Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPG : Bab 31
Citra tengah duduk seraya menonton berita di televisi, ia melihat putrinya baru saja pulang dan langsung duduk di sampingnya.
"Nonton berita lagi?" Tanya Jesslyn seraya membuka handphone miliknya.
"Iya, Jesslyn bagaimana dengan Kakakmu? Kapan dia bisa datang ke sini?" Tanya Citra, ia ingin Adrian datang ke rumah bersama dengan Luna. Citra ingin jika putranya segera menikah dengan Luna dan memberikan seorang cucu untuk nya.
"Kakak sedang sibuk dengan projek terbarunya, dia nampak kesal karena belum menemukan orang yang pas." jelas Jesslyn.
Citra terdiam sejenak, "Menemukan orang untuk apa?" tanya Citra penasaran.
Jesslyn langsung menjelaskan tentang projek Adrian yang akan meluncurkan pakaian anak-anak khusus kalangan atas, namun Adrian masih belum bisa menemukan model anak-anak yang pas dan sesuai dengan selera Adrian.
Citra terdiam saat mendengar hal itu, ia lalu menepuk pundak Jesslyn dengan senyuman di wajahnya. "Jesslyn, apa kau ingin tentang anak yang kita lihat di rumah sakit? Anak yang memberikan dompet Mama." Jelas Citra.
Jesslyn berpikir sejenak, ia lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan. "Lalu?" Tanya Jesslyn.
"Bagaimana jika anak itu yang menjadi model busana milik Adrian, Mama rasa anak itu akan cocok." Jelas Citra dengan senyuman.
Jesslyn langsung menggelengkan kepalanya, "Ma, kita bahkan enggak tahu itu anak siapa. Bisa aja itu seorang gelandangan." jelas Jesslyn.
"Enggaklah, lihat tampilan anak itu. Dia jelas anak yang di urus... Pokoknya penilaian mama enggak bakal salah, anak itu pasti cocok buat jadi model busana Adrian." Jelas Citra dengan penuh percaya diri.
"Oke anak itu memang cocok, tapi kita mau cari dimana anak itu?" Tanya Jesslyn, ia lalu kembali mengalihkan pandanganya ke handphone miliknya. Jesslyn nampak tengah mengirim pesan pada seseorang dengan wajah yang berseri-seri.
Citra yang mendengar pertanyaan dari anaknya langsung terdiam, namun ia melirik ke arah Jesslyn yang tengah sibuk dengan handphone miliknya.
"Kamu lagi sibuk sama siapa?" Tanya Citra seraya mengintip layar ponsel Jesslyn, namun Jesslyn langsung menyembunyikan ponselnya dan menatap ke arah Citra.
"Enggak ada." jawab Jesslyn dengan wajah yang ketus.
Citra hanya tersenyum, "Sudah beberapa hari ini Mama enggak liat Doni?" Tanya Citra, biasanya Jesslyn akan menempel terus pada Doni.
Jesslyn lalu menghela nafas saat Citra menanyakan hal itu, "Aku akan bercerai dengan Doni." Jelas Jesslyn.
Citra terdiam saat mendengar hal itu, telinganya seakan mendengar sesuatu hal yang salah. "Coba katakan sekali lagi, kayaknya telinga Mama bermasalah." Jawab Citra.
Jesslyn menatap ketus ke arah Citra, "Aku akan bercerai dengan Doni." jawab Jesslyn dengan nada sedikit tinggi.
Citra terkejut dan juga senang saat mendengar hal itu, "Ya Tuhan.. Terimakasih kau telah menyadarkan putri ku." ucap Citra dengan penuh rasa syukur, ia lalu meminta pelayan untuk memanggilkan suaminya.
Hariyono yang sedang bersantai di kamar langsung buru-buru keluar dari dalam kamar, pria yang kini sudah berjalan dengan menggunakan tongkat langsung menghampiri istrinya.
"Ada apa Ma?" Tanya Hariyono karena pelayan bilang ada sesuatu yang penting.
"Mas, Jesslyn sudah tersadar. Anak kita sudah sembuh.." Jelas Citra dengan raut wajah yang senang.
Hariyono jelas tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, "Tersadar apa?"
"Jesslyn akan bercerai dengan Doni, akhirnya Mas. Doa kita selama ini terkabulkan." Ucap Citra dengan senyuman bahagia.
Mendengar hal itu Hariyono terkejut dan juga senang, ia langsung menghampiri putrinya dan memegang tangan Jesslyn dengan erat.
"Apa yang dikatakan oleh Mama mu itu benar, kau akan menceraikan Doni?" Tanya Hariyono memastikan.
Jesslyn menganggukkan kepalanya dengan pelan, seketika Hariyono langsung bersorak dengan bahagia. Begitu juga dengan Citra, "Ma, kita harus mengadakan pesta sebagai bentuk rasa syukur kita karena Jesslyn sudah tersadar." Jelas Hariyono dengan penuh antusias.
"Iya mas, kita harus merayakan momen bahagia ini agar tidak bisa di lupakan seumur hidup." Jelas Citra.
Jesslyn langsung berdiri dan menatap kedua orang tuanya, "Ma.. Pa.. Jangan lebay deh." jawab Jesslyn dengan wajah yang kesal.
Hariyono langsung menatap ke arah Jesslyn, "Ini bukan lebay, tapi ini adalah rasa senang Jesslyn. Kau selama bertahun-tahun bersama dengan pria tak berguna itu, membuat hati kami sebagai orang tua sakit hati. Tapi sekarang kau telah sadar.. Dan kami sangat senang." jelas Hariyono.
Jesslyn hanya menghela nafas kasar, "Terserah kalian aja." Jawab Jesslyn yang langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya.
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian