Arazey Ivanka seorang mahasiswi kedokteran yang saat ini berada di semester lima, tengah menjalani masa magang disebuah rumah sakit terbesar dikota nya
Semuanya berjalan begitu lancar, sampai saat ia mendapatkan seorang pasien pria dengan usia matang yang saat itu tengah terluka parah. Dari situlah kehidupan dizona nyaman nya berubah menjadi lebih menyeramkan dan lebih terkekang
•Jika ada kesamaan judul cerita, cover, atau nama mohon dimaklumi
•Ikuti kisahnya hanya disini.. Happy reading🫂👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-14-
...Ceklek~...
Terdengar pintu kamar Arazey yang terbuka dan kembali tertutup, namun sang pemilik tidak menoleh sedikitpun saking fokusnya pada layar laptop didepan nya
"Ada apa lagi ma? Jangan suruh aku buat ngalah sama Qila ya" tanya malas Arazey tanpa melihat siapa yang masuk
Seketika tubuhnya membeku kala merasakan hembusan nafas berat seseorang di iringi sahutan nya. "Berhenti menggerutu seperti ini bocah, aku jadi tidak tahan melihat bibit mungil itu terus bergerak"
Dapat dirasakan kini kedua tangan kekar terasa mengusap-usap bahunya, dengan perlahan Arazey pun menoleh dan..
Cup!
Dengan mata melotot serta bibir yang terasa keluh, Arazey hanya terdiam menatap mata tajam yang hanya berjarak 3 centi dari matanya
"Ayo aku bantu" lembut Grey dengan suara beratnya. Seketika Arazey tersadar akan posisi dan siapa yang kini berada didepan nya, dengan cepat Arazey mendorong bahu Grey dan kembali menatap lurus layar laptopnya
Beberapa detik telah berlalu, Grey pun ikut diam kala melihat Arazey yang meremat piyama tidur yang ia pakai, hingga beberapa saat kemudian
Menatap tajam Grey, lantas Arazey langsung berdiri. "Om ngapain disini?!," tuturnya sedikit membentak. "Ga sopan banget masuk kamar orang ga ngetuk pintunya dulu!" lanjutnya kesal
"Tenang honey, aku hanya ingin membantu. Lagipula mama dan papa mertua sudah mengizinkan malah menyuruhku untuk kesini" jawabnya santai seraya duduk ditepi kasur milik Arazey
Dengan mata melotot dan pipi memerah seketika Arazey berdecak pinggang dan menatap garang Grey yang berwajah santai tanpa rasa bersalah sedikitpun. "Mertua? Otak om benar-benar sudah konslet ya?!"
"Kamu lupa? Bahkan tadi mama kamu sendiri yang menyuruh aku memanggil nya dengan sebutan itu," balas santai Grey di iringi senyum miring nya
Mendengus kesal dan mengusap kasar wajahnya, lantas Arazey pun mendekati Grey dan menarik tangannya agar bangun. "Cepat keluar, aku mau lanjutin buat skripsi! Om jangan ganggu please"
"Aku tidak menganggu honey, malah aku ingin membantu," jawabnya kemudian bangun dari posisi nya. Mengabaikan tenaga kecil Arazey yang mencoba menyeret nya kearah pintu, tetapi dia malah berjalan kearah meja belajar Arazey sehingga sang pemilik tubuh mungil itu malah terseret
"Ishh! Om makan apa sih?" gerutu Arazey menatap marah Grey. "Kenapa malah aku yang diseret." Sambungnya kesal seraya duduk dilantai
Terkekeh pelan melihat tingkah gadisnya. Akhirnya kini Grey mengangkat tubuh mungil itu dan menggendong nya ala koala yang berhasil membuat sang pemilik tubuh memekik kaget
"Om apaan sih?! Turunin cepat!" pekik Arazey gusar, pasalnya kini keduanya berada didalam kamar. Walaupun diluar sana ada kedua orang tua nya tetap saja Arazey takut pada pria yang menurut nya sudah tua dan masih lajang ini
"Kamu ngapain duduk dilantai hmm?" tanya lembut Grey seraya menduduk kan Arazey disofa yang ada didalam kamar itu
"Tau ah aku kesal! Sana om keluar!"
Membawa laptop yang berada dimeja belajar menuju sofa yang duduki Arazey, kini Grey kembali menjawab ucapan ketus itu. "Iya nanti aku keluar setelah skripsi ini selesai oke?"
"Ga usah sok ngerti deh, aku yakin om ga akan ngerti sama materi yang aku bahas disitu" sinis Arazey menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Lantas melihat hal itu Grey mencodongkan tubuhnya dihadapan Arazey
"Kalo aku bisa dan aku ngerti gimana? Mau ngasih imbalan apa?"
Mendorong bahu Grey dengan satu jarinya, kini Arazey malah memasang wajah menantang dan menatap remeh pria didepan nya "Cih, jangan terlalu percaya diri yang ada nanti skripsi yang sudah aku susun malah berantakan gara-gara om"
"Cukup berbicara dan jelaskan, nanti aku yang akan mengetik. Lalu lihatlah seperti apa hasilnya" sahut santai Grey dengan jari yang sudah siap dikeyboard laptop itu
"Ga usah, sini aku aja om"
"Cepat jelaskan, aku menunggu imbalan nya" ucap Grey di iringi lirikan mautnya
...----------------...
Seeyou next part bunda😘 Jangan lupa dukungan serta komentar masukkan nya🤗
anAk gadis orang
udh panggil honey"🤭😂