NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Suamiku

Identitas Tersembunyi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:75
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.

Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERENCANAAN KEKASIH YANG SELALU GAGAL

Setelah mendapatkan maaf dari Safa dan semakin diterima oleh semua orang di Waroeng Mak Ina, Riki merasa sudah waktunya untuk mengungkapkan perasaannya yang lebih dalam pada Safa – dia ingin mengaku cinta secara resmi dan meminta agar Safa mau menjadi pacarnya yang sah.

Dia merencanakan berbagai cara romantis untuk mengungkapkan cinta tersebut. Kali pertama, dia berencana untuk membuat makan malam romantis di rumah kontrakan yang dia gunakan.

Dia belajar memasak hidangan kesukaan Safa – ikan bakar dengan bumbu rujak dan sayur lodeh – dengan bimbingan dari Ibunya Safa.

Hari yang dijanjikan tiba, Riki telah menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi – meja makan dihiasi dengan bunga mawar putih yang dia beli dari pasar, lilin yang sudah siap dinyalakan, dan hidangan yang sudah disajikan dengan cantik.

Ketika Safa datang menjenguknya seperti biasa, Riki langsung membawanya ke meja makan dengan wajah yang penuh kegembiraan. "Tunggu dulu ya Saf, aku punya kejutan khusus buat kamu!"

Namun saat dia hendak menyalakan lilin, dia tidak sengaja menyentuh ujung lilin ke atas taplak meja yang terbuat dari kain tipis.

Segera saja muncul percikan kecil yang membuat taplak meja sedikit terbakar.

"Kyaaa!" teriak Riki dengan panik sambil mencoba memadamkan bara kecil tersebut dengan tangan.

Akhirnya dia harus menuangkan segelas air ke atas meja, membuat makanan yang sudah disiapkan menjadi basah dan tidak bisa dimakan lagi.

"Maafkan saya Safa!" ucap Riki dengan sangat malu. "Aku ingin membuat kejutan romantis tapi malah jadi seperti ini!"

Safa hanya bisa tertawa melihat wajah panik Riki. "Gapapa lah, yang penting kamu sudah berusaha kan? Yuk kita masak lagi aja bareng!"

Kali kedua, Riki merencanakan untuk mengaku cinta di taman kota yang indah pada malam hari.

Dia membawa bunga mawar merah dan surat cinta yang sudah dia tulis dengan sangat hati-hati selama beberapa malam.

Ketika mereka sampai di taman, dia mengajak Safa duduk di bangku yang terletak di bawah pohon beringin besar – tempat yang dia rasa sangat romantis dan tenang.

Dia mulai membuka mulutnya untuk berbicara, tapi tiba-tiba muncul sekelompok anak-anak kecil yang sedang bermain bola.

Bola mereka secara tidak sengaja mengenai wajah Riki saat dia sedang mulai mengucapkan kata-kata cinta.

Riki terjatuh ke belakang dan bunga yang dia pegang terlempar ke udara, bahkan surat cintanya pun terbang dan terbawa angin hingga hilang.

"Aduh maaf ya Pak!" teriak salah satu anak kecil dengan khawatir.

"Itu tidak apa-apa nak," jawab Riki dengan sedikit tersinggung tapi tetap sabar.

Safa yang melihatnya tidak bisa menahan tawa. "Kamu memang kurang beruntung ya sayang saat ingin membuat kejutan romantis!"

Kali ketiga, Riki berencana untuk mengaku cinta saat mereka sedang makan malam di Waroeng Mak Ina setelah tutup.

Dia sudah menyuruh Maya dan Bu Yanti untuk membantu membuat suasana menjadi lebih romantis – menyalakan lilin kecil di setiap meja dan mematikan sebagian besar lampu agar suasana menjadi lebih hangat.

Ketika Safa selesai membersihkan meja terakhir, Riki berdiri dan mulai berjalan menuju Safa dengan bunga yang sudah dia siapkan.

Namun saat dia sedang berjalan, dia tidak sengaja menyandarkan kaki pada tali listrik yang terlentang di lantai karena sedang diperbaiki.

"Argh!" teriak Riki saat tubuhnya mulai menjorok ke depan. Dia mencoba menyeimbangkan diri tapi akhirnya terjatuh dan secara tidak sengaja menjatuhkan bunga yang dia pegang ke atas nasi goreng yang baru saja disiapkan Bu Yanti untuk makan malam mereka.

Maya dan Bu Yanti yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak. Safa juga tidak bisa menahan tawa dan segera membantu Riki berdiri kembali.

"Riki, kamu memang tidak bisa melakukan sesuatu yang romantis tanpa ada kesalahan ya?" ucap Safa dengan tersenyum manis sambil membersihkan jas Riki dari remah-remah makanan.

Riki hanya bisa menghela napas dan tersenyum malu. "Aku sudah mencoba berkali-kali Saf, tapi selalu ada halangan yang membuat rencanaku gagal."

Safa mendekati Riki dan memegang kedua wajahnya dengan lembut. "Kamu tidak perlu membuat kejutan romantis yang rumit. Aku sudah tahu apa yang ingin kamu katakan selama ini."

Riki melihatnya dengan mata yang penuh harapan. "Benarkah?"

"Ya," jawab Safa dengan suara lembut. "Aku tahu bahwa kamu mencintaiku, dan aku juga mencintaimu. Kamu tidak perlu berkata apa-apa lagi karena aku sudah mengerti perasaanmu."

Mendengar kata-kata tersebut, Riki merasa sangat bahagia dan langsung mengelilingi pinggang Safa dengan erat. "Terima kasih sudah mengerti perasaanku Saf. Aku mencintaimu lebih dari apa saja di dunia ini."

Maya dan Bu Yanti yang melihat mereka berdua langsung memberikan tepuk tangan yang meriah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!