya.

"Mau di sini, atau pindah, Mas." Tanya Athalia yang memilih tempat duduk di sofa pendek.

"Di sini saja. Cocok buat santai." Ethan setuju dengan pilihan Athalia dan memberikan jempol.

"Banyak sekali, Mas." Athalia terkejut ketika pelayan mengantar dan letakan pesanan mereka di atas meja.

"Pingin duduk santai dan agak lama. Sekalian mengenang hari itu." Ucap Ethan setelah duduk di samping Athalia.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
Suamiku Paling Sempurna
Papanya Ethan pasti memilih wanita kaya untuk jadi istri Ethan
Suamiku Paling Sempurna
Papanya Ethan jangan cari masalah dong nanti Ethan marah sama kamu
Suamiku Paling Sempurna
Athalia pasti Ethan ngga berniat membohongi kamu tapi Ethan takut kamu ngga mau pacaran sama Ethan saat tahu Ethan anak orang kaya
Suamiku Paling Sempurna
Velina Ethan ngga mencintai kamu karena Ethan mencintai Athalia
Suamiku Paling Sempurna
Athalia syok dan kaget karena Ethan ngga jujur dari awal
Suamiku Paling Sempurna
Ethan dan Athalia kalian berdua pasangan serasi banget
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Keren opahnya Ethan membela Ethan
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Papanya Ethan ngga ingat hidup dia dulu sebelum menikah dengan mamanya Ethan
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Papanya Ethan mau menjodohkan Ethan dengan Velina kejam
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Athalia merasa di bohongi oleh kamu Ethan karena kamu ngga jujur dari awal
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Apakah Thalia akan tetap mau sama Ethan adalah anaknya ceo di perusahaan tempat bekerja
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Ethan ayo ajak Athalia menikah secepatnya pasti mau
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
aduh ikut sedih Athalia tenangkan dirimu dulu Niel tidak bermaksud membohongi atau apalah ya namanya nanti setelah kepalamu dan hatimu dingin coba kau pikirkan lagi tentang hubunganmu sama Niel
Rahmawati
jgn terlalu banyak berpikir Thalia, nanti tunggu mas niel jelaskan sama km
Risa Istri Cantik
Ethan itu mencari wanita yang tidak matre seperti Athalia
Risa Istri Cantik
Ethan sangat marah pasti karena papanya Ethan tidak merestui dirinya dengan Athalia
Risa Istri Cantik
Athalia Ethan tulus sama kamu dan ngga mempermainkan kamu
Risa Istri Cantik
Velina kamu bukan siapa siapa Ethan tapi kamu menggandeng Ethan
Risa Istri Cantik
Ethan Athalia tetap paham denganmu walau kamu merubah penampilan
Risa Istri Cantik
Ethan sudah pacaran sama Athalia senang pasti itu Ethan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!