NovelToon NovelToon
Summer With You

Summer With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Slice of Life
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Shea Olivia

Sinopsis:

Choi Daehyun—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah 5 tahun menghindari dunia hiburan.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai kekasihku,” kata Choi Daehyun pada diriku yang di depannya.

Namaku Sheryn alias Lee Hae-jin—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Choi Daehyun sejak awal, namun sedikit pun aku tidak terkesan.

Aku mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”

Awalnya Choi Daehyun tidak curiga kenapa aku langsung menerima tawarannya. Sementara aku hanya bisa berharap aku tidak akan menyesali keputusanku terlibat dengan Choi Daehyun.

Hari-hari musim panas sebagai “kekasih” Choi Daehyun dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun aku ataupun Choi Daehyun tidak menyadari kebenaran kisah lima tahun lalu sedang mengejar kami.

🌸𝐃𝐈𝐋𝐀𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐊𝐄𝐑𝐀𝐒 𝐂𝐎𝐏𝐘
🌸𝐊𝐀𝐑𝐘𝐀 𝐀𝐒𝐋𝐈 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑/𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐋𝐀𝐆𝐈𝐀𝐓
🌸𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Olivia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

“Kau sedang membaca atau tidak?”

Sheryn tersadar dari lamunan dan mengangkat wajah. Na Minjie yang duduk di hadapannya sedang memerhatikannya dengan alis terangkat.

“Mm?”

Minjie menutup buku yang dibacanya dan melipat tangan di meja. “Kita masuk ke perpustakaan ini satu jam lalu. Tapi selama setengah jam terakhir kau hanya memelototi halaman yang itu-itu terus. Kau memegang bolpoin, tapi tidak menulis. Kau melihat buku, tapi tidak membaca. Lee Hae-jin, apa yang sedang kaupikirkan?”

Sheryn tertawa kecil dan membalikkan halaman bukunya. “Tidak ada. Hanya sempat bosan dan melamun sebentar.”

Minjie mengetuk-ngetukkan jari di meja. “Choi Daehyun tidak menghubungimu?”

“Mm,” gumam Sheryn tanpa memandang temannya.

“Sudah hampir satu bulan aku tidak berhubungan dengannya. Lagi pula untuk apa? Masalah di antara kami sudah selesai. Aku sudah membantunya seperti yang dia minta. Tidak ada lagi yang bisa kulakukan.”

“Untunglah wartawan berhenti mengejar-ngejarmu,” kata Minjie.

“Akhirnya, meski sudah tahu namamu, mereka belum pernah mendapatkan foto-fotomu yang jelas. Kau tidak mungkin hidup setenang ini kalau wajah aslimu terpampang di media cetak.”

Saat itu ponsel Sheryn yang tergeletak di meja bergetar pelan. Ia meraihnya dan membaca tulisan yang muncul di layar. Han Eunho.

“Halo?”

“Hae-jin, punya waktu sekarang?” suara laki-laki itu terdengar lesu.

Sheryn ragu sejenak. “Ada apa?”

“Keluarlah sebentar. Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

Sheryn menutup ponsel dan memandang Minjie.

“Kenapa? Han Eunho mau bertemu lagi?” tebak Minjie.

Sheryn tersenyum samar dan membereskan buku-bukunya. “Aku pergi dulu ya?”

Langit sudah nyaris gelap ketika Sheryn tiba di depan kafe yang disebutkan Eunho. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat laki-laki itu sudah menunggunya di dalam. Han Eunho sedang duduk bersandar di sana dengan segelas air putih di meja.

Sesekali ia melirik jam tangan dan mengusap wajah dengan kedua telapak tangan. Sheryn masih ingat betapa dulu ia sangat memercayai laki-laki itu. Betapa dulu ia sangat menyukainya.

Sheryn membuka pintu kafe dan terdengar bunyi dentingan halus. Pelayan menghampirinya dan Sheryn segera berkata padanya bahwa temannya sudah menunggu. Dengan langkah ringan, Sheryn menghampiri Han Eunho. Laki-laki itu duduk membelakangi pintu, sehingga tidak menyadari kehadiran Sheryn.

“Sudah menunggu lama?” tanya Sheryn sambil menarik kursi di hadapan Eunho lalu duduk.

Eunho tersentak dan senyumnya mengembang. “Oh, tidak. Aku juga baru datang.”

“Jus jeruk,” kata Sheryn kepada pelayan yang menanyakan pesanannya.

Setelah pelayan itu pergi, Sheryn memandang Han Eunho. “Ada apa memanggilku ke sini?”

“Bagaimana kabarmu?”

Sheryn tersenyum. “Baik-baik saja. Seperti yang kaulihat. Kau sendiri?”

Han Eunho meneguk airnya, lalu terdiam sejenak. Akhirnya ia berkata, “Aku sudah berpisah dengannya.”

“Oh? Memangnya kenapa?”

Eunho menatap mata Sheryn dan menjawab dengan nada yakin, “Karena kukatakan padanya aku masih belum bisa melupakanmu.”

Alis Sheryn terangkat karena terkejut. “Apa?”

“Itu benar,” kata Eunho menegaskan.

Saat itu pelayan mengantarkan jus jeruk yang dipesan Sheryn. Sheryn mengucapkan terima kasih dengan kikuk, lalu kembali memandang Han Eunho. Laki-laki itu begitu tampan, dan selama mereka bersama ia selalu bersikap baik kepada Sheryn.

Tentunya sampai laki-laki itu meninggalkannya. Namun dari dulu, salah satu kelemahan Han Eunho adalah tidak bisa memantapkan keputusan. Ia tidak bisa bertahan lama pada satu pendirian.

“Hae-jin, bisakah kau memberiku kesempatan sekali lagi?” tanyanya.

Raut wajahnya begitu bersungguh-sungguh. Sheryn bisa merasakan laki-laki itu memang serius.

Perlahan Sheryn mengaduk jus jeruknya. “Aku akan jujur padamu. Ketika kita berpisah dulu, selama beberapa waktu perasaanku kacau sekali. Aku tidak mengerti kenapa kau meninggalkanku. Aku selalu berpikir, apa yang sudah kulakukan... apa yang belum kulakukan... sampai kau bisa membuat keputusan seperti itu.”

Han Eunho bergerak-gerak gelisah di kursinya.

“Selama beberapa waktu, aku sering memikirkanmu dan segala hal yang berhubungan denganmu,” Sheryn melanjutkan.

“Tapi kemudian segalanya berubah. Perlahan-lahan, entah sejak kapan dan entah bagaimana, ada sesuatu yang lain yang menggantikan dirimu dalam pikiranku.”

Han Eunho menatap gelasnya. “Maksudmu?”

Sheryn tidak menjawab. Ia hanya meminum jus jeruknya dengan pelan.

Han Eunho mengangkat wajahnya dan menatap Sheryn. “Kau sungguh-sungguh tidak bisa—setidaknya mau mencoba—kembali padaku?”

Sheryn menarik napas, lalu berkata, “Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali pada orang yang sudah meninggalkanku.”

Han Eunho tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya menatap Sheryn dengan pandangan menerawang.

.

.

.

.

.

.

.

“Sudah lihat?”

Daehyun tidak menjawab. Ia terus memandangi tabloid yang tadi disodorkan manajernya. Ada artikel yang menyebutkan hubungan Choi Daehyun dan kekasihnya mulai retak karena kekasihnya itu menemui pria lain. Pria lain? Apakah mantan pacar

Sheryn?

“Kau sudah menghubungi Sheryn?”

Daehyun mendengar pertanyaan itu, tapi tidak menjawab. Ia tidak bisa menjawab. Ia sedang berpikir.

“Daehyun.”

Sepertinya Park Hyun-Shik mulai kehilangan kesabaran. Daehyun mengangkat wajah dan meletakkan tabloid itu di meja kerja manajernya.

“Belum, aku belum menghubunginya,” jawabnya tenang.

“Kenapa kau bisa setenang itu? Kau sudah punya rencana?” desak Park Hyun-Shik.

Daehyun menggeleng dan tersenyum. “Tidak juga. Hyung mau aku melakukan apa?Bukankah sudah pernah kukatakan bantuan Sheryn kepada kita sudah selesai. Dia bukan kekasih Choi Daehyun lagi, baik di dalam maupun di luar foto.”

Park Hyun-Shik jelas terlihat bingung mendengarnya. “Jadi maksudmu, kau akan membiarkan masalah ini? Bagaimana kau akan menghadapi wartawan kalau mereka bertanya?”

“Aku bisa menghadapinya. Hyung tenang saja.”

“Aku heran, sudah satu bulan terakhir ini kau tidak menghubungi Sheryn,” kata Park Hyun-Shik setelah terdiam beberapa saat.

“Kau benar-benar tidak mau bertemu dengannya lagi?”

Daehyun hanya tersenyum. Park Hyun-Shik mengerutkan kening.

“Biasanya aku tidak pernah salah tentang hal-hal seperti ini.”

“Hal-hal seperti apa?”

“Kukira kau menyukainya. Apakah aku salah?”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Aku sudah ditolaknya.”

“Ah, begitu? Lalu kau menyerah begitu saja?”

“Tidak.”

“Aku tidak mengerti. Sekarang kau sama sekali tidak menghubunginya. Apa maksudmu dengan tidak menyerah?”

Senyum Daehyun bertambah lebar. Ia mengedipkan mata ke arah manajernya, tapi tidak berkata apa-apa.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Hae-jin! Hae-jin!”

Sheryn sedang duduk melamun di bangku panjang di taman kampus ketika ia mendengar namanya dipanggil. Ia menoleh dan melihat Na Minjie berlari ke arahnya. Benar-benar berlari. Ia tak pernah melihat temannya itu berlari sebelumnya.

“Astaga, capek sekali,” kata Minjie dengan napas terengah-engah begitu ia tiba di samping Sheryn.

“Sini, duduk dulu,” kata Sheryn sambil bergeser memberi tempat untuk temannya.

Tanpa berkata apa-apa, Minjie menyodorkan tabloid yang sedang dipegangnya kepada Sheryn. Perhatian Sheryn langsung tertuju pada artikel yang terpampang di hadapannya.

“Apa ini?” tanyanya dengan kening berkerut.

Minjie masih sibuk mengatur napas sehingga tidak bisa menjawab. Sheryn membaca artikel itu tanpa bersuara. Setelah selesai, ia melipat kembali tabloid tersebut dan menarik napas.

“Bagaimana?” tanya Minjie.

Sheryn mengangkat bahu. “Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa menulis berita seperti ini.”

Minjie mengibaskan tangan dengan tidak sabar. “Bukan itu. Maksudku, apakah menurutmu Choi Daehyun yang mengatakan pada wartawan? Bukankah kau memang tidak membantunya lagi? Jadi bagaimanapun Choi Daehyun memang harus putus dengan pacarnya.”

Sheryn tertegun, lalu memiringkan kepala. “Entahlah,” katanya.

“Kau tidak mau bertanya kepadanya?”

Sheryn berpaling ke arah temannya dengan kaget. “Tanya apa?”

Minjie mendengus jengkel. “Astaga, kau...”

Bagaimana ia bisa bertanya pada Choi Daehyun? Sudah satu bulan mereka tidak bertemu dan berbicara. Lagi pula, Choi Daehyun memang tidak mungkin mempertahankan cerita tentang kekasihnya, sementara orang yang membantunya menjadi “pacar” sudah tidak mau membantu lagi.

Minjie menatap temannya yang duduk di sampingnya dengan kesal. Ia tidak bisa percaya Sheryn tidak mau melakukan apa-apa tentang artikel yang ditunjukkannya itu.

Menurutnya, setidaknya Sheryn bisa menelepon Choi Daehyun dan bertanya atau menjelaskan situasi yang sebenarnya. Atau apa pun. Tapi anak bodoh itu hanya duduk melamun. Walaupun orang-orang masih tidak mengenali Lee Hae-jin yang sedang duduk melamun seperti orang bodoh ini sebagai Lee Hae-jin pacarnya Choi TaeWoo, Minjie merasa temannya ini harus tetap menjaga nama baiknya.

Kenapa anak itu tidak keberatan disebut-sebut sebagai tukang selingkuh?Minjie mengibaskan rambut ke belakang dengan perasaan jengkel. Bisa jadi malah Choi Daehyun yang mengatakan semua cerita itu pada wartawan untuk menyelamatkan reputasinya sendiri. Ya, itu mungkin saja.

“Hei, Hae-jin. Bagaimana kalau Choi Daehyun yang melakukan semua itu?” desaknya sekali lagi.

Alis Hae-jin terangkat. “Menurutmu begitu?”

Minjie mengangkat bahu. “Mungkin saja, bukan? Makanya, kenapa kau tidak bertanya langsung kepadanya?”

Sebelum Sheryn sempat menjawab, ponselnya berbunyi. Minjie melihat temannya buru-buru mengeluarkan ponsel dari dalam tas dan membukanya.

Choi Daehyun?

“Halo?” Raut wajah Hae-jin berubah sedikit.

Bukan Choi Daehyun.

“Ya, Mister Kim... Ya? Sekarang? ... Ya, saya mengerti.”

Sheryn menutup ponselnya dan tersenyum kepada Minjie. “Minjie, aku harus pergi sekarang, Mister Kim memintaku menemuinya.”

“Bosmu memang drakula penghisap darah,” celetuk Minjie.

“Kau selalu bilang mau berhenti, tapi tidak pernah sekali pun mulai menulis surat pengunduran diri.”

“Setidaknya jadwal kuliahku tidak pernah terganggu gara-gara dia,” Hae-jin membela atasannya.

“Aku pergi dulu ya?”

Minjie memandangi temannya yang berjalan pergi, lalu memandang tabloid yang sedang dipegangnya. Sebaiknya masalah ini cepat diluruskan, sebelum para penggemar Choi Daehyun mengamuk.

Lee Hae-jin tidak tahu bagaimana liarnya para penggemar Choi Daehyun kalau sudah dipancing. Mereka tidak akan rela idola mereka dicampakkan seorang wanita. Semoga saja masalah ini cepat selesai.

1
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
emang boleh sepanjang ini, rajin up kak
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
singkat, padat, "jadi pacarku" 😭
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
keren banget kak, tapi kakak kenapa?
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐: kak, DM aku
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: kakak mau namatin semua karya yang kakak punya dengan cepat lalu berhenti dari nt
total 2 replies
Mazz Tama_Meii
mantap Thor cerita nya bagus
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: makasih
total 1 replies
💫⃝𝙕𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧
singkat padat gay 😭😭
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: hehe gapapa 😅
total 1 replies
💫⃝𝙕𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧
Aku mampir nih, semangattt /Determined//Determined/
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: wih thank you 😁
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
smngttt thoorr /Determined//Determined/
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: makasih /Smile/
total 1 replies
Ƙҽƚυα♥︎᥊іᥱ﷽𝐀⃝🥀
done
🟡Xuan
Baru bab 2 aja udh di pop 6k + /Determined/ semangat thor/Determined//Determined//Determined/
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: udah, masih review
🟡Xuan: kenapa sekarang ndk update? /Sneer/ seharusnya rutin update, setidaknya 1 bab sehari /Determined/ Hadehh, aku ceramahin orang 🤣tapi aku aja ndk pernah konsisten 🤣
total 5 replies
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
gay 😭😭
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: hehe 😅
total 1 replies
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊
bungkus permen juga? 😭 lengkap banget isinya
ꪱׁׁׁׅׅׅᥴհíᥒ᥆ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊: 😭ngakak
🌸⃝𝑯𝒂𝒆𝒘𝒐𝒏❀​᭄➼࿐: banget, mau masukin rumah kalau bisa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!