NovelToon NovelToon
Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Iblis / Kutukan / Hantu / Tumbal
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Aku tak ingat lagi apa yang terjadi padaku malam itu.

Saat terbangun, tiba-tiba saja diriku sudah berada di dalam sini. Sebuah kurungan berukuran 2x1 meter yang di susun oleh besi-besi, ada gelas air di sudutnya dan sebuah handuk kotor di pegangan pintu. Seperti kandang hamster berukuran manusia.

Tampak putung rokok di meja sana mengepulkan asap. Beberapa pakaian dan surban juga terlihat menggantung di tembok serta puluhan keris berdiri di lemari.

"Tutupi tubuhmu!!" Tiba-tiba seorang kakek tua mengejutkanku dari arah yang lain dengan melemparkan selembar kain jarik.

Aku baru sadar kalau sedari tadi tubuhku sudah tak mengenakan apa pun.

Kemana perginya pakaianku?

Hijabku?

HP ku?

Ya, tuhan.

Apa mereka benar-benar menghabisiku pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Terkurung

...Nurhalina...

...────୨ৎ────...

Sekeras apa pun aku mencoba kabur, akhirnya aku kembali lagi ke rumah ini. Ndaru menyelamatkanku dari iblis berwujud teman itu. Jujur aku masih tak bisa membayangkan, bagaimana bisa kata-kata itu terucap dari mulutnya yang jelas-jelas akan menikahi perempuan lain.

Lagi pula, sedikit pun aku tak pernah menaruh rasa padanya dari dulu maupun sekarang, dia sudah kuanggap sebagai sahabatku sendiri. Akhirnya aku tahu, sahabat itu hanyalah topeng untuk menutupi kebengisannya.

Kami sampai di depan rumah, rumah Bahlil. Jam 3 pagi, beberapa wanita berpakaian seksi tampak kembali menuju kerangkengnya di belakang. Kami menuju pintu depan, Puan datang menyambut dengan mukanya yang bergetar, "Apa yang kamu lakukan wanita jalang!" lalu menamparku sekuat tenaganya.

...PLAAKKKK...

Tapi sebelum tamparannya yang ke dua, Ndaru menahan tangannya, "Cukup, Ma!"

"Cukup katamu?" bentak Puan memelototi anaknya. "Setelah yang dia lakukan kepada Bobbi?"

"Udah, lah Ma. Memangnya si Bobbi ngancam apa, sih?" tanyanya balik.

"Kalau dia laporin semuanya, habis lah keluarga kita!" timpal Bahlil, memegangi dahinya. "Papa bilang juga apa, wanita ini pembawa sial, Ma! Terus gimana sekarang?"

"Si Bobbi mau lapor kalau palkonnya putus karena digigit wanita jalang?" cicit Ndaru tertawa bebas. "Itu berarti dia bunuh diri, Pa, Ma. Sadar gak? Dia bakal di Cap sebagai pejabat yang suka main di pelacuran."

Ndaru menarik tanganku menuju ke suatu ruangan, tapi suara Puan seketika menghentikannya, "Terus kita harus gimana?"

"Bilang sama Bobbi, laporin aja sesuka dia, Mama sama Papa gak perlu takut, biar Ndaru yang beresin." jawab Ndaru mengabaikannya sambil menenteng tanganku menuju salah satu kamar.

"Hey, kamu mau ngapain sama wanita pembawa sial itu?" tanya Bahlil. "Awas, kepalamu jangan sampai ikut buntung!"

Tanpa menggubris kedua orang tuanya, Ndaru membawaku ke kamarnya. Kamar ini cukup luas, bersih, dan banyak foto-foto wanita yang aku pikir mungkin itu mantannya, karena banyak juga foto-foto mereka berdua.

Dia memberikanku pakaian, kali ini bukan pakaian seksi, melainkan kaos futsal yang bertuliskan Ndaru 09 di punggung dan celana panjang training yang cukup ketat saat kukenakan.

Entah apa yang akan dilakukannya aku hanya pasrah, mungkin ini jalan yang lebih baik dari pada di jalanan, dan dihantui rasa sakit hati yang masih mengakar di dadaku.

Dan sekarang, Ndaru sudah mengendaraiku yang telentang di ranjang begitu. Dengan semangat yang menggebu-gebu dan rasa haus yang dilandanya, bibir kasar itu menyusup masuk ke dalam kaos putih bernomor 9 ini.

"Maaf, cantik. Kalau kejadian di toko tadi mungkin membuatmu takut." ujar Ndaru sambil menyembul dari dalam kaosku, terlihat matanya yang membelalak dari leherku. "Mulai sekarang nggak ada yang boleh menyentuhmu, kecuali aku.

Begitulah kami berakhir, di ranjang ini, di balik pintu jendela yang terbuka, untuk pertama kalinya aku mengerang, buas, dan tak terkendali.

Kita sama-sama liar, saling melampiaskan semua kekesalan dan kemarahan pada tubuh kita. Dia tertawa saat aku menamparnya sebagai pelampiasan amarahku pada hari ini. Begitu pun aku yang hanya diam setiap kali dia menghentak dan berkedut kencang di dalam sampai lahar panas menyentuh rahimku.

"Setuju, Nggak, kalau kita bikin team futsal dari anak-anak kita?" aku hanya mengangguk pelan dengan tatapan sayu. "Oke, gas. Berarti kurang 2 ronde lagi, cantik!"

Dan di ronde ke-7 ini, aku mulai kewalahan.

Jujur aku sudah tak sanggup lagi mengimbangi kekuatannya. Semua organ tubuhku lemas dan rasa kantuk sudah menjalar ke mataku.

Gelap.

Akhirnya aku terlelap.

1
arif didu
sadiiiiiis
arif didu
ndaru kesambet apaan thor
arif didu
sadis si thor
arif didu
gak kebayang gimana bentuknya si nur
arif didu
emg kades bejat
arif didu
mbak kunti jgn2
arif didu
sakti bener mbahnya
arif didu
duh temennya bejat pisan
arif didu
duh bisa kabur ga nur
arif didu
bisa2nya si nur malah basah
arif didu
emg knp si pada benci bgt sama kamis wage
arif didu
panca ga ingat?
arif didu
disini setannya Bahlil kah thor
arif didu
miris bgt nasibmu nur
arif didu
human trafikking
arif didu
perna juga ngalami ini...
arif didu
saking saktinya thor
arif didu
ni si bos gmna si tadi anak bua nya ga boleh nyentuh eh malah Muis suruh main sama nur
arif didu
bener2 ga pnya hati
arif didu
duhh nur km diperawanin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!