Terpisah cukup lama karena kesalahpahaman, tapi rencana licik seseorang membuat keduanya di pertemukan kembali.
Bagaimana cara mengatasi kecanggungan yang sudah tertanam dalam itu, apa yang akan Sang Bunga Albarack lakukan pada mantan ajudannya nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan
Entah sudah berapa lama Lionel berdiri di bawah sebuah pohon yang tidak jauh dari kediaman Gentala Prayoga. Pria berhoodie hitam itu menyesap rokoknya dengan penuh nikmat, tatapannya terus saja tertuju pada gerbang tinggi menjulang yang tidak jauh darinya.
Gerimis mulai turun, dia mengadah ke atas langit- pohon rindang ini cukup untuk melindunginya dari gerimis kecil, tapi kalau butiran air langit ini semakin lebat Lionel pasti akan kebasahan juga.
Kepulan asap keluar dari mulutnya, merasa sudah cukup puas- dia lemparkan puntung rokoknya. Kedua kaki jenjangnya berjalan menuju tembok pagar yang tinggi menjulang di hadapannya.
Ekor matanya melirik kesana kemari, dia hanya memastikan tidak akan ada orang yang melihatnya memanjat. Lionel sudah seperti seorang pencuri handal yang akan membobol rumah mewah di balik pagar tembok itu.
Entah bagaimana caranya pria itu sudah berada di atas tembok. Lionel terlihat seperti seorang manusia cicak yang memiliki lapisan kulit aneh agar bisa menempel di dinding beton.
Tapi kenapa dia susah susah memanjat? kenapa tidak lewat pintu gerbang saja?
Pasti banyak yang bertanya seperti itu, dan jawabannya sederhana saja. Dia sedang mengintai bukan bertamu, kalau mengintai masuk secara baik baik bisa bisa Lionel mendapatkan segelas kopi dan singkong goreng.
Bukan itu jawabannya, kalau Lionel masuk seperti cara kemarin- dia yakin akan ketahuan. Gentala Prayoga pasti sudah mengetahui kalau ada makhluk asing yang masuk kekediamannya tanpa izin, bahkan makhluk itu masuk kedalam kamar cucu tersayangnya.
Lionel yakin sudah banyak kamera keamanan yang dipasang dari pada sebelumnya. Gentala Prayoga, pria tua yang memiliki otak genius, pencipta perusahaan game online yang sangat digandrungi oleh banyak kalangan.
Bahkan Lionel saja sesekali suka bermain game ciptaan pria Prayoga itu, walaupun tidak pernah naik level.
Kembali ke topik awal!
Mantan ajudan keluarga Albarack itu memindai area sekitar dengan teropong kecil ditangannya. Diataa ketinggian yang lumayan ini, dia dapat melihat dengan leluasa- bahkan balkon kamar Sang Putri Bunga dapat dia lihat dari kejauhan.
Kamar gadis itu masih menyala, berarti Liara belum tidur. Entah kenapa Lionel merasa ingin kembali memanjat tembok yang menuju kamar sang Princess?
Cari mati rupanya!
Sekuat tenaga Lionel menahan hasrat serta kakinya agar tidak melompat turun. Kedua matanya terus saja tertuju pada balkon yang masih terbuka.
Lionel berdecak pelan, dia berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tapi siapa sangka kedua matanya justru dapat melihat sesuatu yang bisa membuat jantungnya hampir terlepas.
"Sialan!" desisnya.
Brukk!
Lionel tidak dapat lagi menahan kedua kakinya untuk segera turun. Pria itu berlari cepat menuju arah kamar yang di tempati oleh Liara. Sebuah sinar laser merah mengarah ke balkon kamar sang gadis, Lionel yang sangat paham langsung tahu berasal dari mana sinar itu.
Penembak jitu!
Pasti disekitar kediaman Gentala Prayoga ada seorang atau bahkan lebih dari satu penembak jitu. Tembakan itu tidak akan terdengar oleh siapa pun dan segera mematikan nyawa korbannya.
Tidak! Lionel tidak akan membiarkan itu terjadi. Ekor mata Lionel terus saja tertuju ke arah luar, sinar itu datang dari luar pagar tembok beton- apa mungkin penembak itu ada didalam salah satu rumah mewah yang berada di komplek perumahan ini?
Ini bukan waktunya untuk berpikir, ini adalah waktu dimana dia harus segera sampai di dalam kamar Liara dengan cepat. Napas Lionel terengah, kedua matanya menatap pilar besar yang berdiri menjulang di hadapannya saat ini.
Tanpa menunggu lagi pria itu segera naik, gerakannya sedikit cepat karena pilar yang dia naiki tidak selicin tembok tadi. Lionel terlihat tidak peduli dengan cctv yang dia lintasi, dia hanya menutupi wajahnya dengan hoodie dan berpaling.
Besok pagi Gentala Prayoga akan memburunya, lihat saja!
Hanya butuh waktu beberapa menit, akhirnya Lionel sampai di balkon dengan selamat. Pria itu menelan salivanya susah payah, dia membungkuk saat mendekat ke pintu pembatas kaca. Kedua mata menatap situasi kamar bernuansa lilac itu, kedua netra tajamnya tertuju pada seorang gadis yang sudah terpejam di atas tempat tidur.
Ternyata Liara sudah tertidur, tapi gadis itu tidak menutup pembatas balkon dan mematikan lampu kamarnya. Dengan cepat Lionel masuk, pria berhoodie hitam itu menutup pintu balkon dengan cepat. Tapi sinar merah kecil itu masih bisa menembus pintu kaca tebal yang ada di area balkon.
"Dia tidak akan terbangun walaupun terjadi bencana alam!" sungutnya.
Lionel tahu bagaimana sifat Liara, gadis ini tidak akan mudah terusik setelah menempel di bantal. Butuh cara untuk membuat dia terbangun, tapi itu adalah sebuah keuntungan yang bisa Lionel dapatkan sekarang bukan.
Ting!
Ponsel Lionel berbunyi, pria itu merogoh kantung celananya. Namun kedua matanya masih tertuju ke arah balkon karena sinar laser itu masih terarah padanya.
'Wow, kau mau jadi tameng gadis mu, Singa Gurun? aku baru melihat ternyata kau bisa berlari dan memanjat secepat itu untuk menyelematkan gadis kecil mu, manis sekali. Tapi sayangnya tadi itu hanya percobaan mainan baruku, lain kali ayo kita bermain dengan serius Hunter. Kita bisa menargetkan gadis mu bila kau menyetujuinya.'
Pesan yang di kirim nomor tersembunyi itu membuat amarah Lionel terpancing. Pria itu menatap tajam ke arah pintu balkon, dan tidak lama sinar merah itu menghilang begitu saja, padahal Lionel sudah siap membalikan tembakan tanpa suara ke arah sinar itu berasal.
"Dia pasti sudah lama mengenalku!" desisnya.
SELA
SELAIN PINTER MANJAT BANG SIMBA JUGA PINTER BIKIN ANAK PASTI EEHH 🏃🏃🏃
**JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL AUTHOR YANG BARU MASIH FRES KELUAR DARI DINASTI DUREN SAWIT TAPI DIJAMIN GAK KALAH SERU😘😘😘😘😘
CUSSS AJAAAAA**
aku lupa cerita para sesepuh karna udah lama baca ceritanya.