Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi Istana Pangeran Xuan Lie
Kurang dari satu pembakaran dupa, Xuan Hao telah mengosongkan seluruh harta warisan Su Yulan, bahkan isi perpustakaan telah ia kosongkan.
“Aku tidak menyangka ada begitu banyak hal yang ditinggalkan Ibunda untukku,” gumam Xuan Hao.
[Ding!]
[Tuan sebaiknya segera keluar dari tempat ini! Salah satu pelayan akan segera tiba di kamar Tuan!]
Mendengar itu, Xuan Hao cepat menormalkan kembali ekspresi wajahnya, dan dengan gerakan seringan kapas ia berjalan kembali ke kamarnya, meninggalkan ruang bawah tanah yang telah dikosongkan.
Baru juga tiba di kamarnya, Xuan Hao jelas mendengar suara langkah kaki datang mendekati kamarnya.
Mendengar itu, cepat ia mengembalikan keadaan kamar, dan sebelum orang yang datang mengetuk pintu kamarnya, Xuan Hao sudah lebih dulu keluar kamar.
“Pangeran, di depan ada utusan dari Yang Mulia Pangeran Xuan Lie yang ingin bertemu dengan Pangeran!” ucap Mei Yun.
Mendengarnya, Xuan Hao mengernyit sampai alisnya saling bertautan.
“Orang itu, kenapa akhir-akhir ini tiba-tiba terus mengingat keberadaanku?!” gumamnya bingung sekaligus penasaran.
Meski belum tau tujuan pasti Pangeran Xuan Lie yang seolah sedang memberikan perhatian lebih padanya, Xuan Hao tetap datang menemui orang yang dikirim sang Pangeran.
Sampai di depan gerbang Paviliun Qingfeng. Xuan Hao melihat sosok kasim muda, bukan seorang kasim yang bekerja di sisi Pangeran Xuan Lie.
“Salam~,” ucap kasim muda tanpa penghormatan, bahkan ia tidak menyebutkan gelar Xuan Hao.
“Hmm~, cepat katakan tujuanmu datang ke tempatku!” ucap Xuan Hao langsung ke intinya.
“Yang Mulia Pangeran Xuan Lie mengundangmu makan bersama di istananya! Ingin datang atau tidak, itu terserah padamu!” ucap kasim yang setelah menyampaikan semua itu, ia bermaksud langsung pergi.
Tetapi baru juga kasim itu berbalik badan, Xuan Hao cepat mengambil kerikil di bawah kakinya, dan saat kasim itu sudah berjalan beberapa langkah dari tempatnya semua, ia melemparkan kerikil yang tepat menghantam kaki kasim.
Bruuk!!
Kasim itu terjatuh dan mengerang kesakitan, tapi bukannya memberi bantuan, Xuan Hao justru menyuruh menutup gerbang Paviliun Qingfeng.
“Apa Pangeran tidak ingin pergi ke istana Yang Mulia Pangeran Xuan Lie?” tanya Mei Yun.
“Masakanmu dan masakan Lan Xi jauh lebih enak dari masakan di istana orang itu. Daripada pergi kesana, lebih baik aku menikmati makanan yang kalian masak,” jawab Xuan Hao.
Mei Yun sebenarnya senang mendengar pujian tak langsung dari Xuan Hao, tetapi ia khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi kalau Pangerannya tidak pergi.
Pada situasi seperti ini ia bingung bagaimana cara menyampaikan kekhawatirannya, tapi~
[Ding!]
[Terdeteksi Misi Tersembunyi]
[Tuan harap pergi ke istana Pangeran Xuan Lie, mengikuti acara maman yang telah dipersiapkan orang itu!]
[Hadiah Misi Tersembunyi: 4 Poin Atribut, 20 Poin Sistem, 20 Poin Pengalaman, peningkatan Level Sistem.]
----
Melihat hadiah yang menggiurkan. Meski sebenarnya enggan, Xuan Hao akhirnya pergi ke istana Pangeran Xuan Lie, sekaligus membuat Mei Yun tak lagi khawatir.
***
Penampilan Xuan Hao saat ini bisa dianggap sebagai penampilan terbaiknya, dimana pakaiannya masih tampak baru, dan aroma tubuhnya begitu segar, jauh dari aroma memabukkan minuman yang dalam beberapa hari terakhir sudah tidak lagi disentuhnya.
Dengan tubuh tegap yang tampak kuat, ditambah wajah tampan serta aura penuh wibawa yang dimilikinya, keberadaan Xuan Hao saat ini berhasil mencuri perhatian orang-orang yang melihatnya saat berjalan ke istana tempat tinggal Pangeran Xuan Lie.
Sayangnya orang-orang itu tidak tau kalau yang sedang mereka lihat adalah sosok Pangeran terbuang, Xuan Hao.
Sementara itu, Xuan Hao yang sadar sedang diperhatikan, ia sama sekali tidak peduli, acuh tak acuh pada keberadaan mereka yang menurutnya tidak penting.
Baginya, saat ini tujuannya hanya satu, menyelesaikan Misi Tersembunyi yang diberikan Sistem.
Terus saja berjalan, Xuan Hao akhirnya tiba di Paviliun Zhenlong, nama lain istana tempat tinggal Pangeran Xuan Lie.
“Siapa dan ada urusan apa kamu datang ke Paviliun Zhenlong?” tanya penjaga A.
“Xuan Hao, datang atas undangan Pangeran Xuan Lie,” ucapnya tenang.
Mendengar nama yang tidak asing tapi sudah lama tidak mendengarnya, penjaga A tak butuh waktu lama mengingat siapa itu Xuan Hao.
“Cih, ternyata Pangeran buangan yang tidak berguna. Kau masuk saja, cari sendiri tempat perjamuan keluarga Yang Mulia Pangeran Xuan Lie!” ucap penjaga A penuh sindiran terbuka.
Mengabaikan penjaga A. Begitu mendapat izin masuk Paviliun Zhenlong, Xuan Hao langsung pergi menuju tempat perjamuan.
Dari jauh ia bisa merasakan tempat berkumpulnya banyak orang, dan yakin di situlah tempat perjamuan dilangsungkan.
Tiba di tempat itu, kedatangan Xuan Hao langsung membuat suasana yang sebelumnya ramai menjadi sepi dan hening, banyak orang yang merasa tidak mengenali sosok yang baru saja tiba.
Tetapi seketika semua berubah begitu~
“Kakak Kelima, kamu datang?!” ucap Xuan Xiaoyu, gadis kecil berusia 9 tahun, putri Selir Qin Rouyin, Selir Kedua Pangeran Xuan Lie.
Xuan Xiaoyu cepat mengenali Xuan Hao karena dua hari lalu ia tersesat dan tanpa sengaja sampai ke Paviliun Qingfeng, dan di tempat itulah ia akhirnya tau kalau selain keempat kakaknya, ia masih memiliki kakak kelima, Xuan Hao.
Melihat sosok Xiaoyu yang menggemaskan datang mendekat, Xuan Hao tersenyum kecil, tapi senyum itu berubah menjadi datar begitu pandangannya tertuju pada orang-orang di belakang adik kecilnya.
Ya, sejak awal pertemuannya dengan Xuan Xiaoyu. Xuan Hao sudah menganggap gadis kecil itu sebagai adiknya, berbeda dengan hubungannya dengan saudara lainnya yang sangat dingin.
“Jangan merusak acara ini! Kalian semua kembali ke tempat duduk masing-masing, begitu juga denganmu! Cepat pergi ke tempat dudukmu!” teriak Pangeran Xuan Lie.
Mendengar itu semua orang kembali duduk di tempat masing-masing.
Kabar baiknya Xuan Hao duduk tepat di sebelah Xuan Xiaoyu dan Selir Qin Rouyin, Selir yang dulu dilayani oleh ibunda Xuan Hao.
“Kalian bisa mulai makan, tapi begitu selesai makan, jangan ada yang beranjak pergi karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada kalian semua!” tegas Pangeran Xuan Lie.
Mendengar itu semua orang mulai makan dengan tenang, tapi setiap kali Xuan Hao ingin mengambil makanan, selalu ada tangan yang menyerobotnya, dan cepat makanan itu habis.
Sama sekali tidak tersinggung, apakah sosok yang merupakan Kepala Keluarga hanya diam, walau ia tau kebenaran yang sedang terjadi.
Tidak mau ambil pusing, Xuan Hao mengeluarkan sesuatu dari balik lengan panjang bajunya, sebuah roti daging yang dibuat oleh Lan Xi, lalu ia memakannya dengan tenang, tak peduli pada tatapan tajam yang tertuju padanya.
‘Cih~, aku punya seribu cara untuk mengisi perutku! Lagipula sejak awal aku sama sekali tidak tertarik sama makanan kalian!' batinnya.
Dilihat dari sisi manapun. Bagi Xuan Hao, makanan yang tersaji tak ada apa-apanya dibanding dengan makanan yang dimasak oleh kedua pelayannya.